Articles
Melatih Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Permainan Bola Sendok “Bolsen†Di Kelompok Bermaian (KB) Taman-Kanak (TK) Islam Terpadu (IT) Al Ihsan Surabaya Tahun Ajaran 2016-2017
Arina Rihal Jannah;
Ratno Abidin;
Wardah Suweleh
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3 No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/pedagogi.v3i1.1251
Latar belakang penelitian ini adalah  motorik kasar  anak-anak yang kurang. Hal itu bisa disebabkan oleh metode pembelajaran monoton pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk melatih motorik kasar anak-anak melalui permainan bola dan sendok "Bolsen" di KB TK Islam Terpadu Surabaya dimana dapat digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah dan meng-upgrade motorik kasar pada anak-anak.Para peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif untuk subjek penelitian adalah 13 (tiga belas) anak, kepala sekolah, dan dua (2) guru, yang menjadi sumber informasi lain serta tahap pengamatan kegiatan anak pada saat belajar. Di sekolah Data dan informasi diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasiHasil penelitiannya adalah Guru dapat menjadi media pengantar kepada anak-anak untuk melatih motor kasar anak-anak di permainan Ball dan sendok "Bolsen". Proses belajar bisa menjadi kegiatan yang menarik, tidak membosankan, dan itu bisa membuat anak lebih antusias dalam belajar sambil bermain.Kata kunci: kemampuan motorik kasar, scoop permainan bola "bolsen"
Pengaruh Permainan Maze Angka Terhadap Kemamapuan Berhitung Anak Kelompok B
Sholihatul Maghfiroh;
Ratno Abidin;
Wardah Suweleh
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3 No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/pedagogi.v3i1.1252
AbstrakPenelitian ini dimotivasi kurangnya kemampuan anak untuk menghitung. Karena belajar kurang atraktif. Salah satu pembelajaran menarik menggunakan angka permainan labirin. Tujuan penelitian ini menentukan apakah ada pengaruh permainan angka labirin yang untuk keterampilan anak. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen (dengan menggunakan labirin permainan angka) dan kelas kontrol (tanpa menggunakan gambar labirin) Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan Desain Eksperimental Pree untuk One-Group-Pretest-Posttest. Subjek penelitian berjumlah 20 anak-anak. Data yang dianalisis dengan menggunakan uji t (uji t) diolah dengan menggunakan SPSS 20. Dimana jika t hitung> t tabel yang menunjukkan hasil signifikan memberi pengaruh antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan pada saat preetest dan posttest dengan permainan labirin nomor diperoleh preetest dengan nilai rata-rata 10.2 dan rata-rata 15.70 posttest. Hasil uji t diperoleh t = 12,833 dan t tabel = 1,686 hasil keputusan, yaitu: H1 diterima thitung> t tabel (12,833> 1,686), H0 ditolak karena t hitung
Pengaruh Media Pick Me Terhadap Perkembangan Kecerdasan Verbal Linguistik Anak Usia Dini
Nidia Mufidati;
Ratno Abidin;
Naili Sa'ida
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/pedagogi.v4i1.3602
Media pick me merupakan hasil pengembangan dari media gambar seri yang dikemas menarik menggunakan benda-benda replika yang berada disekitar anak, sehingga media pick me merupakan suatu inovasi media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pick me dalam mengembangkan kecerdasan verbal linguistik (kemampuan bercerita), yang menjawab bagaimana pengaruh media pick me dalam mengembangkan kecerdasan verbal linguistik (kemampuan bercerita) sebagai rumusan masalah dalam penelitian ini. Metodologi penelitian mengunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest posttest karena hanya menggunakan satu kelas sebagai sampel penelitian dan adanya tahapan pretest, posttest sebagai proses pemerolehan data. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon yang memiliki kriteria jika Thitung
Tingkat Agresivitas Anak Usia 4-5 Tahun Pada Keluarga Dengan Pola Asuh Kekerasan Di Paud Khodijah Aisyiyah Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang
