Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Studi Komparasi Gaya Geser Dasar Gempa Dengan Metode Respons Spectrum SNI 1726:2019 Terhadap SNI 1726:2012 di Daerah Banda Aceh Zeldi Zainaldi; Baehaki Baehaki; Zulmahdi Darwis
Jurnal Fondasi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v11i2.17104

Abstract

Salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia adalah gempa bumi. Pada tahun 2004 di Aceh terjadi suatu gempa bumi yang sangat besar, mengkibatkan banyak-nya korban jiwa dan tidak sedikit bangunan runtuh akibat gempa yang terjadi. Untuk meminimalisir keruntuhan yang terjadi pada bangunan akibat gempa, maka para engineer struktur perlu mendasain suatu beban gempa dan menginput beban gempa tersebut pada gedung yang akan di desain strukturnya. Tahun 2019 telah diperbarui peraturan perencanaan beban gempa yaitu SNI 1726:2019.  Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan beban gempa dengan menggunakan SNI 1726:2019, mengetahui besaran gaya geser dasar gempa yang dihasilkan bila beban gempa direncanakna dengan peraturan terbaru ini, serta mengkomparasi hasil desain beban gempa SNI 1726:2019 terhadap SNI 1726:2012. Untuk itu, diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai gambaran referensi dalam mendesain beban gempa yang diinputkan sebagai beban perencanaan dalam mendesain gedung. Analisis pada penelitian ini menggunakan software ETABS. Penelitian ini hanya berfokus menggunakan metode Response Spectrum saja, tanpa membandingkan dengan metode lain. Berdasarkan dari hasil penelitian didapatkan beban gempa bila dihitungan dengan SNI 1726:2019 yaitu, Vx arah x =1680,78 kN, Vx arah y = 475,25 kN, Vy arah x = 534,98 kN dan Vy arah y = 1680,77 kN, sedangkan bila dihitung menggunakan SNI 1726:2012 didapat beban gempa Vx arah x = 1450,80 kN, Vx arah y = 411,93 kN, Vy arah x = 459,86 kN, dan Vy arah y = 1450,80 kN. Berdasarkan hasil analisa didapatkan peningkatan beban gempa rata-rata sebesar 13,84% bila dibandingkan antara beban gempa SNI 1726:2019 dengan 1726:2012.
Perencanaan Beton Mutu Tinggi Menggunakan Superplasticizer Ligno C-491 Dan Kombinasi Ordinary Portland Cement (Opc) Dengan Semen Slag Zulmahdi Darwis; Hendrian Budi Bagus Kuncoro; Jonathan Sitorus
Jurnal Fondasi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v11i2.17147

Abstract

Konstruksi bangunan memerlukan bahan bangunan yang kokoh sehingga banguan tersebut dapat bertahan lama dan dapat menahan beban yang direncanakan. Untuk mendukung kekokohan konstruksi bangunan tersebut, maka diperlukannya material-material yang kuat dan berkualitas agar dapat memenuhi kualitas beton yang sudah direncanakan. Dalam penelitian ini mengkaji pengaruh Semen Slag sebagai bahan kombinasi dengan semen OPC dan Ligno sebagai bahan tambah untuk meningkatkan mutu beton dan mempercepat pengikatan pada beton untuk mengetahui nilai nilai optimum kuat tekan bahan tambah terhadap beton digunakan variasi dosis 0,8% , 1,2% , 1,6% dan 2,0% serta menggunakan 10% semen slag sebagai bahan Kombinasi terhadap semen OPC. Hasil penelitian yang dilakukan dari penggunaan beton ligno diperoleh hasil kuat tekan rata-rata beton Ligno 0,8% (50m1), 1,2% (75m1), l,60/o (100m1) dan 2,0 (125 m1)% secara berurutan sebesar 34,79 MPa, 39,22 Mpa, 37,54 MPa, dan 31,90 MPa. Hasil Kuat tekan rata dari kombinasi semen slag dengan semen OPC tanpa Ligno adalah 20,87 Mpa. Hasil Persentase Peningakatan Kuat tekan beton Dengan Ligno 0,8% , 1,2% , 1,6% dan 2,0% terhadapan beton normal secara berturut-turut adalah 67%, 88% , 80% dan 48%.Data pengujian sifat mekanis dari beton Ligno dan semen slag ini menunjukan komposisi Ligno 1,2% (75m1) adalah komposisi yang optimaluntuk digunakan beton sebagai bahan tambah.
Pembuatan MCK umum untuk warga Desa Pasirwaru, Kabupaten Serang dalam upaya meningkatkan lingkungan yang sehat Woelandari Fathonah; Rama Indera Kusuma; Enden Mina; Restu Wigati; Zulmahdi Darwis; Jenfatika Chandra; Hendrian Budi Bagus Kuncoro
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering for Community Development
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v1i1.16447

