Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Efektivitas dan Manfaat Daun Kelor dalam Manajemen Nyeri serta Perlindungan Kesehatan: Tinjauan berbagai Metode Pemberian Sulistiyowati, Nopi; Faozi, Ekan
Journal of Language and Health Vol 6 No 1 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i1.6011

Abstract

Nyeri sendi akibat kadar asam urat tinggi merupakan salah satu masalah umum pada lansia yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari. Salah satu metode alami yang telah diteliti sebagai alternatif terapi adalah penggunaan kompres hangat berbahan daun kelor (Moringa oleifera), yang diketahui memiliki sifat meredakan nyeri serta mengurangi peradangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas penggunaan kompres hangat daun kelor dalam mengurangi nyeri pada penderita asam urat, serta merancang prosedur operasional yang standar untuk terapi ini. Kajian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber akademik, termasuk artikel ilmiah, jurnal penelitian, serta buku referensi yang relevan. Pemilihan sumber dilakukan berdasarkan kriteria inklusi, yaitu publikasi dalam lima tahun terakhir yang membahas sifat antiinflamasi dan analgesik dari daun kelor serta penerapan terapi kompres hangat dalam penanganan nyeri. Temuan dari berbagai penelitian dibandingkan guna mengevaluasi efektivitas serta mekanisme kerja kompres hangat daun kelor dalam meredakan nyeri sendi akibat asam urat. Berdasarkan penelitian terdahulu, penggunaan kompres hangat daun kelor terbukti dapat mengurangi intensitas nyeri pada lansia dengan asam urat. Manfaat terapi ini didukung oleh kandungan antioksidan dan senyawa bioaktif dalam daun kelor yang berperan dalam mengurangi peradangan pada sendi. Dengan metode yang sederhana serta biaya yang relatif terjangkau, kompres hangat daun kelor dapat dijadikan sebagai pilihan terapi non-farmakologis yang aman serta mudah diterapkan dalam upaya mengatasi nyeri akibat asam urat di kalangan masyarakat.
A knowledge-based approach to heart disease prevention in diabetes care Hudiyawati, Dian; Widodo, Arif; Faozi, Ekan; Khairunisa, Septi; Saqina, Adhisty Fachrine Ayu
Community Empowerment Vol 10 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.12717

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a prioritized health issue in the Nusukan Public Health Center area and a major risk factor for heart disease. Surveys and discussions with health workers revealed that the Prolanis group had never undergone heart disease risk screening nor received education on heart disease prevention related to DM. This community service aimed to increase the knowledge of individuals with diabetes in preventing heart disease. The approach method of this activity was counseling on the implementation of self-management for individuals with diabetes mellitus. The evaluation results demonstrated a significant increase in participants' knowledge regarding chronic disease management, particularly DM self-management, as evidenced by the increase in average scores from the pre-test (68.04) to the post-test (88.53).
Hubungan pengetahuan perawat tentang australian triage scale terhadap response time pasien Kartikasari, Ellysa August; Faozi, Ekan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2025): Volume 19 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i2.623

