Articles
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS 2 SDN TARIK 1
Makrifathul Hanik;
Ratno Abidin;
Titik Kurniawati
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 2 (2024): Transformasi Pembelajaran: Inovasi dan Praktik Efektif Melalui Penelitian Tindaka
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/pc.v2i1.25421
The aim of this research is to improve student learning outcomes in mathematics subjects with long unit material by applying the problem based learning (PBL) learning model. The method used in this research is a descriptive-quantitative method. The subject of this research were 24 grade 2 students from SD Negeri Tarik 1. Data was taken from pre-test and post-test scores at the beginning and end of learning activities. The results of the comparison of pre-test and post-test scores calculated using the N-gain percentage show that the results are quite effective. The average pre-test score was 50,21 and increased to an average post-test score of 77,50. The N-gain percentage value is 58,31%, which shows that this is quite effectively implemented for learning activities using the problem based learning (PBL) for mathematics subjects in grade 2 of elementary school from SD Negeri Tarik 1
PENERAPAN PROBLEM-BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL DUA DIMENSI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA
Festya Saraswati Citra Afriani;
Ratno Abidin;
Titik Kurniawati
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 2 (2024): Transformasi Pembelajaran: Inovasi dan Praktik Efektif Melalui Penelitian Tindaka
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/pc.v2i1.25425
One way to solve the problem of students' low speaking skills in elementary schools is by implementing the Problem-Based Learning (PBL) learning model. The purpose of writing this article or research is to determine the application of the Problem-Based Learning (PBL) learning model using two-dimensional audio-visual media in order to improve students' speaking skills in Indonesian language subjects, retelling the contents of fictional stories and explaining their intrinsic elements in words. -words themselves logically, systematically, effectively and creatively. This research was carried out in class V-B of SDN Penjaringansari II/608 Surabaya. The research subjects were class V-B which consisted of 30 students. The data in this study consisted of speaking skills tests and written tests in the form of LKPD (Students' Worksheets). The results of the speaking skills test were taken from group observations during the presentation. The research results showed that when giving assignments via Student Worksheets (LKPD), the majority of students (80%) were able to understand fictional stories well and retell them briefly in written form, and could explain their intrinsic elements correctly. Speaking skills are measured through group presentations. The research results showed that all groups were able to fulfill the criteria very well for retelling according to the content of the story and using grammar, vocabulary and expressions correctly and variedly. In terms of language fluency criteria, 50% of students still need to improve their ability to pronounce language during presentations so that listeners can understand them well. On the criteria of expression and self-confidence, there are 67% of students who still need to improve their expression and self-confidence when making presentations. This shows that some parts of students still feel shy, nervous and lack of self-confidence.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA TEMA EKOSISTEM SAWAH DI KELAS V
Winda Ismaningsih;
Ratno Abidin;
Moch Gusnul Arifin
PROCEEDING UMSURABAYA Poceding Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan 2026 " Intregrasi Deep Learning dan Tekbnologi AI dal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/pc.v1i1.28017
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada tema “Ekosistem Sawah” di kelas V melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Subjek penelitian adalah 17 siswa kelas V di salah satu sekolah dasar, dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Model Problem Best Learning dipilih karena dapat mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran melalui penyelesaian masalah kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam ketuntasan belajar siswa. Pada siklus I, persentase ketuntasan belajar siswa mencapai 65%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 88%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pendekatan PBL dapat memberikan dampak positif terhadap pemahaman siswa mengenai konsep ekosistem, khususnya dalam konteks kehidupan di sawah. Selain itu, model ini juga membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif. Dengan demikian, penerapan model Problem Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada tema ekosistem di kelas V. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan model PBL sebagai alternatif strategi pembelajaran tematik yang berpusat pada siswa.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MATERI DIAGRAM BATANG MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA WORDWALL
Azifatul Khusna;
Ratno Abidin;
Moch. Gusnul Arifin
PROCEEDING UMSURABAYA Poceding Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan 2026 " Intregrasi Deep Learning dan Tekbnologi AI dal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/pc.v1i1.28027
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV A SDN Ploso V/176 Surabaya pada materi diagram batang melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang didukung media pembelajaran interaktif Wordwall. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pencapaian hasil belajar siswa yang disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran konvensional dan kurang menariknya penggunaan media pembelajaran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas IV A. Data dikumpulkan melalui tes tertulis menggunakan soal pilihan ganda berbasis Wordwall. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam capaian belajar siswa. Pada tahap pra-tindakan, hanya 5 dari 24 siswa (21%) yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Capaian ini meningkat pada siklus I, dengan 14 dari 24 siswa (58%) mencapai KKM. Peningkatan tersebut terus berlanjut hingga mencapai ketuntasan klasikal pada siklus II, di mana 20 dari 24 siswa (83%) berhasil mencapai KKM. Penerapan model PBL berbantuan Wordwall terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan model dan media serupa untuk pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna di tingkat sekolah dasar.
