Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengenalan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) untuk Menjaga Kebersihan dan Melatih Kedisiplinan Sejak Dini Supriyati, Supriyati; Khofiyah, Nida An; Nurhidayanti, Nisa; Efendi L, Rudi; Febrinasari, Tantry; Widya, Adi Rusdi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2524

Abstract

Kebersihan, kerapihan di lingkungan kerja, tempat tinggal terkadang masih belum sepenuhnya disadari oleh semua masyarakat. Masih banyak yang belum memahami makna kebersihan dan kerapihan, Sejatinya dengan kebersihan dan kerapihan secara kosisten dapat memberikan keuntungan bagi organisasai, masyarakat dan masing-masing individu. 5R merupakan kegiatan pemilahan sampai pada perawatan secara terus menerus dijaga agar pekerjaan lain mudah dilakukan, kebersihan terjaga sehingga hidup lebih sehat dan mejadi budaya disiplin. Keuntungan lain dalam pekerjaan, memudahkan dalam mengambil benda yang dibutuhkan, karena sudah ditata sedemikian rupa. Pengabdian terkait 5R dilakukan di Yayasan Yatim Piatu di Yayasan tersebut terdiri dari anak-anak usia sekolah yang membutuhkan banyak buku. Selama ini penyimpanan buku belum menerapkan sistem 5R, buku dan dokumen hanya ditumpuk saja. Ini menjadi masalah selain terlihat kurang rapih juga membutuhkan waktu yang cukup lama ketika akan mencari dokumen atau buku yang dibutuhkan. Untuk memecahkan masalah maka metode pengabdian dilakukan dengan observasi, wawancara, dan memberikan penjelasan konkrit masing-masing 5R yang dimulai dari ringkas, rapih, resik, rawat dan rajin. Sebelum pemaparan materi terdapat pres test yang ditujukan kepada peserta dan hasilnya peserta belum memahami 5R. Setelah penjelasan secara sederhana, anak-anak Yayasan memahami definisi 5R dan implementasi atau penerapan 5R di lingkungan tempat tinggal dan hasil post test menunjukan nilai yang signifikan yaitu rata-rata sebesar 79% meskipun belum maksimal namun dapat memberikan dampak positif kepada peserta khususnya yang tinggal di Yayasan tersebut.
Perbaikan Tata Letak Fasilitas untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kepuasan Pelanggan pada UMKM Laundry Khofiyah, Nida An; Novika, Widia; Kresna Ramadhan, Delius; Rizkia Feriaty, Syarah; Suri, Anita
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3193

Abstract

Dengan adanya kemajuan teknologi dannn gaya hidup yang begitu cepat menyebabkan kesulitan bagi orang-orang yang memiliki waktu terbatas dalam mencuci pakaian, sehingga jasa laundry ini bisa menjadi solusi. Begitu massif nya perkembangan jasa laundry saat ini di Cikarang, membuat UMKM “Rumah Laundry” harus mengevaluasi dan memperbaiki tata letak fasilitasnya agar kepuasan pelanggan serta efektifitas dan kenyamanan dalam proses operasi laundry dapat dijalankan dengan baik. Maka dilakukan analisa tata letak fasilitas pada laundry ini. Selain itu dilakukan pula analisa dari aliran kerja berdasarkan fasilitas-fasilitas tersebut untuk mendapatkan hasil yang maksimal sehingga permintaan pelanggan dapat terpenuhi dengan baik. Untuk itu diperlukan upaya peningkatan produktivitas UMKM melalui perbaikan tata letak fasilitas untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Metode yang digunakan dalm memperbaiki masalah tata letak ini adalah metode Systematic Layout Planning (SLP) yang mana berfokus pada penurunan jarak material handling, sehingga ongkos material handling dapat diminimalkan. Perbaikan tata letak pada perusahaan ini juga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pekerja sehingga waktu yang dibutuhkan dalam melakukan prosesnya menjadi lebih singkat. Setelah melakukan perancangan ulang terhadap tata letak pada UMKM Laundry didapatkan hasil efisiensi ongkos pemindahan material dapat ditingkatkan sebesar 34.31%, dimana sebelumnya ongkos material handling sebelum dilakukan perubahasan sebesar Rp 2.315.782,00, dan setelah dilakukan perubahan menjadi sebesar Rp 1.642.200,00.
DESIGN OF WORK AID TOOLS TO IMPROVE MAN POWER WORK POSTURE USING RULA METHOD (RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT) PT.XYZ Sudiarto, Arya Dika; Khofiyah, Nida An; Feriaty, Syarah Rizkia
Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol 12 No 1 (2025): JKIE (Journal Knowledge Industrial Engineering)
Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v12i1.6043

