Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

EFEKTIVITAS RUMPON (Fish aggregating device) DALAM MENINGKATKAN HASIL TANGKAPAN IKAN PELAGIS: REVIEW Telaumbanua, Afred Nobel; Zebua, Arismanto; Telaumbanua, Betzy Victor; Laoli, Destriman; Zebua, Ratna Dewi; Zebua, Nistiarni
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i2.8020

Abstract

ABSTRAK Rumpon (Fish Aggregating Device/FAD) adalah alat bantu penangkapan ikan yang bekerja dengan menarik perhatian ikan pelagis untuk berkumpul di suatu lokasi tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan penjelasan tentang seberapa efektif menggunakan rumpon untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan pelagis. Pembahasan mencakup ide dasar tentang rumpon, seberapa efektif rumpon menurut penelitian sebelumnya, variabel yang memengaruhi keberhasilan penggunaan rumpon, dan dampaknya terhadap lingkungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Literatur yang dikaji berasal dari artikel jurnal ilmiah nasional serta dokumen kebijakan yang dipublikasikan pada tahun 2012 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa rumpon dapat meningkatkan efisiensi penangkapan ikan karena ikan cenderung berkumpul di sekitarnya, sehingga nelayan tidak perlu berjalan terlalu jauh untuk mencari ikan. Faktor yang memengaruhi keberhasilan rumpon meliputi bahan penyusun, kondisi oseanografi, dan waktu pemasangan. Penempatan rumpon dengan pendekatan ramah lingkungan seperti penggunaan ijuk juga terbukti menarik ikan karena menyerupai habitat alaminya. Rumpon tradisional terus dikembangkan, termasuk dengan penerapan teknologi GPS dan desain selektif untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan. Namun, penggunaan rumpon yang tidak terkontrol dapat menyebabkan perubahan pola migrasi ikan, overfishing, dan peningkatan tangkapan sampingan. Oleh karena itu, perlu pengelolaan dan pengaturan rumpon yang tepat agar penggunaannya tetap berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kata kunci: Rumpon, ikan pelagis, hasil tangkapan, teknologi tangkap, ekologi laut
OPTIMALISASI PEMIJAHAN IKAN LELE (Clarias gariepinus) SECARA ALAMI: PENGALAMAN PRAKTIS DARI KELOMPOK BUDIDAYA CERIA Laoli, Destriman; Halawa, Alfriend John Saotama; Telaumbanua, Cindy Ardita; Telaumbanua, Enjel Delahowuhowu; Lase, Rosevelt Cerdas; Gea, Rosmawati; Halawa, Vebriman Jaya
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i2.8023

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan mengevaluasi proses pemijahan ikan lele (Clarias gariepinus) secara alami melalui praktik langsung di lapangan bersama Kelompok Budidaya Ceria di Desa Tugalagawu, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan observasi partisipatif dan wawancara lapangan. Pemijahan dilakukan tanpa induksi hormon, menggunakan kolam terpal, ijuk sebagai media penempel telur, serta penambahan daun ketapang sebagai penstabil pH alami. Hasil menunjukkan bahwa dari empat ekor induk betina, diperoleh total telur sebanyak ±8.925 butir dengan tingkat pembuahan ±70% (sekitar 6.247 telur terbuahi), dan tingkat penetasan ±65% (sekitar 4.061 larva menetas). Meskipun masih berada di bawah standar literatur, hasil ini menunjukkan bahwa pemijahan alami dapat berhasil jika didukung oleh pemilihan induk yang tepat dan pengelolaan lingkungan yang baik. Penggunaan daun ketapang terbukti membantu menurunkan pH dan mencegah infeksi telur. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi pemijahan alami berbasis kearifan lokal dapat menjadi strategi berkelanjutan bagi pembudidaya ikan air tawar. Kata kunci: (Clarias gariepinus, pemijahan alami, daun ketapang, pH air, fertilisasi, daya tetas.)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEBERLANGSUNGAN MIKROORGANISME DALAM LINGKUNGAN PERAIRAN Laoli, Destriman; Telaumbanua, Betzy Victor; Zebua, Ratna Dewi; Zebua, Nistiarni
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i2.8151

