Claim Missing Document
Check
Articles

RANCANG BANGUN TRAINER PENGEREMAN SEPEDA MOTOR TIPE DISK BRAKE DENGAN MENGGUNAKAN SINGLE PISTON CALIPER Erdin Dwi Setiawan; Mohammad Munib Rosadi; Retno Eka Pramitasari
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v2i02.6342

Abstract

Rem merupakan sebuah komponen keselamatan pada seorang pengendara, dengan adanya komponen tersebut mampu mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan. Secara umum rem berkembang pada kendaraan roda dua yaitu rem cakram (disk brake) dan rem tromol (drum brake). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan desain trainer pengereman dan menganalisa performa pada trainer pengereman. Penelitian dari rancang bangun trainer pengereman sepeda motor tipe disk brake dengan menggunakan single piston caliper menggunakan metode R&D (research and development. Pada proses perancangan diawali dengan pembuatan desain alat meliputi, desain rangka, pulley, v-belt, pillow block dan batang as. Kemudian adanya proses perakitan dan pengujian alat mahasiswa mampu mengetahui sistem kerja pada pengereman tipe disk brake.
PENGARUH VARIASI KADAR PEREKAT TERHADAP LAJU PEMBAKARAN PADA BRIKET BERBAHAN DASAR SERBUK KAYU Edi Sunaryo; Dian Anisa Rokhmah Wati; Retno Eka Pramitasari; Mohammad Munib Rosadi
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v2i02.6343

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh variasi kadar perekat pada briket berbahan dasar serbuk kayu terhadap laju pembakaran variasi komposisi bahan serbuk kayu 95% : 5% perekat, serbuk kayu 90% : 10% perekat, serbuk kayu 85% : 15% perekat, serbuk kayu 80% : 20% perekat, serbuk kayu 75% : 25% perekat. Data yang diperoleh dari penelitian akan dianalisis menggunakan uji kruskal wallis pada aplikasi SPSS 25. Hasil Dari Penelitian ini diketahui nilai signifikan untuk pengaruh kadar perekat pada briket berbahan dasar serbuk kayu terhadap laju pembakaran adalah 0,012 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama diterima yang berarti ada perbedaan signifikan.
PENGEMBANGAN MESIN CURING SABLON MENGGUNAKAN LAMPU CARBON FIBER UNTUK MENINGKATKAN NILAI EFISIENSI Cahyono, Aris Tri; Pramitasari, Retno Eka; Basuki; Arif Irfa'i, Mohammad
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal MOTION: November
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v3i1.7066

Abstract

Sablon plastisol saat ini menjadi sablon standar internasional yang juga paling sering direkomendasikan untuk sablon kaos. Alat pengering tinta plastisol umumnya menggunakan Hot gun, Flash curing, dan Curing gas, namun semua alat tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menghitung nilai efisiensi mesin pengering tinta sablon menggunakan lampu carbon fiber. Pada penelitian ini peneliti mendeskripsikan bagaimana perancangan mesin pengering tinta sablon dan menganalisa efisiensi mesin pengering tinta sablon. Metode penelitian ini mengadopsi metode R&D (research and development). Pengujian alat menggunakan metode observasi dan angket dengan mengajukan beberapa pertanyaan atau angket, meliputi pengujian fungsional alat dan pengujian kesesuaian alat untuk verifier. Rata-rata hasil pengumpulan data yang diperlukan untuk pengeringan tinta sablon plastisol ukuran A4 kurang dari 1 menit dengan suhu yang dihasilkan mencapai 400ᵒC. Efisiensi arus yang dihasilkan mesin pengering tinta sablon mencapai 96% karena tidak terjadi kebocoran arus, sedangkan nilai efisiensi termal mesin pengering tinta sablon mencapai 45,4% karena memiliki desain yang tebuka sehingga menyebabkan ada panas yang terbuang.
PENGARUH PERSENTASE SEKAM PADI DAN TANAH GAMBUT SEBAGAI BAHAN BAKAR BRIKET TERHADAP KADAR KARBON Setiawan, Saeful; Wati, Dian Anisa Rokhmah; Pramitasari, Retno Eka; Rosadi, Mohammad Munib
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal MOTION: November
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v3i1.7067

