Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analisis Kinematik Tendangan T Pencak Silat Melalui Prosedur Kelelahan: Analisis 2D Pratiwi, Hawa Delia; Rusdiana, Agus; Imanudin, Iman; Badruzaman, Badruzaman; Hidayat, Iwa Ikhwan; Hardwis, Syam; Haryono, Tono; Umaran, Unun; Kurniawan, Tian; Ugelta, Surdiniaty
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v5i1.2637

Abstract

Teknik tendangan T Pencak Silat merupakan salah satu teknik serangan yang dijadikan gaya andalan dalam bertarung. oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk menganalisis perubahan parameter kinematica tendangan T sebelum dan sesudah kelelahan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan bentuk deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu 12 atlet pencak silat di SMAN 1 Katapang, Atlet diberikan treatment test bosco yaitu, drop jump, counter movement jump dan squat jump masing-masing selama 60 detik. Pengambilan data menggunakan kamera go-pro, kemudian untuk analisis video menggunakan software kinovea dan skill spector, lalu analisis data menggunakan spss versi 26.0, uji perbandingan menggunakan paired T-Test. Terdapat 4 paramter yang dianalisis yaitu, knee joint degree, hip Joint degree, knee joint angular velocity, hip Joint angular velocity. Dari pengukuran yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa kelelahan akan mempengaruhi sudut tendangan dan kecepatan tendangan, hal tersebut terlihat dari hasil yang didapatkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada fase kuda kuda besar sudut lutut p-0.022, besar sudut lutut pada fase ancang-ancang p-0.033, kemudian pada fase impact sudut hip abduction dominan p-0.021 dan hip abduction non dominan p-0.020, kecepetan sudut lutut pada posisi ancang – ancang p-0.013 dan kecepatan sudut lutut pada fase impact p-0.039. Sedangkan tidak terdapat perbedaan yang siginifikan pada sudut panggul fase kuda-kuda, ancang-ancang , dan kecepatan sudut panggul pada fase ancang-ancang.
Perbandingan Kemampuan Fisik (Max Power & Average Power) Antara Track Sprint dan Endurance Sprint Yunika, Gita Widya; Rusdiana, Agus; Hidayat, Iwa Ikhwan; Haryono, Tono; Imanudin, Iman; Syahid, Angga M; Kurniawan, Tian
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Special Issue: Management in Education
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kemampuan fisik (max power & averange power) antara track sprint dan endurance sprint pada atlet balap sepeda. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Sampel penelitian ini yaitu atlet balap sepeda Indonesia. Instrument yang digunakan yaitu alat Wattbike untuk menghitung Max Power dan Heart Rate Monitor untuk menghitung Heart Rate. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji One Way Anova dan uji Independent Sampel t Tes. Hasil penelitian diperoleh bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada vo2max dan max hr dengan p-value 0.063, sedangkan pada peak power terdapat perbedaan antara atlet sprint dan edurance dengan nilai signifikansi p-value 0.043 (6 second), 0.014 (4 menit) dan pada avg power terdapat p-value sebesar 0.000 (6 second) dan 0.032 (4 menit). Dengan demikian atlet sprint memiliki power yang lebih tinggi dibandingkan atlet endurance pada 6 detik peak power test namun pada 4 menit peak power test atlet endurance memiliki power lebih tinggi. Dari hasil penelitian ini diharapkan pelatih mampu membuat program latihan sesuai dengan karakteristik atau kebutuhan kategorinya.
Pengaruh Kelelahan Otot Tungkai Atau Lower Body Terhadap Parameter Kinematika Landing Pada Atlet Badminton Oktora, Zanip Abrilingga; Rusdiana, Agus; Hidayat, Iwa Ikhwan
Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga Vol 5 No 2 (2024): Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jumper.v5i2.2888

