Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PROGRAM FISIOTERAPI PADA KASUS POST ORIF 1/3 PROKSIMAL HUMERUS Siwi, Ken; Kurniawan, Rizky; Putri, Fadma; Swandari, Atik; Wibisono, Muhammad Rizqi
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v3i1.17617

Abstract

Latar belakang : Fraktur ekstremitas atas sering terjadi dan menyerang semua kelompok umur. Pada orang dewasa muda, fraktur ekstremitas atas biasanya oleh trauma seperti kecelakaan kendaraan bermotor, sedangkan pada orang dewasa yang lebih tua dengan perubahan osteoporosis, fraktur ini biasanya terjadi karena bertahan dari jatuh. Modalitas yang diberikan pada kondisi ini yaitu Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS), dan Terapi Latihan untuk mengoptimalkan kapasitas fisik dan fungsional pasien. Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas TENS dan terapi latihan dalam penanganan fisioterapi pada kasus post orif 1/3 proksimal humerus. Metode : Metode penelitian yang digunakan pada studi kali ini dengan menggunakan studi kasus. Studi kasus dilakukan Studi kasus dilakukan pada pasien pelayanan fisioterapi mandiri di kota Surabaya bernama Tn.R, berusia 27 tahun dengan kondisi post ORIF fraktur 1/3 proksimal humerus Hasil : Setelah dilakukan program fisioterapi didapatkan hasil terdapat penurunan nyeri, peningkatan kekuatan otot, LGS, dan fungsional indeks dari sendi bahu.
PENGARUH LATIHAN PENGUATAN ABDUKTOR HIP TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA WANITA DENGAN OSTEOARTHRITIS LUTUT Wicaksono, Martinus Bagus Eko; Swandari, Atik; Siwi, Ken
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v2i2.19676

Abstract

Latar belakang:  Penderita OA lutut pada umumnya mengalami nyeri dan kekakuan pada sendi lutut. Biomekanik saat berjalan dipercaya menjadi salah satu faktor pencetus nyeri pada penderita OA lutut, dimana modifikasi biomekanika penting untuk dilakukan dan salah satunya memperkuat otot abduktor hip. Tujuan:  Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan penguatan otot abduktor hip terhadap penurunan nyeri pada wanita dengan OA lutut Metode: Penelitian ini menggunakan one group with control design dengan subjek wanita OA berjumlah 10 orang. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 5 subjek dan melakukan intervensi selama 15 sesi pertemuan atau 3 kali dalam seminggu selama 5 minggu serta dosis yang telah ditentukan. Kelompok I mendapatkan latihan penguatan otot abduktor dan terapi standar dari tempat praktik fisioterapi surabaya, kelompok II merupakan kelompok kontrol yang mendapatkan terapi standar dari tempat praktik fisioterapi surabaya meliputi latihan penguatan otot quadricep dan TENS. Alat ukur nyeri yang digunakan NPRS (numerical pain rating scale). Hasil uji analisis statistik menggunakan Wilcoxon .Hasil: hasil uji analisis statistik kedua kelompok berbeda bermakna, namun kelompok 1 lebih besar terjadi penurunan nyeri lutut Kesimpulan: Terdapat pengaruh latihan  penguatan otot abduktor hip terhadap penurunan nyeri pada wanita dengan OA Lutut.
Pemberian Pelayanan Fisioterapi Untuk Menurunkan Nyeri Lutut Dan Meningkatkan Aktivitas Fungsional Pada Ibu Ibu Aisyiyah Sukodono Sidoarjo Swandari, Atik; Romadhona, Nurul Faj’ri; Waritsu, Cakra; Ananda, Adevira Yoan; Agustinia, Allya
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1897