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh persentase sekam padi dan tanah gambut terhadap kadar karbon. Komposisi 70 % sekam padi 30 % tanah gambut, 75 % sekam padi 25 % tanah gambut, 80 % sekam padi 20 % tanah gambut, 85 % sekam padi 15 % tanah gambut, dan 90 % sekam padi 10 % tanah gambut. Data yang diperoleh dari penelitian ini akan diuji dengan menggunakan aplikasi SPSS 25 dengan metode nonparametrik yaitu uji Kurskal Wallis. Hasilnya menunjukan nilai signifikan sebesar 0,017 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan persentase sekam padi dan tanah gambut terhadap kadar karbon. Sehingga H1 diterima (terdapat perbedaan signifikan pengaruh proporsi sekam padi dan tanah gambut terhadap kandungan kadar karbon) dan H0 ditolak.
PENGEMBANGAN ALAT PEMERAS MADU DENGAN MENGGUNAKAN MOTOR DRYER ES-T95CR DAN SPEED CONTROL Khabibulloh, Wildan Wahyu; Retno Eka Pramitasari; Dian Anisa Rokhmah Wati; Mohammad Munib Rosadi
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal MOTION: November
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v3i1.7286

Abstract

Pengembangan alat pemeras madu dengan menggunakan motor dryer ES-T95CR dan speed control ini dilakukan karena pada observasi ke peternak lebah didapati masih menggunakan cara manual. Hal ini sangat mempengaruhi lamanya proses pengolahan madu setelah pemanenan. Oleh karena itu, pengembangan alat pemeras madu ini dilakukan agar proses pemerasan madu lebih efisien atau lebih cepat diproses. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan dari alat pemeras madu dan untuk mengetahui unjuk kerja dari alat yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode RnD (research and development). Hasil penelitian ini yaitu berupa hasil pengembangan alat dan unjuk kerja alat pemeras madu. Maka diperoleh hasil pengembangan alat dari manual ke mesin otomatis. Penelitian ini menggunakan uji validasi. hasil uji fungsional alat diperoleh nilai 3,75 dengan kriteria baik. Untuk uji kelayakan alat mendapat nilai 4,4 dengan kriteria sangat baik. Pada hasil uji coba alat yaitu dengan kecepatan minimum memperoleh waktu 1 menit 39 detik dengan volume yang didapatkan lebih maksimal sebesar 56 gram dengan ampas yang 35 gram. Sedangkan dengan kecepatan maksimum memperoleh waktu 1 menit 14 detik dengan volume yang didapat sebesar 50 gram dan ampas sebesar 43 gram. Jumlah peningkatan efisiensi dengan kecepatan minimum 17,2% dan kecepatan maksimum sebesar 30,8%.
PENGARUH VARIASI PENEKANAN TERHADAP KADAR ABU BRIKET BIOMASSA TOREFAKSI Rifki Muhamad; Dian Anisa Rokhmawati; Retno Eka Pramitasari; Mochamad Arif Irfa’i
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 2 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Nusantara
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v2i6.6492

Abstract

Penggunaan energi di Indonesia meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk, sehingga energi tak terbarukan semakin terancam. Oleh karena itu, penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan energy terbarukan yang tersedia di seluruh Indonesia, seperti panas bumi, air, angin, bioenergy (Al Hakim, 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penekanan terhadap kadar abu briket biomassa torefaksi. Proses pembuatannya dengan menggunakan alat pencetak briket dengan sistem pneumatic single acting, bahan yang digunakan yaitu serbuk kayu dan tepung tapioka. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yaitu deskriftif kuantitatif kemudian data yang diperoleh dari penelitian ini akan dianalisis dan disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil dari penelitian ini diketahui Untuk kadar abu pada penekanan 40 Psi dengan ukuran mesh-nya 40 yaitu sebesar 7,63%, 60 Psi yaitu sebesar 7,53%, 80 Psi yaitu sebesar 7,54%.
ANALISIS PENGARUH UKURAN PILOT JET DAN MAIN JET TERHADAP DAYA DAN TORSI MESIN HONDA MEGAPRO 160 CC: ANALISIS PENGARUH UKURAN PILOT JET DAN MAIN JET TERHADAP DAYA DAN TORSI MESIN HONDA MEGAPRO 160 CC Wahyu Nugroho, Eko; Mohammad Munib Rosadi; Basuki; Retno Eka Pramitasari
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v3i02.8990

