Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Pemilihan Supplier Seragam Mekanik dengan Metode AHP dan TOPSIS Pada Perusahaan Distributor Alat Berat Eva Setianingsih; Nida An Khofiyah; Retno Fitri Astuti
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1828

Abstract

Perkembangan globalisasi dan era industri 4.0 menuntut perusahaan memiliki sistem rantai pasok yang efektif dan efisien. PT ABC sebagai perusahaan distributor alat berat menghadapi permasalahan dalam proses pemilihan supplier seragam mekanik yang masih dilakukan secara subjektif dan bergantung pada pengalaman kerja sama sebelumnya. Penelitian ini bertujuan menentukan bobot kriteria dan memilih supplier terbaik menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS).  Pemilihan kombinasi metode AHP dan TOPSIS dipilih karena mampu mendukung proses penilaian yang lebih objektif, sistematis, dan terukur dalam pengambilan keputusan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui studi kasus di PT ABC. Kriteria yang digunakan meliputi kualitas, harga, pengiriman, kemampuan teknik, sistem komunikasi, dan packaging ability. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa kriteria harga memiliki bobot tertinggi sebesar 0,37, diikuti kualitas 0,25, pengiriman 0,14, kemampuan teknik 0,10, sistem komunikasi 0,08, dan packaging ability 0,06. Selanjutnya, hasil perhitungan TOPSIS menunjukkan bahwa PT CSI memperoleh nilai preferensi tertinggi sebesar 0,53 sehingga terpilih sebagai supplier terbaik. Penelitian ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam mengambil keputusan pemilihan supplier secara lebih objektif dan terukur.
WORKSHOP BUSINESS PLAN DI PANTI ASUHAN YAYASAN BAROKAH AMANAH MUSTAQBAL Siti Rahayu; Nida An Khofiyah; Sugeng Budi Rahardjo; Rudy Effendi Listyanto; Supriyati Supriyati
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 3 (2026): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i3.2807

Abstract

Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan minat, motivasi, dan keterampilan berwirausaha kepada anak panti asuhan. Pelatihan Workshop Pembuatan Business plan juga ditujukan untuk melatih kemandirian finansial sejak dini pada anak. Workshop dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 3 Mei 2025 pada pukul 13.00 – 15.00 WIB di Panti Asuhan Yayasan Barokah Amanah Mustaqbal di Karawang dan diikuti oleh 15 anak. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan dua tahap, yaitu tahap I pemberian materi kewirausahaan dan tahap 2 mengadakan workshop pembuatan business plan. Workshop dimulai dengan pemberian materi. Materi yang diberikan meliputi Identitas kelompok usaha Nama kelompok usaha, Bidang Usaha, Jenis Produk, Alamat/lokasi tempat usaha, Penjelasan Produk, Bahan dan ketersediaannya, Cara produksi, Peluang Bisnis, Sasaran dan Target Pasar, Analisa lingkungan Gambaran umum pasar, Peluang, Strategi pemasaran Strategi harga, Strategi promosi, Strategi distribusi, Tujuan Bisnis, Perkiraan Pembiayaan. Selama workshop berlangsung, anak-anak terlihat sangat antusias dan bersemangat. Hasil dari workshop ini diharapkan anak-anak dapat membuat business plan dengan baik dan benar. Untuk PKM selanjutnya disarankan untuk melakukan pendampingan sampai dengan pembuatan business plan selesai dan layak digunakan.
Peningkatan Efektivitas Mesin Roll Forming Menggunakan Sensor TCS3200 Berbasis Arduino Uno Pada Industri Atap Baja Ringan Alief Darojatun Rizqi; Suhendra Suhendra; Nida An Khofiyah
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v5i1.3858

Abstract

Efisiensi produksi pada industri atap baja ringan sangat bergantung pada efektivitas mesin roll forming. Salah satu metode evaluasi kinerja yang digunakan adalah Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang meliputi availability, performance, dan quality. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai OEE dengan mengimplementasikan sensor warna TCS3200 berbasis Arduino Uno sebagai alat bantu dalam proses pengecekan warna, menggantikan cara manual yang selama ini kurang efisien. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan nilai OEE sebelum dan sesudah penerapan sensor warna. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan nilai OEE dari 43.0% menjadi 60.1% setelah penerapan sensor. Peningkatan ini disebabkan oleh adanya penurunan downtime, peningkatan akurasi pengecekan warna, dan optimalisasi waktu produksi. Kata kunci: OEE ; Industri atap baja ringan ; Roll forming ; Downtime ; Arduiono
Optimalisasi Tata Letak Gudang Menggunakan Metode Class Based Storage di PT XYZ Febri Ihwan Setyawan; Suhendra Suhendra; Nida An Khofiyah
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v5i1.3871

