Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Optimalisasi Peran Mahasiswa dalam Mendukung Administrasi Aset Daerah (Studi Kasus: Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Gowa) Ridwan Ridwan; Nensilianti Nensilianti; Mahmudah Mahmudah; Muhammad Alfian Tuflih; Dwi Anggita Yusuf; Miftahuljannah F.Z
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.625

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran mahasiswa sastra dalam mendukung administrasi Badan Pengelolaan Keuangan Daerah dalam bidang aset sebagai upaya penerapan kemampuan linguistik dalam praktik kerja pemerintahan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi langsung di tempat magang, keterlibatan aktif dalam penyusunan surat dinas, digitalisasi arsip, penginputan dan verifikasi data aset melalui sistem e-BMD, serta penyuntingan laporan inventaris dan berita acara aset. Selama magang, mahasiswa terlibat secara langsung dalam berbagai kegiatan administrasi yang menuntut ketelitian dan pemahaman terhadap bahasa administratif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa sastra mampu membantu mempercepat proses dokumentasi, meningkatkan akurasi bahasa dalam dokumen resmi, dan memperkuat efisiensi kerja birokrasi.
Implementasi Tugas Administratif dan Pelayanan Publik: Laporan Magang Kantor Gubernur Sulawesi Selatan 2025 Mahmudah Mahmudah; Bungatang Bungatang; Fitri M; Azharina Azharina; Apriani Apriani; Junaedi Wardana
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.630

Abstract

Pkm ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan tugas administratif serta kegiatan pelayanan publik yang dilakukan mahasiswa selama magang MBKM di Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2025. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, dokumentasi, dan refleksi pengalaman magang. Kegiatan magang dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2025 memberikan pengalaman langsung yang bermakna bagi mahasiswa dalam memahami dinamika administrasi pemerintahan dan pelayanan publik. Temuan menunjukkan bahwa mahasiswa secara aktif terlibat dalam berbagai tugas strategis, seperti pencatatan dan pendistribusian surat dinas, dokumentasi jalannya rapat koordinasi, serta pelayanan registrasi dalam kegiatan resmi pemerintahan. Keterlibatan ini tidak hanya memperkuat keterampilan teknis administratif, tetapi juga menumbuhkan pemahaman mendalam mengenai prosedur birokrasi, pentingnya ketelitian dalam pengelolaan dokumen, etika komunikasi formal, serta praktik pelayanan publik yang profesional dan akuntabel. Dengan demikian, magang ini berkontribusi nyata dalam membentuk kompetensi mahasiswa sebagai calon aparatur atau praktisi administrasi publik yang adaptif terhadap tuntutan reformasi birokrasi di era digital
Base-Superstructure Relations and the Transformation of Class Consciousness in Novel Guru Aini by Andrea Hirata: Literary Sociology Studies of Karl Marx Mahmudah Mahmudah; Nur Nadiyah Herman; Sinar Ansar; Nur Hikma; Wilda Wijayanti; Nurhaeni Nurhaeni
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 15, No 1 (2026): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v15i1.8597