Abstract

Karburator merupakan sparepart yang berguna untuk memadukan udara dengan bahan bakar. Sistem karburator mempunyai kelebihan mudah dimodifikasi termasuk pada bagian pilot jet dan main jet. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi ukuran pilot jet dan main jet terhadap daya mesin Honda Megapro 160 cc. Penelitian ini menggunakan medote eksperimental kuantitatif, dimana mengubah ukuran pilot jet dan main untuk mengetahui perbandingan hasil daya yang dihasilkan. Data yang diperoleh dari pengujian disajikan dengan bentuk tabel dan grafik. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa daya tertinggi dihasilkan oleh pengujian variasi 2 dengan ukuran 40/110 pada Rpm 8800 dengan nilai 15.81 Hp, dan torsi tertinggi dihasilkan oleh pengujian variasi 2 dengan ukuran 40/110 pada Rpm 8800 dengan nilai 14.27 N.m. Hasil dari pengujian ini menunjukkan bahwa semakin besar ukuran pilot jet dan main jet yang dipakai maka semakin besar juga daya dan torsi yang dihasilkan.
PENGARUH JENIS PENDINGIN DAN KECEPATAN PUTAR PADA PROSES BUBUT MANUAL TERHADAP NILAI KEKASARAN PERMUKAAN MENGGUNAKAN MATERIAL ST 37 Feri Hariyanto; Retno Eka Pramitasari; Fajar Satriya Hadi; Basuki
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v3i02.9047

Abstract

Indikator proses pembubutan mempengaruhi tingkat kekasaran permukaan spesimen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh jenis media pendingin dan kecepatan putar terhadap nilai kekasaran permukaan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, adapun variabel yang digunakan yaitu cairan pendingin dan kecepatan putar. Cairan pendingin yang digunakan Oli 10W-40, dan Oil cutting. Sedangkan kecepatan putar 300 rpm dan 460 rpm dengan kedalaman potong 1mm, variabel terikatnya ialah besarnya nilai kekasaran permukaan benda kerja yang dilakukan pengujian tiga titik tertentu disetiap spesimen dan variabel kontrolnya pada penelitian ini yaitu mesin bubut tipe C0636N, material ST 37, putaran spindel berlawanan dengan jarum jam, Kecepatan putar 300 rpm dan 460 rpm, feeding sebesar 0,130 mm/s dan Operator mesin bubut C0636N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kecepatan 300 rpm, oli 10W-40 menghasilkan kekasaran permukaan 6,45 µm, sedangkan oil cutting 4,00 µm. Pada kecepatan 460 rpm, kekasaran permukaan dengan oli 10W-40 sebesar 2,79 µm, sedangkan dengan oil cutting 2,51 µm. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa oil cutting lebih efektif dalam mengurangi kekasaran permukaan dibandingkan oli 10W-40 karena memiliki viskositas yang lebih optimal dalam membentuk lapisan pelumas dan pendinginan.
Pengaruh Variasi Kecepatan Putaran Spindle Frais Milling Terhadap Sifat Kekasaran Alumunium 6061 Firmansyah, Mochammad; Wati, Dian Anisa Rokhmah; Pramitasari, Retno Eka; Wijanarko, Nadia Parwaty
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 4 (2025): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i4.552

