Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Integrasi Kemampuan Berpikir Kritis Terhadap Prestasi Atlet di PB Tunas Jaya Kasturi Mayang Kota Jambi Saputra, Rendy; Widowati, Atri; Adrizal, Mohd.
Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/csp.v14i2.45964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan berpikir kritis dan prestasi atlet bulutangkis di PB Tunas Jaya Kasturi Mayang Kota Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif korelasional dengan melibatkan 35 atlet remaja berusia 13–18 tahun yang aktif mengikuti program latihan dan berbagai kejuaraan. Instrumen pengukuran kemampuan berpikir kritis berupa tes pilihan ganda sebanyak 15 butir yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, dengan seluruh item dinyatakan valid serta nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,934 (>0,514), sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Prestasi atlet diukur melalui lembar observasi berdasarkan tingkat kejuaraan dan perolehan medali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45,72% atlet memiliki kemampuan berpikir kritis kategori tinggi, 42,86% kategori sedang, dan 11,42% kategori rendah. Atlet dengan skor berpikir kritis di atas 70 cenderung memperoleh lebih dari dua medali, sedangkan atlet dengan skor di bawah 70 umumnya memperoleh kurang dari tiga medali atau tidak memperoleh medali sama sekali. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal (Asymp. Sig. = 0,182 > 0,05), dan uji linearitas membuktikan hubungan yang linear dan signifikan. Analisis korelasi Pearson menghasilkan koefisien r = 0,545 yang menunjukkan hubungan positif dengan tingkat korelasi sedang. Analisis regresi linear menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis berkontribusi sebesar 29,7% terhadap prestasi atlet. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan kemampuan berpikir kritis dalam pembinaan atlet bulutangkis remaja.
PENGARUH METODE LATIHAN TARGET POINT TERHADAP KETEPATAN SMASH DALAM PERMAINAN BULUTANGKIS PADA ATLET PB UNJA SMART Muhammad Azan Zidan; Sukendro; Yusradinafi; Ely Yuliawan; Palmizal A.; Mohd. Adrizal
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42966

Abstract

This study aims to determine the effect of the Target Point training method on the accuracy of smashes in PB UNJA SMART athletes. Accurate smashes play an important role in the effectiveness of attacks, but initial observations indicate that the accuracy of athletes' smashes has not yet achieved the expected results. Therefore, a more focused training method is needed on shuttlecock control and target focus, one of which is through the application of the Target Point method. This study used an experimental method with a One-Group Pretest–Posttest design. The sample consisted of 10 athletes determined through a total sampling technique. The research instrument was a smash accuracy test with 30 trials with the target point as the target. Data were analyzed using descriptive statistics and the inferential Paired Sample t-Test using SPSS version 26.0. The normality test showed that the data were normally distributed, so parametric analysis could be performed. The results showed an increase in smash accuracy after being given Target Point training. The average pretest score of 13.90 increased to 22.20 in the posttest. The results of the Paired Sample t-Test showed a significance value of 0.000 (<0.05), thus concluding that the Target Point method significantly improved the accuracy of athletes' smashes. Therefore, this method can be used as an alternative training program to improve smash accuracy.
Hubungan antara Meroda dan Kayang pada Atlet Senam Rizfa Gimnastik Kota Jambi Karina Noviyanti; Karin Nafalia Putri; Genti Deslita; Zairliana Mayanthi; Anisah Dwi Tiara Fitri; Florentino Fernando; Abid Muafa Ananda; Ely Yuliawan; Mohd Adrizal
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA Vol. 4 No. 2 (2026): April : Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan dan Agama
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jipa.v4i2.1987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hubungan antara gerakan meroda dan kayang pada atlet senam di Rizfa Gimnastik Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh atlet senam yang aktif di Rizfa Gimnastik Kota Jambi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran kemampuan fisik serta keterampilan gerakan meroda dan kayang. Alat analisis data menggunakan uji korelasi Pearson product-moment. Temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan pengaruh positif antara penguasaan gerakan kayang terhadap kemampuan meroda pada atlet. Atlet yang memiliki kelentukan kayang yang baik cenderung mampu melakukan gerakan meroda dengan teknik yang lebih stabil dan sempurna. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya bagi pelatih senam untuk memperkuat latihan dasar kelenturan tubuh melalui gerakan kayang sebagai modalitas utama sebelum meningkatkan kompleksitas gerakan senam lantai seperti meroda.
The Implementation of an Experience-Based Learning Model to Enhance Student Interest and Learning Outcomes in Grade 4 at MI Insaniyah in the Physical Education Subject Viliyus, Lambertus; Robinsar, Viliyus; Adrizal, Mohd
PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : STKIP PGRI Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55933/pjga.v6i2.1227

