Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Kinerja Keuangan BLUD Pada Rumah Sakit X Di Provinsi Kalimantan Selatan (KALSEL) Vitasari, Anastasia; Hasymi, Liana Fitriani; Marliadi, Reny; Rahman, Andri Nur; Hastuti, Eny
Jurnal Akuntansi & Keuangan Unja Vol 10 No 01 (2025): Jurnal Akuntansi & Keuangan Unja
Publisher : Magister Ilmu Akuntansi Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jaku.v10i01.46624

Abstract

Financial performance is an important indicator in assessing the efficiency and effectiveness of hospital financial management, especially those with Regional Public Service Agency (BLUD) status. This research aims to analyze the financial performance of Hospital The research method used is descriptive quantitative with data collection through financial report documentation for the 2019–2023 period and interviews. Analysis was carried out on liquidity ratios, activity, profitability, PNBP ratio to operational costs, as well as BLUD financial management compliance. The research results show that overall Hospital The conclusion of this research is that although Hospital X has demonstrated good financial performance according to regulatory standards, improvements in certain aspects are still needed to support financial management.
Strategi Eskalasi pada Usaha Kecil Menengah melalui Diversifikasi Produk Kopi Jahe Hidayati, Rahmi; Marliadi, Reny; Nurbidayah
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i3.570

Abstract

Rumah UKM Mitra Idaman Banjarbaru saat ini memproduksi produk olahan pangan seperti amplang, kerupuk rambak, dan minyak urut yang dihasilkan melalui kemitraan dengan berbagai pihak. Mengingat adanya potensi petani kopi lokal khas Kalimantan, mitra berinisiatif untuk melakukan eskalasi produk dalam bentuk serbuk kopi yang dipadukan dengan bahan rempah seperti jahe. Namun, dalam proses pengembangan produk ini, tim Mitra menghadapi beberapa tantangan, di antaranya adalah kurangnya pengetahuan mengenai kombinasi kopi dan jahe yang pas untuk dipadukan dalam bentuk minuman serbuk, keterbatasan alat teknologi untuk mendukung produksi, serta kesulitan dalam desain kemasan dan pelabelan produk. Untuk mengatasi kendala ini, dilakukan sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tim tentang kopi jahe dan alat teknologi yang dapat digunakan dalam produksi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, yaitu peningkatan pengetahuan tentang kopi jahe sebesar 80%, dari 0% menjadi 80% pada kategori baik, serta peningkatan pengetahuan penggunaan alat teknologi sebesar 70%, dari 10% menjadi 80%. Sebagai hasil dari sosialisasi ini, tim Mitra Idaman berhasil menghasilkan produk kopi jahe dengan kemasan 100 gram yang siap dipasarkan secara lebih luas, salah satunya melalui marketplace seperti Shopeee. Dengan strategi ini, produk diharapkan dapat diterima oleh pasar yang lebih besar.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani dengan Diversifikasi Produk Olahan Popcorn Jagung Manis Chandra, M Andi; Marliadi, Reny; Setia, Lisa; Wahyudi, Wahyudi
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v4i2.3723

Abstract

KWT Gangga has never processed sweet corn into a product because it does not yet have the skills to process sweet corn which is ready to sell on the market in the form of popcorn. The aim of this community service is to empower the community, especially housewives or groups of women farmers, to increase the added value of commodities using corn as the raw material to become a product that has marketable value and can increase household income. The method used is counseling and training in making sweet corn popcorn. The counseling includes several activities such as the introduction of sweet corn, processed sweet corn products and training on how to make sweet corn popcorn. During the training in this service activity, the participants were directly and actively involved in all series of activities. The results achieved in this activity were an increase in KWT Gangga's knowledge in utilizing agricultural products in the form of sweet corn which can add to processed products, by making sweet corn popcorn. Increased knowledge with a value percentage of 70%. The follow-up plan for the service activities that have been carried out is that there is also a need for assistance with product PIRT applications in order to expand sales of processed KWT products.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani dalam Pembuatan Teh Daun Bangkal (Nauclea Orientalis) Lokal Kalimantan Chandra, M. Andi; Marliadi, Reny; Nurbidayah, Nurbidayah; Kartinah, Nani; Mulia, Shilfa Nadira Nur; Hanifa, Amanda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.17313