Abstract

Pasirwaru adalah salah satu desa di Kecamatan Mancak dengan jumlah penduduk 2.543 jiwa. Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang meningkat dan faktor ekonomi di Desa Pasirwaru menyebabkan minimnya kemampuan tiap kepala keluarga untuk memiliki fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) yang memenuhi standar. Kegiatan ini bertujuan untuk membuat MCK umum sebanyak dua buah yang dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh warga Desa Pasirwaru yang belum memiliki MCK yang layak. Kegiatan ini merupakan program kegiatan ASBES (anak sipil bangun desa). Tujuan jangka panjang kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran warga Desa Pasirwaru untuk menjaga kesehatan lingkungan dan menyosialisasikan pola hidup sehat di desa.  Pasirwaru is one of the villages in the Mancak District, with a population of 2,543 people. Along with increasing population growth and economic factors in Pasirwaru Village, the ability of each family head to have a toilet that meets the standards is minimal. This activity aims to make two public bathing, washing, and toilet facilities (MCK) that can be used and utilized by residents of Pasirwaru Village who do not yet have proper MCK. This activity is an ASBES (anak sipil bagun desa) program. The long-term goal of this activity is to raise awareness of the residents of Pasirwaru Village to maintain environmental health and promote healthy lifestyles in the village.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN DESAIN DAN RAB RENOVASI MASJID NURUL IMAN DI DESA KASEMEN KOTA SERANG Heri Haryanto; Rama Indera Kusuma; Zulmahdi Darwis; Rifky Ujianto; Woelandari Fathonah; Qurrotul Milania; Haryadi Haryadi; Hendrian Budi Bagus Kuncoro
ABDIKARYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): ABDIKARYA
Publisher : Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.894 KB) | DOI: 10.47080/abdikarya.v5i1.2458

Abstract

Masjid merupakan sarana beribadah umat muslim yang mempunyai fungsi sebagai sarana berkegiatan masyarakat. Masjid Nurul Iman terletak di desa Kasemen kota serang. DKM Masjid Nurul Iman membutuhakan pendampingan dalam membangun masjid yang memadai dan didambakan oleh maysarakat, sehingga kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada DKM Masjid Nurul Iman dalam membuat desain dan rencana anggaran biaya (RAB) renovasi masjid sehingga dapat memfasilitasi tempat ibadah yang lebih memadai. Kegiatan pengabdian ini membantu masyarakat dalam merencanakan masjid dalam aspek arsitektur dan struktural serta anggaran biaya pembangunan renovasi masjid. Tahapan pelaksanaan kegiatan terdiri dari survei lapangan, pengukuran area masjid eksisting, kompilasi data pengukuran, membuat desain gambar dan menyusun RAB. Berdasarkan hasil perhitungan rencana anggaran biaya pembangunan renovasi masjid Nurul Iman Desa Kasemen membutuhkan biaya sebesar Rp. 1.199.249.000,00.
Experimental Study Comparative Compressive Strength and Tensile Strength of Nail Fiber Concrete Against Fiber Concrete Wiraningrum, Widya; Baehaki, Baehaki; Darwis, Zulmahdi
Jurnal Fondasi Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v12i2.22040