Abstract

Background: Delays in handling or response time of patients in the Emergency Department will have a negative impact on the patient's condition. Factors that influence the success rate of implementing emergency measures, such as the number of health workers and health facilities, patient inflow, family perspectives on care and the level of nurses' knowledge about implementing triage. Purpose: To determine the relationship between nurses' knowledge of the Australian Triage Scale and patient response time. Method: This study uses a quantitative correlational method with a cross-sectional approach. Sampling using a non-probability sampling method with a total sampling approach and the number of respondents was 29 people. The study was conducted in November 2024 at the Emergency Room of the Ir. Soekarno Sukoharjo Regional General Hospital. The instruments used were the Australian Triage Scale knowledge questionnaire and a response time measuring instrument in the form of a stopwatch. Univariate and bivariate data analysis was carried out using the Spearman's Rank statistical test. Results: Bivariate analysis with Spearman's Rank statistical test obtained a p value of 0.002 (<0.05), indicating that Ho was rejected and it can be interpreted that there is a relationship between the level of nurses' knowledge of the Australian Triage Scale and patient response time. Conclusion: The level of nurses' knowledge about the Australian Triage Scale is included in the sufficient category. While the response time is included in the fast category. The results of the Spearman's Rank statistical test obtained a significance value (p-value) of 0.002, so there is a significant relationship between the level of nurses' knowledge about the Australian Triage Scale and patient response time.   Keywords: Australian Triage Scale; Emergency Department; Knowledge; Nurses; Response Time.   Pendahuluan: Keterlambatan penanganan atau response time pada pasien yang ada pada Instalasi Gawat Darurat (IGD) akan berdampak buruk pada kondisi pasien. Faktor-faktor yang memengaruhi tingkat keberhasilan dalam mengimplementasikan tindakan gawat darurat, seperti jumlah tenaga kesehatan dan sarana kesehatan, arus masuk pasien, perspektif keluarga terhadap perawatan serta tingkat pengetahuan perawat tentang pengimplementasian triase. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat tentang australian triage scale terhadap response time pasien. Metode: Kuantitatif korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Dalam mengambil sampel diterapkan metode non-probability sampling yang menggunakan pendekatan total sampling dan total sebanyak 29 responden. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2024 di IGD RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner pengetahuan Australian Triage Scale dan untuk pengukuran response time menggunakan stopwatch.  Analisis data univariat dan bivariat dengan mengaplikasikan uji statistik Spearman’s Rank. Hasil: Analisis bivariat dengan uji statistik Spearman’s Rank didapatkan p-value 0.002 (<0.05), mengindikasikan jika Ho ditolak dan bisa diartikan jika terdapat hubungan tingkatan pengetahuan perawat tentang Australian Triage Scale terhadap response time pasien. Simpulan: Tingkat pengetahuan perawat mengenai Australian Triage Scale termasuk dalam kategori cukup. Sementara response time termasuk dalam kategori cepat. Hasil uji statistik Spearman’s Rank didapat nilai signifikansi (p-value) 0.002, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan perawat tentang Australian Triage Scale terhadap response time pasien.    Kata Kunci: Australian Triage Scale; Instalasi Gawat Darurat; Pengetahuan; Perawat; Response Time.
Hubungan tingkat stres perawat terhadap response time di instalasi gawat darurat Susanti, Nur Asa Rhahmadani; Faozi, Ekan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 4 (2025): Volume 19 Nomor 4
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i4.626

Abstract

Background: Work stress is a situation where pressure occurs that can cause changes in a person's mindset, emotions, and physical condition. If experiencing work stress, it will cause a person to be unable to work optimally. Work stress that occurs in the emergency room (ER) will have an impact on the performance of nurses in providing health services, one of which is the nurse's response time. Purpose: To determine the relationship between work stress felt by nurses and the response time that occurs in the ER. Method: Quantitative research with a cross-sectional approach. The population studied were nurses at the Emergency Unit of the Ir. Soekarno Sukoharjo Regional General Hospital in October-November 2024. The sample used was 29 respondents selected using the total sampling technique. The instruments used were the Expanded Nursing Stress Scale (ENSS) questionnaire to assess the level of nurses' work stress, observation sheets, and timers as an assessment of response time. Results: Respondents experienced mild and moderate stress as many as 14 respondents (48.3%) and the majority of nurses' response times were in the fast category as many as 25 respondents (86.2%). The results of the bivariate analysis obtained a p value of 0.013 (p <0.05) meaning that H0 is rejected so that the hypothesis is accepted. This shows that there is a relationship between the level of nurse stress and response time in the ER. Conclusion: There is a significant relationship between the level of nurse stress and response time in the ER. Suggestion: For further researchers, these results can be used as a reference, but by adding other methods or by adding variables that are not yet in this study.   Keywords: Emergency Room (ER); Nurses; Response Time; Work Stress.   Pendahuluan: Stres kerja adalah situasi ketika terjadi tekanan yang dapat mengakibatkan perubahan pola pikir, emosi, dan fisik seseorang. Jika mengalami stres kerja, maka akan menyebabkan seseorang tidak dapat bekerja secara optimal. Stres kerja yang terjadi di ruang instalasi gawat darurat (IGD) akan menimbulkan pengaruh pada kinerja perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan, salah satunya adalah response time perawat. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara stres kerja yang dirasakan perawat dengan response time yang terjadi di IGD. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang diteliti adalah perawat di IGD RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo pada bulan Oktober-November 2024. Sampel yang digunakan sebanyak 29 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner Expanded Nursing Stres Scale (ENSS) untuk menilai tingkat stres kerja pada perawat, lembar observasi, dan timer sebagai penilaian response time. Hasil: Responden mengalami stres ringan dan sedang sebanyak 14 responden (48.3%) dan response time perawat sebagian besar, termasuk kategori cepat sebanyak 25 responden (86.2%). Hasil analisis bivariat diperoleh p value sebesar 0.013 (p<0.05), artinya H0 ditolak maka hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan terdapat hubungan tingkat stres perawat pada response time di IGD. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres perawat terhadap response time di IGD. Saran: Bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan hasil ini sebagai referensi, namun dengan menambah metode lain atau dengan menambahkan variabel yang belum ada pada penelitian ini.   Kata Kunci: Instalasi Gawat Darurat (IGD); Perawat; Response Time; Stres Kerja.
Bridging diversity in biology education: A case study on multicultural personality in a project-based practicum Cahyani, Paramitha; Hariyatmi, Hariyatmi; Aryani, Ima; Faozi, Ekan; Rachmanisa , Ashari; Tamamah , Vina; Widianti , Tri
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol. 10 No. 01 (2025): Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan
Publisher : Biology Education Department, Universitas Insan Budi Utomo, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ebio.v10i01.1180