Abstract

ABSTRAK Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Pejaratan terletak dikecamatan Astambul. Kabupaten Banjar. Petani merupakan bagian terbesar dari penduduk setempat. Kegiatan pertanian, termasuk menanam daun bangkal, dimungkinkan oleh potensi alam daerah tersebut. Tujuan kegiatan ini memberikan edukasi manfaat daun bangkal dijadikan produk, pembuatan simplisia dan pembuatan kemasan dan labelling. Metode yang digunakan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa seluruh anggota tim mitra sepakat dengan pelaksanaan proyek pengabdian kepada masyarakat dan mengantisipasi bahwa proyek ini akan terus berlanjut. Berdasarkan hasil penilaian program pelatihan pembuatan produk, sosialisasi ulang indikator peralatan produksi diperlukan untuk memastikan kelancaran operasional seluruh proses produksi. Kata Kunci: Pemberdayaan, Daun Bangkal, Kelompak Wanita Tani, Teh  ABSTRACT The sub-district of Astambul is home to the Mekar Pejaratan Women Farmers Group (KWT). Regency of Banjar. Farming is the main occupation of most locals. Agricultural pursuits, including growing bangkal leaf plants, are made possible by the area's natural potential. Participation in this event will help spread the word about the many uses for bangkal leaves, making simplicia and making packaging and labeling. The methods used are planning, implementation and evaluation. The conclusion of this activity was that overall the entire partner team strongly agreed and agreed with the implementation of community service activities and hoped for sustainable activities. In the evaluation of product manufacturing training activities, it was found that production equipment indicators needed to be re-socialized regarding the use of production equipment so that production aspects could run well and smoothly. Keywords: Empowerment, Bangkal Leaves, Women Farmers Group, Tea
Implementation of AHP in Establishing a Priority Scale for the Use of Operational Funds in BLUD Hospitals Rosida, Alya; Rahman, Andri Nur; Marliadi, Reny; Hasymi, Liana Fitriani; Hastuti, Eny
Dinasti International Journal of Economics, Finance & Accounting Vol. 6 No. 5 (2025): Dinasti International Journal of Economics, Finance & Accounting (November - De
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijefa.v6i5.5339

Abstract

There is a need to increase the effectiveness and efficiency with which the operational fund budget is managed at RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan. Declining revenue projections and limited resources mean that hospitals must determine budget priorities in an objective and measurable way. This research aims to analyse the application of the Analytical Hierarchy Process (AHP) method to determine operational fund budget priorities, providing recommendations to support more effective decision-making in a hospital environment. A qualitative approach was used, involving data collection through interviews and documentation, and analysis using the AHP method with the assistance of Expert Choice 11 software to compare criteria and service alternatives. The results showed that the main criteria for determining budget priorities are potential income, market demand, operational costs and limited resources. The analysis prioritised home care services due to their high revenue potential and market demand. The application of AHP has also been proven to increase the efficiency, transparency and accountability of budget decision-making processes. This study concludes that the AHP method can be an effective tool for BLUD Hospital's operational budget prioritisation process. It is recommended that the method be integrated into all work units and supported by training for optimal application.
Kolaborasi Mahasiswa STIE Pancasetia dan UKM Mitra Idaman dalam Pengembangan Usaha Berbasis Bahan Alam Kalimantan Nirwana, Ros; Jakiroh, Jakiroh; Hilmi, Rahmat; Marliadi, Reny; Jamaludin, Wahyudin Bin
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.7796