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyimpanan produk jadi yang berlokasi di salah satu kawasan industri di Jawa Barat. Gudang ini memiliki karakteristik berupa penyimpanan berbagai jenis produk dengan volume yang besar. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah waktu pengambilan barang yang lama, utilisasi ruangan yang belum optimal dan jarak material handling yang jauh. Setelah diterapkan metode Class Based Storage (CBS) terjadi peningkatan efisiensi yang signifikan yaitu waktu pengambilan barang berkurang 33.33%, utilisasi ruang meningkat 13.33% dan total jarak material handling berkurang 52.19%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode CBS efektif dapat mengurangi waktu pencarian barang, meningkatkan kapasitas penyimpanan dan menekan biaya operasional. Penerapan metode CBS dapat meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pengiriman yang lebih cepat dan pelayanan yang lebih efisien. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi industri logistik dan pergudangan dalam menerapkan strategi penyimpanan berbasis klasifikasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan.
Implementasi Lean Manufacturing Menggunakan Metode Line Balancing Pada Proses Assembly Cooling Fan di PT YY Okie Mardanie; Suhendra Suhendra; Nida An Khofiyah
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v5i1.3874

Abstract

Ketidakefisienan dalam proses produksi menimbulkan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah, seperti waktu tunggu antar stasiun kerja yang tinggi. PT YY yang merupakan salah satu produsen kipas pendingin nasional saat ini mengalami waktu siklus yang tinggi di beberapa stasiun kerja, terutama di bagian perakitan kipas pendingin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meminimalkan pemborosan pada proses perakitan kipas pendingin di PT YY melalui penerapan lean manufacturing dengan pendekatan line balancing. Penelitian ini mengadopsi pendekatan lean manufacturing dengan memanfaatkan diagram pareto dan diagram fishbone untuk menelusuri akar permasalahan, serta menerapkan metode line balancing dan kaizen untuk meningkatkan efisiensi dan keseimbangan pada lini produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan perbaikan, waktu siklus berkurang dari 228 detik menjadi 210 detik, disertai dengan peningkatan efisiensi lini produksi dan penghapusan waktu tunggu antar proses. Dengan menerapkan metode ini, PT YY mampu meningkatkan efisiensi proses produksi, mengurangi aktivitas pemborosan, dan meningkatkan keseimbangan dalam proses kerja.
PENURUNAN DEFECT CONNECTOR WIRING HARNESS PADA LINE PACKING MENGGUNAKAN METODE FMEA DI PT YMK Mohammad Ali Azmi; Suhendra Suhendra; Nida An Khofiyah
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v5i1.3881

Abstract

Penurunan defect dalam produksi sangat penting untuk meningkatkan kualitas produk dan efisiensi operasional. PT Yonghen Motor Komponen (YMK) menghadapi permasalahan defect pada linepackingconnectorwiringharness, yang berdampak pada kualitas dan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis defect dan menerapkan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) guna menurunkan tingkat defect. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis defect pada line packing di PT YMK selama Maret–Juni 2024. Hasil analisis menunjukkan empat jenis defect utama: Scratch, Short Mold, Dirty, dan Burry, di mana Short Mold memiliki Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 576, sehingga menjadi prioritas utama perbaikan. Faktor penyebab utama meliputi kurangnya ketelitian operator, minimnya pelatihan, kesalahan dalam handling, serta ketidaksesuaian parameter pencetakan. Sebagai solusi, penelitian merekomendasikan pelatihan operator, penerapan SOP yang lebih ketat, pemeliharaan mesin berkala, peningkatan kebersihan, dan sistem inspeksi kualitas yang lebih efektif. Implementasi perbaikan ini diharapkan dapat menurunkan tingkat defect, meningkatkan efisiensi produksi, serta memastikan kualitas produk yang lebih baik.
IMPLEMENTASI 5S UNTUK MEWUJUDKAN LINGKUNGAN KERJA YANG EFEKTIF DAN EFISIEN PADA PERUSAHAAN MACHINING DI KABUPATEN BEKASI JAWA BARAT Suhendra Suhendra; Adi Fitra; Ade Nurul Hidayat; Tri Mulyani Kartini; Tri Ngudi Wiyatno; Azhar Syahrir; Nida An Khofiyah
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i6.3420

