Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HUBUNGAN RESPONSE TIME PERAWAT DENGAN KEPUASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG IGD RSUD IR. SOEKARNO SUKOHARJO Qonita, Amalia Sania; Faozi, Ekan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36335

Abstract

Kepuasan keluarga pasien di unit gawat darurat merupakan salah satu indikator kualitas pelayanan di rumah sakit. Kepuasan keluarga dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya adalah response time. Response time perawat adalah waktu tanggap yang diberikan oleh perawat sejak pasien memasuki unit gawat darurat hingga mendapatkan perawatan. Apabila kepuasan keluarga pasien tidak terwujud, maka akan menimbulkan ketidakpuasan keluarga pasien dan dampak dari ketidakpuasan keluarga pasien yang terjadi di rumah sakit adalah keluarga pasien akan merasa kecewa dan malas untuk berkunjung kembali ke rumah sakit, keluarga pasien bisa menceritakan pengalaman buruknya terhadap konsumen lain sehingga membuat konsumen tidak tertarik berobat ke rumah sakit tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara response time perawat dengan kepuasan keluarga pasien di IGD RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling, dan jumlah responden 99. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat dengan response time cepat kurang dari 5 menit sebanyak 88 responden (88,9%), dan responden dengan kepuasan keluarga pasien yang tinggi sebanyak 87 responden (87,9%). Dari hasil uji statistik chi-square test dengan p-value=0,000 (p<0,05) menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, artinya bahwa  terdapat korelasi yang signifikan antara response time perawat dengan kepuasan keluarga pasien di Ruang IGD RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo.
PENGARUH BIMODAL STIMULASI SENSORI TERHADAP NILAI GCS PADA PASIEN STROKE DENGAN PENURUNAN KESADARAN Faozi, Ekan; Oktaviana, Wita; Anjarsari, Rizki; Nur Janah, Sherly
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36801

Abstract

Penurunan fungsi sensorik merupakan efek yang merugikan yang terjadi pada pasien stroke yang mengalami penurunan kesadaran,  70% pasien  yang menderita stroke mengalami penurun kesadaran. Penurunan kesadaran merupakan akibat yang terjadi jika rangsang sensorik spesifik pada forebrain dihentikan atau terputus sehingga akan mempengarui ascendence retricular activating system (ARAS). Salah satu penyebab terhenti atau terputusnya sensorik spesifik adalah serangan stroke. Stimulasi sensorik merupakan salah satu tindakan keperawatan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi pengaruh bimodal stimulasi sensorik terhadap nilai GCS pada pasien stroke dengan penurunan kesadaran. Desain penelitian ini adalah Quasi Experiment with Pretest-posttest control group. Sampel pada kelompok kontrol dan intervensi diambil dengan metode Non Probality Sampling Secara Conscecutive Sampling dengan jumlah 44 responden, kelompok intervensi (n: 22) dan kelompok kontrol (n:22). Kelompok intervensi diberikan bimodal  stimulasi sensori (auditory dan gustatory) sebanyak 5 kali sehari dengan durasi 10 menit setiap sesi dan dilakukan selama 3 hari. Kelompok kontrol mendapatkan perawatan rutinitas dari rumah sakit tanpa diberikan intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada nilai GCS  post test pada kelompok intervensi yaitu dari nilai  9,5 menjadi 13,5 dengan p value = 0,001 dan untuk kelompok kontrol tidak terjadi peningkatan yang signifikan yaitu dari 10,09 menjadi 10,54 dengan p value = 0,85. Kesimpulan penelitian ini adalah  bimodal  stimulasi sensori adalah tindakan keperawatan yang dapat meningkatkan nilai GCS pasien stroke dengan penurunan kesadaran.
Hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien selama menunggu perawatan di instalasi gawat darurat Dara, Indika Dwi; Faozi, Ekan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 12 (2025): Volume 18 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i12.620