Abstract

The subject of Physical Education, Sports, and Health (PJOK) holds great urgency in stimulating physical capabilities, motor agility, as well as character formation of students. However, the effectiveness of the PJOK instructional process is often hampered by the lack of students' enthusiasm for learning. In order to intervene in this problem, the Experiential Learning model is present as one of the relevant methodological solutions. This approach prioritizes internalizing concepts through direct empirical involvement so that students can learn more dynamically. This research is a research Classroom action is determined based on two indicators, namely: (1) at least 80% of students have an interest in learning in the high category, and (2) at least 80% of students achieve the KKTP score that has been set, namely 75 using observation, test and documentation techniques. This article is designed to analyze the effectiveness of the implementation of the Experiential Learning model in boosting the attention and academic performance of grade IV students of MI Insaniyah in the field of PJOK study. The results of the study confirm that the adoption of this experiential model has successfully escalated students' active involvement, interest, and learning outcomes through a series of real activities integrated with a deep reflection process.
Menganalisis Hubungan antara Fisik Literasi dan Minat Siswa Serta Aktivitas Fisik Siswa Kelas 7 SMPN 11 Muaro Jambi Terhadap Olahraga Bulu Tangkis Tri Hadi Prayogi; Ugi Nugraha; Mohd. Adrizal
Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO) Vol. 9 No. 4 (2026): Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/zqwtgn33

