Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pendidikan Islam Berbasis Rekonstruksi di Era Globalisasi Anisa Al Iffah; M. Nabil At-Tammy; Wini Fatmawati; Herlini Puspika Sari
Jurnal Pendidikan Tuntas Vol. 1 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jpt.v1i4.258

Abstract

The background of this research is to provide a comprehensive understanding of Islamic education in the era of globalization. The focus is on the concept of Islamic education based on reconstruction as a response to social changes and global influences. And referring to the views of experts, this research uses qualitative literature study methods to analyze the concept of Islamic education and the flow of reconstructionism. The research results highlight the importance of facing the negative impact of globalization on Islamic education and emphasize the need to protect Islamic teachings in the face of technological advances, while also emphasizing the importance of creating a generation that is not only intellectually intelligent, but also has moral integrity and readiness to face global change. By involving the role of educators, curriculum and learning methods, reconstruction-based Islamic education is expected to be able to create a strong foundation for overcoming challenges and exploiting opportunities in the context of globalization.
Problematika Pendidikan Agama Islam di Era Digital dan Media Sosial Fitra Anisa; Vella Fitri Aulia; Herlini Puspika Sari
Jurnal Pendidikan Tuntas Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of information and communication technology in the digital age has brought about significant changes in various aspects of life, including in the field of education. Islamic Religious Education (IRE), as a subject that plays a role in shaping the character and spiritual values of students, also faces various challenges due to the rapid development of technology and social media. This article aims to analyse the various issues arising in the implementation of Islamic Religious Education in the digital and social media era. This study employs a qualitative method using a literature review approach, analysing various books, academic journals, and relevant literature sources pertaining to the research theme. The findings indicate that the digital age presents significant opportunities for the development of Islamic Religious Education through the use of technology as an innovative and interactive learning medium. However, various issues have emerged, such as low digital literacy among students, the dissemination of unverified religious information, a decline in control over social media use, and challenges for teachers in integrating Islamic values with technological advancements. Therefore, adaptive learning strategies are required, alongside the strengthening of digital literacy and moral values, to ensure that Islamic religious education continues to shape students of noble character who are wise in their use of technology in the digital age.
REKONSTRUKSIONISME DALAM PENDIDIKAN ISLAM: MENGHADAPI TANTANGAN AKSES INFORMASI DI ERA DIGITAL: (Reconstructionism in Islamic Education: Facing the Challenges of Information Access in the Digital Era) Adila Jian Nevira; Mhd. Zikri Nasution; Nur Sa’adah; Herlini Puspika Sari
Raqib: Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 2 (2024): Islam dan Tantangan Modern
Publisher : Ikatan Sarjana Al-Qur'an Indonesia (ISQI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56872/drvz0k03

Abstract

Islamic education plays a central role in shaping character and developing the full potential of individuals, particularly in striving to fulfill the purposes of life as servants of Allah and stewards on earth. Despite undergoing various changes from the colonial era to the independence period, Islamic education in Indonesia still faces challenges, including the dichotomy of education, curriculum, and management that are often considered inconsistent and lacking clear direction. With a reconstructionist approach, which prioritizes the transformation of the education system to be relevant to modern social and cultural conditions, efforts can be made to reform Islamic education to address these fundamental issues. In the era of Society 5.0, where the physical and virtual worlds are increasingly interconnected through IoT and artificial intelligence, Islamic education is confronted with both new opportunities and challenges. This era demands a transformation in teaching methods that not only leverage technology but also uphold moral and character values. This paper aims to assess the readiness of Islamic education in facing the era of Society 5.0 with a reconstructionist approach as a new paradigm to optimize information access and align education with contemporary needs
Peran Pendidikan Islam dalam Menumbuhkan Sikap Toleransi dan Moderasi Beragama di Masyarakat Multikultural Dila ayu santika ritonga; Iin Triana; Annisa Noer Winda; Herlini Puspika Sari
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5855

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural menghadapi tantangan dalam menjaga keharmonisan akibat keberagaman agama, budaya, dan suku. Oleh karena itu, penanaman nilai toleransi dan moderasi beragama melalui pendidikan menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Islam dalam menumbuhkan sikap toleransi dan moderasi beragama pada masyarakat multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui pengumpulan data dari buku, jurnal, dan sumber ilmiah relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam berperan sebagai landasan utama dalam membentuk sikap toleransi melalui penanaman nilai-nilai seperti empati, keadilan, dan penghargaan terhadap perbedaan. Konsep wasathiyah menjadi prinsip penting dalam membangun sikap moderat yang tidak ekstrem. Selain itu, peran guru, kurikulum, serta lingkungan pendidikan yang inklusif turut memperkuat internalisasi nilai moderasi beragama. Implementasi nilai toleransi dalam pembelajaran dilakukan melalui pendekatan dialogis, kontekstual, dan berbasis pengalaman sosial. Pendidikan Islam juga berfungsi sebagai sarana preventif dalam mengurangi potensi konflik sosial berbasis perbedaan. Dengan demikian, pendidikan Islam memiliki kontribusi strategis dalam menciptakan masyarakat yang damai, inklusif, dan harmonis.
Konsep Dasar Isu Aktual dalam Pendidikan Islam: Antara Tantangan dan Peluang Rima Nurhavsyakh; Cici Wulandari; Aditya; Herlini Puspika Sari
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5258

