Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

The Effect of Kegel Exercises on the Healing of Perineal Wounds in Normal Postpartum Mothers at Morowali District Hospital Yuliadia, Kartika; Kartini, Farida; Rokhanawati, Dewi; Ari Astuti, Dhesi
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v14i2.1168

Abstract

During pregnancy and childbirth, women undergo significant physiological changes, including the loosening of the abdominal wall, vaginal canal, and pelvic floor muscles. Approximately 90% of women experience perineal tears during delivery, regardless of whether an episiotomy is performed. One approach to strengthening the pelvic floor muscles postpartum is through Kegel exercises. A quasi-experimental study design with quantitative random sampling was employed to compare the REEDA scale scores of the intervention group and the control group. The data were analyzed using the Mann-Whitney U test. The findings revealed that the intervention group, which performed Kegel exercises, had significantly lower REEDA scores than the control group, indicating faster recovery of perineal lesions in postpartum mothers at Morowali Regional Hospital in 2024 (p = 0.001, Sig. (2-tailed) < 0.05). It is recommended that postpartum mothers regularly engage in Kegel exercises to promote the healing of perineal tears.
Effectiveness Of Tui Na Massage On Increasing Appetite: A Scoping Review Cahya, Sara Eka; Rokhanawati, Dewi
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v10i2.3253

Abstract

Balita (usia 1–5 tahun) paling rentan terhadap masalah gizi, terutama kurus atau kekurangan berat badan untuk tinggi badan mereka. Menurut WHO (2024), meskipun prevalensi kurus global menurun dari 8,7% (2000) menjadi 6,8% (2022), sekitar 45 juta balita masih terdampak. Di Indonesia, data Profil Kesehatan 2022 mencatat prevalensi balita dengan berat badan sangat kurang sebesar 1,1% dan balita dengan berat badan kurang sebesar 6,2%, dengan disparitas yang signifikan antarprovinsi. Di Provinsi Jambi, prevalensi balita dengan berat badan sangat kurang mencapai 0,77%, dan balita dengan berat badan kurang 3,51%, dengan Kabupaten Batanghari sebagai daerah tertinggi (6,98%). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memetakan bukti mengenai efektivitas pijat tui na dalam meningkatkan nafsu makan balita. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan cakupan yang mengacu pada langkah-langkah yang diambil oleh Arksey dan O'Maley. Kerangka kerja yang digunakan adalah PICO. Artikel yang dipilih adalah artikel dari tahun 2020 hingga 2025, artikel berbahasa Inggris dan Indonesia, serta artikel yang berfokus pada peningkatan nafsu makan pada balita. Pemilihan artikel menggunakan daftar periksa diagram alir Prisma. Sumber data dari jurnal diakses melalui basis data PubMed, Wiley, Science Direct, dan Google Schoolar dengan kata kunci (Pijat Tuina) atau (Nafsu Makan Anak). Penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dinilai kualitasnya menggunakan pedoman Joanna Briggs Institute (JBI). Penelitian ini melakukan penilaian kritis. Hasil: Tinjauan lingkup 10 jurnal tentang efektivitas pijat tuina dalam meningkatkan nafsu makan pada balita mengidentifikasi tema-tema penelitian utama, yaitu: Pijat tuina dalam meningkatkan nafsu makan, Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pijat tuina, Kendala dalam pelaksanaan terapi pijat tuina, Peran pendukung dalam keberhasilan terapi pijat tuina, Efek fisik pijat tuina pada balita, Efek psikologis pijat tuina pada balita, Pencegahan gangguan nafsu makan jangka panjang, dan berdasarkan hasil dari empat jurnal, dapat disimpulkan bahwa pijat tuina efektif dalam meningkatkan nafsu makan pada balita.
Factors Related to Mother's Behavior in Providing Exclusive Breastfeeding Febriyani, Irma; Rokhanawati, Dewi; Abdulla, Fatma Ali Al
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v10i2.3254

