Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Peningkatan literasi label pangan dan keamanan bahan tambahan pangan pada ibu rumah tangga di Desa Setia Mekar, Kabupaten Bekasi Febrinasari, Tantry; Agustiyani, Tri Ulfa; Hermiza, Elsa; Sari, Nayla Intan; Zuhairo, Nafis; Khofiyah, Nida An
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.38048

Abstract

 Abstrak Peningkatan konsumsi pangan kemasan di masyarakat menuntut konsumen memiliki kemampuan dalam memahami informasi pada label pangan serta keamanan bahan tambahan pangan (BTP) yang digunakan dalam produk. Namun, literasi masyarakat, terutama pada kelompok ibu rumah tangga, mengenai label kemasan dan bahan tambahan pangan masih tergolong rendah, sehingga berpotensi memengaruhi ketepatan pemilihan produk pangan bagi keluarga. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu rumah tangga mengenai pentingnya membaca label kemasan pangan dan memahami keamanan BTP. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk edukasi tatap muka interaktif kepada 36 ibu rumah tangga di Desa Setia Mekar, Kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi mencakup informasi penting pada label pangan, cara membaca label, fungsi BTP, serta aspek keamanannya. Hasil pre-test menunjukkan nilai rata-rata pemahaman peserta terkait label pangan dan BTP sebesar 65,33% yang termasuk kategori pemahaman sedang. Setelah edukasi, nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 100% yang berada pada kategori pemahaman tinggi. Peningkatan nilai tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai label pangan dan BTP. Kegiatan edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi pangan ibu rumah tangga sehingga diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam memilih produk pangan kemasan yang aman, bermutu, dan sesuai kebutuhan gizi keluarga. Kata kunci: edukasi; label kemasan pangan; bahan tambahan pangan; literasi pangan; ibu rumah tangga. AbstractThe increasing consumption of packaged foods requires consumers to understand food label information and the safety of food additives used in products. However, public literacy, especially among housewives, regarding food labels and food additives remains low, potentially affecting appropriate food choices for families. This activity aimed to improve housewives’ understanding of the importance of reading food packaging labels and recognizing the safety of food additives. The program was conducted through interactive face-to-face education involving 36 housewives in Setia Mekar Village, Bekasi Regency. The methods included lectures, discussions, and evaluation using pre-tests and post-tests. The materials included essential information on food labels, how to read labels, the functions of food additives, and their safety aspects. The pre-test results showed the average value of participants' understanding regarding food labels and food additives was 65.33%, categorized as moderate understanding. After the educational session, the average post-test score increased to 100%, indicating a high level of understanding. This significant improvement demonstrates enhanced knowledge and comprehension of food labels and food additive safety among participants. The educational program proved effective in improving food literacy among housewives and is expected to support more informed decision-making in selecting safe, high-quality packaged foods that meet family nutritional needs. Keywords: education; food packaging labels; food additives; food literacy; housewives.
Analisis Pola Kecacatan dan Kinerja Proses Perakitan Produk Kursi Kuliah Menggunakan Metode Statistical Process Control Aqidawati, Era Febriana; Nugraha, Isna; Khofiyah, Nida An; Istiqomah, Silvi; Putra, Perdana Suteja
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 2 (2026): April
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i2.56387

Abstract

The furniture manufacturing industry is required to consistently produce products that meet dimensional and functional specifications to minimize rework, scrap, and resource waste. This study applies Statistical Process Control (SPC) to assess the quality performance of lecture chair production in a furniture company. Pareto analysis identified the seat and table board as the main sources of defects. The -R control chart and p and np charts indicate a stable process, and the Cp value (1.01–2.07) indicates that the process is capable. However, the average defect proportion of 0.46 per lot indicates that the defect rate is still operationally high. The data suggests that most quality problems are caused by general process variations related to people, methods, and machines. Therefore, improvements should focus on making work more consistent and better controlling processes. 
MENINGKATKAN KESELAMATAN KERJA DENGAN METODE HIRADC DI CV XYZ: SEBUAH UPAYA PENGENDALIAN RISIKO KECELAKAAN Khofiyah, Nida An; Sihotang, Valentin; Suhendra; Nasihardani, Dana; Riandani, Andini Putri
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i1.3477

Abstract

Kecelakaan kerja masih menjadi permasalahan serius pada usaha kecil dan menengah, khususnya pada sektor industri berbasis kayu, yang umumnya disebabkan oleh faktor manusia, kondisi lingkungan kerja yang tidak aman, serta minimnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di CV XYZ, sebuah usaha kecil yang bergerak dalam produksi wooden drum cable, plywood bobin, wooden pallet, dan wooden packing. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi potensi bahaya kerja, menganalisis tingkat risiko kecelakaan, serta memberikan rekomendasi pengendalian risiko yang aplikatif bagi mitra. Metode yang digunakan adalah Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) melalui observasi langsung, diskusi, dan pendampingan penerapan K3 di lingkungan kerja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya berbagai potensi bahaya, antara lain serpihan kayu, debu, kebisingan, mata pisau, kelelahan kerja, serta risiko fisik seperti tersandung dan tertimpa material. Berdasarkan analisis HIRADC, tingkat risiko berada pada kategori sedang hingga tinggi pada beberapa proses kerja. Sebagai tindak lanjut, diberikan rekomendasi pengendalian sesuai hirarki pengendalian bahaya, meliputi pengendalian administratif dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Implementasi rekomendasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan penerapan K3 serta menurunkan risiko kecelakaan kerja di CV XYZ.
Analisis Pemilihan Supplier Seragam Mekanik dengan Metode AHP dan TOPSIS Pada Perusahaan Distributor Alat Berat Eva Setianingsih; Nida An Khofiyah; Retno Fitri Astuti
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1828

Abstract

Perkembangan globalisasi dan era industri 4.0 menuntut perusahaan memiliki sistem rantai pasok yang efektif dan efisien. PT ABC sebagai perusahaan distributor alat berat menghadapi permasalahan dalam proses pemilihan supplier seragam mekanik yang masih dilakukan secara subjektif dan bergantung pada pengalaman kerja sama sebelumnya. Penelitian ini bertujuan menentukan bobot kriteria dan memilih supplier terbaik menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS).  Pemilihan kombinasi metode AHP dan TOPSIS dipilih karena mampu mendukung proses penilaian yang lebih objektif, sistematis, dan terukur dalam pengambilan keputusan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui studi kasus di PT ABC. Kriteria yang digunakan meliputi kualitas, harga, pengiriman, kemampuan teknik, sistem komunikasi, dan packaging ability. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa kriteria harga memiliki bobot tertinggi sebesar 0,37, diikuti kualitas 0,25, pengiriman 0,14, kemampuan teknik 0,10, sistem komunikasi 0,08, dan packaging ability 0,06. Selanjutnya, hasil perhitungan TOPSIS menunjukkan bahwa PT CSI memperoleh nilai preferensi tertinggi sebesar 0,53 sehingga terpilih sebagai supplier terbaik. Penelitian ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam mengambil keputusan pemilihan supplier secara lebih objektif dan terukur.