Abstract

Pendidikan Islam di era kontemporer berada dalam tekanan perubahan sosial‑budaya, perkembangan teknologi, dan dinamika global, yang melahirkan sejumlah isu aktual yang berdampak nyata terhadap praktik pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengklarifikasi konsep dasar “isu aktual” dalam Pendidikan Islam sekaligus menganalisis bagaimana konsep tersebut menjadi landasan pemahaman terhadap tantangan dan peluang pendidikan Islam di era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research, mengkaji berbagai literatur seperti buku, artikel jurnal, kebijakan, dan karya ilmiah relevan melalui analisis deskriptif‑analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “isu aktual” merupakan konstruksi sosial yang berkaitan langsung dengan kebutuhan zaman, mencakup disrupsi teknologi, kesenjangan literasi digital, relevansi kurikulum, serta krisis moral dan radikalisme beragama. Pendidikan Islam perlu merespons hal ini melalui inovasi kurikulum yang integratif, peningkatan kompetensi pendidik, serta penguatan nilai moderat, toleran, dan rahmatan lil‑‘alamin. Dengan demikian, pendidikan Islam diarahkan pada model pembelajaran adaptif yang mampu memadukan kompetensi abad ke‑21 dengan konsistensi nilai ajaran Islam.
Dinamika Pendidikan Islam: Dari Sistem Halaqah hingga Institusi Modern Samarotul Silmi; Siti Patimah; Herlini Puspika Sari
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5283

Abstract

Pendidikan Islam memiliki perjalanan sejarah panjang yang mencerminkan perkembangan sistem pendidikan dari periode klasik hingga era modern. Salah satu bentuk pendidikan paling awal dalam Islam adalah sistem halaqah, yang berfungsi sebagai sarana utama dalam mentransmisikan ilmu pengetahuan sekaligus menanamkan nilai-nilai agama. Studi ini bertujuan untuk mengkaji dinamika perkembangan pendidikan Islam, mulai dari sistem halaqah hingga pembentukan institusi pendidikan Islam modern. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui analisis berbagai literatur ilmiah yang relevan dengan sejarah dan perkembangan pendidikan Islam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sistem halaqah berfungsi sebagai landasan dasar pendidikan Islam, yang menekankan pada kedekatan hubungan antara guru dan murid serta pembinaan aspek spiritual maupun intelektual. Seiring dengan perkembangan kebutuhan masyarakat, muncul institusi pendidikan Islam yang lebih terstruktur seperti pesantren dan madrasah. Dalam perkembangannya, pendidikan Islam juga telah menjalani proses modernisasi melalui integrasi ke dalam sistem pendidikan nasional, reformasi kurikulum, dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Transformasi ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam bersifat dinamis dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Oleh karena itu, pengembangan pendidikan Islam harus terus menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi keilmuan Islam sembari tetap terbuka terhadap inovasi pendidikan modern.
MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA EDUKASI PAI: INOVASI PEMBELAJARAN DI TENGAH BUDAYA DIGITAL SISWA: Peran Media Sosial dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Media Sosial sebagai Inovasi Pembelajaran PAI di Era Digital , Tantangan dan Peluang Pemanfaatan Media Sosial dalam Edukasi PAI Andhika Geovanie Putra; Muhammad Habby bullah; Muhammad Chatibul Umam; Herlini Puspika Sari
Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam Vol 6 No 1 (2026): Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sumatera Barat Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55062/ijpi.v6i1.1147