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pengaruh kelelahan otot tungkai terhadap parameter kinematika landing pada atlet badminton. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kelelehana otot tungkai terhadap parameter kinematika landing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian pretest posttest. Populasi yang digunakan adalah 8 orang mahasiswa yang mengikuti ukm badminton UPI. Teknik pengambilan sempel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 8 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan test bosco atau tes lompat memakai test (Squat Jump, Countermovement Jump, dan Lunges). Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Paired Sample T-test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kelelahan otot tungkai terhadap parameter kinematika landing dengan nilai signifikansi 0.000 lebih kecil dari 0.05 (Sig. < 0.05).
Analisis Kinematika Teknik Awalan Renang Menggunakan Teknik Grab Start Pada Atlet Profesional Dan Atlet Amatir Hidayatullah, Fajri; Rusdiana, Agus; Hidayat, Iwa Ikhwan; Imanudin, Iman; Badruzaman, Badruzaman; Hardwis, Syam; Haryono, Tono; Umaran, Unun; Kurniawan, Tian
Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga Vol 5 No 2 (2024): Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jumper.v5i2.3058

Abstract

Olahraga renang merupakan salah satu kegiatan air yang memiliki sejarah panjang dan gaya yang beragam, serta merupakan media sosialisasi dan relaksasi sehingga membawa banyak manfaat bagi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja teknik awalan renang menggunakan teknik grab start antara atlet profesional dan amatir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, subjek penelitian terdiri dari 12 atlet laki-laki mahasiswa Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia. Instrumen penelitian ini menggunakan 1 buah kamera kamera, perangkat lunak Kinovea versi 0.9.4, SPSS versi 26.0, dan Skill spector. Parameter kinematik yang diukur meliputi sendi lutut, sendi pinggul, pelantar plexion, average velocity knee, average velocity hip, jarak loncatan dan tinggi loncatan. Hasil uji menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan pada sudut sendi hip panggul awalan dengan nilai sig 0,046 > 0,05 ; knee awalan sig 0,012 > 0,05 ; knee impact sig 0,010 > 0,05 ; plantar impact sig 0,009 > 0,05 ; average velocity knee sig 0,035 > 0,05 ; jarak loncatan sig 0,009 > 0,05 ; tinggi loncatan sig 0,044 > 0,05. Berdasarkan analisis data dan pembahasan teori dapat disimpulkan sudut-sudut sendi, seperti knee, plantar, avarage vel ocity, jarak loncatan dan tinggi loncatan. Hasil ini mengidindikasikan bahwa teknik grab start berpengaruh signifikan terhadap kinerja atlet renang.
ANALISIS KINEMATIKA GERAK PENGARUH PERBEDAAN POSISI BAT TERHADAP KECEPATAN SWING BAT MAHASISWA SOFTBALL UPI Zharifah, Najla Naila Nur; Rusdiana, Agus; Hidayat, Iwa Ikhwan; Haryono, Tono; Kurniawan, Tian; Imanudin, Iman
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i1.29499

Abstract

Teknik memukul bola merupakan kemampuan dasar pemain untuk menyerang lawan dan mendapatkan poin dalam permainan softball. Jenis pukulan yang sering digunakan adalah swing, karena keluarnya kecepatan bat berpengaruh dalam memperkirakan kekuatan pemukul bola. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dari dua posisi bat yaitu posisi bat mendatar dan posisi bat miring terhadap kecepatan swing bat yang terjadi ketika berada ditahap awalan posisi berdiri sampai kontak dengan bola pada mahasiswa Softball UPI (Universitas Pendidikan Indonesia). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan mengumpulkan data secara observasi terstruktur. Populasi yang juga merupakan keseluruhan sampel berjumlah 12 mahasiswa softball UPI dengan memiliki pengalaman bermain minimal dua tahun. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Paired Sample T-test. Hasil dari penelitian ini menunjukkan dengan signifikan bahwa posisi mendatar memiliki pengaruh dalam kecepatan linear bat, panjang lintasan bat, dan selisih sudut bat. Hasil dari penelitian ini juga menujukkan bahwa kecepatan linear bat dipengaruhi oleh besar kecilnya panjang lintasan bat dan selisih sudut bat ketika berada ditahap awalan sampai tahap pemberian beban. Namun, dalam penelitian ini tidak ditemukan pengaruh besar antar posisi bat yang berbeda dan pengaruh kecepatan bat dalam kecepatan bola. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi posisi bat mendatar dapat meningkatkan kecepatan swing yang lebih linear, sehingga dapat menjadi fokus dalam pelatihan teknik memukul pada pemain softball. Selain itu, pelatih dapat memanfaatkan analisis lintasan dan sudut bat untuk merancang latihan yang lebih efektif dalam meningkatkan performa pukulan.
PENGARUH KELELAHAN OTOT LOWER BODY PADA KINEMATIKA TAKE OFF JUMP SPIKE BOLA VOLI Rahman, Iklima Aida; Rusdiana, Agus; Hidayat, Iwa Ikhwan; Kurniawan, Tian; Umaran, Unun; Imanudin, Iman; Hardwis, Syam; Haryono, Tono; Badruzaman, Badruzaman
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i1.29556