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk (1) meningkatkan jangkauan pemasaran produk berbahan alam lokal dari UKM Mitra Idaman Banjarbaru dan (2) meningkatkan kemampuan manajerial mahasiswa Praktek Bisnis Mahasiswa (PBM) STIE Pancasetia dalam pengelolaan usaha. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan, pendampingan intensif, dan kemitraan pemasaran melalui outlet PBM sebagai media promosi dan distribusi produk. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman mahasiswa, serta analisis rasio pendapatan terhadap modal sebelum dan sesudah pendampingan untuk menilai efisiensi anggaran usaha mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi mahasiswa, yang tercermin dari kenaikan skor pre-test ke post-test pada seluruh unit PBM. Peningkatan efisiensi anggaran juga terlihat melalui peningkatan rasio pendapatan–modal, misalnya pada unit Sizzle Street yang meningkat dari 80% menjadi 493% dan Bajuri Street Food dari 20% menjadi 407%. Dampak langsung bagi UKM Mitra Idaman ditunjukkan melalui peningkatan akses pasar, kenaikan permintaan produk, dan peningkatan omzet setelah dipasarkan melalui outlet PBM. Program ini memberikan manfaat ganda, yaitu memperkuat kompetensi wirausaha mahasiswa serta meningkatkan kinerja pemasaran produk lokal, sehingga dapat menjadi model kolaboratif yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan UMKM.
LITERASI AKUNTANSI DAN INOVASI BISNIS: KUNCI SUKSES BISNIS MAHASISWA GILA MARKETING DENGAN DUKUNGAN MODAL SEBAGAI PEMEDIASI Nirwana, Ros; Alfikri, Rahmatullah; Nadiar, Rahmi; Mutmainah, Mutmainah; Marliadi, Reny
Among Makarti Vol 18, No 2 (2025): Among Makarti
Publisher : STIE AMA Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/ama.v18i2.911

Abstract

ABSTRACT : This study employs a quantitative approach with a causal design using PLS-SEM to analyze the effects of accounting literacy and business innovation on students’ business performance, as well as to examine the mediating role of capital support. The research utilized secondary data obtained from financial reports and operational reports of 103 student-run businesses participating in the Gila Marketing Program at STIE Pancasetia during the 2019–2025 period. The findings indicate that accounting literacy has a positive and significant effect on business performance and capital support. In contrast, business innovation does not significantly influence business performance, although it shows a significant negative effect on capital support. Furthermore, capital support is not found to significantly affect business performance, thereby failing to mediate the relationships between accounting literacy or business innovation and business performance. These results highlight that financial management capability plays a more crucial role in determining student business success compared to innovation activities or the amount of capital received. The study recommends strengthening financial recording and capital management competencies to ensure that funding programs lead to more sustainable improvements in business performance.ABSTRAK : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal berbasis PLS-SEM untuk menganalisis pengaruh literasi akuntansi dan inovasi bisnis terhadap kinerja bisnis mahasiswa, serta menguji peran dukungan modal sebagai variabel mediasi. Data penelitian berupa data sekunder dari laporan keuangan dan laporan operasional 103 bisnis mahasiswa peserta program Gila Marketing STIE Pancasetia periode 2019–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja bisnis mahasiswa serta terhadap dukungan modal. Sebaliknya, inovasi bisnis tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja usaha, namun terbukti berpengaruh signifikan terhadap dukungan modal dengan arah negatif. Selain itu, dukungan modal tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja bisnis sehingga tidak mampu memediasi hubungan antara literasi akuntansi maupun inovasi bisnis terhadap kinerja usaha. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan pengelolaan keuangan merupakan faktor yang lebih menentukan dalam keberhasilan bisnis mahasiswa dibandingkan inovasi maupun besarnya modal yang diterima. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas pencatatan keuangan dan manajemen modal agar program pembiayaan dapat menghasilkan peningkatan kinerja yang berkelanjutan.
Optimalisasi Pelaporan Keuangan Sesuai SAK EMKM Bagi Pelaku Usaha Mikro Marliadi, Reny; Jamaludin, Wahyudin Bin; Nirwana, Ros; Jakiroh, Jakiroh; Hilmi, Rahmat; Mafazy, Muhammad Meftah
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i1.765