Abstract

This study aims to examine the relationship between physical literacy, students’ interest, and physical activity in badminton among junior high school students. This research employed a quantitative correlational design. The participants were 30 seventh-grade students from SMPN 11 Muaro Jambi selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires measuring students’ interest, physical activity, and physical literacy based on a Likert scale. Data analysis techniques included descriptive statistics, Pearson product-moment correlation, and multiple linear regression. The results showed a significant positive relationship between students’ interest and physical literacy (r = 0.62, p < 0.05), as well as between physical activity and physical literacy (r = 0.58, p < 0.05). Furthermore, students’ interest and physical activity simultaneously contributed 52% to physical literacy. In conclusion, increasing students’ interest and levels of physical activity plays an important role in developing physical literacy through badminton activities at school. Keywords: Physical Activity, Badminton, Physical Literacy, Students’ Interest
Pengembangan Model Latihan Berbasis Media Ban Bekas (Tirban) sebagai Instrumen Identifikasi Presisi Release Point pada Atlet Lontar Martil dan Lempar Cakram Bintang Mahasuni Chelsedin; Sugih Suhartini; Mhd. Usni Zamzami Hasibuan; Mohd. Adrizal; Ely Yuliawan
Athena: Physical Education and Sports Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Sports and technology
Publisher : S&Co Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56773/athena.v4i2.157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan model latihan Tirban (Target-in-Ban) dalam meningkatkan presisi release point atletik pada siswa sekolah menengah. Enam sesi latihan dengan target terukur digunakan dalam penelitian ini. Fokus utama diletakkan pada pengembangan struktur Tirban sebagai target sasaran yang kokoh untuk nomor lempar cakram dan lontar martil, dengan memanfaatkan pipa tanam sedalam 50 cm untuk memastikan stabilitas saat menerima benturan beban berat. Desain penelitian kuasi-eksperimental diadopsi untuk penelitian ini. Sebanyak 10 siswa (5 laki-laki dan 5 perempuan) yang berpartisipasi secara sukarela dipilih sebagai subjek penelitian, dengan rentang usia 13 hingga 14 tahun. Data umum dikumpulkan dan dianalisis menggunakan metode deskriptif serta komparasi progresivitas. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa siswa yang dilatih menggunakan model Tirban menunjukkan peningkatan akurasi release point yang lebih baik dibandingkan dengan latihan konvensional yang hanya mengandalkan target statis biasa. Peningkatan skor presisi dari 3,1 menjadi 8,0 ini tidak diragukan lagi membantu siswa dalam menguasai teknik lemparan dengan lebih akurat dan aman, sekaligus mempromosikan efektivitas latihan berbasis data. Berdasarkan temuan tersebut, rekomendasi dan kesimpulan mengenai pengembangan alat bantu latihan sederhana namun saintifik bagi pelatih di tingkat daerah dan provinsi telah dirumuskan.
pendekatan kuantitatif dengan me Evaluasi Kondisi Fisik Calon Atlet Panahan Spobda Provinsi Jambi Tahun 2026 Sebagai Dasar Pembinaan Prestasi Berkelanjutan: dasar penyusunan program pembinaan prestasi yang berkelanjutan fajar willi; Gilang Despriyanto; Mohd Adrizal; Ely Yuliawan
Athena: Physical Education and Sports Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Sports and technology
Publisher : S&Co Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56773/athena.v4i2.160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi fisik calon atlet panahan Sentra Pembinaan Olahraga Berbakat Daerah (SPOBDA) Provinsi Jambi Tahun 2026 sebagai dasar penyusunan program pembinaan prestasi yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 8 orang calon atlet panahan yang ditentukan melalui teknik total sampling. Data diperoleh dari dokumentasi hasil tes fisik yang meliputi keseimbangan, kekuatan genggaman tangan, kekuatan otot bagian atas, kekuatan otot tungkai, core stability, dan daya tahan kardiorespirasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 25 yang mencakup nilai minimum, maksimum, rata-rata, dan standar deviasi.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata keseimbangan kaki kanan sebesar 14,93 detik dan kaki kiri 15,74 detik, kekuatan genggaman tangan kanan 34,00 kg dan kiri 30,00 kg, kekuatan push 22,38 kg, kekuatan pull 27,25 kg, kekuatan otot tungkai 84,38 kg, core stability 8,62, serta daya tahan kardiorespirasi 5,09 level. Secara umum, kondisi fisik calon atlet panahan SPOBDA Provinsi Jambi berada pada kategori cukup baik. Namun, masih terdapat variasi kemampuan pada beberapa komponen fisik, khususnya kekuatan otot bagian atas, kekuatan otot tungkai, dan daya tahan kardiorespirasi. Oleh karena itu, diperlukan program latihan yang terencana, terukur, dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kondisi fisik atlet secara optimal.
Motivasi Siswa terhadap Penerapan Senam Aerobik di Sekolah Semi Militer SMA Titian Teras Jambi Riska Sinaga; Ahmad Muzaffar; Mohd. Adrizal
SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Vol. 7 No. 2 (2026): SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/spr.v7i2.1143

