Articles
Fibrinolitik sebagai Upaya Penatalaksanaan Urgency pada Pasien STEMI Di Instalasi Gawat Darurat RSUP dr.Soeradji Tirtonegoro: Case Study
Iwandani, Nuzhulul Lifqi;
Faozi, Ekan;
Apriyanto, Wawan Joko
INDOGENIUS Vol 3 No 1 (2024): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56359/igj.v3i1.273
Latar belakang: STEMI merupakan sindrom yang memerlukan tatalaksana dengan cepat dan tepat sehingga dapat mencegah kondisi fatal seperti henti jantung. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas dari fibrinolysis therapy menggunakan streptokinase sebagai upaya penatalaksanaan reparasi urgency terhadap penurunan manifestasi klinis pada pasien STEMI di Instalasi Gawat Darurat RSUP dr.Soeradji Tirtonegoro. Metode: Peneltian ini merupakan case study yaitu dengan menganalisis kasus yang ditemukan oleh penulis. Hasil: Selesai diberikannya terapi fibrinolisis dengn streptokinase, beberapa tanda dan gejala seperti dyspnea menurun, nyeri dari skala berat menjadi ringan, rasa mual dan ansietas menurun, gambaran ST elevasi pada pemeriksaan penunjang EKG dapat menurun sebanyak 50% mendekati garis isoelektrik. Kesimpulan: Hasil dari penatalaksanaan kasus yang ditemukan yaitu menunjukkan bahwa terapi fibrinolisis menggunakan streptokinase efektif sebagai penatalaksanaan kegawatdaruratan pada pasien STEMI. Namun, perlu diperhatikan dalam pemberian terapi ini harus mengikuti prosedur dengan tepat sehingga efek samping dapat dicegah atau diturunkan. Efek samping seperti perdarahan menjadi salah satu contoh bagi perawat dalam mendampingi dan memonitor kondisi pasien selama proses terapi fibrinolisis
Gambaran Tingkat Pengetahuan Keluarga Tentang Sistem Triage Di IGD RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo
Supristyani, Her;
Enggalita, Desanti Agustina;
Faozi, Ekan;
Haryanto, Agung
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v8i2.24560
Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah salah salah satu dari berbagai layanan yang disediakan rumah sakit yang memberikan pertolongan pertama dan menjadi pintu pertama masuknya pasien dalam kondisi gawat darurat, dengan tujuan memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada pasien dengan cepat dan tepat, serta terpadu dengan penanganan kegawatdaruratan supaya tidak sampai terjadi kematian ataupun kecacatan kecacatan. Triasi merupakan sebuah system yang berguna untuk menyeleksi ataupun mengelompokkan pasien sesuai system yang diterapkan dalam menyeleksi ataupun mengelompokkan pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratannya. Tindakan ini sesuai dengan prioritas ABC adalah airways, breathing, dan circulation. Pemahaman keluarga berkenaan dengan sistem triage menjadi sumber permasalahan yang kerap ditemui perawat, dokter dan tim kesehatan lain dalam memberi pelayanan sewaktu di IGD. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain cross sectional yakni sebuah penelitian analitik yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengadakan penelitian mengenai gambaran tingkat pengetahuan keluarga pasien terhadap sistem triage. Dalam penelitian ini sampelnya berjumlah 37 responden. Hasil penelitian ini memperlihatkan jika sebagian besar keluarga mempunyai pengetahuan yang tergolong cukup sejumlah 18 (48.6%) responden, kemudian yang tergolong baik sejumlah 9 (24.3%). kesimpulan karakteristik responden usia terbanyak adalah kelompok usia 31-40 tahun dengan Pendidikan mayoritas SMA/SMK dan pekerjaan mayoritas swasta.
Evidance Based Nursing: Pengaruh Skin Wraping dengan Plastik pada BBLR di RSUD Karanganyar
Habibillah, Qidam;
Faozi, Ekan
Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (Profesi Ners XXVI)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang : Bayi berat lahir rendah adalah bayi lahir dengan kondisi berat badan <2.500 gram tanpa memandang usia kehamilan. Bayi berat lahir rendah sangat rentan mengalami berbagai masalah kesehatan salah satunya adalah hipotermia. Salah satu penanganan hipotermia adalah skin wraping dengan menggunakan kantong plasik Metode : Studi yang dilakukan menggunakan pretest-postest yang dilakukan pada bayi berat badan lahir rendah yang mengalami hipotermia yang dirawat di bangsal dahlia RSUD Karanganyar. Sebelum dilakukan intervensi skin wraping dengan kantong plastic, suhu bayi dukur terlebih dahulu dan dibandingkan dengan suhu setelah diberikan intervensi Hasil : Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh penerapan intervensi skin wraping dengan plastic pada BBLR. Setelah dilakukan intervensi skin wraping pada BBLR dengan plastik yang dilakukan selama +- 60 Menit berpengaruh dalam peningkatan suhu tubuh BBLR di ruang dahlia RSUD Karanganyar.