Abstract

This research was conducted in the ACG-S Department with the object of observation of Man Power in the Wire Connection Soldering Stator Line 4B Process. With the aim of obtaining the value of Man Power's work posture and providing recommendations for improving work posture in the Wire Connection Soldering Process. To find out the data, the researcher used the Nordic Body Map (NBM) Questionnaire to find out subjective complaints from Man Power, then a work posture assessment was carried out using the Rapid Upper Limb Assessment (RULA) Method. The results of the Nordic Body Map (NBM) Questionnaire showed that 4 out of 6 Man Power complained of pain in the neck, back, shoulders, and waist areas, then from the results of the work posture assessment using the RULA method, a final score of 6 was obtained, which means that the Man Power's work posture position is at a high level (High) meaning that there is a high risk of Man Power getting Musculoskeletal Disorders (MSDs) and requiring posture improvement. Improvement of work posture is carried out by adding work aids, namely magnifying glasses and Poka Yoke Camera Soldering. After improving posture by adding work aids, the results of the work posture assessment using the RULA method obtained a final score of 3, which means that the Man Power work posture position after adding work aids is at a moderate level, which means that there is a moderate risk of Man Power getting Musculoskeletal Disorders (MSDs) and does not require action to improve body posture.
Analysis of the Influence of Raw Material Types for Clothing on the Level of Consumer Interest Aged 18-22 Years in Brand XYZ Nugraha, Isna; Kirana, Intania Widyantari; Khofiyah, Nida An; Ramadhan, Gilang
Tekmapro Vol. 20 No. 2 (2025): TEKMAPRO
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/tekmapro.v20i2.964

Abstract

Brand XYZ is a global apparel company that emphasizes comfort, durability, and design aesthetics in its product offerings. This study aims to examine the influence of clothing material type on purchase interest among consumers aged 18–22 years. A quantitative research approach was applied, using data collected from 50 respondents via a structured questionnaire on a 5-point Likert scale. Statistical analyses were performed using SPSS, including the Kolmogorov–Smirnov test for normality, a linearity test, Pearson correlation analysis, and simple linear regression. The results show that the data met the normality assumption (p = 0.859) and revealed a strong positive correlation between clothing material type and purchase interest (r = 0.810, p < 0.001). The regression model was found to be significant (F = 91.728, p < 0.001) with the equation Y=1.932+0.859XY = 1.932 + 0.859XY=1.932+0.859X and an R2R^2R2 value of 0.656, indicating that 65.6% of the variance in purchase interest can be explained by the clothing material type. The findings highlight the critical role of material selection in influencing consumer behavior. Practical recommendations for Brand XYZ include diversifying high-quality material options, improving transparency in fabric information, and implementing targeted consumer education campaigns to enhance brand loyalty and purchase intention.
ANALISIS PENGENDALIAN FACE UNCUT DALAM MENINGKATKAN KUALITAS DI ENGINE VALVE MENGGUNAKAN METODE PDCA Ma’mun, Mohamad Sukron; Wiyatno , Tri Ngudi; Khofiyah, Nida An
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.24934

Abstract

PT. XYZ adalah salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak pada bidang otomotif di Indonesia, produk yang dihasilkan adalah produk Engine Valve pada kendaraan mobil. Engine Valve adalah salah produk bagian dari mesin yang berfungsi sebagai katup masuk dan buang pada sistem mekanisme atas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa bagaiman cara mengurangi produk cacat pada produk Engine Valve di PT. XYZ. Dengan menerapkan metode Plan-Do-Check-Action (PDCA). Pada Tahap Plan, dilakukan perencanaan untuk mengidentifikasi jenis defect yang paling dominan pada produk Engine Valve dan mencari akar penyebabnya. Melalui Diagram Paretto, lima jenis defect dominan diidentifikasi, penelitian fokus memperbaiki jenis defect pemotongan tidak rata yang paling dominan. Diagram Fishbone digunakan untuk mencari faktor-faktor penyebab defect tersebut. Pada tahap Do, setelah mengetahui penyebab defect, ditetapkan sasaran perbaikan dan tujuan tindakan. Identifikasi produk cacat dilakukan dengan bantuan tools 5W+1H. Tahap Check melibatkan pemeriksaan lebih lanjut menggunakan Failure Mode Effect and Analysis (FMEA), yang menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi pada posisi jig berubah, tekanan angin tidak stabil, dan cacat pada material proses forging. Tindakan yang direkomendasikan mencakup usulan pembuatan checksheet khusus untuk pengontrolan jig dan tekanan angin mesin CNC. Pada tahap Action, dilakukan pengendalian kualitas dengan memberikan usulan monitoring dan pengukuran kinerja karyawan. Tingkat kualitas produk dievaluasi melalui pengecekan dengan menggunakan checksheet, dengan peninjauan pada proses pemeriksaan.
ANALISIS PENGENDALIAN FACE UNCUT DALAM MENINGKATKAN KUALITAS DI ENGINE VALVE MENGGUNAKAN METODE PDCA Ma’mun, Mohamad Sukron; Wiyatno, Tri Ngudi; Khofiyah, Nida An
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.25618