Abstract

Concrete has high compressive strength but weak tensile strength. The innovations to increase tensile strength is addition fiber. Fiber concrete has been proven increase the tensile strength, but the basic material from flammable plastic and difficult to find in Indonesia, making polypropylene fibers less desirable, so an innovation was to add nails to concrete mix as substitute for polypropylene fibers. Nails made of steel, non-flammable, higher melting point than polypropylene, high tensile strength and easy to find in Indonesia. The purpose of this study was to determine the effect of adding nail and polypropylene fiber to the compressive and split tensile strength of concrete, and to determine the optimum proportion of nail fiber to polypropylene fiber concrete. Mix design using SNI 7656:2012. Based on the results, the compressive strength of normal concrete was 20,007 MPa and 1% polypropylene concrete was 20,097 MPa. The compressive strength of nail fiber concrete varies 0,5%, 1%, 1,5%, 2% and 2,5%, respectively, 16,334 MPa, 18,790 MPa, 21,290 MPa, 21,324 MPa, 19,242 MPa. The split tensile strength of normal concrete is 1,834 MPa and 1% polypropylene concrete is 2,361 MPa. The split tensile strength of nail fiber concrete varies 0,5%, 1%, 1,5%, 2% and 2,5%, respectively, 1,620 MPa, 1,990 MPa, 1,942 MPa, 1,800 MPa, and 1,730 MPa. The optimum proportion of nail fiber concrete as substitute for 1% polypropylene fiber concrete is variation of 1,5% with compressive strength of 21,290 MPa and split tensile strength of 1,942 MPa.
The Effect of Using PVAc (Polyvinyl Acetate) & Epoxy Resin Adhesives on the Shear Strength of Laminated Bamboo Darwis, Zulmahdi; Soelarso, Soelarso; Riyadi, Andry Afrizal
Jurnal Fondasi Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v13i1.24920

Abstract

The use of wood as a construction material is common throughout Indonesia. Based on this, wood material is easy to obtain and wood material itself can make buildings look more attractive. Wood as a source of materials for both construction and non-construction makes the price of wood increase and makes rainforests that function to protect the environment threatened with loss as well as the ecosystem in it. One material that is suitable for replacing wood is bamboo. Bamboo is easy to plant, breed, fast in growth, and of course the price is relatively cheap. The hollow or empty interior of bamboo often makes it difficult for users to utilise bamboo, therefore bamboo lamination technology is applied to facilitate the manufacture of building construction components. The purpose of this study is to determine the shear strength value of bamboo laminates using PVAc adhesive and epoxy resin adhesive and to determine the damage pattern on bamboo laminated beams after shear strength testing when using PVAc adhesive and Epoxy Resin adhesive. The tests carried out refer to SNI 03-3400-1994 using test specimens in the form of laminated bamboo beams with 2 variations of lamination, namely with PVAc and epoxy resin adhesives. Based on the tests carried out, the shear strength of laminated bamboo beams using epoxy resin adhesive is stronger with an average value of 6.7206 MPa compared to laminated bamboo beams using PVAc adhesive with an average value of 2.7949 MPa. The damage pattern that occurs in the adhesive part is damaged during maximum load with the bamboo slats detaching from the adhesive in the epoxy resin adhesive and in the PVAc adhesive the glue part is lifted.
Static Behavior of Steel Frame Bridge (Case Study of Citanduy Bridge, Tasikmalaya Regency) Nurrochmat, Cahyadi; Soelarso, Soelarso; Darwis, Zulmahdi
Jurnal Fondasi Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v12i1.19600

