Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Hasil Penyusutan Kadar Air Temulawak Ditinjau Dari Waktu Pengeringan Mochamad Chanifuddin Najib, Retno Eka Pramitasari
Reaktom: Rekayasa Keteknikan dan Optimasi Vol 6 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/reaktom.v6i2.2179

Abstract

Temulawak is a plant that is included in the category of plants that are very good for health. In its management, the community still uses natural methods such as solar heat, even though this method is less effective because the weather in Indonesia is uncertain. Therefore, there must be a new solution, one of which is to use oven drying. Oven drying is one method of drying using a temperature variation of 60°C with a time variation of 120 minutes. From the results of this study, the shrinkage value of the initial weight of the material was 400grams after the drying process was carried out, the final weight was 239.6 grams or the shrinkage was 40%. From this it can be concluded that the temperature and drying time are very influential for reducing the water content of temulawak.
Pelatihan Servis Sepeda Motor di Desa Wonosalam Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Samudra, Agung; Rosadi, Mohammad Munib; Pramitasari, Retno Eka; Yannuansa, Nanndo
Journal of Research Applications in Community Service Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Research Applications in Community Service
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/jarcoms.v1i2.1164

Abstract

Pada era revolusi industri 4.0, persaingan di dunia kerja sangatlah ketat dimana semua pekerjaan membutuhkan kemampuan dan keterampilan. Oleh karena itu, perlunya pelatihan yang dapat memberikan bekal kemampuan dan keterampilan untuk bekerja sehingga dapat bersaing dan mampu berdikari dengan menjadi seorang wirausahawan. Tujuan diadakannya pelatihan servis sepeda motor adalah untuk memberikan ilmu, pengalaman, dan kemampuan di bidang otomotif agar pemuda Desa Wonosalam dapat bersaing di dunia kerja dan diharapkan mampu membuka usaha sendiri. Pada program pelatihan yang telah diberikan terdiri atas teori dan praktik. Untuk teori, yang pertama dilakukan adalah memberikan pre-test kepada peserta pelatihan. Hal ini bertujuan untuk mengukur atau mengetahui pengetahuan awal peserta pelatihan sebelum diberikan materi. Selanjutnya, peserta pelatihan diberikan modul dan diberikan pemaparan oleh pemateri tentang servis sepeda motor dengan topik sistim bahan bakar sepeda motor menggunakan karburator. Setelah diberikan teori, peserta pelatihan melakukan praktik mulai dari pembongkaran, analisis komponen, pembersihan komponen, perakitan kembali komponen dan penyetelan karburator. Setelah selesai praktik, peserta diberikan post-test. Post-test bertujuan untuk mengetahui pengetahuan akhir dan pemahaman peserta pelatihan setelah mendapatkan pelatihan. Hasil yang didapatkan dari pelatihan adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman peserta dalam servis sepeda motor dengan topik sistim bahan bakar sepeda motor menggunakan karburator.
RANCANG BANGUN NOZZLE BURNER PADA PELEBURAN ALUMINIUM BERBAHAN BAKAR OLI BEKAS Dwi Saputra, Reza; Fajar Satriya Hadi; Retno Eka Pramitasari; Mochammad Arif Irfa'i
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nozzle adalah alat penyemprotan aliran fluida cair atau gas untuk meningkatkan kecepatan aliran keluar. Penggunaan Nozzle untuk mengarahkan atau memodifikasi aliran fluida digunakan mengontrol laju aliran, kecepatan, arah, massa, bentuk, dan tekanan. Nozzle memiliki fungsi untuk memecah cairan fluida menjadi butiran partikel halus menyerupai kabut. Pada campuran bahan bakar semakin kecil ukuran partikel pengkabutan bahan bakar menghasilkan pembakaran, semakin sempurna yang diindikasikan dengan meningkatnya temperatur pembakaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui desain dan mengetahui bagaimana performa nozzle untuk peleburan alumunium berbahan bakar oli bekas. Perancangan nozzle burner pada peleburan alumunium berbahan bakar oli bekas menggunakan metode R&D (research and devlopment). Serta melalui uji fungsional dan uji kelayakan dengan memberikan angket pada validator untuk mengetahui dari performa nozzle yang dirancang. Pada desain jenis nozzle yang dipakai adalah nozzle dua fluida (two-fluid nozzle) dengan sistem pencampuran internal (internal mixing), yang membuat pencampuran udara dan bahan bakar terjadi di dalam nozzle untuk menghasilkan atomisasi yang lebih halus dan pembakaran yang efisien. Sistem ini bekerja pada tekanan 30 PSI guna kestabilan dan intensitas nyala api yang optimal. Hasil performa pengujian menunjukkan bahwa nozzle mampu menghasilkan suhu pembakaran sebesar 723,1°C, yang telah melebihi titik lebur aluminium yaitu 660°C.
PENGEMBANGAN MESIN PENGISIAN MADU DENGAN PENUMATIC SYSTEM rendra tri; Retno Eka Pramitasari; Dian Anisa Rokhmahwati; Mochammad Arif Irfa'i
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v4i2.11420

