Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Kader dalam Mewujudkan Masyarakat Bebas DHF (Dengue Haemoragic Fever) di Desa Cemani Ekan Faozi; Dimas Ria Angga Pribadi; Fadilah Rolavi Jannah; Fatikhah Izzatul Khusna
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Juli : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v4i2.4100

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an acute infectious disease caused by the dengue virus which is transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito and enters human blood. Data on DHF sufferers in Dukuh Waringinrejo in RW 20 Gang Elang 2. Information from the village midwife obtained 5 DHF sufferers, 3 children and 2 adults. The purpose of this activity is to find out if there is an increase in the knowledge of posyandu cadres, especially RW 19 and 20 Dukuh Waringinrejo, Cemani Village in preventing DHF through counseling to posyandu cadres. Posyandu Nusa Indah 15 is the location for implementing counseling which is located in Dukuh Waringinrejo. The number of participants in counseling on prevention of DHF was 15 posyandu cadres. The method used in carrying out community service activities is in the form of counseling about DHF with the target of posyandu cadres RW 19 and 20 Dukuh Waringinrejo, Cemani Village. The intervention was carried out using the lecture method and using educational videos about DHF. The activity instrument was in the form of pre-test and post-test questionnaires. From the results of the average pre-test and post-test values, it can be concluded that there is an increase in knowledge of posyandu cadres after counseling is held.
Studi Kasus: Penerapan Terapi Musik dan Biblioterapy Untuk Mengurangi Kecemasan Anak Saat Diberikan Terapi Intravena Rafifah Luthfiah; Nur Annisa Rahmawati; Ekan Faozi; Agung Haryanto
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.31542

Abstract

Hospitalisasi merupakan peristiwa yang sering menimbulkan pengalaman traumatik khususnya pada pasien anak yang menyebabkan terjadinya kecemasan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan pada anak yaitu dengan mengalihkan perhatian pada musik dan buku cerita bergambar. Musik yang paling bermanfaat bagi kesehatan seorang pasien yaitu jenis musik klasik. Biblioterapi adalah aktivitas menggunakan buku yang sesuai dengan usia dalam terapi pengobatan, Biblioterapi dengan buku cerita efektif terhadap penurunan Tingkat Kecemasan Efek Hospitalisasi pada Anak Prasekolah. Tujuan: mengetahui pengaruh terapi musik dan biblioterapi untuk mengurangi kecemasan pada anak sebelum mendapatkan terapi intravena di IGD RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. Metode: Desain penelitian ini menggunakan deskriptif studi kasus. Populasi dalam penelitian ini merupakan pasien anak usia 3-12 tahun yang dirawat di Instalasi Gawat Darurat RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. Penelitian ini terdiri atas 5 responden, Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi HAM-A. Hasil: Hasil analisis statistic menunjukkan uji Wilcoxon dari 5 responden diketahui terdapat 4 responden (80%) yang mengalami penurunan kecemasan setelah diberikan terapi music dan 1 responden kecemasannya menetap. Kesimpulan: Terdapat perbedaan Penurunan Kecemasan Anak Usia 3-12 Tahun yang diberikan Terapi Intra Vena di IGD sebelum dan sesudah diberikan terapi music.
Manajemen Terapi Non Farmakologi untuk Menurunkan Nyeri pada Pasien Colic Abdomen di IGD : Literatur Review Sita Adelia; Ekan Faozi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.31723