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi penerapan konsep 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke) guna mewujudkan lingkungan kerja yang efektif dan efisien pada perusahaan machining PT Zenko Sanagi Abadi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Metode Pengabdian yang digunakan adalah pendampingan partisipatif yang meliputi kegiatan sosialisasi dan pelatihan konsep 5S kepada manajemen dan operator, survei dan observasi kondisi awal area machining, implementasi 5S secara bertahap, serta evaluasi melalui audit 5S menggunakan checklist penilaian. Hasil Pengabdian menunjukkan adanya perbaikan signifikan pada kerapian dan kebersihan area kerja, penataan dan standardisasi penempatan peralatan, peningkatan kemudahan akses tools, serta meningkatnya kesadaran dan disiplin operator dalam menjaga lingkungan kerja. Simpulan, bahwa implementasi 5S melalui pendampingan yang terstruktur dan partisipatif mampu meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan keselamatan kerja di area machining, serta berpotensi menjadi budaya kerja berkelanjutan di PT Zenko Sanagi Abadi.
MENINGKATKAN KESELAMATAN KERJA DENGAN METODE HIRADC DI CV XYZ: SEBUAH UPAYA PENGENDALIAN RISIKO KECELAKAAN Nida An Khofiyah; Valentin Sihotang; Suhendra; Dana Nasihardani; Andini Putri Riandani
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i1.3477

Abstract

Kecelakaan kerja masih menjadi permasalahan serius pada usaha kecil dan menengah, khususnya pada sektor industri berbasis kayu, yang umumnya disebabkan oleh faktor manusia, kondisi lingkungan kerja yang tidak aman, serta minimnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di CV XYZ, sebuah usaha kecil yang bergerak dalam produksi wooden drum cable, plywood bobin, wooden pallet, dan wooden packing. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi potensi bahaya kerja, menganalisis tingkat risiko kecelakaan, serta memberikan rekomendasi pengendalian risiko yang aplikatif bagi mitra. Metode yang digunakan adalah Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) melalui observasi langsung, diskusi, dan pendampingan penerapan K3 di lingkungan kerja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya berbagai potensi bahaya, antara lain serpihan kayu, debu, kebisingan, mata pisau, kelelahan kerja, serta risiko fisik seperti tersandung dan tertimpa material. Berdasarkan analisis HIRADC, tingkat risiko berada pada kategori sedang hingga tinggi pada beberapa proses kerja. Sebagai tindak lanjut, diberikan rekomendasi pengendalian sesuai hirarki pengendalian bahaya, meliputi pengendalian administratif dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Implementasi rekomendasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan penerapan K3 serta menurunkan risiko kecelakaan kerja di CV XYZ.
Strategi Pemilihan Supplier Bahan Baku dalam Mendukung Peningkatan Kinerja UMKM Bananas Food Nida An Khofiyah; Juhaeni Juhaeni; Yusuf Irfan; Supriyati Supriyati; Hasyrani Windyatri
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v4i3.6219

Abstract

Supplier selection is important in the production process, because raw materials greatly affect product results and production continuity. In Bananas Food Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) located in Bekasi Regency, the main problem faced is that there is no mechanism or system for selecting the right raw material suppliers to meet production needs. Bananas Food MSMEs have also not implemented a method in supplier selection, so they have more than one supplier. This research was conducted using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The criteria that are prioritized in supplier selection include availability, quality, and price and location. This study aims to determine the best supplier from several alternative suppliers. Based on the results of ranking the selection of banana raw material suppliers using the AHP method, determining supplier B as the best supplier for Bananas Food MSMEs with a weight value of 0.46, supplier C as the second alternative with a weight of 0.25, supplier D as the third alternative with a weight of 0.18, and supplier A as the fourth alternative with a weight of 0.11.
Analisis Peningkatan Risiko Kelelahan Postur Operator Gudang dengan Pendekatan REBA pada Industri Otomotif Hibarkah Kurnia; Tri Ngudi Wiyatno; Nida An Khofiyah; Asep Arwan Sulaeman
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol. 13 No. 1 (2026): JISI UMJ
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.13.1.41-56

Abstract

Seringkali pekerja di gudang mengalami keluhan tubuh saat bekerja setelah 3 tahun. Pekerja gudang memiliki kombinasi sikap kerja: jongkok, membungkuk, dan bungkuk. Postur tubuh yang tidak ergonomis akan mengganggu pekerjaan, sesuai dengan jenis pekerjaan dan alat atau fasilitas yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan operasi kerja. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menghasilkan produk yang berkualitas antara lain dengan memperhatikan bahaya dan risiko, meliputi lingkungan, kesehatan, dan keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis yang dilakukan terhadap operator gudang dan kondisi kerja operator, sehingga dapat dihasilkan postur kerja yang nyaman bagi operator gudang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Entire Body Assessment (REBA) yaitu untuk mengkaji nyeri. Saran untuk perbaikan posisi kerja saat mengangkat barang yaitu pada posisi jongkok dengan badan/punggung tegak, dan dengan anjuran penggunaan peralatan tenaga mekanik agar posisi badan operator menjadi tegak dan meminimalisir terjadinya cedera pada pinggang yaitu nyeri punggung merupakan keluhan tertinggi berdasarkan presentase NBM. Penelitian ini menghasilkan nilai REBA setelah dilakukan perbaikan dengan nilai risiko sebesar 4 yang berarti risiko rendah dan memungkinkan untuk dilakukan pemantauan guna menjaga konsistensi kerja di gudang.