Abstract

Indonesia's multicultural landscape presents both opportunities and challenges for educational institutions in fostering inclusive learning environments. This mixed-method case study explores the experiences of Biology Education pre-service teachers at Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), particularly within a Project-Based Practicum (PBP) in a Histology course. The research involved 43 students as participants. Data were collected using two instruments: a modified short-form Multicultural Personality Questionnaire (MPQ) and a semi-structured interview guide. Quantitative data from the MPQ were analyzed using descriptive statistics, while qualitative interview data were examined through thematic analysis. The findings reveal that UMS students demonstrate high levels of tolerance, cultural empathy, and collaboration skills, essential for navigating diverse educational settings. However, challenges such as language barriers and cultural nuances were observed, particularly among minority groups from various Javanese regions. The implementation of PBP proved effective in enhancing students' interaction, communication, and adaptability. These results underscore the importance of inclusive, project-based learning models in developing cross-cultural competence, emotional resilience, and open-mindedness in multicultural classrooms
PENGARUH MOBILISASI PROGRESIF TERHADAP STATUS HEMODINAMIK PADA PASIEN KRITIS DI INTENSIVE CARE UNIT Qotrunnada, Hasna Fadhilah; Faozi, Ekan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47885

Abstract

Pasien kritis di Intensive Care Unit (ICU) sering mengalami ketidakstabilan hemodinamik akibat imobilisasi berkepanjangan dan dapat menghambat proses pemulihan. mobilisasi progresif dapat menjadi pilihan intervensi non farmakologis yang dapat menstabilkan hemodinamik pasien kritis di ICU. Tujuan : mengkaji pengaruh Mobilisasi progresif terhadap status hemodinamik pasien kritis di ICU. Metode : Literature review dengan mencari sumber menggunakan database Research gate dan Google Schoolar jurnal nasional dan internasional 5 tahun terakhir, analisis jurnal menggunakan metode PRISMA. Hasil : Hasil tinjauan menunjukkan bahwa mobilisasi progresif secara konsisten meningkatkan parameter hemodinamik, seperti tekanan darah, heart rate, laju pernapasan, mean arterial pressure (MAP), dan saturasi oksigen pada pasien kritis, baik dengan maupun tanpa ventilasi mekanik. Selain itu, intervensi ini juga mempercepat pemulihan, menurunkan risiko komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup pasien ICU. Kesimpulannya, mobilisasi progresif merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif dan aman untuk memperbaiki status hemodinamik pasien kritis di ICU, sehingga perlu menjadi bagian integral dari standar asuhan keperawatan intensif.
Pengaruh Fisioterapi Dada Dan Postural Drainase Terhadap Saturasi Oksigen Pada Pasien Terpasang Ventilator Mekanik Putri Susiani, Cantika; Aidul Akbar, Faliza; Iqbal Firmansyah, Muhammad; Faozi, Ekan; Sulistyo, Endar
Miracle Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/mj.v5i2.1506