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui seberapa kasar benda kerja aluminium 6061 dengan bereksperimen dengan kecepatan putaran spindel mesin frais yang berbeda. Data kekasaran permukaan yang dikumpulkan dari mesin frais dengan kecepatan putaran spindel variabel membentuk sebagian besar temuan studi ini. Studi ini menggunakan teknik penelitian eksperimental, yang berusaha untuk menentukan dampak dari satu variabel pada variabel lain atau kekuatan hubungan sebab akibat antara dua variabel. Temuan studi disajikan sebagai hasil dari uji kekasaran. Hasil uji diperoleh dengan memutar spindel pada kecepatan 410 Rpm, 570 Rpm, dan 660 Rpm, berturut-turut. Nilai kekasaran rata-rata 0,697 µm dihasilkan pada putaran spindel n_3 = 660 Rpm, yang merupakan nilai kekasaran terendah. Pada putaran spindel n_1 = 410 Rpm, nilai kekasaran mencapai puncaknya, dengan kekasaran rata-rata 2,164 µm. Menggunakan kecepatan spindel 570 Rpm dan 410 Rpm menghasilkan hasil yang kurang halus dibandingkan pengujian pada 660 Rpm.  
Keterampilan Sains Mahasiswa Teknik Mesin pada Materi Logam Fero dan Non-Fero Wati, Dian Anisa Rokhmah; Pramitasari, Retno Eka; Ardiansari, Lia
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.154

Abstract

Mahasiswa yang mempelajari bidang teknik memerlukan kemampuan analitis, matematika, kreativitas, pemecahan masalah, komunikasi, dan kerja sama tim yang kuat sehingga membutuhkan  keterampilan sains yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan sains mahasiswa Teknik Mesin dalam mempelajari topik bahan teknik logam fero dan non-fero, yang mencakup kemampuan mengajukan pertanyaan, melakukan observasi, berkomunikasi, menginterpretasikan data, dan menerapkan konsep. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, melibatkan 18 mahasiswa Teknik Mesin Universitas Hasyim Asy’ari sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui angket berbasis skala Likert 1-5, yang telah divalidasi oleh ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan sains mahasiswa secara keseluruhan berada pada kategori sedang, dengan mayoritas skor terkonsentrasi pada tingkat 2 dan 3 di semua aspek yang diukur. Tidak ada satupun mahasiswa yang memberikan nilai sempurna (skor 5) pada indikator mana pun, yang menunjukkan adanya celah antara pemahaman teoritis dan penerapan praktis. Aspek observasi dan interpretasi data memperoleh skor relatif lebih rendah, mengindikasikan perlunya pengembangan lebih lanjut dalam kemampuan analisis dan komunikasi hasil. Temuan ini merekomendasikan adanya inovasi dalam proses pembelajaran, seperti penerapan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan pendekatan kolaboratif yang lebih intensif. Strategi tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual, sehingga dapat meningkatkan keterampilan sains mahasiswa teknik secara lebih komprehensif dan efektif, sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tuntutan dunia kerja. _______________________________________________________________________________________ Students studying engineering require strong analytical, mathematical, creative, problem-solving, communication, and teamwork skills, thus requiring adequate science skills. This study aims to analyze the science skills of Mechanical Engineering students in studying the topic of ferrous and non-ferrous metal engineering materials, which include the ability to ask questions, make observation, communicate, interpret data, and apply concepts. This study employed a quantitative approach with a descriptive method, involving 18 Mechanical Engineering students of Hasyim Asy'ari University as research subjects. Data were collected through a questionnaire  a using a 5-point Likert scale , which has been validated by experts. The results showed that students' overall science skills were in the moderate category, with the majority of scores concentrated at levels 2 and 3 across all measured aspects. No students achieved the maximum score (5) on any indicator, indicating a gap between theoretical understanding and practical application. The aspects of observation and data interpretation scored relatively lower, indicating a need for further development in analytical and communication skills. These findings suggest  innovations in the learning process, such as the implementation of project-based learning and a more intensive collaborative approach. These strategies are expected to create contextual learning experiences, thereby enhancing engineering students' science skills more comprehensively and effectively, while simultaneously preparing them for the demands of the workplace.