Abstract

Nyeri lutut merupakan salah satu keluhan yang sering dialami oleh para lansia khususnya wanita. Nyeri lutut dapat menyebabkan terbatasnya aktivitas fisik dan kemampuan fungsional pada setiap individu khususnya lansia. Selain itu dengan adanya nyeri pada lutut juga akan menghambat aktivitas sehari hari seperti aktivitas sholat, berjalan, jongkok berdiri serta aktivitas keseharian lainnya. Nyeri lutut dan keterbatasan aktivitas sehari hari ini merupakan permasalahan yang di hadapi oleh para ibu ibu aisyiyah Sukodono Sidoarjo. Selain nyeri pada lutut, gangguan aktivitas fingsional sehari hari seperti jongkok ke berdiri juga merupakan permasalahan lainnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemberian penanganan fisioterapi merupakan cara yang tepat. Tujuan dari pemberian penanganan fisioterapi adlah untuk mengurangi nyeri lutut dan mengurangi gangguan aktivitas sehari hari pada ibu ibu aisyiyah di Sukodono Sidoarjo. Modalitas fisioterapi yang diberikan pada kegiatan ini adalah Infra Red dan terapi latihan serta edukasi kepada pasien khususnya saat di rumah. Infra red bertujuan untuk mengurangi nyeri pada lutut sedangkan terapi Latihan bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot sehingga akan meningkatkan aktivitas fungsional sehari hari seperti aktivitas berjalan, naik turun tangga dan jongkok ke berdiri. Dengan dilakukannya program pengabdian ini diharapkan keluhan nyeri lutut dan gangguan aktivitas fungsional sehari hari pada ibi ibu aisyiyah dapat tertangani dengan baik.
The effect of footcore stability exercise therapy on increasing range of motion and functional walking ability in cerebral palsy children Abdullah, Khabib; Swandari, Atik; R, Ichlasul Amalia; Q, Nadhifa Putri
Science Midwifery Vol 12 No 2 (2024): June: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i2.1524

Abstract

Cerebral Palsy (CP) is a permanent disorder in the development of movement and posture in children. One of the movement problems in children with CP is stiffness of the soleus muscle which results in a tiptoe position. This position will make it difficult for the child to stand and walk, thereby reducing the child's functional and movement abilities. This research was conducted to determine the effect of providing foot core stability training therapy on increasing the range of motion of the ankle dorsi flexion joint and increasing the functional ability to walk in children with CP. This research is a field experimental one group pre and post test design. The sample was 15 children with CP at the AzZaki inclusion foundation in Surabaya, who were given foot core stability exercise therapy intervention 10 times in a row for 10 days. The ankle dorsiflexion range of motion was measured with a gonometer and functional walking ability with GMFM (gross motor function measurement). Research Results is there was a mean increase in ankle LGS towards dorsi flexion of 3.2° (p=0.001) and a mean increase in walking ability with GMFM measurements of 11.2% (p=0.00).
Low Back Pain E/C Musculoskeletal Disorder (Msds) In Workers With Sitting Body Positions Martha, Anastasia Putu; Djoar, Raditya Kurniawan; Gerhanawati, Ifa; Swandari, Atik
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkf.v6i1.1737

Abstract

The muscles that are often disturbed are the muscles of the neck, arms, hands, fingers, back, waist and lower muscles. Working for a long time in a fixed position, especially sitting, will cause discomfort. This working attitude creates a static workload on the lower back muscles and causes lower back pain in workers. Respondents involved in this study amounted to 49 respondents. All respondents have the dominant activity at work, namely sitting. When viewed from the character of the respondents, as much as 77.55% of respondents had experienced muscle complaints. The most frequent muscle complaints were in the area of ??the waist (53.06%), buttocks (44.90%) and neck and shoulders (42.86%). The longer a person sits there will be stretching of the back muscles and the posterior longitudinal ligament which have the thinnest properties so that this prone area is disturbed causing pain. Suggestions for employees who sit for a long time, namely doing short sports on the sidelines of work and modifying the work environment so that the sitting position becomes ergonomic
Implementasi Program Terapi Latihan Abdominal Core Stability Untuk Postur Tegak Anak PAUD Di Surabaya Abdullah, Khabib; Swandari, Atik; Asyifa, Sarah
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i4.2133

