Claim Missing Document
Check
Articles

Quality Management of Frontier, Outermost and Disadvantaged Schools in Improving Achievement In Junior Secondary Schools Angreany, Ririn; Madihah, Husnul; Susanto, Didi
Al-Fikru: Jurnal Ilmiah Vol. 17 No. 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : STAI Serdang Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51672/alfikru.v17i2.294

Abstract

This study aims to analyze the quality management of frontier, outermost and disadvantaged schools in improving school achievement, the focus of research on planning, implementation, organization, and evaluation. This research was conducted at SMPN 7 Dusun Selatan and SMPN Satu Atap 1 Dusun Selatan, South Barito Regency, Central Kalimantan. The research method used is qualitative, with data collection techniques of observation, interviews, and documentation studies. The results of the study revealed that (1) Planning for the Implementation of Quality Standards in Schools has been carried out with an understanding and method in accordance with quality management standards and planned; 2) Implementation of the implementation of quality standards in schools has been carried out with guidance, strategies, time and place, measured in accordance with quality management standards; 3) Organizing the implementation of quality standards in schools is carried out with management procedures and structured according to the field of education units; 4) Evaluation of the implementation of quality standards in schools is carried out consistently. This research has implications for improving the quality of education, especially in disadvantaged areas.
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGATASI TANTANGAN KEKERATAS DI ERA GEN Z DI SMA NEGERI 8 BANJARMASIN Irawati, Irawati; Madihah, Husnul; Aminah, Aminah
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 4 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - APRIL 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i4.405-415

Abstract

: Guru bimbingan dan konseling memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada seluruh warga sekolah mengenai dampak negatif kekerasan serta pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi perkembangan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi untuk mengkaji peran guru bimbingan dan konseling dalam menghadapi tantangan kekerasan di era generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bimbingan dan konseling berperan sebagai penyuluh, edukator, mediator konflik, penyedia dukungan emosional, serta kolaborator dengan orang tua dan komunitas. Strategi yang terbukti efektif dalam mengatasi kekerasan mencakup penyuluhan berkelanjutan, pengembangan keterampilan sosial dan emosional siswa, penyediaan layanan konseling, serta kerja sama dengan berbagai pihak. Implementasi strategi tersebut berkontribusi pada terciptanya lingkungan sekolah yang lebih aman dan mendukung kesejahteraan siswa. Selain itu, pelatihan pengelolaan emosi serta penggunaan teknik role-playing dalam pembelajaran perlu diintegrasikan dalam program sekolah. Tujuannya adalah untuk membekali siswa dengan kemampuan dalam menghadapi dan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Dengan keterlibatan aktif guru bimbingan dan konseling serta dukungan seluruh elemen sekolah, diharapkan potensi kekerasan di lingkungan sekolah dapat diminimalkan, dan siswa dapat tumbuh dalam suasana yang sehat, aman, serta mendorong perkembangan pribadi dan sosial yang positif.
Hubungan Kepemimpinan Qur’ani Kepala Sekolah dan Pendidikan Nilai-Nilai Qur’an dengan Pembentukan Kepribadian Siswa Rahmi, Agustina; Madihah, Husnul; Sabariah, Sabariah
Fitrah: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agam Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/fitrah.v4i2.449

Abstract

Efforts to maximize the role of teachers by maximizing the internal and external factors of teachers are well conditioned in order to be able to realize the formation of the personality of students. Factors that are thought to influence the formation of students' Qur'anic personality are the Qur'anic leadership of the principal and Qur'anic value education. This study aims to describe: the relationship between the principal's Qur'anic leadership, Qur'anic values education, and the formation of Qur'anic personality in HSC plus tahfiz in South Kalimantan. The research conducted was descriptive correlation with quantitative approach. In this study the population was 46 HSC plus tahfiz teachers in 2023/2024. The sample was taken as a whole, namely 46 people. Researchers used a Likert scale for data collection techniques with a questionnaire. Data analysis in this study using descriptive statistical analysis and SPSS statistics. The results of the study explained that the principal's Qur'anic leadership, Qur'anic values education, and Qur'anic Memorization Activities were positively and significantly related to the formation of Qur'anic personality at HSC Plus Tahfiz School in South Kalimantan, with a level of relationship of 76.6%. The better the three factors, the more the formation of Qur'anic personality will increase.
Technological Innovation in Learning the Quran through Android Applications in Ummi Method Learning Management on the Ghoroibul Qur'an Material Maulana, Muhammad Ryan; Jarkawi, Jarkawi; Madihah, Husnul
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 20, No. 1 : Al Qalam (January 2026 - Special Edition: Islamic Studies)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v20i1.5524