Peningkatan Pemahaman Nilai – Nilai Pancasila Melalui Media Saku Pancasila pada Siswa kelas III Sekolah Dasar
Ilham Akhdan;
Ratno Abidin;
Moch Gusnul Arifin
PROCEEDING UMSURABAYA Poceding Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan 2026 " Intregrasi Deep Learning dan Tekbnologi AI dal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/pc.v1i1.28078
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara peserta didik kelas III Sekolah Dasar melalui metode bermain peran. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berbicara peserta didik yang ditunjukkan dengan kurangnya kepercayaan diri, kelancaran berbicara, serta terbatasnya penguasaan kosakata dalam mengungkapkan ide secara lisan. Penelitian ini menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes berbicara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bermain peran secara signifikan meningkatkan kemampuan berbicara peserta didik, baik dari segi kepercayaan diri, kefasihan, maupun penguasaan kosakata. Dengan demikian, metode ini dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dalam meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik.
Penerapan Model Pembelajaran PjBL berbantuan Media Benda Nyata untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika
Ayu Triska Arianti;
Ratno Abidin;
Moch. Gusnul Arifin
PROCEEDING UMSURABAYA Poceding Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan 2026 " Intregrasi Deep Learning dan Tekbnologi AI dal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/pc.v1i1.28086
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Bangun ruang sederhana yaitu jaring-jaring kubus dan balok melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berbantuan media nyata. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian siswa kelas V-a SD Negeri Ploso V/176 Surabaya. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari pra siklus ke siklus I dan siklus II. Rata-rata nilai siswa pada pra siklus sebesar 57, pada siklus I meningkat menjadi 68, dan pada siklus II mencapai 81. Persentase ketuntasan belajar siswa juga mengalami peningkatan dari 31% pada pra tindakan, menjadi 60% pada siklus I, dan mencapai 95% pada siklus II. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penerapan model PjBL berbantuan media nyata efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Augmented reality (AR) untuk meningkatkan hasil belajar Peserta didik pada materi bangun ruang
Nova Allysa Qotrunnada;
Ratno Abidin;
Moch Gusnul Arifin
PROCEEDING UMSURABAYA Poceding Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan 2026 " Intregrasi Deep Learning dan Tekbnologi AI dal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/pc.v1i1.28098
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang seringkali dianggap sulit oleh peserta didik sekolah dasar, terutama pada materi bangun ruang yang bersifat abstrak dan memerlukan pemahaman spasial yang baik. Peserta didik kelas II SD sering mengalami kesulitan dalam membayangkan bentuk, sifat, dan perbedaan antar bangun ruang secara visual. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas II sekolah dasar pada materi bangun ruang. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam dua siklus di salah satu SD Negeri di Surabaya dengan subjek peserta didik kelas II. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterlibatan peserta didik, aktivitas guru, dan hasil belajar setelah penerapan model PBL berbantuan Augmented Reality (AR). Pada siklus I persentase ketuntasan atau hasil belajar peserta didik yakni 45% Dimana hanya 14 dari 26 peserta didik yang tuntas atau mencapai KKM, hal ini menunjukkan peningkatan dibanding saat pra siklus atau observasi awal, akan tetapi siklus I belum maksimal dalam penerapannya, terdapat evaluasi dan refleksi yang dapat dijadikan perbaikan pada pembelajaran siklus II. Pada siklus II persentase ketuntasan meningkat secara signifikan mencapai 85 % Dimana 22 dari 26 peserta didik tuntas atau mencapai KKM. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Augmented Reality (AR) efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas II pada materi Bangun ruang.