Evidence Based Nursing: Upaya Penurunan Suhu Tubuh pada Pasien Hipertermi dengan Terapi Rendam Kaki Air Hangat
Hidayati, Kurniasari Budi;
Faozi, Ekan
Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (Profesi Ners XXVI)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Demam adalah reaksi alami dari tubuh ketika terpapar virus maupun bakteri yang menjadi penanda tubuh melawan infeksi yang terjadi. Anak pada usia 6 hingga 12 tahun lebih rentan terhadap infeksi karena banyak berinteraksi dengan lingkungan luar saat bersekolah ataupun bermain. Dalam menangani demam dapat dilakukan dengan terapi nonfarmakologis yaitu terapi rendam kaki air hangat. Metode: Studi yang dilakukan ini merupakan penerapan Evidence Based Nursing yang dilakukan pada pasien anak usia sekolah yang mengalami peningkatan suhu tubuh saat dirawat di bangsal anak. Sebelum diberikan intervensi terapi rendam kaki air hangat suhu tubuh pasien diukur terlabih dahulu dan dibandingkan dengan suhu tubuh setelah diberikan intervensi. Hasil : Hasil penerapan Evidance Based Nursing menunjukan adanya perbedaan suhu sebelum dan sesudah diberikan terapi rendam kaki pada pasien hipertermi. Terapi diberikan sebanyak 2 kali, pada perlakuan pertama perbandingan antara suhu sebelum diberikan intervensi terapi rendam kaki air hangat suhu tubuh pasien 38,4oC berada diatas suhu normal dan setelah diberikan intervensi terapi rendam kaki air hangat suhu tubuh pasien menurun menjadi 37,3oC, sehingga suhu tubuh berada pada rentang normal. Kemudian pada perlakuan kedua suhu tubuh sebelum 37,8oC dan setelah perlakuan suhu tubuh menjadi 36,6oC.
Gambaran Terapi Inhalasi terhadap Bersihan Jalan Napas Anak dengan Pneumonia di Ruang Flamboyan 6 RS dr. Moewardi Surakarta
Noviana, Lutfi Irma;
Faozi, Ekan
Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (Profesi Ners XXVI)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang : Pneumonia adalah kelainan paru-paru yang ditimbulkan oleh bakteri, virus, jamur, yang dapat mengakibatkan kemungkinan besar infeksi pada saluran pernapasan. Pilihan pengobatan untuk pneumonia meliputi terapi primer dan terapi tambahan. Pengobatan primer terdiri dari pemberian antibiotik, dan terapi tambahan bersifat simtomatik seperti analgesik, antipiretik, bronkodilator, dan terapi inhalasi mukolitik. Tujuan : Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan terapi inhalasi nebulizer pada pasien dengan bersihan jalan napas tidak efektif. Metode : Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus, bersifat mengumpulkan data, menganalisis data dan menarik kesimpulan. Penulisan publikasi ilmiah ini mengambil kasus pada pasien An. J dengan pneumonia. Hasil : Dengan diberikan terapi inhalasi nebulizer selama 3 x 24 jam bersihan jalan napas anak membaik dengan frekuensi pernapasani 40 x/menit berkurang menjadi 24 x/menit.
Gambaran Kasus An. Z dengan Post-Amputasi Osteosarcoma di RSUD dr. Moewardi Surakarta: A Case Report
Rahma, Sofia Ngizatu;
Faozi, Ekan
Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (Profesi Ners XXVI)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Osteosarcoma merupakan penyakit keganasan musculoskeletal yang sering terjadi pada anak. Pasien anak memiliki risiko 5,2 kali terkena osteosarcoma. Penatalaksanaan definitif osteosarcoma dikaitkan dengan tindakan operasi berupa amputasi atau limp salvage surgery dengan kombinasi kemoterapi. Pengobatan amputasi atau limp salvage surgery dianggap sebagai pengobatan standar dasar yang efektif untuk osteosarcoma pada ekstremitas. Tindakan ini dapat menimbulkan masalah komplikasi post operasi dengan insiden 20-30% dari keseluruhan operatif. Komplikasi yang sering terjadi adalah infeksi (8-15%) dan nyeri pasca pembedahan (10-80%). Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran studi kasus asuhan keperawatan pada pasien An.Z dengan post op amputasi osteosarcoma. Metode: Metode penelitian ini menggunakan studi kasus pada pendekatan proses keperawata dengan melakukan pengkajian, menyusun diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi, dan evaluasi. Hasil Studi : Hasil studi ini menunjukkan masalah keperawatan yang muncul pada An. Z diantaranya : nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik, risiko jatuh berhubungan dengan gangguan keseimbangan, dan risiko infeksi berhubungan dengan efek prosedur invasif, ketidakadekuatan pertahanan tubuh sekunder: penurunan hemoglobin dan leukopenia.