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberdayakan guru-guru PAUD di Surabaya agar mampu mengimplementasikan program terapi latihan abdominal core stability sebagai bagian rutin kegiatan sekolah, guna meningkatkan postur tegak anak PAUD sebagai langkah preventif gangguan postur. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode Training of Trainers (ToT) dan sosialisasi interaktif selama dua hari di Graha PAUD, Surabaya, dengan melibatkan 248 guru PAUD. Metode pelaksanaan menggabungkan presentasi edukatif untuk transfer ilmu dasar teori dan hands-on training (termasuk simulasi role-play) untuk penguasaan keterampilan praktik. Teknik analisis data menggunakan perbandingan skor pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan uji T berpasangan untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta lembar observasi keterampilan praktik untuk menilai kompetensi mengajar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan teoritis yang signifikan, terbukti dari kenaikan rata-rata nilai post-test sebesar 216% (p < 0,05), menegaskan keberhasilan metode transfer ilmu. Selain itu, penguasaan keterampilan praktik guru mencapai rata-rata skor 4,3 dari skala 5 (kategori "baik sekali"), membuktikan bahwa guru memiliki kapasitas motorik dan komunikasi yang memadai untuk menjadi pelatih gerakan abdominal core stability di unit kerja masing-masing. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa model ToT fisioterapi telah berhasil secara efektif membentuk fondasi stabilitas otot core pada anak usia dini melalui pemberdayaan guru yang kompeten, menjadikannya solusi preventif primer yang berkelanjutan terhadap masalah disfungsi postur.
PENGARUH LATIHAN QUADRICEPS EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS BAWAH DAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS KNEE DI RS SITI KHADIJAH SEPANJANG SIDOARJO Swandari, Atik; Aisyah, Siti; Ismanto, Syarifah Ai’isy
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.314

Abstract

Penderita osteoarthritis (OA) akan mengalami beberapa permasalahan yang dapat mengganggu aktivitas sehari hari. Permasalahan yang terjadi pada penderita OA antara lain adalah : nyeri pada lutut yang terkena, penurunan kekuatan otot penggerak sendi lutut, keterbatasan luas gerak sendi, keterbatasan fleksibilitas dan stabilitas sendi lutut serta keterbatasan aktivitas fungsional sehari hari khususnya yang melibatkan ekstremitas bawah seperti aktivitas jongkok berdiri, bangkit dari duduk ke berdiri, berjalan, berdiri lama serta aktivitas naik turun turun tangga. Untuk menanggulangi perlu dilakukan latihan penguatan otot esktermitas bawah. Salah satu terapi latihan yang dapat diberikan adalah dengan latihan quadriceps exercise. Tujuan dari penelitian ini adalah pengaruh terapi latihan quadriceps exercise untuk membantu meningkatkan kekuatan otot dan kemampuan fungsional ekstremitas bawah pada pasien OA. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental lapangan dengan menggunakan desain one group pre and post test design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan quadricep exercise dapat meningkatkan kekuatan otot ekstremitas bawah penderita OA (Sig. 2-tailed 0,000), begitu juga bahwa latihan quadricep exercise dapat meningkatkan kemampuan fungsional penderita OA (Sig. 2-tailed 0,000). Peningkatan kekuatan otot extremitas bawah dapat terjadi karena adanya stimulasi aktivasi lebih banyak motor unit dan meningkatkan firing rate dari saraf motoric. Ketika kemampuan otot sudah baik maka aktivitas fungsional juga akan berubah menjadi lebih baik. Untuk penelitian selanjutnya perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam untuk mengidentifikasi pada saat kapan perubahan itu dapat mulai diamati serta berapa intensitas minimal yang dapat dilakukan oleh pasien dengan OA sampai didapatkan perubahan kekuatan otot dan peningkatan kemampuan aktivitas
PENGARUH PEMBERIAN TACTILE STIMULATION TERHADAP PENURUNAN GANGGUAN SENSORIK DAN PERILAKU PADA ANAK DI YAYASAN PENDIDIKAN AUTIS MUTIARA HATI SURABAYA Abdullah, Khabib; Ichlasul Amalia Romadhona; Atik Swandari
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.332