Abstract

ABSTRAK Mikroorganisme memegang peran penting dalam ekosistem perairan sebagai agen utama dalam proses dekomposisi, siklus nutrien, dan simbiosis. Studi ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis faktor biotik dan abiotik yang memengaruhi kelangsungan hidup mikroba di lingkungan perairan. Metode yang digunakan adalah studi literatur yang memfokuskan pada parameter lingkungan seperti suhu, pH, salinitas, oksigen terlarut (DO), BOD, COD, serta interaksi antar mikroorganisme dan organisme akuatik lain. Hasil analisis menunjukkan bahwa keseimbangan faktor abiotik dan biotik sangat menentukan struktur dan fungsi komunitas mikroba. Perubahan lingkungan seperti peningkatan suhu, pencemaran, dan eutrofikasi berpotensi mengganggu stabilitas mikroba dan ekosistem perairan secara keseluruhan. Studi ini memberikan landasan ilmiah dalam pengelolaan kualitas air dan konservasi ekosistem perairan. Kata kunci : Ekosistem perairan, Faktor abiotic, Faktor biotik, Kelangsungan hidup mikroba, Mikroorganisme akuatik.
PENGARUH JUMLAH MATA PANCING LONGLINE TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN TUNA SIRIP KUNING (Thunnus albacares) Zebua, Nistiarni; Halawa, Vince Kurniawan; Zebua, Ratna Dewi; Telaumbanua, Betzy Victor; Laoli, Destriman; Sanora Laia, Dian Agung
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i2.8222

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jumlah mata pancing pada alat tangkap longline terhadap hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) melalui pendekatan tinjauan pustaka. Data diperoleh dari berbagai literatur ilmiah yang relevan dan dianalisis secara deskriptif untuk memahami hubungan antara jumlah mata pancing, efisiensi operasional, serta faktor lingkungan terhadap produktivitas tangkapan. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah mata pancing, khususnya hingga 1592 unit, secara signifikan meningkatkan hasil tangkapan dibandingkan jumlah yang lebih rendah. Namun demikian, penggunaan jumlah mata pancing yang berlebihan dapat menurunkan efisiensi dan meningkatkan risiko overfishing serta tangkapan sampingan (by-catch). Faktor-faktor lain seperti suhu, salinitas, arus laut, serta kemampuan operasional kapal turut memengaruhi keberhasilan penangkapan. Oleh karena itu, pengelolaan jumlah mata pancing harus mempertimbangkan aspek teknis, ekologis, dan keberlanjutan sumber daya ikan tuna. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengambilan keputusan dalam pengelolaan alat tangkap longline yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Kata kunci: longline, mata pancing, tuna sirip kuning, hasil tangkapan, keberlanjutan.
Optimization of Local Feed Ingredient Composition to Achieve 30% Protein Levels in Cultivated Fish Feed Production Zebua, Ratna Dewi; Laoli, Destriman; Telaumbanua, Betzy Victor; Dawolo, Januari; Zebua, Okniel
Journal of Fish Health Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Fish Health
Publisher : Aquaculture Department, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfh.v5i1.6312

Abstract

Aquaculture plays a vital role in meeting the global demand for animal protein, yet the dependency on expensive imported feed ingredients remains a significant challenge. Optimizing the use of local feed ingredients is a strategic approach to enhance sustainability and cost-efficiency in fish farming. This research aims to optimize the composition of local feed ingredients to achieve 30% protein content in farmed fish feed. The formulation involves rice bran, corn bran, fish meal, and tofu dregs, selected based on local availability and protein content. The methodology includes analysis of the protein content of raw materials, formulation testing, and physical evaluation of feed. The results show that the pellets produced have nutritional quality that meets the target, good physical stability, and cost efficiency of up to 40% compared to commercial feed. This research makes a significant contribution in supporting the sustainability of the fish farming industry and reducing dependence on imported raw materials.