Susmiati Susmiati;
Naili Saida;
Ratno Abidin
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6 No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/pedagogi.v6i1.4711
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat agresivitas anak usia 4-5 tahun pada keluarga dengan pola asuh kekerasan di Paud Khodijah Aisyiyah Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus pada anak usia 4-5 tahun. Teknik analisis data menggunakan model yang di kemukakan Miles and Huberman yang terdiri dari 3 tahapan: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik  pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat agresivitas anak usia 4-5 tahun pada keluarga dengan pola asuh kekerasan di Paud Khodijah Aisyiyah kecamatan camplong kabupaten sampang, di pengaruhi oleh pola asuh kekerasan yang diterapkan oleh keluarga. Selain pola asuh kekerasan yang diterapkan oleh keluarga dirumah terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat agresivitas anak di sekolah yaitu teman di sekolah tidak mau bermain dengannya dengan alasan takut disakiti oleh anak agresif. Hal tersebut bisa membuat tidak nyaman pada anak agresif sehingga anak akan menampilkan perilaku yang semakin agresif.   Kata kunci: pola asuh kekerasan; tingkat agresivitas anak ABSTRACTThis study aims to describe the level of aggressiveness of children aged 4-5 years in families with violent parenting in Paud Khodijah Aisyiyah, Camplong District, Sampang Regency. This research is a qualitative case study in children aged 4-5 years. The data analysis technique uses a model that is proposed by Miles and Huberman which consists of 3 stages: data reduction, data presentation and drawing conclusions. Data collection techniques used observation, interviews and documentation. The results showed that the level of aggressiveness of children aged 4-5 years in families with violent parenting in Paud Khodijah Aisyiyah, Camplong sub-district of Sampang, was influenced by parenting violence applied by families. In addition to parenting violence applied by families at home, there are other factors that can affect the level of aggressiveness of children in school, that is, friends at school do not want to play with it for reasons of fear of being hurt by aggressive children. This can make it uncomfortable for aggressive children so that children will display increasingly aggressive behavior. Keywords: parenting violence; child's level of aggressiveness
Meningkatkan Kecerdasan Visual Spasial pada Anak Usia Dini melalui Permainan Puzzle Cross Road Map
Ratno Abidin;
Kurniawati Kurniawati
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6 No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/pedagogi.v6i1.7703
ABSTRAKBerdasarkan fungsi otak, keberhasilan anak dapat dikaitkan dengan kecerdasannya. Kecerdasan adalah kapasitas/ kemampuan seseorang untuk menyelesaikan masalah dan membuat cara pemecahannya. Kecerdasan gambar dan ruang (visual spasial) kemampuan anak untuk memahami, memproses dan berpikir dalam bentuk visual dan mencitrakan dalam bentuk dua atau tiga dimensi. Salah satu cara untuk meningkatkan kecerdasan visual spasial dengan permainan puzzle. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran permainan puzzle cross road map dalam meningkatkan kecerdasan visual spasial anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif untuk menghasilkan sebuah analisis. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa permainan puzzle cross road map dapat meningkatkan dan mempertajam kecerdasan visual spasial anak. Kata kunci: Kecerdasan visual spasial, puzzle cross road map   ABSTRACTBased on brain function, children's success can be related to their intelligence. Intelligence is the capacity / ability of a person to solve problems and make solutions to them. Image and spatial intelligence (visual spatial) children's ability to understand, process and think in visual form and image in two or three dimensions. One way to improve spatial visual intelligence with puzzle games. Therefore, this study aims to determine the role of cross road map puzzle games in improving early childhood visual spatial intelligence. The method used in this research is descriptive qualitative to produce an analysis. Based on the research results it is known that the cross road map puzzle game can improve and sharpen children's spatial visual intelligence. Keywords: spatial visual intelligence, cross road map puzzle