Abstract

Background: Children with developmental disabilities often experience sensory and behavioral disorders that impact social, emotional, and academic abilities. Physiotherapy plays a crucial role in providing Tactile Stimulation, a structured tactile stimulation that stimulates the sensory and motor nervous systems, to support sensory integration, emotional regulation, and improved adaptive behavior. This study aimed to determine the effect of Tactile Stimulation on reducing sensory and behavioral disorders in children at Autism Education Foundation of Mutiara Hati, Surabaya Branch. Research Methods: This study was a field experiment with a one-group pretest-posttest design. A sample of 12 children was selected based on inclusion and exclusion criteria from a pool of 38 children with sensory and behavioral disorders. The intervention, in the form of Tactile Stimulation, was administered in six sessions over two weeks, each lasting 30 minutes. Measurements were conducted using the Short Sensory Profile (SSP) questionnaire for sensory aspects, and teacher interviews were conducted to evaluate behavioral changes. Normality was tested using the Shapiro-Wilk test, and hypothesis testing used the Wilcoxon test with a significance level of p<0.05. Results: The statistical test results showed no statistically significant effect between the pretest and posttest (p>0.05). However, clinically, 8 of the 12 children showed a decrease in SSP scores (66.7%), and teacher interviews indicated positive changes in behavior, such as increased calmness, focus, and ability to follow instructions. Conclusion: Tactile Stimulation did not have a statistically significant effect, but showed a positive clinical impact on the majority of children.
Pengaruh Terapi Latihan Postur dan Mobilisasi Shoulder Girdle pada Kemampuan Fungsional Tangan Anak Cerebral Palsy Abdullah, Khabib; Swandari, Atik; Wijaya, Aji Sukma; Salsabiila, Shabrina Sahla
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 1 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss1.2413

Abstract

Cerebral palsy (CP) spastik diplegia ditandai dengan gangguan motorik dominan pada ekstremitas bawah, namun sering kali disertai penurunan kemampuan fungsional tangan akibat ketidakstabilan postur dan kontrol shoulder girdle yang buruk. Stabilitas postur merupakan prasyarat mutlak untuk mobilitas tangan dan kaki yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi terapi latihan postur dan mobilisasi shoulder girdle terhadap peningkatan kemampuan fungsional tangan pada anak CP spastik diplegia usia 3-5 tahun. Penelitian ini menggunakan desain one group pre-test and post-test. Sampel terdiri dari 12 anak CP spastik diplegia (8 laki-laki dan 4 perempuan) di YPCP Surabaya 4,2±0,9 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan selama 8 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Instrumen pengukuran fungsional tangan menggunakan Melbourne Assessment 2 (MA2). Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji inferensial paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rerata skor fungsional tangan MA2 dari 5,2 (pre-test) menjadi 7,6 (post-test) atau meningkat 46%. Uji paired t-test menunjukkan nilai signifikan p<0,001. Kesimpulan: terapi latihan postur dan mobilisasi shoulder girdle meningkatkan kemampuan fungsional tangan pada anak CP spastik diplegia.
PENGARUH LATIHAN CLOSE KINETIC CHAIN EXERCISE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI DAN PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA OSTEOARTHRITIS LUTUT Atik Swandari; Khabib Abdullah; Anastasia Putu Martha Anggarani; Adiya Rindi Krisnaudi
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v16i1.409

Abstract

Knee osteoarthritis (OA) is a degenerative musculoskeletal disease that commonly causes pain and decreased functional ability in older adults. This condition affects daily activities such as walking, prolonged standing, and climbing stairs. One of the physiotherapy interventions that can be applied is Close Kinetic Chain Exercise (CKCE), which aims to improve joint stability, muscle strength, and functional ability. This study aimed to analyze the effect of Close Kinetic Chain Exercise on reducing pain intensity and improving functional ability in patients with knee osteoarthritis. This study used a field experimental method with a one group pre-test and post-test design. The sample consisted of 11 female respondents aged 50–60 years diagnosed with knee osteoarthritis selected using purposive sampling. Pain intensity was measured using the Visual Analog Scale (VAS), while functional ability was assessed using the Jette Scale. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks Test. The results showed that all respondents experienced decreased pain intensity and improved functional ability after the intervention. Statistical analysis showed a significance value of 0.003 (p < 0.05) for both pain and functional ability variables. It can be concluded that Close Kinetic Chain Exercise has a significant effect on reducing pain intensity and improving functional ability in patients with knee osteoarthritis