Abstract

ABSTRAK Fisioterapi dada merupakan terapi kombinasi memobilitas sekret pada pulmonari. Tujuan fisioterapi dada yaitu untuk mengeluarkan sekresi,reparisasi ventilasi, dan efektifitas pengunaan otot pernafasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fisioterapi dada dengan kombinasi postural drainase terhadap saturasi oksigen pada pasien yang terpasang ventilator mekanik di ruang ICU RSUD Ir.Soekarno. Desain penelitian ini adalah case report dengan pendekatan pre post test. Jumlah sampel tiga pasien. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 17-22 bulan Februari 2025. Hasil analisa menunjukan bahwa setelah dilakukan tindakan fisioterapi dada dan postural drainase saturasi oksigen pasien mengalami peningkatan. Bisa  dilihat  dari  hasil  pengobservasian  dari hari  pertama  sampai  dengan  hari  kedua  didapatkan  rata-rata  kadar  saturasi  oksigen pasien meningkat dengan rata rata sebesar 99% setelah dilakukan terapi fisioterapi dada dan postural drainase.
Relationship Between Perception of Service Quality in the Emergency Room and the Level of Anxiety of Patient Family Putri, Fredita Andriana; Faozi, Ekan
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i1.5099

Abstract

Anxiety is a problem that arises in families when caring for patients in the ER due to emotional stress felt in emergencies. This anxiety occurs due to changes in roles, unfamiliar hospital environments, and perceptions of service quality. Family members of patients who experience anxiety will affect their role in family support. Family support is essential in increasing enthusiasm and encouraging patients to recover. The purpose of this study was to examine the relationship between perceptions of service quality in the ER and the level of anxiety of patient families. The research design used descriptive correlation with a cross-sectional study approach. The sampling technique was accidental sampling. The number of samples was 99 according to the inclusion and exclusion criteria that had been determined. Data collection in the study used the SERVQUAL questionnaire model on family perceptions of service quality and the Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) to assess anxiety levels. Bivariate analysis used the Spearman's test. The statistical test results obtained p <0.05 (p-value = 0.001), namely, there is a relationship between perceptions of service quality in the emergency installation and the level of anxiety of patient families at RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. The higher the family's perception of service in the emergency room, the lower the level of anxiety they have.
Efektifitas Breathing Training dengan Pursed Lip Breathing dan Mindfulness Treatment terhadap Pasien dengan Dyspnea di Instalasi Gawat Darurat Wijayanti, Nove Wiand Dwi; Shofiya, Laila; Firjatullah, Sakanti Maulida; Faozi, Ekan
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.17698

Abstract

Pasien yang memiliki masalah pada paru-paru dan jantung berisiko mengalami dyspnea. Sehingga untuk mengelola dyspnea perlu adanya pengoptimalan pengobatan penyakit yang mendasar dan pendekatan holistik yang komprehensif untuk pengendalian gejala. Beberapa terapi untuk pasien yang mengalami dyspnea yaitu dengan terapi farmakologis dan terapi nonfarmakologis. terapi nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan dan menghilangkan dyspnea yaitu akupuntur, akupresure, yoga, mindfullnes treatment, dan breathing training (pursed lip breathing). Breathing training merupakan intervensi dengan menggabungkan manajemen fisik dan psikologis untuk mengurangi dyspnea dan kecemasan. Tujuan dari penulisan studi kasus ini adalah mengetahui penerapan breathing training dapat mengurangi dyspnea di instalasi gawat darurat. Metode yang digunakan adalah studi kasus/case report. Hasil didapatkan bahwa tindakan nonfarmakologi yaitu breathing training dalam tahap evaluasi setelah dilakukan intervensi selama 20 menit keluhan sesak napas pasien menurun.
Fibrinolitik sebagai Upaya Penatalaksanaan Urgency pada Pasien STEMI Di Instalasi Gawat Darurat RSUP dr.Soeradji Tirtonegoro: Case Study Iwandani, Nuzhulul Lifqi; Faozi, Ekan; Apriyanto, Wawan Joko
INDOGENIUS Vol 3 No 1 (2024): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v3i1.273