Abstract

XYZ adalah salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak pada bidang otomotif di Indonesia, produk yang dihasilkan adalah produk Engine Valve pada kendaraan mobil. Engine Valve adalah salah produk bagian dari mesin yang berfungsi sebagai katup masuk dan buang pada sistem mekanisme atas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa bagaiman cara mengurangi produk cacat pada produk Engine Valve di PT. XYZ. Dengan menerapkan metode Plan-Do-Check-Action (PDCA). Pada Tahap Plan, dilakukan perencanaan untuk mengidentifikasi jenis defect yang paling dominan pada produk Engine Valve dan mencari akar penyebabnya. Melalui Diagram Paretto, lima jenis defect dominan diidentifikasi, penelitian fokus memperbaiki jenis defect pemotongan tidak rata yang paling dominan. Diagram Fishbone digunakan untuk mencari faktor-faktor penyebab defect tersebut. Pada tahap Do, setelah mengetahui penyebab defect, ditetapkan sasaran perbaikan dan tujuan tindakan. Identifikasi produk cacat dilakukan dengan bantuan tools 5W+1H. Tahap Check melibatkan pemeriksaan lebih lanjut menggunakan Failure Mode Effect and Analysis (FMEA), yang menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi pada posisi jig berubah, tekanan angin tidak stabil, dan cacat pada material proses forging. Tindakan yang direkomendasikan mencakup usulan pembuatan checksheet khusus untuk pengontrolan jig dan tekanan angin mesin CNC. Pada tahap Action, dilakukan pengendalian kualitas dengan memberikan usulan monitoring dan pengukuran kinerja karyawan. Tingkat kualitas produk dievaluasi melalui pengecekan dengan menggunakan checksheet, dengan peninjauan pada proses pemeriksaan.
Optimizing Layout for Material Handling Cost Reduction Using Blocplan and FlexSim: A Case Study in Screen Printing Production Khofiyah, Nida An; Azizurrohman, Abdul; Suhendra, Suhendra; Prasetya, Dwi Indra; Mukhlisin, Mukhlisin
Journal of Applied Informatics and Computing Vol. 9 No. 6 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaic.v9i6.11698

Abstract

Small-scale screen printing businesses often face challenges related to limited production space and high material handling costs, which reduce production efficiency. This research aims to design an efficient facility layout and reduce material handling costs at Usaha Sablon XYZ by using the Systematic Layout Planning (SLP) method combined with the BLOCPLAN algorithm and FlexSim. The methodology involves direct observation, interviews, initial layout measurements, and analysis using tools such as Activity Relationship Chart (ARC), Form to Chart (FTC), and Operation Process Chart (OPC). The proposed layouts produce two alternatives, with Layout Proposal 2 showing the best efficiency, reducing total material handling cost from Rp 11.999.965 to Rp 7.734.185,65 a cost reduction of 35.55%. The results indicate that BLOCPLAN and Flexsim was effective within the context of this case study in generating layout alternatives that reduce material handling cost.
STUDI ANALISIS FAKTOR PENENTUAN ESTIMASI BIAYA PRODUKSI DENGAN METODE FULL COSTING STUDI KASUS CV RH CILANGKARA Julian Bahrudin; Mohamad Fatur Ramdan; Nida An Khofiyah
J-MACC Vol 8 No 2 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/j-macc.v8i2.10140