Abstract

The use of application-based digital media provides a solution to the problem of limited teacher and student access to Ghoroibul Qur'an text and audio materials that have been distributed unstructured through WhatsApp and YouTube. This application is designed to be accessible offline and integrated with the Ummi curriculum, thereby increasing learning efficiency, student independence, and assisting teachers in the planning, implementation, and evaluation of learning. This study aims to identify teacher and student obstacles in the learning process and recommend an innovative model of Android application-based learning media as an alternative solution. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results show that the developed application acts as an innovative media that combines text and audio materials in one platform, can be accessed without an internet connection, and is designed to meet field needs. This recommendation is considered innovative in supporting more efficient, standardized, and relevant learning management to the development of technology-based Islamic education in the digital era.
STRATEGI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA KEPALA SEKOLAH DALAM PELESTARIAN BUDAYA LOKAL DI SMAN 1 TABUNGANEN KABUPATEN BARITO KUALA Fahriani, Fahriani; Madihah, Husnul; Rahmi, Agustina
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi manajemen sumber daya manusia (SDM) yang diterapkan oleh kepala sekolah dalam pelestarian budaya lokal di SMAN 1 Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala. Pelestarian budaya lokal merupakan bagian penting dalam pendidikan karakter dan pembentukan identitas siswa, sehingga peran kepala sekolah sebagai manajer pendidikan menjadi sangat krusial.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, serta staf sekolah yang terlibat dalam kegiatan pelestarian budaya lokal. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pelaksanaan program budaya lokal masih bersifat kesepakatan internal. Upaya kepala sekolah, untuk meningkatkan kompetensi guru selaku pimpinan mengizinkan semua warga sekolah khususnya pendidik dan tenaga pendidik untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh dinas,sekolah,maupun mandiri oleh guru. Evaluasi yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap pelaksanaan pelestarian budaya lokal sudah melibatkan guru dan tenaga kependidikan, untuk tindak lanjut atas hasil evaluasi masih perlu diperkuat. Hal ini penting agar evaluasi tidak hanya menjadi proses administratif, tetapi dapat menjadi dasar untuk perbaikan dan pengembangan program secara berkelanjutan. Program pelestarian budaya dilaksanakan melalui kegiatan ekstrakurikuler, muatan lokal dalam pembelajaran, serta upacara dan perayaan adat. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen SDM yang efektif oleh kepala sekolah dapat memperkuat identitas budaya lokal di sekolah dan menumbuhkan rasa cinta tanah air pada peserta didik.
MANAJEMEN PROGRAM TAHFIDZ AL-QUR’AN DALAM KURIKULUM MERDEKA Budiansyah, A; Madihah, Husnul; Rahmi, Agustina
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen program tahfidz Al-Qur’an dalam implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Taman Cinta Al-Qur’an Kabupaten Barito Kuala. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi,wawancara,serta dokumentasi.akibat penelitian membagikan bahwa manajemen program tahfidz mencakup perencanaan target hafalan, penyusunan jadwal belajar, dan penggunaan metode Busro. Pengorganisasian dilakukan dengan pembentukan struktur pengelola program, penugasan guru tahfidz, dan keterlibatan orang tua. Pengarahan dalam pelaksanaan program dilakukan melalui pembinaan, pemberian motivasi, dan keteladanan guru. Sedangkan pengawasan dilaksanakan melalui evaluasi hafalan secara rutin, muraja’ah, serta supervisi dari pihak sekolah. Secara umum, program tahfidz telah terintegrasi dengan Kurikulum Merdeka, meskipun masih terdapat tantangan berupa keterbatasan waktu dan tenaga pengajar yang belum sepenuhnya kompeten. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan manajemen pendidikan Islam, khususnya integrasi tahfidz dalam kurikulum nasional.
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, PEMBERDAYAAN GURU, KOMPETENSI PROFESIONAL GURU TERHADAP IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA MANDIRI BELAJAR Rahmi, Agustina; Madihah, Husnul; Rasuna, Rasuna; Redjeki, Dwi Sogi Sri; Muliyana, Sari; Muliyani, Sari
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah, pemberdayaan guru, dan kompetensi profesional guru dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka Mandiri Belajar pada SMP Negeri di Kota Banjarmasin. Hal ini didasarkan pada berbagai permasalahan di lapangan, khususnya kecenderungan kepemimpinan kepala sekolah yang berfokus pada administratif sehingga belum optimal dalam mendorong pemberdayaan guru. Selain itu, sebagian guru belum menunjukkan perhatian yang maksimal terhadap pengembangan kompetensi profesional, terutama dalam mengimplementasikan kurikulum secara inovatif dan adaptif. Keterbatasan kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi pembelajaran juga menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional. Sampel penelitian melibatkan 250 guru SMP Negeri yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi, dan uji asumsi klasik. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memiliki hubungan positif dan signifikan dengan implementasi Kurikulum Merdeka (r = 0,788). Pemberdayaan guru berhubungan signifikan dengan implementasi kurikulum (r = 0,760), demikian pula kompetensi profesional guru (r = 0,735). Secara simultan, ketiga variabel tersebut memberikan kontribusi yang sangat kuat terhadap keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka dengan koefisien korelasi sebesar r = 0,866. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi kepemimpinan sekolah, pemberdayaan guru, dan penguatan kompetensi profesional dalam mendukung keberhasilan Kurikulum Merdeka.
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN BUDAYA RELIGIUS: STUDI KASUS DI SMP HASBUNALLAH DAN SMPIT ASHABUL KAHFI Tabe’i, Akhmad; Madihah, Husnul; Rahmi, Agustina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4587