HUBUNGAN RESPONSE TIME PERAWAT DENGAN KEPUASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG IGD RSUD IR. SOEKARNO SUKOHARJO
Qonita, Amalia Sania;
Faozi, Ekan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36335
Kepuasan keluarga pasien di unit gawat darurat merupakan salah satu indikator kualitas pelayanan di rumah sakit. Kepuasan keluarga dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya adalah response time. Response time perawat adalah waktu tanggap yang diberikan oleh perawat sejak pasien memasuki unit gawat darurat hingga mendapatkan perawatan. Apabila kepuasan keluarga pasien tidak terwujud, maka akan menimbulkan ketidakpuasan keluarga pasien dan dampak dari ketidakpuasan keluarga pasien yang terjadi di rumah sakit adalah keluarga pasien akan merasa kecewa dan malas untuk berkunjung kembali ke rumah sakit, keluarga pasien bisa menceritakan pengalaman buruknya terhadap konsumen lain sehingga membuat konsumen tidak tertarik berobat ke rumah sakit tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara response time perawat dengan kepuasan keluarga pasien di IGD RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling, dan jumlah responden 99. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat dengan response time cepat kurang dari 5 menit sebanyak 88 responden (88,9%), dan responden dengan kepuasan keluarga pasien yang tinggi sebanyak 87 responden (87,9%). Dari hasil uji statistik chi-square test dengan p-value=0,000 (p<0,05) menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, artinya bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara response time perawat dengan kepuasan keluarga pasien di Ruang IGD RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo.
PENGARUH BIMODAL STIMULASI SENSORI TERHADAP NILAI GCS PADA PASIEN STROKE DENGAN PENURUNAN KESADARAN
Faozi, Ekan;
Oktaviana, Wita;
Anjarsari, Rizki;
Nur Janah, Sherly
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36801
Penurunan fungsi sensorik merupakan efek yang merugikan yang terjadi pada pasien stroke yang mengalami penurunan kesadaran, 70% pasien yang menderita stroke mengalami penurun kesadaran. Penurunan kesadaran merupakan akibat yang terjadi jika rangsang sensorik spesifik pada forebrain dihentikan atau terputus sehingga akan mempengarui ascendence retricular activating system (ARAS). Salah satu penyebab terhenti atau terputusnya sensorik spesifik adalah serangan stroke. Stimulasi sensorik merupakan salah satu tindakan keperawatan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi pengaruh bimodal stimulasi sensorik terhadap nilai GCS pada pasien stroke dengan penurunan kesadaran. Desain penelitian ini adalah Quasi Experiment with Pretest-posttest control group. Sampel pada kelompok kontrol dan intervensi diambil dengan metode Non Probality Sampling Secara Conscecutive Sampling dengan jumlah 44 responden, kelompok intervensi (n: 22) dan kelompok kontrol (n:22). Kelompok intervensi diberikan bimodal stimulasi sensori (auditory dan gustatory) sebanyak 5 kali sehari dengan durasi 10 menit setiap sesi dan dilakukan selama 3 hari. Kelompok kontrol mendapatkan perawatan rutinitas dari rumah sakit tanpa diberikan intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada nilai GCS post test pada kelompok intervensi yaitu dari nilai 9,5 menjadi 13,5 dengan p value = 0,001 dan untuk kelompok kontrol tidak terjadi peningkatan yang signifikan yaitu dari 10,09 menjadi 10,54 dengan p value = 0,85. Kesimpulan penelitian ini adalah bimodal stimulasi sensori adalah tindakan keperawatan yang dapat meningkatkan nilai GCS pasien stroke dengan penurunan kesadaran.
Hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien selama menunggu perawatan di instalasi gawat darurat
Dara, Indika Dwi;
Faozi, Ekan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 12 (2025): Volume 18 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/hjk.v18i12.620
Background: Swift and precise healthcare is crucial for emergency patients in the ER. The anxiety experienced by patients' families often hinders the healing process. Factors contributing to this anxiety include emotional pressure and the inadequate attitudes of healthcare personnel towards families. Therefore, nurses must provide professional care, one aspect of which is caring behavior. Purpose: To determine the relationship between nurses' caring behavior and the level of anxiety experienced by patient families while waiting for treatment in the emergency room. Method: Correlational quantitative research with a cross-sectional approach. The sample in this study amounted to 99 respondents of patient families at the Emergency department, Ir. Soekarno Sukoharjo. regional hospital. The study was conducted in October-November 2024. Univariate data analysis used the frequency analysis test and bivariate data Spearman correlation test. Results: Respondents who assessed the caring behavior of nurses in the good category in a state of not experiencing anxiety amounted to 33 respondents (80.5%), while respondents who assessed the caring behavior of nurses in the sufficient category in a state of not experiencing anxiety amounted to 8 respondents (19.5%) and respondents There was 1 respondent (9.1%) who rated nurses' caring behavior as poor in a situation of experiencing severe anxiety. The Spearman statistical test results obtained a p value of 0.001 (<0.05). Conclusion: There is a significant relationship between nurses' caring behavior and the patient's family's level of anxiety while waiting for treatment in the emergency room. Suggestion: Future research can carry out research by adding other factors that can influence nurses' caring behavior and also family anxiety when in the emergency room. Keywords: Anxiety; Caring; Emergency Department; Family; Nurse. Pendahuluan: Pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat sangat penting bagi pasien gawat darurat di IGD. Kecemasan yang dialami keluarga pasien sering menghambat proses penyembuhan. Faktor-faktor penyebab kecemasan ini meliputi tekanan emosi dan juga bisa timbul karena sikap petugas kesehatan yang kurang terhadap keluarga. Oleh karena itu, perawat harus memberikan pelayanan profesional salah satunya perilaku caring. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara perilaku caring perawat dan tingkat kecemasan yang dialami oleh keluarga pasien saat menunggu perawatan di instalasi gawat darurat (IGD). Metode: Penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 99 responden keluarga pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Ir.Soekarno Sukoharjo. Penelitian dilakukan pada Oktober-November 2024. Analisis data univariat menggunakan uji analisis frekuensi dan data bivariat uji korelasi Spearman. Hasil: Responden yang menilai perilaku caring perawat dengan kategori baik dalam keadaan tidak mengalami kecemasan berjumlah 33 responden (80.5%), sedangkan responden yang menilai perilaku caring perawat dengan kategori cukup dalam keadaan tidak mengalami kecemasan berjumlah 8 responden (19.5%) dan responden yang menilai perilaku caring perawat dengan kategori buruk dalam keadaan mengalami kecemasan berat berjumlah 1 responden (9.1%). Hasil uji statistik Spearman diperoleh nilai p 0.001 (<0.05). Simpulan: Adanya hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien selama menunggu perawatan di Instalasi Gawat Darurat. Saran: Penelitian selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan menambahkan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi perilaku caring perawat dan juga kecemasan keluarga saat di IGD. Kata Kunci: Caring; Perawat; Instalasi Gawat Darurat; Kecemasan; Keluarga.
Efektivitas Posisi Elevasi Kepala 30° Dalam Meningkatkan Perfusi Serebral pada Pasien Cedera Kepala Ringan
Nanda, Ginanjar Mukti;
Susanti, Mayra Rizky;
Ayuningjati, Krisma Giri;
Wardani, Evita Cahya;
Faozi, Ekan
Journal of Language and Health Vol 6 No 1 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jlh.v6i1.6117
Cedera kepala merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Cedera kepala ringan dapat berdampak pada perfusi serebral yang penting bagi pemulihan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas posisi elevasi kepala 30° dalam meningkatkan perfusi serebral pada pasien dengan cedera kepala ringan. Penelitian ini menggunakan metode laporan kasus yang melibatkan tiga responden sesuai dengan kriteria inklusi. Intervensi dilakukan dengan memberikan posisi elevasi kepala 30° dan mengamati parameter fisiologis (tekanan darah, MAP, denyut jantung, laju pernapasan, dan saturasi oksigen) setiap 15 menit selama empat kali observasi kemudian dilakukan evaluasi berdasarkan hasil monitoring yang didapatkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi elevasi kepala 30° meningkatkan perfusi serebral dengan memperbaiki stabilitas fisiologis. Terjadi penurunan tekanan darah sistolik, peningkatan MAP yang moderat, serta peningkatan signifikan pada saturasi oksigen (SpO2). Teknik elevasi kepala 30° terbukti efektif dalam mendukung perfusi serebral pada pasien cedera kepala ringan dan dapat menjadi intervensi sederhana namun efektif dalam penanganan darurat.