Abstract

Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi estimasi biaya produksi pada CV RH Cilangkara melalui pendekatan kualitatif studi kasus. Latar belakang penelitian ini berangkat dari praktik perhitungan biaya produksi yang bersifat intuitif, tanpa pencatatan sistematis, sehingga berpotensi menghasilkan estimasi biaya yang tidak akurat dan memengaruhi keputusan strategis perusahaan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap sepuluh informan yang terdiri dari manajer dan pekerja produksi. Analisis data menggunakan pendekatan tematik menghasilkan empat tema utama: (1) estimasi berbasis kebiasaan tanpa kalkulasi, (2) ketidaksadaran terhadap pentingnya biaya overhead, (3) penetapan harga jual berdasarkan pasar, bukan biaya aktual, dan (4) ketiadaan sistem dokumentasi biaya. Penerapan metode full costing menunjukkan bahwa harga pokok produksi mencapai Rp211 per batu bata, sementara harga jual aktual hanya Rp230, jauh di bawah harga ideal dengan margin 30% sebesar Rp275 per unit. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis terhadap penguatan literatur akuntansi biaya pada sektor UMKM, serta implikasi praktis bagi peningkatan efisiensi dan akurasi pengambilan keputusan biaya. Temuan ini juga merekomendasikan perlunya intervensi kebijakan berupa pelatihan manajerial dan penguatan pencatatan biaya di industri kecil.
Peningkatan literasi label pangan dan keamanan bahan tambahan pangan pada ibu rumah tangga di Desa Setia Mekar, Kabupaten Bekasi Febrinasari, Tantry; Agustiyani, Tri Ulfa; Hermiza, Elsa; Sari, Nayla Intan; Zuhairo, Nafis; Khofiyah, Nida An
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.38048

Abstract

 Abstrak Peningkatan konsumsi pangan kemasan di masyarakat menuntut konsumen memiliki kemampuan dalam memahami informasi pada label pangan serta keamanan bahan tambahan pangan (BTP) yang digunakan dalam produk. Namun, literasi masyarakat, terutama pada kelompok ibu rumah tangga, mengenai label kemasan dan bahan tambahan pangan masih tergolong rendah, sehingga berpotensi memengaruhi ketepatan pemilihan produk pangan bagi keluarga. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu rumah tangga mengenai pentingnya membaca label kemasan pangan dan memahami keamanan BTP. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk edukasi tatap muka interaktif kepada 36 ibu rumah tangga di Desa Setia Mekar, Kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi mencakup informasi penting pada label pangan, cara membaca label, fungsi BTP, serta aspek keamanannya. Hasil pre-test menunjukkan nilai rata-rata pemahaman peserta terkait label pangan dan BTP sebesar 65,33% yang termasuk kategori pemahaman sedang. Setelah edukasi, nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 100% yang berada pada kategori pemahaman tinggi. Peningkatan nilai tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai label pangan dan BTP. Kegiatan edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi pangan ibu rumah tangga sehingga diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam memilih produk pangan kemasan yang aman, bermutu, dan sesuai kebutuhan gizi keluarga. Kata kunci: edukasi; label kemasan pangan; bahan tambahan pangan; literasi pangan; ibu rumah tangga. AbstractThe increasing consumption of packaged foods requires consumers to understand food label information and the safety of food additives used in products. However, public literacy, especially among housewives, regarding food labels and food additives remains low, potentially affecting appropriate food choices for families. This activity aimed to improve housewives’ understanding of the importance of reading food packaging labels and recognizing the safety of food additives. The program was conducted through interactive face-to-face education involving 36 housewives in Setia Mekar Village, Bekasi Regency. The methods included lectures, discussions, and evaluation using pre-tests and post-tests. The materials included essential information on food labels, how to read labels, the functions of food additives, and their safety aspects. The pre-test results showed the average value of participants' understanding regarding food labels and food additives was 65.33%, categorized as moderate understanding. After the educational session, the average post-test score increased to 100%, indicating a high level of understanding. This significant improvement demonstrates enhanced knowledge and comprehension of food labels and food additive safety among participants. The educational program proved effective in improving food literacy among housewives and is expected to support more informed decision-making in selecting safe, high-quality packaged foods that meet family nutritional needs. Keywords: education; food packaging labels; food additives; food literacy; housewives.
Analisis Pola Kecacatan dan Kinerja Proses Perakitan Produk Kursi Kuliah Menggunakan Metode Statistical Process Control Aqidawati, Era Febriana; Nugraha, Isna; Khofiyah, Nida An; Istiqomah, Silvi; Putra, Perdana Suteja
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 2 (2026): April
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i2.56387

Abstract

The furniture manufacturing industry is required to consistently produce products that meet dimensional and functional specifications to minimize rework, scrap, and resource waste. This study applies Statistical Process Control (SPC) to assess the quality performance of lecture chair production in a furniture company. Pareto analysis identified the seat and table board as the main sources of defects. The -R control chart and p and np charts indicate a stable process, and the Cp value (1.01–2.07) indicates that the process is capable. However, the average defect proportion of 0.46 per lot indicates that the defect rate is still operationally high. The data suggests that most quality problems are caused by general process variations related to people, methods, and machines. Therefore, improvements should focus on making work more consistent and better controlling processes.