Abstract

Kelelahan otot lower body secara langsung memengaruhi efisiensi gerakan take off dalam jump spike. Hubungan antara kelelahan dan perubahan kinematika ini menjadi faktor krusial dalam menentukan performa optimal atlet bola voli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kelelahan otot lower body terhadap kinematika pada fase take off teknik jump spike serta hubungan antara pusat gravitasi tubuh (CG) dan gaya reaksi tanah (GRF). Sampel sebanyak 12 atlet laki-laki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bola Voli Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain pretest dan posttest. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Paired T Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kadar asam laktat, yang mengindikasikan akumulasi akibat kelelahan. Pada parameter kinematika, tidak ditemukan perbedaan signifikan pada sudut ankle, knee, dan hip, meskipun terjadi perubahan. Namun, jump height menunjukkan penurunan signifikan, menunjukkan bahwa kelelahan mempengaruhi kemampuan lompatan. Selain itu, tidak ditemukan hubungan signifikan antara kelelahan dan perubahan parameter kinematika lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelelahan otot lower body berdampak signifikan pada performa jump height, namun tidak mempengaruhi sudut tubuh selama fase take off teknik jump spike. Penelitian ini menyarankan pentingnya pengelolaan kelelahan otot untuk menjaga performa jump spike. Pelatih dan atlet harus fokus pada pemulihan dan penguatan lower body. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa meskipun sudut tubuh tidak terpengaruh, penurunan jump height dapat mengurangi efektivitas permainan, sehingga latihan daya tahan dan teknik lompatan perlu ditingkatkan.
Pengaruh Kelelahan Otot Ekstremitas Bawah Terhadap Gerakan Mendarat/Landing Satu Kaki Pada Pemain Futsal Putra Muslim, Zacky Zakaria; Rusdiana, Agus; Hidayat, Iwa Ikhwan
Jurnal Keolahragaan Vol 11, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v11i1.17871

Abstract

ABSTRACTLower extremity muscle fatigue is a significant factor affecting the landing mechanics of one-footmovements in futsal players. This study aimed to analyze the impact of lower extremity muscle fatigue onthe kinematic parameters of landing movements. The research involved 14 male futsal players using aquantitative descriptive method with a pre-test and post-test design. The research instruments included theBosco test (squat jump, countermovement jump, and lunges), a force plate, and blood lactate measurements.Results indicated a significant increase in blood lactate levels post-fatigue (p < 0.05). Additionally,significant differences were observed in hip, knee, and ankle joint angles before and after fatigue. Fatiguereduced neuromuscular control, increased injury risk, and impaired landing stability. In conclusion, lowerextremity muscle fatigue negatively impacts landing biomechanics, highlighting the need for strengthtraining and fatigue management to prevent injuries and enhance performance.
Talent identification of wrestling athletes using the analytic hierarchy process method approach Fendi Ferdiana; Agus Rusdiana; Iman Imanudin; Badruzaman Badruzaman; Angga M. Syahid; Tono Haryono; Iwa Ikhwan Hidayat Iwa Ikhwan Hidayat
Sriwijaya Journal of Sport Vol. 3 No. 1 (2023): Sriwijaya Journal of Sport
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55379/sjs.v3i1.965