Abstract

The gap in access to education for the lower class is a structural problem that is not only present in social reality but is also represented in literary works. The novel Guru Aini by Andrea Hirata reflects this problem through the relationship between material conditions and the ideological structure of society. However, previous studies tend to be descriptive and have not revealed the dialectical relationship between bases and superstructures in depth. This study aims to analyze the base-superstructure relationship and the transformation of class consciousness in the novel using the perspective of Karl Marx's social criticism. The method used is qualitative descriptive with a sociological approach to Karl Marx's literature. Data in the form of text excerpts that represent aspects of base, superstructure, and collective consciousness are collected using reading and recording techniques. Data collection was carried out through the reading and note-taking technique. The steps include: (1) reading the novel thoroughly and carefully; (2) identifying and marking the relevant parts of the text with the analysis category; (3) recording the data into a data card containing citations, page numbers, and category codes, while the analysis follows the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusions drawn. Data analysis is carried out through the stages of data condensation, data identification, interpretation, and conclusion drawn. The results of the study show that the base is represented through structural poverty, limited access to education, and unequal production relations, while the suprastructure exists as an ambivalent education system, which reproduces inequality while opening up the space for emancipation. The transformation of the class consciousness of the character takes place through contradictory experiences that encourage the emergence of a critical awareness of an unjust system. Abstrak Kesenjangan akses pendidikan bagi kelas bawah merupakan persoalan struktural yang tidak hanya hadir dalam realitas sosial, tetapi juga direpresentasikan dalam karya sastra. Novel “Guru Aini” karya Andrea Hirata mencerminkan persoalan tersebut melalui relasi antara kondisi material dan struktur ideologis masyarakat. Namun, kajian sebelumnya cenderung bersifat deskriptif dan belum mengungkap hubungan dialektis antara basis dan superstruktur secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi basis-superstruktur dan transformasi kesadaran kelas dalam novel tersebut menggunakan perspektif kritik sosial Karl Marx. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologi satra Karl Marx. Data berupa kutipan teks yang merepresentasikan aspek basis, superstruktur, dan kesadaran kolektif, data dikumpulkan teknik baca dan catat. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca-catat (reading and note-taking). Langkah-langkahnya meliputi: (1) membaca novel secara menyeluruh dan cermat; (2) mengidentifikasi dan menandai bagian-bagian teks yang relevan dengan kategori analisis; (3) mencatat data ke dalam kartu data yang memuat kutipan, nomor halaman, dan kode kategori, sedangkan analisis mengikuti model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, identifikasi data, interpretasi dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa basis direpresentasikan melalui kemiskinan struktural, keterbatasan akses pendidikan, dan relasi produksi yang timpang, sedangkan suprastruktur hadir sebagai sistem pendidikan yang bersifat ambivalen, yakni mereproduksi ketimpangan sekaligus membuka ruang emansipasi. Transformasi kesadaran kelas tokoh berlangsung melalui pengalaman kontradiktif yang mendorong munculnya kesadaran kritis terhadap sistem yang tidak adil.
Representasi Ideologi dan Kekuasaan dalam Film Gadis Kretek: Model Norman Fairclough Riska Damayanti; Jufri Jufri; Mahmudah Mahmudah
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 1 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i1.8299

Abstract

This study aims to describe the representation of ideology and power in the film Gadis Kretek based on experiential values, relational values, and expressive values. This study is a qualitative study using Norman Fairclough's theory. The data sources in this study are all episodes in the film Gadis Kretek obtained from the online media Netflix. Data collection techniques include listening and note-taking techniques. The results of the study show that there are 24 data containing experiential values, which are dominated by ideological words that are fought for. This finding shows how the main characters in the film represent the social world and ideology through the choice of vocabulary and language structure. There are 22 data containing relational values, which are dominated by imperative words. This confirms that the power relations between characters are built through language structures that reflect social positions and authority. Furthermore, 19 data were found containing expressive values, which are dominated by positive and negative evaluations. This expressive value highlights how the characters in the film express emotional attitudes, resistance, or support for certain power structures and ideological values. These three values synergize to form a discourse that emphasizes emancipation, agency, and strong social criticism in the film. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi ideologi dan kekuasaan dalam film Gadis Kretek berdasarkan nilai eksperiensial, nilai relasional, dan nilai ekspresif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teori Norman Fairclough. Sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh episode dalam film Gadis Kretek yang diperoleh dari media daring Netflix. Teknik pengumpulan data meliputi teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 24 data yang mengandung nilai eksperiensial, yang didominasi oleh kata-kata ideologis yang diperjuangkan. Temuan ini menunjukkan bagaimana tokoh-tokoh utama dalam film merepresentasikan dunia sosial dan ideologi melalui pilihan kosakata dan struktur bahasa. Terdapat 22 data yang mengandung nilai relasional, yang didominasi oleh kata perintah (imperatif). Hal ini menegaskan bahwa relasi kekuasaan antar tokoh dibangun melalui struktur bahasa yang mencerminkan posisi sosial dan otoritas. Selanjutnya, ditemukan 19 data yang mengandung nilai ekspresif, yang didominasi oleh evaluasi positif dan negatif. Nilai ekspresif ini menyoroti bagaimana tokoh-tokoh dalam film mengekspresikan sikap emosional, resistensi, atau dukungan terhadap struktur kekuasaan dan nilai-nilai ideologis tertentu. Ketiga nilai tersebut bersinergi membentuk wacana yang menegaskan emansipasi, agensi, dan kritik sosial yang kuat dalam film.