Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar Teks Cerita Pendek Berbasis Media Aplikasi Hot Potatoes Jclose Pada Mahasiswa Universitas Khairun Roni Kurniawan; Iwan Abdy; Dwi Widyastuti Nurharyanto
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 7 No. 1 (2024): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v7i1.1128

Abstract

Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan bagian dari kurikulum 2013 yang menekankan pentingnya keseimbangan, kemampuan, sikap, pengetahuan dan keterampilan.Proses belajar mengajar merupakan suatu kegiatan interaktif antara guru dan siswa.Salah satu penerapan teknologi pembelajaran yang banyak dibicarakan di kalangan peneliti, pendidik (guru), dan pemerhati pendidikan adalah penggunaan aplikasi Hot Potatoes Jclose. Metode penelitian yang digunakan adalah pengembangan, jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah R&D (Research and Development) dengan menggunakan model 4D yaitu Define, Design, Develop, dan Dissemination.It's development. Melaksanakan).Jenis data yang dikumpulkan meliputi data kualitatif dan kuantitatif. Hasil Penelitian yang diperoleh bahwa buku ajar teks cerita pendek berbasis Hot Pottaoes Jclose 86 % layak digunakan sebagai media Pembelajaran. Berdasarkan hasil verifikasi ahli bahan ajar dan ahli bahasa, kesesuaian media Jclose Hot Potatoes untuk pengajaran teks cerita pendek pada mahasiswa PGSD Universitas Kairun sangat layak dan dapat digunakan sebagai media dalam proses pembelajaran
Analisis Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Membangun Literasi Digital Guru Sekolah Dasar Negeri 1 Kambingan lis Susilawati; Chindy Hangara Rosa Indah; Iwan Abdy
Jurnal Kiprah Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Kiprah Pendidikan | July 2026 (in press)
Publisher : Program Studi Pendididikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/kpd.v5i3.p235-245

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan menuntut kepala sekolah untuk berperan aktif dalam meningkatkan literasi digital guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun guru literasi digital di SD Negeri 1 Kambingan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri atas kepala sekolah dan guru yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan strategi berupa penyusunan program literasi digital, penyediaan fasilitas, pelatihan, pendampingan, supervisi akademik, dan evaluasi berkelanjutan. Faktor pendukungnya meliputi komitmen kepala sekolah, tersedianya sarana teknologi, dan kolaborasi antarguru, sedangkan tantangan yang ditemukan adalah perbedaan kompetensi digital, terbatasnya waktu pelatihan, dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan. Penelitian menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan guru profesional menjadi faktor utama dalam membangun literasi digital guru di sekolah dasar
TRIANGULASI PERSEPSI: ANALISIS KOMPARATIF EVALUASI GURU, ORANG TUA, DAN SISWA TERHADAP PROGRAM MAKANAN BERGIZI GRATIS DI SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN PAKIS, KABUPATEN MALANG Iwan Abdy; I Wayan Lasmawan; Desak Putu Parmiti
Joyful Learning Journal Vol. 14 No. 4 (2025): Joyful Learning Journal: Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jlj.v14i4.39831

Abstract

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan intervensi strategis dalam upaya penanggulangan masalah gizi dan peningkatan kualitas belajar siswa Sekolah Dasar (SD). Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif dan holistik persepsi tiga aktor kunci guru, orang tua, dan siswaterha dap implementasi MBG di lima SD Negeri di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus multi-situs dan teknik triangulasi sumber data, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam terhadap 15 guru, 20 orang tua, dan 30 siswa, dilengkapi observasi partisipan pasif dan tinjauan dokumen. Analisis tematik mengungkap pola persepsi yang kompleks. Guru menilai program dari sudut pandang manajerial dan pedagogis, orang tua dari perspektif ekonomi dan gizi keluarga, sedangkan siswa dari aspek sensorik dan emosional. Temuan kritis menunjukkan konsensus positif terhadap manfaat dasar program (penambah energi, bantuan ekonomi), namun terdapat divergensi dalam penekanan evaluasi. Isu utama meliputi monotoninya menu, kurangnya komunikasi tentang perencanaan gizi, dan beban administrasi guru. Artikel ini menyimpulkan bahwa evaluasi program berbasis triangulasi multi-pemangku kepentingan tidak hanya meningkatkan validitas penilaian, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk merancang intervensi yang lebih partisipatif, berkelanjutan, dan responsif terhadap kebutuhan riil di lapangan.
PENGARUH MODEL FABULA SPEKULATIF BERBASIS KEARIFAN LOKAL MALUKU UTARA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR SISTEM DAN KREATIVITAS RADIKAL SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN IPAS DI SD NEGERI 48 KOTA TERNATE Iwan Abdy; Lis Susilawati; Dwi Widyastuti Nurharyanto; Andi Rahmadani; Suhardi Abdullah
Joyful Learning Journal Vol. 14 No. 4 (2025): Joyful Learning Journal: Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jlj.v14i4.39838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model fabula spekulatif berbasis kearifan lokal Maluku Utara terhadap kemampuan berpikir sistem dan kreativitas radikal siswa kelas V dalam pembelajaran IPAS di SD Negeri 48 Kota Ternate. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 48 Kota Ternate tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 48 orang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling, terdiri dari 24 siswa kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan 24 siswa kelas VB sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir sistem (30 butir soal pilihan ganda) dan angket kreativitas radikal (20 pernyataan skala Likert) yang telah divalidasi ahli dan diuji reliabilitasnya (α=0,87 untuk berpikir sistem; α=0,85 untuk kreativitas radikal). Data dianalisis menggunakan uji MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir sistem antara kelompok eksperimen dan kontrol (F=48,72; p=0,000<0,05); (2) terdapat perbedaan yang signifikan kreativitas radikal antara kelompok eksperimen dan kontrol (F=42,18; p=0,000<0,05); (3) model fabula spekulatif berbasis kearifan lokal Maluku Utara memberikan pengaruh sebesar 65,3% terhadap peningkatan kemampuan berpikir sistem dan 61,8% terhadap kreativitas radikal. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model fabula spekulatif berbasis kearifan lokal Maluku Utara efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir sistem dan kreativitas radikal siswa secara signifikan.
Motivasi Belajar Meningkatkan Motivasi Belajar Menggunakan Student Teams Achievement Divisions Pembelajaran IPA Kelas IV SDN 48 Ternate Iwan Abdy; Andi Rahmadani; Dwi Widyastuti Nurharyanto
JURNAL ARMADA PENDIDIKAN Vol 3 No 3 (2025): JURNAL ARMADA PENDIDIKAN
Publisher : Kilau Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60041/jap.v3i3.205