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan strategis dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi kendala dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan yang berdampak pada keterbatasan akses pembiayaan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ialah meningkatkan kemampuan pelaku usaha mikro dalam menyusun laporan keuangan yang akuntabel sesuai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Metode kegiatan dilaksanakan pada tujuh pelaku usaha mikro sektor kuliner di Kota Banjarbaru melalui tahapan sosialisasi SAK EMKM, pelatihan pencatatan keuangan menggunakan Microsoft Excel/Google Spreadsheet, serta pendampingan intensif selama tiga bulan disertai evaluasi berkala. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kualitas pencatatan dan pelaporan keuangan mitra. Seluruh mitra mampu menyusun laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi sesuai SAK EMKM, meskipun penyusunan jurnal penutup dan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) belum sepenuhnya optimal. Dari kegiatan ini disimpulkan bahwa pendampingan berbasis teknologi sederhana efektif meningkatkan literasi dan keterampilan pelaporan keuangan pelaku usaha mikro serta berpotensi mendukung akses pembiayaan dan keberlanjutan usaha.
Penyuluhan dan Pelatihan Pemanfaatan Madu Kelulut (Heterotrigona Itama) untuk Peningkatan Ekonomi dengan Diversifikasi Produk Fitriah, Rahmayanti; Marliadi, Reny; Forestryana, Dyera; Rohmah, Miftakhur; Manullang, Julinda Romauli; Arung, Enos Tangke
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24154

Abstract

ABSTRAK Kalimantan Selatan dikenal kaya akan sumber daya alam, salah satunya adalah potensi budidaya lebah tanpa sengat atau yang dikenal dengan Lebah Kelulut (Heterotrigona itama). Potensi ekonomi Madu Kelulut di Kalimantan Selatan sangat signifikan, terbukti dari berbagai inisiatif pengembangan di beberapa wilayah seperti Banjarbaru, Tanah Laut, dan Tabalong, yang bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di Desa Satui dalam pemanfaatan Madu Kelulut (Heterotrigona itama) secara berkelanjutan dan mendorong inovasi serta nilai jual produk Madu Kelulut melalui pelatihan pengolahan produk turunan madu untuk peningkatan ekonomi dan kesehatan masyarakat. Kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi dan penyuluhan, pelatihan teknis pengolahan produk turunan (madu herbal,teh bee pollen dan manisan jahe kencur madu), pendampingan dan evaluasi serta monitoring dan keberlanjutan program. Terdapat peningkatan pengetahuan mitra pada tahap sosialisasi dan penyuluhan pemanfaatan madu dan TOGA sebesar 32%, pada tahap Pelatihan pembuatan produk turunan madu terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 38%, dan pada tahap sosialisasi pengemasan dan labeling produk juga terdapat peningkatan 37%. Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas, kemandirian dan peningkatan pendapatan bagi kelompok penghasil madu. Kata Kunci: Madu Kelulut, Potensi Lokal, Ekonomi, Diversifikasi Produk.  ABSTRACT South Kalimantan is known for its rich natural resources, one of which is the potential for stingless bee cultivation, known as Kelulut bees (Heterotrigona itama). The economic potential of Kelulut honey in South Kalimantan is significant, as evidenced by various development initiatives in several areas such as Banjarbaru, Tanah Laut, and Tabalong, which aim to increase community income. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of the community in Satui Village in the sustainable use of Kelulut honey (Heterotrigona itama) and to encourage innovation and the selling value of Kelulut honey products through training in the processing of honey derivative products to improve the economy and health of the community. The activities carried out include socialization and counseling, technical training in the processing of derivative products (herbal honey, bee pollen tea, and ginger honey sweets), assistance and evaluation, as well as program monitoring and sustainability. There was a 32% increase in the knowledge of partners at the socialization and counseling stage on the use of honey and TOGA, a 38% increase in knowledge at the training stage on the manufacture of honey derivative products, and a 37% increase at the socialization stage on product packaging and labeling. This community service activity has contributed to increasing the capacity, independence, and income of honey-producing groups.  Keywords: Kelulut Honey, Local Potential, Economy, Product Diversification.