Abstract

Pendahuluan : Nyeri perut merupakan gejala umum dengan berbagai etiologi dan implikasi klinis yang dapat terjadi dari akut hingga kronis, dengan penyebab mendasar dan membutuhkan pendekatan manajemen yang berbeda. Nyeri perut menjadi salah satu alasan umum pasien di unit gawat darurat, dengan berbagai penelitian yang menjelaskan frekuensi dan karakteristiknya. Terapi non-farmakologis memainkan peran penting dalam mengelola nyeri kronis pada pasien dewasa, termasuk mereka yang menderita sakit perut. Tujuan : untuk mengetahui manajemen terapi non farmakologi dalam menurunkan nyeri pada pasien colic abdomen di IGD. Metode : Studi Literature menggunakan database search engine yaitu Google Scholar, Sciencedirect, dan Pubmed dengan publikasi artikel berkisar tahun 2017-2024. Strategi pencarian literatur melibatkan kata kunci yang berhubungan dengan topik dan judul penelitian menggunakan Operator Boolean standar “AND” dan “OR”. kata kunci termasuk: “Non Pharmachology Therapy” OR “Complementaru Therapy” OR “reflexiology” AND “Abdomen Pain” OR “Colic Abdomen” AND “Emergency” AND“Randomised Control” OR “Clinical Trial”. Hasil : didapatkan 5 Artikel yang menunjukan manajemen terapi non farmakologi dalam menurunkan nyeri pada pasien colic abdomen yang dapat dilakukan di IGD. Kesimpulan : terapi seperti akupuntur, terapi pijat perut, dan terapi relaksasi dapat dilakukan di unit gawat darurat dan mampu memberikan hasil yang optimal dalam menurunkan nyeri abdomen
Pengaruh Respon Time Perawat Terhadap Kecemasan Pasien dan Keluarga di Unit Gawat Darurat : Sebuah Literature Review Sellvinia Azulla; Ekan Faozi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32082

Abstract

Untuk mencegah kecacatan bahkan kematian, unit gawat daruat harus segera melakukan tindakan medis maka dari itu perlu penerapan waktu tanggap darurat yang efisien dan efektif adalah penting dalam menentukan perlu atau tidaknya memberikan pertolongan medis sejak pasien tiba di UGD hingga pasien masuk ruang operasi atau bangsal rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh respon time terhadap kecemasan pasien dan keluarga di unit gawat darurat. Metode yang digunakan dalam penelitian sekunder ini yaitu literature review, pencarian artikel melalui data base Google Scholar, PubMed, Science Direct, SINTA, dan Garuda. Hasil ditemukan 12 artikel yang didalamnya terdapat pengaruh respon time terhadap kecemasan pasien dan keluarga di Unit Gawat Darurat dan faktor yang mempengaruhi kecemasan pasien dan keluarga di unit gawat darurat meliputi lamanya waktu respon time, jenis kelamin, usia, pendidikan, triase, dan peran perawat. Kesimpulan Hasil sintesis dari 12 artikel penelitian yaitu respon time berpengaruh terhadap kecemasan pasien dan keluarga di unit gawat darurat. Faktor yang mempengaruhi kecemasan pasien dan keluarga saat berada di Unit Gawat Darurat yaitu lamanya waktu respon, jenis kelamin, usia, pendidikan, triase, dan peran perawat.
EDUKASI GIZI DAN TUMBUH KEMBANG ANAK SERTA PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) PADA IBU RUMAH TANGGA DI DESA KUDU BAKI SUKOHARJO Noor Izra Firmansyah; Furqon Mahendra; Khansa Ulfiya Nu'ma Emarin; Nimas Zuhrufana; Shafira Eka Damayanti; Fihlia Hardiyantika; Fiana Rosalia Putri; Diana Dwika Puspitasari; Vivin Dwi Febriyanti; Haniifah Husni Zaa'idah; Mahatma Dewi; Nurlita Buana Jati; Ekan Faozi; Diah Pebriani; Dwi Astuti
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 3, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that is still often found in Indonesia, including in Kudu Village, Baki Subdistrict, Sukoharjo District. One of the causes is the low knowledge of mothers regarding nutritional needs and stimulation of child growth and development. This community service activity aims to increase the knowledge of mothers of toddlers about balanced nutrition and child development through health counseling and demonstration of making Supplementary Feeding (PMT). The activity used a one group pre-test post-test design and involved 17 mothers of toddlers. The intervention was conducted through counseling and demonstrative practice of making PMT. Evaluation was conducted using a toddler nutrition knowledge questionnaire and PMT processing. Results showed significant improvements in nutrition knowledge scores (from 76.96 to 88.24; p=0.001) and PMT processing knowledge (from 74.02 to 87.26; p=0.000). It can be concluded that this educational approach is effective in improving mothers' knowledge and has the potential to support stunting prevention efforts at the community level. To maintain the sustainability of the program, it is recommended that this activity be part of the routine agenda of the Posyandu.
Respon Time terhadap Tingkat Kecemasan Pasien di Unit Gawat Darurat : Literature Review Ekan Faozi; Arief Wahyudi Jadmiko; Dimas Ria Angga Pribadi
Jurnal Siti Rufaidah Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Siti Rufaidah
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jasira.v2i3.83