Abstract

Kepemimpinan transformasional, kepala sekolah, budaya religius, pendidikan Islam, studi kualitatif Penguatan budaya religius di lingkungan sekolah menjadi kebutuhan strategis dalam merespons tantangan kemerosotan nilai dan karakter peserta didik di tengah dinamika era modern. Dalam konteks ini, kepala sekolah memiliki posisi kunci dalam membangun dan menginternalisasikan nilai-nilai religius melalui pola kepemimpinan yang tidak terbatas pada fungsi administratif, melainkan bersifat transformatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam praktik kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam memperkuat budaya religius di SMP Hasbunallah dan SMPIT Ashabul Kahfi Tabalong, dengan menitikberatkan pada peran visi religius, keteladanan kepemimpinan, serta pengelolaan budaya religius yang dilakukan secara sistematis. Fokus pertanyaan penelitian diarahkan pada bagaimana kepemimpinan transformasional dijalankan oleh kepala sekolah serta sejauh mana kepemimpinan tersebut berkontribusi terhadap terbentuknya budaya religius dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multisitus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan, dilengkapi dengan observasi terhadap pelaksanaan kegiatan religius di lingkungan sekolah serta analisis terhadap dokumen kelembagaan yang relevan. Proses analisis data dilakukan dengan menerapkan analisis tematik yang meliputi tahap reduksi data, penyusunan dan penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara berulang, sehingga memungkinkan pemahaman yang komprehensif dan mendalam terhadap fenomena yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah berkontribusi secara signifikan terhadap penguatan budaya religius di lingkungan sekolah. Kepala sekolah berperan aktif dalam menggerakkan perubahan budaya melalui penyusunan visi religius yang disepakati bersama, penanaman nilai-nilai keagamaan melalui keteladanan pribadi, serta pembentukan sistem sekolah yang mendukung pembiasaan religius secara berkelanjutan. Budaya religius tidak hanya tampak dalam kegiatan yang bersifat formal dan seremonial, tetapi telah terintegrasi dalam praktik keseharian seluruh warga sekolah. Temuan ini memperkaya kajian kepemimpinan pendidikan Islam dengan menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional efektif dalam membangun budaya religius yang kuat dan berkelanjutan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi kepemimpinan transformasional bagi kepala sekolah serta mendorong pengembangan penelitian selanjutnya dengan pendekatan metodologis dan cakupan konteks yang lebih luas.
KEPEMIMPINAN KEPALA SATUAN PENDIDIKAN DALAM LITERASI BAHASA BERBASIS KEARIFAN LOKAL TRADISI LISAN BANJAR DI SMPN TANJUNG KABUPATEN TABALONG Rahmiyati, Dwi; Madihah, Husnul; Rahmi, Agustina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4588