Kebijakan Pendidikan Sekolah Dasar 3 Negara (Singapur, Jepang, Korea Selatan) Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Sekolah Dasar Indonesia
M Ridlwan;
Asy'ari Asy'ari;
Ratno Abidin
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7 No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/pedagogi.v7i2.8859
Abstrak: Tujuan dari penulisa ini adalah untuk mengetahui kebijakan pendidikan sekolah dasar 3 negara (Singapur, Jepang, Korea Selatan) dan implikasinya terhadap pendidikan sekolah dasar indonesia. Adapun yang menjadi latar belakang penulisan ini karena Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia. Ini terjadi dikarenakan jumlah kelahiran di Indonesia yang tidak dapat terkendali. Dari sini perlu terus melakukan upaya untuk mengembangkan kreativitas dengan cara meningkatannya pendidikan. Karena Negara-Negara di dunia berkembang  tidak lepas dari proses pendidikannya yang lebih baik. Penulisan yang dilakukan oleh penulis ini merupakan penelitian dalam bentuk diagnostik. Metode penulisan yang digunakan adalah dengan menggunakan metode doktrinal (normatif), penulisan ini bertujuan untu kmengetahui landasan kebijakan pendidikan. Informasi yang telah telah dikumpulkan diolah dengan cara menelisik hasil kajian pustakan melalui observasi kunjungan ke 3 Negara dan implikasinya kepada pendidikan Indonesia dan kesimpilannya ind ensia harus update terhadap pendidikan internasional sehingga sedikit banyak menjadikan penddikan indonesia dapat di rekonstruksi menjadi pendidikan yang beroreientasi pada kebutuhan masyarakat. Dari pendidikan perbandingan tiga Negara terkait pendidikan dapat dirumuskan bahwa di Asia Timur dan Pasifik, WEF (World Economic Forum) mencatat bahwa Singapura (peringkat 11) menjadi negara yang terbaik disusul dengan Jepang (peringkat 17) dan Korea Selatan (peringkat 27). Ketiganya merupakan negara di Asia Timur yang memiliki komitmen terhadap peningkatan potensi manusia lewat pendidikan. Indonesia peringkat 65 dari 130 negara di dunia. Kata Kunci: kebijakan publik, kebijakan pendidikan, sekolah dasar
Permainan Engrang Batok sebagai Media Stimulasi Sosial Emosional Anak
Sri Rininingsih;
Tri Kurniawati;
Wahono Wahono;
Ratno Abidin
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/murhum.v6i1.1293
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh aktivitas luar ruangan terhadap perkembangan sosial emosional anak-anak usia 3 hingga 4 tahun di PPT Kemuning di kecamatan Simokerto di kota Surabaya. Menggunakan pendekatan kuantitatif serta metode survei, penelitian ini berusaha untuk mengukur hubungan antara variabel aktivitas luar ruangan dan perkembangan sosial emosional anak. Aktivitas luar ruangan dipilih karena dianggap dapat membantu peningkatan interaksi sosial, keterampilan motorik, dan kemampuan regulasi emosi. Sampel dari penelitian ini terdiri dari 30 anak berusia 3-4 tahun yang secara rutin berpartisipasi dalam aktivitas luar ruangan di PPT Kemuning. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah observasi dan kuesioner, sedangkan data dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas luar ruangan adalah faktor penentu penting dari perkembangan sosial emosional anak dengan faktor yang memfasilitasi ini seperti interaksi teman sebaya dan lingkungan fisik yang mendukung. Penelitian menyimpulkan bahwa aktivitas luar ruangan dapat digunakan sebagai sarana efektif untuk mendorong perkembangan holistik anak prasekolah. Rekomendasi dari penelitian ini mencakup maksimalisasi fasilitas luar ruangan di PPT dan kemitraan orang tua dengan pendidik untuk meningkatkan keberlangsungan program.