Abstract

Background: Swift and precise healthcare is crucial for emergency patients in the ER. The anxiety experienced by patients' families often hinders the healing process. Factors contributing to this anxiety include emotional pressure and the inadequate attitudes of healthcare personnel towards families. Therefore, nurses must provide professional care, one aspect of which is caring behavior. Purpose: To determine the relationship between nurses' caring behavior and the level of anxiety experienced by patient families while waiting for treatment in the emergency room. Method: Correlational quantitative research with a cross-sectional approach. The sample in this study amounted to 99 respondents of patient families at the Emergency department, Ir. Soekarno Sukoharjo.  regional hospital. The study was conducted in October-November 2024. Univariate data analysis used the frequency analysis test and bivariate data Spearman correlation test. Results: Respondents who assessed the caring behavior of nurses in the good category in a state of not experiencing anxiety amounted to 33 respondents (80.5%), while respondents who assessed the caring behavior of nurses in the sufficient category in a state of not experiencing anxiety amounted to 8 respondents (19.5%) and respondents There was 1 respondent (9.1%) who rated nurses' caring behavior as poor in a situation of experiencing severe anxiety. The Spearman statistical test results obtained a p value of 0.001 (<0.05). Conclusion: There is a significant relationship between nurses' caring behavior and the patient's family's level of anxiety while waiting for treatment in the emergency room. Suggestion: Future research can carry out research by adding other factors that can influence nurses' caring behavior and also family anxiety when in the emergency room.   Keywords: Anxiety; Caring; Emergency Department; Family; Nurse.   Pendahuluan: Pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat sangat penting bagi pasien gawat darurat di IGD. Kecemasan yang dialami keluarga pasien sering menghambat proses penyembuhan. Faktor-faktor penyebab kecemasan ini meliputi tekanan emosi dan juga bisa timbul karena sikap petugas kesehatan yang kurang terhadap keluarga. Oleh karena itu, perawat harus memberikan pelayanan profesional salah satunya perilaku caring. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara perilaku caring perawat dan tingkat kecemasan yang dialami oleh keluarga pasien saat menunggu perawatan di instalasi gawat darurat (IGD). Metode: Penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 99 responden keluarga pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Ir.Soekarno Sukoharjo. Penelitian dilakukan pada Oktober-November 2024. Analisis data univariat menggunakan uji analisis frekuensi dan data bivariat uji korelasi Spearman. Hasil: Responden yang menilai perilaku caring perawat dengan kategori baik dalam keadaan tidak mengalami kecemasan berjumlah 33 responden (80.5%), sedangkan responden yang menilai perilaku caring perawat dengan kategori cukup dalam keadaan tidak mengalami  kecemasan berjumlah 8 responden (19.5%) dan responden yang menilai perilaku caring perawat dengan kategori buruk dalam keadaan mengalami kecemasan berat berjumlah 1 responden (9.1%). Hasil uji statistik Spearman diperoleh nilai p 0.001 (<0.05). Simpulan: Adanya hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien selama menunggu perawatan  di Instalasi Gawat Darurat. Saran: Penelitian selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan menambahkan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi perilaku caring perawat dan juga kecemasan keluarga saat di IGD.   Kata Kunci: Caring; Perawat; Instalasi Gawat Darurat; Kecemasan; Keluarga.
Efektivitas Posisi Elevasi Kepala 30° Dalam Meningkatkan Perfusi Serebral pada Pasien Cedera Kepala Ringan Nanda, Ginanjar Mukti; Susanti, Mayra Rizky; Ayuningjati, Krisma Giri; Wardani, Evita Cahya; Faozi, Ekan
Journal of Language and Health Vol 6 No 1 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i1.6117

Abstract

Cedera kepala merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Cedera kepala ringan dapat berdampak pada perfusi serebral yang penting bagi pemulihan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas posisi elevasi kepala 30° dalam meningkatkan perfusi serebral pada pasien dengan cedera kepala ringan. Penelitian ini menggunakan metode laporan kasus yang melibatkan tiga responden sesuai dengan kriteria inklusi. Intervensi dilakukan dengan memberikan posisi elevasi kepala 30° dan mengamati parameter fisiologis (tekanan darah, MAP, denyut jantung, laju pernapasan, dan saturasi oksigen) setiap 15 menit selama empat kali observasi kemudian dilakukan evaluasi berdasarkan hasil monitoring yang didapatkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi elevasi kepala 30° meningkatkan perfusi serebral dengan memperbaiki stabilitas fisiologis. Terjadi penurunan tekanan darah sistolik, peningkatan MAP yang moderat, serta peningkatan signifikan pada saturasi oksigen (SpO2). Teknik elevasi kepala 30° terbukti efektif dalam mendukung perfusi serebral pada pasien cedera kepala ringan dan dapat menjadi intervensi sederhana namun efektif dalam penanganan darurat.
Efektivitas dan Manfaat Daun Kelor dalam Manajemen Nyeri serta Perlindungan Kesehatan: Tinjauan berbagai Metode Pemberian Sulistiyowati, Nopi; Faozi, Ekan
Journal of Language and Health Vol 6 No 1 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i1.6011