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan yang terus meningkat, sektor industri, termasuk rumah industri, dituntut untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi produksinya. Terutama di sektor industri. Untuk memproduksi barang dalam jumlah besar dan dengan akurasi tinggi, industri perlu beroperasi dengan cepat dan efisien. Permintaan terhadap produk industri tidak dapat terpenuhi jika masih mengandalkan proses manual, karena sumber daya manusia memiliki keterbatasan dalam hal kapasitas kerja. Tidak hanya industri skala besar saja, namun rumah industri pun juga memerlukan proses produksi yang efisien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengembangan dan mengetahui bagaimana kinerja alat pengisian madu. Perancangan mesin alat pengisian madu otomatis berbasis penumatic menggunakan metode R&D (research and devlopment). Serta melalui uji fungsional dan uji kelayakan dengan memberikan angket pada validator untuk mengetahui dari kinerja alat yang dirancang. Secara keseluruhan, alat dapat beroperasi dengan baik dan dapat digunakan untuk proses pengisian madu secara semi-otomatis dengan tingkat akurasi yang cukup baik, sesuai dengan tujuan dari penelitian ini. Hal ini dibuktikan melalui serangkaian pengujian yang dilakukan dengan variasi volume pengisian, yaitu mulai dari 120 ml hingga 300 ml.
RANCANG BANGUN NOZZLE BURNER PADA PELEBURAN ALUMINIUM BERBAHAN BAKAR OLI BEKAS Dwi Saputra, Reza; Fajar Satriya Hadi; Retno Eka Pramitasari; Mochammad Arif Irfa'i
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nozzle adalah alat penyemprotan aliran fluida cair atau gas untuk meningkatkan kecepatan aliran keluar. Penggunaan Nozzle untuk mengarahkan atau memodifikasi aliran fluida digunakan mengontrol laju aliran, kecepatan, arah, massa, bentuk, dan tekanan. Nozzle memiliki fungsi untuk memecah cairan fluida menjadi butiran partikel halus menyerupai kabut. Pada campuran bahan bakar semakin kecil ukuran partikel pengkabutan bahan bakar menghasilkan pembakaran, semakin sempurna yang diindikasikan dengan meningkatnya temperatur pembakaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui desain dan mengetahui bagaimana performa nozzle untuk peleburan alumunium berbahan bakar oli bekas. Perancangan nozzle burner pada peleburan alumunium berbahan bakar oli bekas menggunakan metode R&D (research and devlopment). Serta melalui uji fungsional dan uji kelayakan dengan memberikan angket pada validator untuk mengetahui dari performa nozzle yang dirancang. Pada desain jenis nozzle yang dipakai adalah nozzle dua fluida (two-fluid nozzle) dengan sistem pencampuran internal (internal mixing), yang membuat pencampuran udara dan bahan bakar terjadi di dalam nozzle untuk menghasilkan atomisasi yang lebih halus dan pembakaran yang efisien. Sistem ini bekerja pada tekanan 30 PSI guna kestabilan dan intensitas nyala api yang optimal. Hasil performa pengujian menunjukkan bahwa nozzle mampu menghasilkan suhu pembakaran sebesar 723,1°C, yang telah melebihi titik lebur aluminium yaitu 660°C.
PENGEMBANGAN MESIN PENGISIAN MADU DENGAN PENUMATIC SYSTEM rendra tri; Retno Eka Pramitasari; Dian Anisa Rokhmahwati; Mochammad Arif Irfa'i
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v4i2.11420

