Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Penerapan LRB Sampah Organik Di Desa Pasie Mesjid Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat Ikhsan, Muhammad; Safriani, Meylis
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 3, No 1 (2021): Januari-Juni
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v3i1.2754

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Desa Pasie Mesjid Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat, Desa Pasi Mesjid memiliki luas 2,41 km2 dengan jumlah KK adalah 250. Jumlah penduduk yang tinggal di desa ini sebanyak 970 jiwa. Kegiatan pengabdian ini dilakukan bertujuan untuk menambah pengetahuan Mitra dalam hal ini kelompok PKK desa tersebut tentang manfaat dan cara pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) sebagai salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko genangan banjir, LRB ini diisi dengan sampah organic yaitu seperti Sampah sayuran, kulit buah, dedaunan dan lain-lain yang tergolong sampah organic. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan sosialisasi manfaat dari LRB dan juga pelatiahan cara membuat LRB dengan praktek langsung di lapangan, dengan demikian kelompok mitra dapat memahami dan mempraktekan langsung cara pembuatan LRB dan dapat menyebar luaskan pengetauhuan ini kepada masyarakat lainnya yang ada di desa tersebut. Alat pembuat LRB dapat dipakai secara bergilir kesemua masyarakat yang membutuhkan. Dari hasil tersebut dapat terukur bahwa perubahan pengetahuan tentang manfaat LRB paling tidak pada anggota mitra yang ikut dalam kegiatan pengabdian ini, dan juga ada perubahan perilaku pemisahan sampah organic dan unorganik, dimana sampah organic seperti potongan sisa sayur, kulit buah, sampag daun pohon dipilah lalu dimasukkan kedalam LRB dan dipanen menjadi pupuk Kompos. Untuk target dari pengabdian ini yaitu menurunkan resiko gengan banjir yang kerap melanda des aini, maka kegiatan pembuatan LRB ini harus dilakukan secara masal dan melibatkan semua elemen masyarakat agar desa ini dapat menurunkan dampak banjir yang dalam setahun hamper 2 kali melanda des aini yang memang berbatasan langsung dengan sungai Krueng Meureubo.
Sosialisasi Manfaat Proses Daur Ulang Sampah Plastik di SMA Negeri 2 Darul Makmur Farizal, Teuku; Febrianti, Dian; Hartati, Rita; Safriani, Meylis; Munawir, Al; Yasrizal, Yasrizal
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 5, No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v5i1.6448

Abstract

In a broad sense, the management of plastic waste can be approached through the implementation of the 3R framework, which encompasses the principles of Reuse, Reduce, and Recycle. In this endeavor, a process of socialization was undertaken with students from SMA Negeri 2 Darul Makmur pertaining to the issue of waste management, specifically focusing on the potential for recycling and reusing waste materials to generate substantial value. The utilization of waste is facilitated through the implementation of the 3R concept, thereby offering enhanced educational opportunities for participating students. Students will gain a deeper understanding of the recycling process for high-value waste, which is integral to effective waste management. Additionally, they will have the opportunity to witness firsthand the tangible outcomes of transforming plastic waste into liquid fuels. The engagement of students from SMA Negeri 2 Darul Makmur in socialization activities pertaining to the utilization of plastic waste has facilitated a deeper comprehension of waste management processes and the advantages associated with such endeavors. Conversely, students have the potential to utilize plastic waste for practical purposes that are deemed essential in their daily lives.
ANALISIS DEBIT BANJIR SUNGAI KRUENG TRIPA MENGGUNAKAN HIDROGRAF SATUAN SINTESIS (HSS) NAKAYASU Putri, Suci Alinda; Meylis Safriani; Teuku Farizal
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v3i2.5360