Abstract

Nyeri sendi akibat kadar asam urat tinggi merupakan salah satu masalah umum pada lansia yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari. Salah satu metode alami yang telah diteliti sebagai alternatif terapi adalah penggunaan kompres hangat berbahan daun kelor (Moringa oleifera), yang diketahui memiliki sifat meredakan nyeri serta mengurangi peradangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas penggunaan kompres hangat daun kelor dalam mengurangi nyeri pada penderita asam urat, serta merancang prosedur operasional yang standar untuk terapi ini. Kajian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber akademik, termasuk artikel ilmiah, jurnal penelitian, serta buku referensi yang relevan. Pemilihan sumber dilakukan berdasarkan kriteria inklusi, yaitu publikasi dalam lima tahun terakhir yang membahas sifat antiinflamasi dan analgesik dari daun kelor serta penerapan terapi kompres hangat dalam penanganan nyeri. Temuan dari berbagai penelitian dibandingkan guna mengevaluasi efektivitas serta mekanisme kerja kompres hangat daun kelor dalam meredakan nyeri sendi akibat asam urat. Berdasarkan penelitian terdahulu, penggunaan kompres hangat daun kelor terbukti dapat mengurangi intensitas nyeri pada lansia dengan asam urat. Manfaat terapi ini didukung oleh kandungan antioksidan dan senyawa bioaktif dalam daun kelor yang berperan dalam mengurangi peradangan pada sendi. Dengan metode yang sederhana serta biaya yang relatif terjangkau, kompres hangat daun kelor dapat dijadikan sebagai pilihan terapi non-farmakologis yang aman serta mudah diterapkan dalam upaya mengatasi nyeri akibat asam urat di kalangan masyarakat.
A knowledge-based approach to heart disease prevention in diabetes care Hudiyawati, Dian; Widodo, Arif; Faozi, Ekan; Khairunisa, Septi; Saqina, Adhisty Fachrine Ayu
Community Empowerment Vol 10 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.12717

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a prioritized health issue in the Nusukan Public Health Center area and a major risk factor for heart disease. Surveys and discussions with health workers revealed that the Prolanis group had never undergone heart disease risk screening nor received education on heart disease prevention related to DM. This community service aimed to increase the knowledge of individuals with diabetes in preventing heart disease. The approach method of this activity was counseling on the implementation of self-management for individuals with diabetes mellitus. The evaluation results demonstrated a significant increase in participants' knowledge regarding chronic disease management, particularly DM self-management, as evidenced by the increase in average scores from the pre-test (68.04) to the post-test (88.53).
Hubungan pengetahuan perawat tentang australian triage scale terhadap response time pasien Kartikasari, Ellysa August; Faozi, Ekan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2025): Volume 19 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i2.623