Abstract

The research aims to determine the improvement of student learning motivation at SDN 48 Ternate in science subjects through the application of the Student Teams Achievement Divisions (STAD) model. The research design is classroom action research with the subjects being 22 students from the fourth grade of SDN 48 Ternate for the 2024/2025 academic year. This research was conducted in two cycles. Observation and Testing are the two main approaches to data collection. Student learning motivation consists of: the frequency of questions asked by students, student attention, student cooperation in groups, and the increase in learning resources utilized by students. In the pre-cycle, the average was 28.41%, in Cycle I the average was 44.32%, while in Cycle II the average reached 75%. From these results, it can be concluded that student motivation increased by 15.91% in Cycle I. The increase in student learning motivation in cycle II is greater than in cycle I by 30.68%, this indicates that the indicator of increased student learning motivation has been achieved. It can be concluded that the STAD method of learning has a positive effect and can enhance student learning motivation in science education.
Analisis Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Membangun Literasi Digital Guru Sekolah Dasar Negeri 1 Kambingan lis Susilawati; Chindy Hangara Rosa Indah; Iwan Abdy
Jurnal Kiprah Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Kiprah Pendidikan | July 2026 (in press)
Publisher : Program Studi Pendididikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/kpd.v5i3.p235-245

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan menuntut kepala sekolah untuk berperan aktif dalam meningkatkan literasi digital guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun guru literasi digital di SD Negeri 1 Kambingan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri atas kepala sekolah dan guru yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan strategi berupa penyusunan program literasi digital, penyediaan fasilitas, pelatihan, pendampingan, supervisi akademik, dan evaluasi berkelanjutan. Faktor pendukungnya meliputi komitmen kepala sekolah, tersedianya sarana teknologi, dan kolaborasi antarguru, sedangkan tantangan yang ditemukan adalah perbedaan kompetensi digital, terbatasnya waktu pelatihan, dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan. Penelitian menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan guru profesional menjadi faktor utama dalam membangun literasi digital guru di sekolah dasar
Fenomena Sharenting dan Implikasinya Terhadap Keamanan Digital Serta Konsep Diri (Self-Concept) Siswa Sekolah Dasar: Perspektif Orang Tua dan Guru di SDN Kedungrejo 2 Pakis Kabupaten Malang Tania Nalla; Iwan Abdy; Lis Susilawati
PEDAGOGIK Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena sharenting (kebiasaan orang tua membagikan informasi anak di media sosial) dan implikasinya terhadap keamanan digital serta konsep diri siswa sekolah dasar di SDN Kedungrejo 2 Pakis, Kabupaten Malang. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan desain konvergen paralel. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 45 orang tua dan 15 guru, sedangkan data kualitatif diperoleh dari wawancara mendalam terhadap 12 orang tua dan 8 guru, serta observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 82,2% orang tua melakukan sharenting dengan frekuensi rata-rata 3-5 kali per minggu. Jenis konten yang paling banyak dibagikan adalah prestasi akademik (68,9%), aktivitas sehari-hari (55,6%), dan momen liburan (42,2%). Sebanyak 71,1% orang tua tidak menggunakan pengaturan privasi yang ketat, dan 64,4% tidak pernah meminta persetujuan anak sebelum membagikan konten. Implikasi keamanan digital meliputi risiko doxing (33,3%), phishing (24,4%), dan identitas digital ganda (42,2%). Dampak pada konsep diri siswa menunjukkan korelasi negatif antara intensitas sharenting dengan harga diri (r = -0,56) dan konsistensi diri (r = -0,48). Simpulan penelitian mengindikasikan perlunya edukasi literasi digital yang komprehensif bagi orang tua dan integrasi pendidikan keamanan digital dalam kurikulum sekolah dasar.