Abstract

Latar belakang: STEMI merupakan sindrom yang memerlukan tatalaksana dengan cepat dan tepat sehingga dapat mencegah kondisi fatal seperti henti jantung. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas dari fibrinolysis therapy menggunakan streptokinase sebagai upaya penatalaksanaan reparasi urgency terhadap penurunan manifestasi klinis pada pasien STEMI di Instalasi Gawat Darurat RSUP dr.Soeradji Tirtonegoro. Metode: Peneltian ini merupakan case study yaitu dengan menganalisis kasus yang ditemukan oleh penulis. Hasil: Selesai diberikannya terapi fibrinolisis dengn streptokinase, beberapa tanda dan gejala seperti dyspnea menurun, nyeri dari skala berat menjadi ringan, rasa mual dan ansietas menurun, gambaran ST elevasi pada pemeriksaan penunjang EKG dapat menurun sebanyak 50% mendekati garis isoelektrik. Kesimpulan: Hasil dari penatalaksanaan kasus yang ditemukan yaitu menunjukkan bahwa terapi fibrinolisis menggunakan streptokinase efektif sebagai penatalaksanaan kegawatdaruratan pada pasien STEMI. Namun, perlu diperhatikan dalam pemberian terapi ini harus mengikuti prosedur dengan tepat sehingga efek samping dapat dicegah atau diturunkan. Efek samping seperti perdarahan menjadi salah satu contoh bagi perawat dalam mendampingi dan memonitor kondisi pasien selama proses terapi fibrinolisis
Co-Authors Abi Muhlisin Agung Haryanto Aidul Akbar, Faliza Anjarsari, Rizki Ardhu Rizkiawan Arief Wahyudi Jadmiko Arif Widodo Ayuningjati, Krisma Giri Bambang Abdul Syukur Beti Kristinawati Dara, Indika Dwi Diah Pebriani Dian Hudiyawati Diana Dwika Puspitasari Dimas Ria Angga Pribadi Dini Ika Susanti Dwi Astuti Enggalita, Desanti Agustina Estu Werdani, Kusuma Fadilah Rolavi Jannah Fadilah Rolavi Jannah Fahrun Nur Rosyid Fatikhah Izzatul Khusna Fatikhah Izzatul Khusna Fiana Rosalia Putri Fihlia Hardiyantika Firjatullah, Sakanti Maulida Furqon Mahendra Gusti Ayu Putu Krisna Dewi Habibillah, Qidam Haniifah Husni Zaa'idah Hariyatmi Hariyatmi Haryanto, Agung Hidayati, Kurniasari Budi Ima Aryani inayah, lutfi arofatul Iqbal Firmansyah, Muhammad Iwandani, Nuzhulul Lifqi Kartikasari, Ellysa August Khairunisa, Septi Khansa Ulfiya Nu'ma Emarin Luluk Purnomo Mahatma Dewi Nanda, Ginanjar Mukti Nimas Zuhrufana Noor Izra Firmansyah Noviana, Lutfi Irma Nur Annisa Rahmawati Nur Janah, Sherly Nurlita Buana Jati Paramitha Cahyani Putri Susiani, Cantika Putri, Fredita Andriana Qonita, Amalia Sania Qotrunnada, Hasna Fadhilah Rachmanisa , Ashari Rachmat Susanto Rachmat Susanto Rafifah Luthfiah Rahma, Sofia Ngizatu Rizki Anjarsari Rizki Anjarsari Saqina, Adhisty Fachrine Ayu sari, afifah laksmita Sellvinia Azulla Shafira Eka Damayanti Sherly Nur Janah Shofiya, Laila Sita Adelia Siti Fadlilah Siti Fadlilah Siti Marfu'ah Sri Rahayu Sulistiyowati, Nopi Sulistyo, Endar Supristyani, Her Susanti, Mayra Rizky Susanti, Nur Asa Rhahmadani Tamamah , Vina Tri Agustina Vivin Dwi Febriyanti Wachidah Yuniartika Wardani, Evita Cahya Wawan Joko Apriyanto, Wawan Joko Widianti , Tri Wijayanti, Nove Wiand Dwi Wita Oktaviana Yuliana Putri Nugrahini