Abstract

Background: Delays in handling or response time of patients in the Emergency Department will have a negative impact on the patient's condition. Factors that influence the success rate of implementing emergency measures, such as the number of health workers and health facilities, patient inflow, family perspectives on care and the level of nurses' knowledge about implementing triage. Purpose: To determine the relationship between nurses' knowledge of the Australian Triage Scale and patient response time. Method: This study uses a quantitative correlational method with a cross-sectional approach. Sampling using a non-probability sampling method with a total sampling approach and the number of respondents was 29 people. The study was conducted in November 2024 at the Emergency Room of the Ir. Soekarno Sukoharjo Regional General Hospital. The instruments used were the Australian Triage Scale knowledge questionnaire and a response time measuring instrument in the form of a stopwatch. Univariate and bivariate data analysis was carried out using the Spearman's Rank statistical test. Results: Bivariate analysis with Spearman's Rank statistical test obtained a p value of 0.002 (<0.05), indicating that Ho was rejected and it can be interpreted that there is a relationship between the level of nurses' knowledge of the Australian Triage Scale and patient response time. Conclusion: The level of nurses' knowledge about the Australian Triage Scale is included in the sufficient category. While the response time is included in the fast category. The results of the Spearman's Rank statistical test obtained a significance value (p-value) of 0.002, so there is a significant relationship between the level of nurses' knowledge about the Australian Triage Scale and patient response time.   Keywords: Australian Triage Scale; Emergency Department; Knowledge; Nurses; Response Time.   Pendahuluan: Keterlambatan penanganan atau response time pada pasien yang ada pada Instalasi Gawat Darurat (IGD) akan berdampak buruk pada kondisi pasien. Faktor-faktor yang memengaruhi tingkat keberhasilan dalam mengimplementasikan tindakan gawat darurat, seperti jumlah tenaga kesehatan dan sarana kesehatan, arus masuk pasien, perspektif keluarga terhadap perawatan serta tingkat pengetahuan perawat tentang pengimplementasian triase. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat tentang australian triage scale terhadap response time pasien. Metode: Kuantitatif korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Dalam mengambil sampel diterapkan metode non-probability sampling yang menggunakan pendekatan total sampling dan total sebanyak 29 responden. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2024 di IGD RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner pengetahuan Australian Triage Scale dan untuk pengukuran response time menggunakan stopwatch.  Analisis data univariat dan bivariat dengan mengaplikasikan uji statistik Spearman’s Rank. Hasil: Analisis bivariat dengan uji statistik Spearman’s Rank didapatkan p-value 0.002 (<0.05), mengindikasikan jika Ho ditolak dan bisa diartikan jika terdapat hubungan tingkatan pengetahuan perawat tentang Australian Triage Scale terhadap response time pasien. Simpulan: Tingkat pengetahuan perawat mengenai Australian Triage Scale termasuk dalam kategori cukup. Sementara response time termasuk dalam kategori cepat. Hasil uji statistik Spearman’s Rank didapat nilai signifikansi (p-value) 0.002, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan perawat tentang Australian Triage Scale terhadap response time pasien.    Kata Kunci: Australian Triage Scale; Instalasi Gawat Darurat; Pengetahuan; Perawat; Response Time.
Hubungan tingkat stres perawat terhadap response time di instalasi gawat darurat Susanti, Nur Asa Rhahmadani; Faozi, Ekan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 4 (2025): Volume 19 Nomor 4
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i4.626

Abstract

Background: Work stress is a situation where pressure occurs that can cause changes in a person's mindset, emotions, and physical condition. If experiencing work stress, it will cause a person to be unable to work optimally. Work stress that occurs in the emergency room (ER) will have an impact on the performance of nurses in providing health services, one of which is the nurse's response time. Purpose: To determine the relationship between work stress felt by nurses and the response time that occurs in the ER. Method: Quantitative research with a cross-sectional approach. The population studied were nurses at the Emergency Unit of the Ir. Soekarno Sukoharjo Regional General Hospital in October-November 2024. The sample used was 29 respondents selected using the total sampling technique. The instruments used were the Expanded Nursing Stress Scale (ENSS) questionnaire to assess the level of nurses' work stress, observation sheets, and timers as an assessment of response time. Results: Respondents experienced mild and moderate stress as many as 14 respondents (48.3%) and the majority of nurses' response times were in the fast category as many as 25 respondents (86.2%). The results of the bivariate analysis obtained a p value of 0.013 (p <0.05) meaning that H0 is rejected so that the hypothesis is accepted. This shows that there is a relationship between the level of nurse stress and response time in the ER. Conclusion: There is a significant relationship between the level of nurse stress and response time in the ER. Suggestion: For further researchers, these results can be used as a reference, but by adding other methods or by adding variables that are not yet in this study.   Keywords: Emergency Room (ER); Nurses; Response Time; Work Stress.   Pendahuluan: Stres kerja adalah situasi ketika terjadi tekanan yang dapat mengakibatkan perubahan pola pikir, emosi, dan fisik seseorang. Jika mengalami stres kerja, maka akan menyebabkan seseorang tidak dapat bekerja secara optimal. Stres kerja yang terjadi di ruang instalasi gawat darurat (IGD) akan menimbulkan pengaruh pada kinerja perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan, salah satunya adalah response time perawat. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara stres kerja yang dirasakan perawat dengan response time yang terjadi di IGD. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang diteliti adalah perawat di IGD RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo pada bulan Oktober-November 2024. Sampel yang digunakan sebanyak 29 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner Expanded Nursing Stres Scale (ENSS) untuk menilai tingkat stres kerja pada perawat, lembar observasi, dan timer sebagai penilaian response time. Hasil: Responden mengalami stres ringan dan sedang sebanyak 14 responden (48.3%) dan response time perawat sebagian besar, termasuk kategori cepat sebanyak 25 responden (86.2%). Hasil analisis bivariat diperoleh p value sebesar 0.013 (p<0.05), artinya H0 ditolak maka hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan terdapat hubungan tingkat stres perawat pada response time di IGD. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres perawat terhadap response time di IGD. Saran: Bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan hasil ini sebagai referensi, namun dengan menambah metode lain atau dengan menambahkan variabel yang belum ada pada penelitian ini.   Kata Kunci: Instalasi Gawat Darurat (IGD); Perawat; Response Time; Stres Kerja.
Bridging diversity in biology education: A case study on multicultural personality in a project-based practicum Cahyani, Paramitha; Hariyatmi, Hariyatmi; Aryani, Ima; Faozi, Ekan; Rachmanisa , Ashari; Tamamah , Vina; Widianti , Tri
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol. 10 No. 01 (2025): Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan
Publisher : Biology Education Department, Universitas Insan Budi Utomo, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ebio.v10i01.1180