Abstract

Pemberian ASI eksklusif masih menjadi tantangan global, termasuk di Kuwait. Meskipun 94% ibu di Kuwait mulai memberikan ASI saat lahir, hanya 10% yang mempertahankan pemberian ASI eksklusif hingga enam bulan, jauh di bawah target WHO sebesar 50% pada tahun 2025. Pengetahuan ibu yang terbatas tentang manfaat menyusui dan dukungan medis yang tidak mampu merupakan hambatan yang signifikan. Bayi yang tidak menerima ASI eksklusif menangani peningkatan risiko infeksi pernapasan, gangguan pencernaan, dan sistem kekebalan tubuh yang melemah. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Kuwait telah menerapkan inisiatif, seperti kampanye kesadaran dan program yang berfokus pada rumah sakit ramah bayi, untuk meningkatkan pemahaman ibu dan masyarakat tentang pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan bukti mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dalam pemberian ASI eksklusif dan berkontribusi pada pengalaman dan mekanisme dukungan yang lebih baik untuk meningkatkan tingkat pemberian ASI eksklusif. Metode penelitian ini menggunakan observasi penutup, yang dilakukan mengikuti kerangka kerja Arksey dan O'Malley, dengan menggunakan model PICO. Artikel yang diterbitkan antara tahun 2019 dan 2024 dalam bahasa Inggris dan Indonesia, dengan fokus pada pemberian ASI eksklusif, dipilih menggunakan Daftar Periksa Bagan Alir PRISMA. Data bersumber dari PubMed, Wiley, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kata kunci "(Faktor yang Mempengaruhi) DAN (ASI Eksklusif)". Studi yang memenuhi kriteria inklusi dinilai kualitasnya menggunakan pedoman Joanna Briggs Institute (JBI) dan menjalani penilaian kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wawasan terhadap lima penelitian mengidentifikasi tiga faktor kunci yang mempengaruhi perilaku ibu: pengetahuan ibu, sikap ibu, dan dukungan dari tenaga kesehatan. Faktor-faktor ini secara konsisten terbukti memainkan peran penting dalam keberhasilan pemberian ASI Eksklusif. 
Effectiveness of Maranti Stimulation in Improving Growth and Development Among Stunted Toddlers: A Quasi-Experimental Study Rokhanawati, Dewi; Khofiyah, Nidatul; Puspitasari, Elika
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 9 No. 3 (2026): March 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i3.8792

Abstract

Introduction: Stunting remains a major public health concern in Indonesia, particularly during the first 1,000 days of life, and reflects the cumulative effects of nutritional deficits, infection, and suboptimal caregiving within broader social and environmental conditions. This study draws on current national and global evidence to frame stunting as a developmental and ecological problem that requires integrated, family-centred interventions. This study aimed to assess the effectiveness of Maranti stimulation (massage therapy for stunting), in enhancing growth and development among stunted children. Methods: This quasi-experimental study utilized a non-equivalent control group design and was conducted from August to November 2024 at two public health centers in Bantul, Yogyakarta, Indonesia. Participants were divided into two groups: the intervention group (n=23), which received weekly Maranti massage sessions over six weeks, and the control group (n=25), which was provided with educational booklets on child growth and developmental stimulation. Growth measurements were collected using anthropometric tools, and developmental outcomes were assessed using the BSID-III instrument. Data normality was assessed prior to analysis. Normally distributed variables were analyzed using independent t-tests, while non-normally distributed variables were analyzed using the Mann–Whitney U test in Stata. Results: The findings revealed significant improvements in growth and development post-intervention in both groups, with more pronounced effects in the intervention group. Notably, Maranti therapy significantly increased body weight (p=0.016) and height (p=0.001). Language (p=0.025) and motor skills (p=0.045) also improved significantly. Cognitive development, however, did not show a statistically significant change (p=0.635). Effect size analysis indicated medium to strong effects for weight and height (Cohen’s d = 0.724 and 1.041), and moderate effects for language and motor development (Cohen’s d = 0.580 and 0.595). Conclusion: Maranti stimulation demonstrates promise as an effective complementary strategy to improve physical growth and developmental outcomes in stunted children, though further research is needed regarding cognitive impacts. These findings suggest that culturally embedded tactile stimulation can serve as a feasible complementary approach for growth-promotion programs. The intervention holds potential for integration into community-based stunting-reduction strategies, particularly in settings where traditional practices remain influential.