Abstract

Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menggerakkan segala sumber yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Literasi Bahasa banjar sebagai salah satu komponen penting dalam pembelajaran memiliki peran strategis dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan komunikasi siswa.  Kearifan local tradisi lisan Banjar dalam konteks penelitian ini merujuk pada ungkapan, cerita, pantun, nasihat, dan adat istiadat yang diturunkan secara lisan di masyarakat Tabalong dan mengandung nilai-nilai budaya, moral, dan pengetahuan tradisional (karakter). Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kepemimpinan kepala satuan pendidikan dalam literasi bahasa kearifan lokal tradisi Banjar di SMPN 1 Tanjung. Pendekatan penelitian ini adalah kualititatif. Teknik pengumpulan data dengan proses wawancara mendalam, observasi partisipatif dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian kualitatif ini dilakukan secara tematik mengikuti model Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat antara: (1) kepemimpinan kepala satuan pendidikan dalam literasi bahasa di SMPN 1 Tanjung Kabupaten Tabalong berjalan dengan baik sesuai dengan program kegiatan yang telah disusun, (2) kepemimpinan kepala satuan pendidikan memberikan dampak positif dalam implementasi program kearifan lokal tradisi lisan Banjar di SMPN 1 Tanjung Kabupaten Tabalong, dan (3) Strategi yang dapat dikembangkan oleh kepala satuan pendidikan  dalam pengelolaan program literasi bahasa melalui kearifan lokal tradisi lisan Banjar di SMPN 1 Tanjung Kabupaten Tabalong berupa pendekatan yang bersifat kolaboratif, adaptif dan kontekstual yang mendorong keterlibatan guru, siswa serta komunitas.  Berdasarkan hasil temuan dari penelitian ini dapat disarankan beberapa hal seperti: (1) Kepala sekolah agar terus menguatkan peran kepemimpinan dalam mengembangkan literasi berbasis kearfian lokal tradisi lisan Banjar, (2) Guru agar mengembangkan inovasi pembelajaran dan kegiatan pengembangan literasi, (3) Pemerintah Daerah agar memberikan dukungan dan fasilitas dalam mengembangkan literasi khususnya kearifan lokal Bahasa Banjar, (4) penelitian ini hendaknya dapat dikembangkan sehingga digunakan sebagai rujukan dan referensi untuk melakukan penelitian yang masih berkait.
MANAJEMEN SEKOLAH ADIWIYATA NASIONAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL GAWI SABUMI DI SMAN 1 HARUAI Asrini, Dwi Nopyanti Puji; Madihah, Husnul; Rahmi, Agustina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4589

Abstract

Sekolah adiwiyata merupakan program pemerintah untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik. SMAN 1 Haruai beberapa kali mengajukan diri untuk memperoleh predikat Sekolah Adiwiyata Nasional sebelum berhasil menjadi sekolah adiwiyata nasional tahun 2024. SMAN 1 Haruai melakukan pembenahan dan  memanfaatkan kearifan lokal gawi sabumi/gotong royong yang hidup dalam masyarakat Haruai untuk mengembangkan manajemen sekolah adiwiyata nasional. Penelitian bertujuan untuk mendiskripsikan secara mendalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut sekolah adiwiyata nasional berbasis kearifan lokal gawi sabumi di SMAN 1 Haruai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap manajemen sekolah adiwiyata. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Sumber data terdiri dari kepala sekolah, Ketua GPBLHS, wakasek, guru, ketua komite dan siswa. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memastikan keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan manajemen sekolah Adiwiyata nasional berbasis kearifan lokal gawi sabumi di SMAN 1 Haruai selaras dengan POAC, regulasi manajemen sekolah adiwiyata dan prinsip manajemen berbasis sekolah yang menekankan otonomi dan partisipasi.