Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Promotif Preventif

Potensi Antianemia Ekstrak Sarang Semut Putih (Myrmecodia tuberosa) pada Mencit (Mus mucullus): Studi Eksperimental Pre-Post dengan Kontrol Wasaraka, Fadila Alfiah; Hardia, Lukman; Muslihin, A.M.
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 4 (2025): Agustus 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i4.1988

Abstract

Anemia merupakan kondisi tubuh mengalami penurunan kadar hemoglobin dalam darah, flavonoid yang terkandung dalam ekstrak sarang semut putih dapat digunakan sebagai antianemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat adanya peningkatan hemoglobin dalam darah mencit setelah penggunaan ekstrak sarang semut putih dalam dosis tertentu. Metode penelitian adalah eksperimental laboratorium dengan desain penelitian pre post test with group control. Hasil penelitian ini ekstrak etanol sarang semut putih (Myrmecodia tuberosa) memiliki potensi antianemia yang dapat dilihat pada uji paired sample t-test bahwa pada dosis 56 mg/kgBB terjadi peningkatan yang signifikan dimana nilai p value (0,000) dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif dengan nilai p value (0,923). Kesimpulan: Ekstrak sarang semut putih (Myrmecodia tuberosa) efektif sebagai antianemia pada mencit (mus musculus) dengan dosis 14 mg/KgBB, 28 mg/KgBB, dan 56 mg/KgBB. Dosis 56 mg/KgBB ekstrak sarang semut putih (Myrmecodia tuberosa) memiliki efek antianemia yang lebih baik dibandingkan dengan dosis ekstrak sarang semut putih (Myrmecodia tuberosa) 14 mg/KgBB dan 28 mg/KgBB pada hari ke-15.
Analisis Fitokimia dan Gugus Fungsi Kulit Kayu Akway (Drymis sp.) Fabanyo, Syahrul H.; Hardia, Lukman; Muslihin, A. M.; Budiyanto, Angga Bayu; Irwandi, Irwandi
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 6 (2023): Desember 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i6.1165

Abstract

Kulit batang akway (Drymis sp.) merupakan tumbuhan endemik Papua yang memiliki potensi sebagai obat tradisional. Kulit kayu akway banyak dimanfaatkan secara empiris oleh masyarakat Papua sebagai penambah stamina dan meningkatkan kemampuan seksual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia dan analisis gugus fungsi ekstrak kulit batang akway (Drymis sp.). Sampel kulit batang akway (Drymis sp.) diperoleh dari Kabupaten Sorong, Papua. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol selama 7 hari. Analisis fitokimia dilakukan dengan metode uji kualitatif. Analisis gugus fungsi dilakukan dengan menggunakan alat FTIR. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang Akway (Drymis sp.) mengandung flavonoid, tanin, steroid, dan terpenoid. Hasil analisis gugus fungsi menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang akway (Drymis sp.) mengandung gugus C=C, C-O, dan O-H.
Analisis Bibliometrik Angka Kematian Akibat Human papillomavirus (HPV) Hardia, Lukman; Pratama, Agus Sangka; Budiyanto, Angga Bayu; Irwandi, Irwandi; Muslihin, A. M.; Astuti, Ratih Arum
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 6 (2023): Desember 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i6.1166

Abstract

Infeksi human papillomavirus (HPV) menjadi suatu tantangan bagi dunia kesehatan karena sebagian besar wanita yang positif terinfeksi HPV mempunyai resiko tinggi dapat berkembang menjadi kanker serviks dalam 3 sampai 5 tahun setelah dinyatakan positif terinfeksi HPV. Tujuan penelitian ini untuk melakukan analisis bibliometrik angka kematian akibat infeksi HPV sehingga diharapkan bisa menjadi salah satu langkah yang mampu menjadi solusi atas permasalahan infeksi HPV. Data diperoleh dari sumber data base Pubmed. Kata pencarian yang digunakan adalah human papillomavirus mortality, HPV mortality, human papillomavirus, HPV, dan mortality. Hasil Penelitian menunjukkan, sejak tahun 1995 sampai 2023, ditemukan 1.311 artikel publikasi, dimana 1.140 (86,96%) berjenis artikel jurnal. Publikasi terbanyak diperoleh dari International Journal of Cancer (78 artikel publikasi). Canfell K adalah penulis dengan jumlah publikasi terbanyak (15 publikasi), USA menjadi negara urutan pertama dengan 1.386 publikasi (19,4%). Analisis bibliometrik angka kematian akibat infeksi HPV memberikan gambaran untuk penelitian lebih lanjut terkait resiko kematian pada kasus infeksi HPV, misalnya dengan mencari kata kunci angka kematian terkait usia, jenis kelamin, dan penyakit penyerta seperti kanker serviks, faktor resiko, prevalensi kejadian infeksi HPV, dan vaksin HPV.
Uji Aktivitas Antioksidan Fraksi Ekstrak Etanol Tali Kuning (Anamirta cocculus) Dengan Metode DPPH Erawati, Rika; Muslihin, A. M.; Hardia, Lukman
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 2 (2024): April 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i2.1264