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Kehadiran media sosial yang semakin masif di kalangan siswa menjadikan platform digital sebagai bagian dari budaya belajar generasi saat ini. Namun, pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi masih belum dimaksimalkan dalam pembelajaran PAI. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial sebagai sarana edukasi PAI serta mengkaji inovasi pembelajaran yang dapat dikembangkan di tengah budaya digital siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh melalui kajian berbagai sumber literatur seperti buku, artikel jurnal ilmiah, serta publikasi akademik yang relevan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan menelaah, menginterpretasikan, dan mensintesis berbagai temuan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran yang inovatif dalam pendidikan agama Islam. Melalui pemanfaatan berbagai platform media sosial, guru dapat menyajikan materi pembelajaran secara lebih interaktif, kreatif, dan mudah diakses oleh siswa. Dengan demikian, media sosial dapat menjadi salah satu alternatif inovasi pembelajaran PAI yang relevan dengan perkembangan budaya digital siswa.
Kesetaraan Hak Pendidikan Laki-Laki dan Perempuan dalam Perspektif Al-Qur’an dan Implementasinya di Indonesia Annisa Annisa; Musthafa Rahman; Muhammad Iqbal; Herlini Puspika Sari
JURNAL LENTERA [PENDIDIKAN PUSAT PENELITIAN LPPM UM METRO] Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro
Publisher : LPPM UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPendidikan merupakan hak dasar setiap manusia yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam perspektif Islam, laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah SWT serta memiliki hak yang setara dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Namun, dalam realitas sosial masih ditemukan kesenjangan akses pendidikan yang dipengaruhi oleh faktor budaya, ekonomi, dan pemahaman agama yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kesetaraan hak pendidikan antara laki-laki dan perempuan dalam perspektif Al-Qur’an serta melihat implementasinya dalam konteks pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui kajian terhadap Al-Qur’an, kitab tafsir, buku ilmiah, dan artikel jurnal yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk memahami konsep kesetaraan pendidikan berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menegaskan kesetaraan laki-laki dan perempuan sebagai manusia yang memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan. Perintah menuntut ilmu berlaku bagi seluruh umat manusia tanpa membedakan jenis kelamin. Oleh karena itu, pendidikan Islam memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan guna mewujudkan sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.Abstract:Education is a fundamental human right that plays an important role in improving the quality of human resources. In the Islamic perspective, men and women have equal status before Allah SWT and have equal rights to acquire knowledge. However, in social reality, inequalities in access to education still exist due to cultural, economic, and misinterpretations of religious teachings. This study aims to examine the concept of equality in educational rights between men and women from the perspective of the Qur’an and to analyze its implementation in the context of education in Indonesia. This research uses a qualitative approach with a library research method by reviewing the Qur’an, classical commentaries, academic books, and relevant journal articles. The collected data were analyzed using content analysis to understand the concept of educational equality based on Qur’anic values. The results show that the Qur’an emphasizes the equality of men and women as human beings who have equal rights to obtain education. The command to seek knowledge applies to all humans regardless of gender. Therefore, Islamic education plays an important role in promoting values of justice and equality in order to create an inclusive and equitable education system.
Peran Pendidikan Agama Islam dalam Mewujudkan Keadilan Gender di Era Modern Ahmad Syarif; Muhammad Yusuf Rambe; Herlini Puspika Sari
Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 (2026): Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/tarqiyatuna.v5i1.1738

Abstract

Keadilan gender menjadi salah satu isu strategis dalam dunia pendidikan modern yang menuntut adanya sistem pembelajaran yang inklusif, adil, dan menghargai martabat manusia tanpa diskriminasi berdasarkan jenis kelamin. Dalam konteks tersebut, Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting sebagai sarana internalisasi nilai-nilai keislaman yang menekankan prinsip keadilan, kesetaraan, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Agama Islam dalam mewujudkan keadilan gender di era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian library research atau studi kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa buku, artikel jurnal ilmiah, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen akademik yang relevan dan dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam mewujudkan keadilan gender melalui internalisasi nilai-nilai keislaman, penguatan pembelajaran yang responsif gender, pengembangan kurikulum yang inklusif, serta pembentukan budaya sekolah yang humanis dan partisipatif. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan paradigma Pendidikan Agama Islam yang kontekstual dan adaptif menjadi langkah penting dalam membangun sistem pendidikan yang berkeadilan gender dan relevan dengan tantangan masyarakat modern.
Strategi Pembinaan Karakter Generasi Z Berbasis Ajaran Al-Qur’an Rini Selviani; Nanda Mulyani Pratiwi; Irhamullah Irhamullah; Herlini Puspika Sari
SERUMPUN : Journal of Education, Politic, and Social Humaniora Vol. 4, No. 1 : SERUMPUN (JANUARY-JUNE 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/srp.v4i1.308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembinaan karakter Generasi Z berbasis ajaran Al-Qur’an dalam menghadapi tantangan moral di era digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu dengan mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Qur’ani seperti kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, dan toleransi memiliki peran penting dalam membentuk karakter Generasi Z. Strategi pembinaan karakter dapat dilakukan melalui internalisasi nilai dalam pembelajaran, keteladanan, serta pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pemanfaatan teknologi secara bijak juga menjadi faktor pendukung dalam implementasi nilai-nilai tersebut. Dengan demikian, pembinaan karakter berbasis ajaran Al-Qur’an menjadi solusi yang efektif dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan mampu menghadapi perkembangan zaman.