Abstract

To prevent disability and even death, the emergency unit must immediately carry out medical action, therefore the need to implement an efficient and effective emergency response time is important in determining whether or not it is necessary to provide medical assistance from the time the patient arrives at the ER until the patient enters the operating room or hospital ward. . The aim of this research is to determine the effect of response time on patient and family anxiety in the emergency unit. The methods used in this secondary research are literature review, article search through the Google Scholar, PubMed, Science Direct, SINTA, and Garuda databases. The results found 7 articles in which there was an influence of response time on patient anxiety in the Emergency Unit and other factors that influenced patient anxiety in the emergency unit included gender, age, education, triage, and the role of nurses. Conclusion: The results of the synthesis of 7 research articles are that response time influences patient anxiety in the emergency unit. Other factor that influence patient and family anxiety when in the Emergency Unit are length of response time, gender, age, education, triage, and the role of the nurse.
Co-Authors Abi Muhlisin Agung Haryanto Aidul Akbar, Faliza Anjarsari, Rizki Ardhu Rizkiawan Arief Wahyudi Jadmiko Arif Widodo Ayuningjati, Krisma Giri Bambang Abdul Syukur Beti Kristinawati Dara, Indika Dwi Diah Pebriani Dian Hudiyawati Diana Dwika Puspitasari Dimas Ria Angga Pribadi Dini Ika Susanti Dwi Astuti Enggalita, Desanti Agustina Estu Werdani, Kusuma Fadilah Rolavi Jannah Fadilah Rolavi Jannah Fahrun Nur Rosyid Fatikhah Izzatul Khusna Fatikhah Izzatul Khusna Fiana Rosalia Putri Fihlia Hardiyantika Firjatullah, Sakanti Maulida Furqon Mahendra Gusti Ayu Putu Krisna Dewi Habibillah, Qidam Haniifah Husni Zaa'idah Hariyatmi Hariyatmi Haryanto, Agung Hidayati, Kurniasari Budi Ima Aryani inayah, lutfi arofatul Iqbal Firmansyah, Muhammad Iwandani, Nuzhulul Lifqi Kartikasari, Ellysa August Khairunisa, Septi Khansa Ulfiya Nu'ma Emarin Luluk Purnomo Mahatma Dewi Nanda, Ginanjar Mukti Nimas Zuhrufana Noor Izra Firmansyah Noviana, Lutfi Irma Nur Annisa Rahmawati Nur Janah, Sherly Nurlita Buana Jati Paramitha Cahyani Putri Susiani, Cantika Putri, Fredita Andriana Qonita, Amalia Sania Qotrunnada, Hasna Fadhilah Rachmanisa , Ashari Rachmat Susanto Rachmat Susanto Rafifah Luthfiah Rahma, Sofia Ngizatu Rizki Anjarsari Rizki Anjarsari Saqina, Adhisty Fachrine Ayu sari, afifah laksmita Sellvinia Azulla Shafira Eka Damayanti Sherly Nur Janah Shofiya, Laila Sita Adelia Siti Fadlilah Siti Fadlilah Siti Marfu'ah Sri Rahayu Sulistiyowati, Nopi Sulistyo, Endar Supristyani, Her Susanti, Mayra Rizky Susanti, Nur Asa Rhahmadani Tamamah , Vina Tri Agustina Vivin Dwi Febriyanti Wachidah Yuniartika Wardani, Evita Cahya Wawan Joko Apriyanto, Wawan Joko Widianti , Tri Wijayanti, Nove Wiand Dwi Wita Oktaviana Yuliana Putri Nugrahini