Abstract

Tumbuhan tali kuning (Anamirta cocculus) ialah tumbuhan obat yang secara turun-temurun sudah dimanfaatkan sebagai obat antimalaria. Penelitian tentang pemisahan serta penentuan zat-zat aktif di tumbuhan tersebut menunjukkan adanya kandungan senyawa alkaloid kuartener di akar serta batangnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan fraksi ekstrak etil asetat, fraksi ekstrak kloroform dan fraksi ekstrak n-heksan dengan metode DPPH. Tali kuning diesktraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak etanol tali kuning (Anamirta cocculus) di fraksinasi dengan tiga pelarut yaitu etil asetat, kloroform dan n-heksan. Masing-masing fraksi diuji aktivitasnya terhadap radikal bebas DPPH dan diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometri uv-vis pada panjang gelombang 516,2 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat, fraksi kloroform dan fraksi n-heksan tali kuning (Anamirta cocculus) memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 masing-masing 16,16 μg/mL, 42,56 μg/mL, dan 129,03 μg/mL. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat dan fraksi kloroform memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat sedangkan fraksi n-heksan sedang.
Studi Etnomedisin Obat Anti Hipertensi Suku Moi di Kabupaten Sorong Muslihin, A. M.; Irwandi, Irwandi; Fabanyo, Syahrul H.; Tunazzila, Nurhikmah; Maulana, Fajar; Aisyah, Heti
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 3 (2024): Juni 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i3.1306

Abstract

Hipertensi menjadi salah satu penyakit yang masih mengancam kesehatan manusia. Pencegahan dan pengelolaan hipertensi adalah tantangan kesehatan masyarakat di seluruh dunia tak terkecuali masyaralkat Suku Moi yang ada di Papua. Salah satu alternatif pengobatan yang dapat digunakan adalah pemanfaatan umbuhan yang memiliki potensi sebagai obat. Etnomedisin sebagai salah satu cara yang dapat digunakan untuk menelusuri pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan obat baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tanaman yang digunakan untuk obat hipertensi dan bagaimana cara pengolahannya berdasarkan kearifan lokal yang dimiliki oleh Masyarakat Suku Moi Kabupaten Sorong. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan diantaranya observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis data. Hasil dari penelitian ini memberikan informasi tentang 10 tanaman yang digunakan sebagai obat hipertensi berdasarkan pengetahuan masyarakat Suku Moi Kampung Klayili. Bagian tanaman yang digunakan antara lain daun, akar, umbi dan tali. Cara pengolahannya adalah dengan cara direbus, diseduh dan dicampurkan dalam makanan.
Karakterisasi Fitokimia dan Gugus Fungsi Senyawa Alkaloid dan Flavonoid Kulit Batang Anamirta cocculus: Potensi Tanaman Endemik Papua Sebagai Obat Tradisional Fadhilah, Windi Nur; Muslihin, A.M.; Astuti, Ratih Arum
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 5 (2025): Oktober 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i5.2099

Abstract

Tali kuning (Anamirta cocculus) merupakan tanaman endemik Papua yang dikenal memiliki khasiat sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa alkaloid dan flavonoid dalam ekstrak kulit batang tali kuning menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dan FTIR, dengan variasi jenis pelarut dan konsentrasi. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol menghasilkan kadar alkaloid tertinggi (0,778 mgAE/g) dan flavonoid tertinggi (0,524 mgQE/g), diikuti oleh etanol 90%, dan terendah pada etanol 70%. Gugus fungsi yang teridentifikasi dalam senyawa alkaloid dan flavonoid adalah O-H, N-H, C=O, dan C=C aromatik, serta senyawa lain seperti tanin dan terpenoid.
Uji Efektivitas Tanaman Patah Tulang (Euphorbia tirucalli) pada Mus musclus sebagai Antihiperglikemia Fahira, Ifana Nur; Muslihin, A.M.; Irwandi, Irwandi
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 5 (2025): Oktober 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i5.2191

Abstract

Hiperglikemia adalah kondisi dimana kadar gula dalam darah melebihi batas normal, sehingga hiperglikemia menjadi salah satu tanda dari penyakit diabetes melitus. Ekstrak tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli) diketahui memiliki kandungan senyawa yang berpotensi menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan dosis efektif ekstrak tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli) sebagai antihiperglikemia pada mencit (Mus musculus) putih. Penelitian ini menggunakan metode uji toleransi glukosa secara oral dengan membagi hewan uji kedalam 5 kelompok perlakuan, tiap kelompok terdiri dari 5 ekor mencit. Kelompok kontrol negatif diberikan Na CMC 1%, kelompok kontrol positif diberikan glibenklamid dengan dosis 5 mg, kelompok perlakuan diberikan sediaan suspensi tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli) dengan konsentrasi 2,5%, 5% dan 10%. Pengujian Pengukuran kadar glukosa darah dimulai pada menit 30, 60, 90, 120 dan 150 dengan menggunakan alat glukometer. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak tanaman memiliki aktivitas antihiperglikemia. Ekstrak tanaman patah tulang konsentrasi 2,5%, 5% dan 10% dapat menurunkan kadar glukosa darah pada mencit yang mengalami hiperglikemia. Konsentrasi dosis yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit yaitu konsentrasi ekstrak tanaman patah tulang 5% dan 10% dengan signifikansi >0,05 dengan kontrol positif.