Abstract

The research aims to identify the talent of wrestlers aged 10 to 14 years. The data collected was analysed using the Analytic Hierarchy Process (AHP) with the Expert Choice v. 11 application to find out which elements play an important role in supporting wrestlers. Mixed-methods research (MMR) was used in this study with the study of literature and questionnaires through Google Forms to 25 trainers in Indonesia. The results of this study have three criteria and 15 sub-criteria. These criteria are anthropometry (33.1%), biomotority (33.3%) and somatotype (3.3%). As for the sub-criteria mesomorph (16.3%), endomorph (8.7%), ectomorph (8.3%)1, lung endurance (7.9%), agility (7.0%), speed (6.9%), strength (6.2%), IMT (6%), height (5.9%), flexibility (5.3%), weight (5.1%), body length (4.4%), arm length (4.0%), body fat (3.9%) and sitting height (3.8%). This talent identification model can determine the priority variable in the identification of the talent of a wrestler.
ANALISIS PENGARUH KELELAHAN LOWER BODY TERHADAP PARAMETER KINEMATIKA TENDANGAN INSTEP PEMAIN FUTSAL PUTRI Nurlaely, Eprilia; Rusdiana, Agus; Hidayat, Iwa Ikhwan; Kurniawan, Tian; Haryono, Tono
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v5i1.5155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kelelahan otot lower body terhadap parameter kinematika tendangan instep pemain futsal putri. Metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan pre-test dan post-test design digunakan dalam penelitian ini. Sampel berjumlah 12 pemain putri klub futsal 35 Kota Bandung. Instrument yang digunakan meliputi strip laktat accutrend, kamera handycame, speed gun, carada scan, perangkat lunak skill spector, kinovea, dan spss. Parameter kinematika yang dianalisis dalam penelitian ini mencakup sudut angkle awalan, sudut knee awalan, sudut hip awalan, sudut tumpuan, maximum angular of knee velocity, maximum angular of hip velocity, dan ball velocity. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah kelelahan pada beberapa parameter seperti kadar asam laktat (p = 0.000 < 0.05) dan maximum angular of knee velocity (p = 0.023 < 0.05). Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan pada parameter lain yaitu sudut ankle awalan (p = 0.992 > 0.05), sudut knee awalan (p = 0.875 > 0.05), sudut hip awalan (p = 0.492 > 0.05), sudut tumpuan (p = 0.774 > 0.05), maximum angular of hip velocity (p = 0.637 > 0.05), dan ball velocity (p = 0.667 > 0.05). Berdasarkan hasil data analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa meskipun kelelahan mempengaruhi beberapa parameter kinematika, tubuh memiliki mekanisme adaptasi untuk mempertahankan efisiensi biomekanik selama aktivitas fisik intensif. Penelitian ini bermanfaat bagi pelatih dan pemain futsal dalam merancang latihan dan strategi pemulihan untuk meningkatkan performa dan mengurangi dampak kelelahan.
Kinematic Analysis of Hitting: Launch Angle and Swing Velocity Differences in Elite vs. Amateur Softball Swing Nur Rika Hasanah; Rusdiana, Agus; Hidayat, Iwa Ikhwan; Imanudin, Iman; Hardwis, Syam; Haryono, Tono
Journal of Sport Science and Fitness Vol. 10 No. 1 (2024): Journal of Sport Science and Fitness
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v10i1.17951

Abstract

Hitting is a basic technique that must be mastered in softball. Efficient hitting requires good coordination between the lower limbs, core, and arms. This study aims to analyze the launch angle and exit velocity characteristics of the hitting technique between elite and amateur softball athletes. This study used a quantitative descriptive method. The population consisted of 13 athletes, including 5 elite athletes and 8 amateur athletes, who were selected using purposive sampling. Data collection used documentation techniques by recording the batting movements of the samples which then the video results will be analyzed using Kinovea and SkillSpector software, and the data was analyzed using SPSS version 26.0 with Independent Sample T-Test. The results showed significant differences in launch angle (p=0.025), exit velocity (p=0.004), and swing speed (p=0.015) between elite and amateur athletes. However, there were no differences in elbow angle (p=0.904) and elbow velocity (p=0.123). This study concludes that there are significant differences in batting technique characteristics between elite and amateur softball athletes, with elite athletes showing better performance in launch angle, exit velocity, and swing speed. However, both samples were similar in elbow and elbow angle velocity.