Abstract

This study aims to determine the level of student motivation towards the implementation of aerobic exercise as a physical fitness activity at the semi-military school of SMA Negeri Titian Teras H. Abdurrahman Sayoeti Jambi. The low variation of physical activity in the routine morning exercise program which has been dominated by Healthy Indonesian Children's Exercise is the background for this study. The method used is descriptive quantitative with a survey approach. The study population was all grade X students of SMA Negeri Titian Teras Jambi, with a sample of 100 students selected through a purposive sampling technique based on their active participation in morning exercise activities. The research instrument was a questionnaire with a Likert scale of 1–5 consisting of 40 valid statements, with a Cronbach's Alpha reliability value of 0.982. The results showed that the average overall score was 103.67 out of an ideal score of 175 (59.24%), which placed the level of student motivation in the sufficient to high category. A total of 91.0% of students were in the moderate to high motivation category, with 49.0% in the moderate category, 34.0% in the high category, and 8.0% in the very high category. Only 9.0% of students were in the low motivation category, and none were in the very low category. These findings indicate that aerobic exercise receives a positive response from students and has great potential to be developed as a superior fitness program in semi-military educational environments.
Hubungan Ketangguhan Dengan Performa Atlet Lari Jarak Jauh Pasi Batanghari Dalam Menghadapi Perlombaan Hudiya Indah Fangita; Fitri Diana; Mohd. Adrizal; Ely Yuliawan
JURNAL ILMIAH RESEARCH AND DEVELOPMENT STUDENT Vol. 4 No. 1 (2026): Februari : Jurnal Ilmiah Research and Development Student
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jis.v4i1.1907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memetakan profil tingkat kebugaran jasmani Olahraga lari jarak jauh merupakan cabang atletik yang tidak hanya menguras energi fisik, melainkan juga menuntut kapasitas psikologis yang luar biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan secara mendalam gambaran ketangguhan mental (mental toughness) yang dimiliki oleh atlet lari jarak jauh Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Batanghari saat menghadapi situasi tekanan tinggi dalam perlombaan. Menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif, kajian ini mengurai bagaimana manifestasi ketangguhan mental bekerja dalam mengatasi persepsi rasa sakit fisik (pain perception) dan kecemasan kognitif, serta bagaimana peran taktis pelatih dalam membangun resiliensi atlet. Informan utama terdiri dari atlet lari jarak jauh aktif (nomor 5.000 meter, 10.000 meter, dan marathon) yang berpengalaman bertanding di tingkat regional, dengan pelatih kepala serta pengurus bidang pembinaan prestasi sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif saat simulasi lomba, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Kerangka berpikir memosisikan ketangguhan mental sebagai penyaring stres aktif yang menjaga efisiensi berlari (running economy) dan mengatasi kejenuhan di kilometer-kilometer akhir lintasan.
Hubungan Pengaturan Pernapasan Terhadap Efisiensi Jalan Cepat Pada Atlet Marching Band Gita Bersama Kab. Tanjung Jabung Barat Reny Eka Budyarti; Ceppy Pradana Putra; Mohd. Adrizal; Ely Yuliawan
JURNAL ILMIAH RESEARCH AND DEVELOPMENT STUDENT Vol. 4 No. 1 (2026): Februari : Jurnal Ilmiah Research and Development Student
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jis.v4i1.1910

Abstract

Marching band modern telah bertransformasi menjadi aktivitas olahraga kinerja tinggi (high-performance activity) yang menuntut kapasitas fisik dan sistem respirasi yang luar biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan secara mendalam gambaran strategi pengaturan pernapasan (breathing control) serta kaitannya dengan efisiensi jalan cepat (marching efficiency) pada atlet lapangan (fielders) Marching Band Gita Bersama Kabupaten Tanjung Jabung Barat di bawah tekanan metabolik dan beban instrumen. Menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif, kajian ini mengurai persepsi fisik subjektif mengenai kelelahan respirasi, fenomena inspiratory metaboreflex, serta penyelarasan taktis antara frekuensi langkah dan fase pernapasan. Informan utama terdiri dari 6 sampai 8 atlet aktif unit tiup (brass) dan perkusi (battery) yang membawa instrumen dengan beban torso minimal selama 1 tahun, dengan pelatih kepala serta pelatih visual sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif saat simulasi penampilan penuh (full show), dan dokumentasi catatan lapangan, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Kerangka berpikir memosisikan pengaturan pernapasan volunter sebagai stabilisator internal yang menjaga aktivitas otot inti (core muscles), menghemat pengeluaran energi (energy expenditure), dan mempertahankan presisi langkah pada menit-menit kritis di akhir durasi penampilan lapangan.