PENINGKATANÂ KETERAMPILANÂ SOSIALÂ MEMALUIÂ METODEÂ BERMAINÂ PERANÂ DRAMAÂ PADAÂ SISWAÂ KELOMPOKÂ BÂ DIÂ TKÂ AISYIYAHÂ BUSTANUL ATHFALÂ 58Â SURABAYAÂ
ratno abidin
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2 No 2 (2016): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/pedagogi.v2i2.543
The problem in this research is the activity of learning in kindergarten is monotonous, as well as filling the school magazine, drawing and coloring pictures. In addition, the learning activity is still a lot of emphasis on the academic standing and often using FAQ or lectures where teachers are more active role. So the method of playing the role is still very rarely implemented. Therefore it is necessary to do some research related to the application of methods play a role to improve the social skills of children .Berdasarkan results of this study showed an increase in social skills using role play. Prior to using the method of playing the role of the social skills of children lacking some social skills, namely a lack of awareness of children to a friend, a lack of respect towards friends, share the child's lack of attitude and a lack of motivation to give his friend. After going through the three cycles visible changes that increase social skills children are expected to gradually increase the child is more concerned about a friend, a child can share with friends, children can appreciate and respect your friends and children can motivate a friend.  Keywords: Role Play Methods, Social Skills
PENGARUH BERMAIN TERHADAP KEMANDIRIAN SISWA RETARDASI MENTAL RINGAN DALAM PEMENUHAN ACTIVITY DAILY LIVING DI TK ABA 58 SURABAYA
Ratno Abidin
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3 No 3b (2017): DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/pedagogi.v3i3b.1061
Anak dengan retardasi mental memiliki fungsi intelektual yang bermakna dan  di bawah  rata-rata  sehingga  menyebabkan  gangguan  dalam  perilaku adaptif.  Hal tersebut  menyebabkan  anak  mulai  mengalami  keterlambatan dalam  berbagai  hal,  diantaranya  keterampilan  merawat  diri  dan kemandirian dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari. Kemandirian dalam hal aktivitas sehari- hari sangat diperlukan oleh anak dengan retardasi mental agar anak mampu mengurus diri sendiri, sehingga anak tidak menjadi beban bagi orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh aktivitas bermain drama dengan boneka tangan terhadap kemandirian dalam pemenuhan Activity Daily Living (ADL) pada  anak  retardasi  mental  ringan di di TK Aisyiyah 58 Surabaya.Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-experimental,  dengan pendekatan one group pre-test-post test design. Sample yang diteliti adalah 20 anak usia pra sekolah di TK Aisyiyah 58 Surabaya yang diambil dengan teknik Nonprobabiliti purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah media boneka tangan dan lembar observasi yang kemudian dianalisis menggunakan uji statistic Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan ɑ <0,05.
Pengaruh Gerak Dan Lagu Terhadap Pengenalan Konsep Kanan Dan Kiri Pada Anak Kelompok A
Annita Nura'inayah;
Ratno Abidin;
Wardah Suweleh
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3 No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/pedagogi.v3i1.1218
Penelitian ini termotivasi bahwa anak-anak kurang mampu memahami konsep kanan dan kiri. Ini karena metode pembelajarannya monoton. Kebutuhan akan sesuatu yang lebih aktif dan menyenangkan. Seperti aktivitas gerak dan nyanyian. Tujuan gerakan dan nyanyian untuk membantu anak mengenali konsep kanan dan kiri. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Subyek penelitian terhadap 25 anak masing-masing kelompok. Analisis data yang menggunakan uji t (t-test) diolah dengan menggunakan SPSS 16. Dimana t hitung> t tabel hasil signifikan dari penelitian ini menunjukkan pengaruh antara kedua kelompok. Berdasarkan hasil analisis data, kemampuan mengenali konsep kanan dan kiri saat lagu preetest dan posttest, diperoleh rata-rata preetest 5,96 dan rata-rata posttest 11,56. Hasil uji t (t-test) diperoleh t = 9,773 lebih besar dari tabel = 1,708. Hasil keputusan menunjukkan bahwa dapat diterima karena t hitung H1> t tabel (9,773> 1,708) dan H0 ditolak karena t hitung