Abstract

The bridge is a road-complementary structure that functions to connect two ends of the road crossed by rivers, canals, valleys, seas, highways, and railroads. A truss bridge is a bridge structure made by combining steel elements according to design criteria and binding technical aspects. Citanduy Bridge is located in Ancol Village, Cineam District, Tasikmalaya Regency, West Java. This bridge has been operated, and to determine the capacity of the bridge, the bridge will be tested for loading. Citanduy Bridge will be tested for loads using two types of loading tests: static loading tests and dynamic loading tests. A static loading test is a loading test on the bridge in which the load used in a stationary condition is placed in the middle of the bridge span based on SNI 1725:2016. The load of the trucks used in this study was 35 tons, and the number of trucks was 6. Structural analysis in this study was carried out using the evaluation version of the SAP 2000 program. Based on RSNI T-03-2005, the allowable deflection on the Citanduy bridge is 62.5 mm. Based on the results of the study, the maximum deflection value obtained from the static load test was 42 mm on a span of 25 m when combined 4, while the maximum deflection value from the results of the structural analysis was 33.7 mm on a span of 25 m when combined 4. Based on the comparison of the maximum deflection with the allowable deflection, the Citanduy bridge can be categorized as passing the static load test.
Redesigning the Production Warehouse and Packaging House at the Agricultural Office of the Main Hall of Food Crops and Horticultural in Banten Province Darwis, Zulmahdi; Fathonah, Woelandari; Kuncoro, Hendrian Budi Bagus; Zulfathir, Reza
Jurnal Fondasi Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v12i1.19548

Abstract

The Banten Provincial Agriculture Office aims to repurpose an existing storage warehouse into a packaging warehouse and production facility for food products. This study focuses on assessing the structural performance of the building and determining its suitability for the new functions. Utilizing the Load and Resistance Factor Design (LRFD) method, the strength of the current structure is evaluated under the anticipated loads. The analysis reveals that while most elements of the building meet the required standards, the existing columns are unable to support the intended load. Based on calculations, the nominal compressive strength value of the existing IWF column is determined to be 202.462 kN, falling short of the required strength of 255.075 kN. To address this, a recommendation is made to reinforce the columns by wrapping their steel profiles with reinforced concrete, transforming them into composite columns with a nominal compressive strength capacity of 1678.24 kN. This reinforcement approach ensures that the building can effectively accommodate the packaging and production operations for food products. The findings of this study provide essential guidance for the Banten Provincial Agriculture Office in making informed decisions on the necessary structural improvements. By implementing the proposed reinforcement measures, the building's structural integrity is enhanced, prolonging its service life and ensuring its suitability for the intended functions.
Rekomendasi Teknis Pemugaran Struktur dan Situs Heritage Makam Kapiten Cina Oey Kiat Tjin, Kota Tangerang Syahid, Mushab Abdu Asy; Subekti, Subekti; Darwis, Zulmahdi; Priyambodho, Bambang Adhi; Ujianto, Rifky; Baehaki, Baehaki
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 3, No 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v1i2.25033

Abstract

Pelindungan dan pengembangan struktur dan situs warisan budaya (heritage)  di Indonesia untuk kepentingan agama, pendidikan, dan pariwisata membutuhkan perhatian teknis demi mempertahankan keberlanjutan dan keberdirian wujud fisiknya. Artikel ini menjelaskan implementasi kepakaran disiplin ilmu rekayasa struktur-konstruksi dan arsitektur melalui pembantuan konsultasi praktik preservasi dan konservasi objek Cagar Budaya di Makam Kapiten Cina Oey Kiat Tjin di Kota Tangerang, Provinsi Banten. Kegiatan ini menghasilkan rekomendasi konseptual dan teknis sebagai landasan ilmiah sebelum pemugaran, meliputi penataan area makam, restorasi bangunan makam, dan rehabilitasi nisan. Metode observasi dan kunjungan lapangan melibatkan ekskavasi, dokumentasi, dan diskusi selaku narasumber kegiatan yang diselenggarakan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII Kemendikbudristek. Program ini akan bermanfaat untuk pemerintah daerah dan masyarakat umum selaku agen pelestari warisan budaya komunitas Cina Benteng di Kota Tangerang.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Paving Block dari Limbah Fly Ash di Desa Lontar Kabupaten Tangerang Fathonah, Woelandari; Mina, Enden; Kusuma, Rama Indera; Darwis, Zulmahdi; Soelarso, Soelarso; Baehaki, Baehaki; Nurjanah, Ina Asha; Rahma, Midia; Radityagifari, Muhamad
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 3, No 2 (2024): Edisi Oktober 2024
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v3i2.29114