Abstract

Indonesia's multicultural landscape presents both opportunities and challenges for educational institutions in fostering inclusive learning environments. This mixed-method case study explores the experiences of Biology Education pre-service teachers at Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), particularly within a Project-Based Practicum (PBP) in a Histology course. The research involved 43 students as participants. Data were collected using two instruments: a modified short-form Multicultural Personality Questionnaire (MPQ) and a semi-structured interview guide. Quantitative data from the MPQ were analyzed using descriptive statistics, while qualitative interview data were examined through thematic analysis. The findings reveal that UMS students demonstrate high levels of tolerance, cultural empathy, and collaboration skills, essential for navigating diverse educational settings. However, challenges such as language barriers and cultural nuances were observed, particularly among minority groups from various Javanese regions. The implementation of PBP proved effective in enhancing students' interaction, communication, and adaptability. These results underscore the importance of inclusive, project-based learning models in developing cross-cultural competence, emotional resilience, and open-mindedness in multicultural classrooms
PENGARUH MOBILISASI PROGRESIF TERHADAP STATUS HEMODINAMIK PADA PASIEN KRITIS DI INTENSIVE CARE UNIT Qotrunnada, Hasna Fadhilah; Faozi, Ekan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47885

Abstract

Pasien kritis di Intensive Care Unit (ICU) sering mengalami ketidakstabilan hemodinamik akibat imobilisasi berkepanjangan dan dapat menghambat proses pemulihan. mobilisasi progresif dapat menjadi pilihan intervensi non farmakologis yang dapat menstabilkan hemodinamik pasien kritis di ICU. Tujuan : mengkaji pengaruh Mobilisasi progresif terhadap status hemodinamik pasien kritis di ICU. Metode : Literature review dengan mencari sumber menggunakan database Research gate dan Google Schoolar jurnal nasional dan internasional 5 tahun terakhir, analisis jurnal menggunakan metode PRISMA. Hasil : Hasil tinjauan menunjukkan bahwa mobilisasi progresif secara konsisten meningkatkan parameter hemodinamik, seperti tekanan darah, heart rate, laju pernapasan, mean arterial pressure (MAP), dan saturasi oksigen pada pasien kritis, baik dengan maupun tanpa ventilasi mekanik. Selain itu, intervensi ini juga mempercepat pemulihan, menurunkan risiko komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup pasien ICU. Kesimpulannya, mobilisasi progresif merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif dan aman untuk memperbaiki status hemodinamik pasien kritis di ICU, sehingga perlu menjadi bagian integral dari standar asuhan keperawatan intensif.