Efektivitas Media Pembelajaran Coding Unplug dalam Mengurangi Learning Loss Anak Usia Dini
Wahyu Rahmadani;
Naili Sa'ida;
Ratno Abidin;
Wahono Wahono
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1382
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena Learning Loss yang terjadi pada anak usia dini pada PPT. Ceria Bunda. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen, pada anak usia dini yaitu usia 4-5 tahun. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Teknik analisa data yang digunakan yaitu teknik Wilcoxon Signed Rank Test, dimana metode ini dengan pendekatan one group pretest dan posttest. Data dikumpulkan melalui wawancara, dan dokumentasi dengan pendidik. Learning Loss merupakan tantangan utama dalam dunia pendidikan, terutama pada anak usia dini yang sedang berada dalam fase perkembangan kognitif dan motorik yang pesat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran coding unplug dalam meminimalisir learning loss pada anak usia dini di PPT. Ceria Bunda. Pembelajan coding unplug yang kreatif dan inovatif dengan pendekatan cara belajar bermain, mampu mengajak siswa untuk berpikir kritis, mampu mengajak siswa untuk memecahkan masalah dengan analisis secara sistematis dan terstruktur. Penerapan pembelajaran coding unplug akan berdampak positif dalam penerapan kehidupan sehari-hari.
Penerapan Program Unplugged Coding dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis pada Anak Usia 4-5 Tahun
Retyana Ailia Kistantri;
Ratno Abidin;
Naili Sa’ida;
Tri Kurniawati
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1551
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan program Unplugged Coding dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis pada anak usia 4-5 tahun di PPT Kuncup Harapan Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 10 anak usia 4-5 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan lembar observasi yang mengukur tujuh indikator kemampuan berpikir kritis, yaitu menganalisis masalah, mengajukan pertanyaan, menyusun solusi, berpikir logis, membuat keputusan, menguji dan menilai solusi, serta berpikir reflektif. Data dianalisis menggunakan teknik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada kemampuan berpikir kritis anak setelah mengikuti program unplugged coding dengan nilai signifikansi 5% dengan n=10 maka diperoleh nilai Ttabel adalah 8. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan program unplugged coding efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak usia dini. Program unplugged coding dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak usia dini karena kegiatan ini didalamnya dirancang untuk melatih anak berpikir secara logis, sistematis, dan reflektif melalui pengalaman konkret yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Potential of Fables as Learning Resources for Environmental Education and Its Relevance to the Merdeka Belajar Curriculum
Holy Ichda Wahyuni;
Agus Budiman;
Ratno Abidin;
Elmi Tri Yuliandari
Jurnal Pendidikan Indonesia Gemilang Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53889/jpig.v3i1.189
The development of noble character, especially the awareness of protecting the environment, can be optimized through the internalization process in learning. Children's literary media is an effective medium, especially applied to elementary school-aged children at the golden age of character planting. Stories in children's literature can dialogue life in an interesting, concrete, and contextual way. The fable entitled "The Story of a Seagull and the Cat Who Teaches It to Fly" by Luis Sepulveda is one of the translated fables with the theme of environment and family, which is considered to have the potential to be used as a learning resource for environmental education. Research that attempts to analyze the environment's value in fables and its use as a learning resource in the era of the MerdekaBelajar(independent learning) curriculum is still very limited. This research aimed to; 1) describe the value of environmental education in the fable "The Story of a Seagull and the Cat Who Teaches It to Fly" by Luis Sepulveda; 2) describe the use of fables as a learning resource for elementary school students; 3) describe its relevance to the profile of Pancasila students in the independent learning curriculum. This research is qualitative, using a text study approach and descriptive analysis. This study showed that this fable can be used as a source of learning materials for elementary school students following the theories that support student development and learning approaches, such as; meaningful learning and constructivism, as well as relevant to the proclamation of the Pancasila student profile in the Merdeka Belajar(independent learning) curriculum. The implication of this study is a recommendation for developing children's literature-based learning media to internalize environmental awareness characters