Abstract

Limbah fly ash dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar, Serang, Banten, merupakan sisa pembakaran batu bara yang berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah tersebut melalui pelatihan pembuatan paving block bagi warga Desa Lontar. Metode yang digunakan dalam pelatihan meliputi pemberian teori dan praktik langsung mengenai persiapan bahan baku, pencampuran material, teknik pencetakan, serta pengeringan paving block. Pelatihan juga menekankan pentingnya keselamatan kerja dan pengelolaan lingkungan selama proses produksi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan keterampilan warga dalam memanfaatkan fly ash menjadi paving block yang bernilai ekonomis. Beberapa peserta berencana mengembangkan produksi ini secara mandiri, baik untuk memenuhi kebutuhan desa maupun untuk dijual ke pasar yang lebih luas. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi dampak negatif limbah industri terhadap lingkungan.
Co-Authors Abdul Azis Rahmat Abdurohim Abdurohim Achmad Basuki Aditya Pratama Amelia Rizqiyanti Arief Budiman Axel Xavier Delpiero Baehaki, Baehaki Bambang Adhi Priyambodo Enden Mina, Enden Fathonah, Woelandari Fathonah, Woelandari Fathonah, Woelandari Haryadi Haryadi Hendrian Budi Bagus Kuncoro Hendrian Budi Bagus Kuncoro Hendrian Budi Bagus Kuncoro Hendrian Budi Bagus Kuncoro Hendrian Budi Bagus Kuncoro Hendrian Budi Bagus Kuncoro Hendrian Budi Bagus Kuncoro Hendrian Budi Bagus Kuncoro Heri Kusharyanto Hery Supriyadi Ina Asha Nurjanah Javil Egi Pratama Abdurahman Jenfatika Chandra Jonathan Sitorus Kusuma, Rama Indera M. Hasbi Zuher M. Hasbi Zuher Mekro Permana Pinem Midia Rahma Midia Rahma Mina, Enden Muhammad Adha Ilhami Muhammad Afiff Isnaini Muhammad Fakhruriza Pradana, Muhammad Fakhruriza Muhammad Gilang Prabowo Muhammad Isa Ismail Muhammad Yani Bhayusukma Nugroho, Angga Fandam Wahyu Nurjanah, Ina Asha Nurrochmat, Cahyadi Prastika Wahid Santoso Prastyani Prastyani Priyambodho, Bambang Adhi Qurrotul Milania Radityagifari, Muhamad Rahma, Midia Rahma, Midia Rahma, Midia Rama Indera Kusuma Ramadhan, Malik Agung Restu Wigati, Restu Rezka Mugri N.R Rifky Ujianto Riyadi, Andry Afrizal Rizik, Ahmad Farhan Rizka Apriliani Rully Nurul Ashar Soelarso . Soelarso Soelarso Soelarso Soelarso, Soelarso Soelarso, Soelarso Soelarso, Soelarso Soelarso, Soelarso Stefanus Adi Kristiawan Subekti, Subekti Syahdan Raihan Syahid, Mushab Abdu Asy Tb Ahmad Faisal Ujianto, Rifky Usnawa, Hamid Wafiq Wahyu N, Angga Fandam Wili Bakhtiar Wiraningrum, Widya Zeldi Zainaldi Zulfathir, Reza