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan yang terus meningkat, sektor industri, termasuk rumah industri, dituntut untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi produksinya. Terutama di sektor industri. Untuk memproduksi barang dalam jumlah besar dan dengan akurasi tinggi, industri perlu beroperasi dengan cepat dan efisien. Permintaan terhadap produk industri tidak dapat terpenuhi jika masih mengandalkan proses manual, karena sumber daya manusia memiliki keterbatasan dalam hal kapasitas kerja. Tidak hanya industri skala besar saja, namun rumah industri pun juga memerlukan proses produksi yang efisien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengembangan dan mengetahui bagaimana kinerja alat pengisian madu. Perancangan mesin alat pengisian madu otomatis berbasis penumatic menggunakan metode R&D (research and devlopment). Serta melalui uji fungsional dan uji kelayakan dengan memberikan angket pada validator untuk mengetahui dari kinerja alat yang dirancang. Secara keseluruhan, alat dapat beroperasi dengan baik dan dapat digunakan untuk proses pengisian madu secara semi-otomatis dengan tingkat akurasi yang cukup baik, sesuai dengan tujuan dari penelitian ini. Hal ini dibuktikan melalui serangkaian pengujian yang dilakukan dengan variasi volume pengisian, yaitu mulai dari 120 ml hingga 300 ml.
Pengaruh variasi elektroda dan arus pengelasan terhadap kekuatan tarik sambungan las SMAW pada stainless steel 304 Ario Ardiansyah; Basuki; Retno Eka Pramitasari; Dian Anisa Rokhmah Wati
Jurnal Ilmiah Teknologi dan Rekayasa Vol. 31 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/tr.2026.v31i2.367

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan elektroda E6013 dan E7016 serta variasi arus pengelasan terhadap kekuatan tarik sambungan las pada material Stainless Steel 304 yang dilas menggunakan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif dengan memvariasikan jenis elektroda dan besar arus pengelasan sebagai variabel bebas. Elektroda yang digunakan terdiri atas E6013 dan E7016 dengan variasi arus sebesar 75 A dan 80 A. Adapun variabel terikat yang diamati meliputi tegangan tarik, regangan, dan modulus elastisitas hasil pengelasan. Material uji berupa plat Stainless Steel 304 dengan ketebalan 1,8 mm yang dibuat menjadi 12 spesimen pengujian. Seluruh spesimen kemudian diuji menggunakan mesin uji tarik untuk mengetahui karakteristik mekanik sambungan las yang dihasilkan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi elektroda E6013 pada arus 75 A menghasilkan performa terbaik dengan nilai tegangan tarik rata-rata sebesar 527,94 MPa dan modulus elastisitas sebesar 15.994,9 MPa. Sementara itu, pada penggunaan elektroda E7016, nilai tegangan tarik rata-rata tertinggi diperoleh pada arus 80 A sebesar 409,3 MPa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa jenis elektroda dan besar arus pengelasan memberikan pengaruh terhadap kekuatan tarik sambungan las. Peningkatan arus yang melebihi kondisi optimum cenderung menurunkan kekuatan tarik akibat bertambahnya masukan panas yang memengaruhi karakteristik daerah las dan daerah terpengaruh panas.