Abstract

Berdasarkan Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI) dalam kurun waktu 2008-2018 telah terjadi peristiwa banjir sebanyak 33 kali di Kabupaten Nagan Raya. Tingginya potensi banjir terjadi karena luapan sungai yang berada dalam Kabupaten Nagan Raya terutama Sungai Krueng Tripa yang memiliki luas daerah aliran sungai (DAS) dengan hilir di Desa Ujong Krueng sebesar 2.953,458 Km2 dan panjang sungai 205,88 km. Berdasarkan hasil surve dan wawancara bersama masyarakat, Desa Ujong Krueng yang berada dalam wilaya DAS Tripa merupakan desa pertama yang mengalami banjir jika terjadi luapan dari sungai, banjir terjadi secara periodik berkisar 4-6 kali / tahun dengan durasi 10-14 hari dan ketinggian banjir mulai 30-200 cm. Maka dari itu perlu dilaukan analisis debit banjir menggunakan Hidrograf Satuan Sintesis (HSS) Nakayasu di Sungai Krueng Tripa guna memberika gambaran besarnya debit banjir rencan menggunakan periode ulang 2, 5, 10, 25, 50 dan 100. Kajian ini diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pihak lain dalam penyelesaian masalah tersebut dimasa mendatang. Data curah hujan diperoleh dari BMKG Nagan Raya dengan hasil analisis hujan rencana untuk perode ulang 2, 5, 10, 25, 50 dan 100 tahun adalah 3543,434 mm; 4870,081 mm; 5618,920 mm; 6558,960 mm; 7714,292 mm dan 8458,272 mm. Untuk debit puncak (Qp) adalah 30,868 m3/dtk dengan waktu yang diperlukan untuk mencapai (Tp) adalah 17,15 jam.
Pelatihan Pembuatan Septic Tank Sehat Sebagai Upaya Meningkatkan Sanitasi Di Desa Lueng Baro Kecamatan Suka Makmue Kabupaten Nagan Raya Safriani, Meylis; Putri, Enda Silvia
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.923 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v3i2.8505

Abstract

Salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya adalah Desa Lueng Baro. Desa ini masih termasuk rawan sanitasi. Hasil studi awal menunjukkan bahwa masyarakat di desa tersebut belum memiliki sarana sanitasi yang baik. Kebiasaan masyarakat di desa tersebut masih membuang air besar di berbagai tempat seperti saluran irigasi, saluran drainase, alue (anak sungai), dan bahkan ada yang membuang air besar di halaman kosong di belakang rumah mereka. Bagi masyarakat yang telah memiliki jamban, namun belum memiliki tangki septik yang memenuhi standar seperti lantai pada tangki septik (septic tank) tidak di cor, sehingga air limbah buangan jamban dapat menyerap ke dalam tanah. Pada pengabdian ini diperkenalkan bagaimana cara membangun tangki septik (septic tank) sehat sehingga air limbah dari jamban dapat dibuang secara aman ke drainase. Pemberian materi kepada tim mitra dilakukan melalui kegiatan pelatihan oleh tim pengabdian dari Universitas Teuku Umar Meulaboh. Pelaksanaan kegiatan pengabdian tentang pembuatan tangki septik sehat telah dilakukan di Desa Lueng Baroe. Pelatihan yang diberikan terdiri dari langkah-langkah membuat biofilter dari botol plastik bekas sebagai bahan pengganti biolfilter sarang tawon dan membuat cor an lantai dan dinding tangki septik yang kedap air. Pada desa ini di dusun Cot Rundeng telah dibangun tangki septik sehat yang mana respon dari mitra sangat positif, dan antusias. Mitra mau menerima inovasi teknologi yang diberikan serta memiliki minat yang tinggi dan bersedia untuk menerapkan teknologi yang telah diberikan.
Pembuatan Jamban Ramah Lingkungan Sebagai Upaya Mengurangi Perilaku BABS Di Desa Cotkuta Kabupaten Nagan Raya Safriani, Meylis; Putri, Enda Silvia; Rafshanjani, M. Arie
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2020): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1252.664 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v4i3.11577

Abstract

Salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya adalah Desa Cotkuta. Desa ini masih tergolong desa yang sanitasinya rawan. Hal ini berdasarkan dari survei awal yaitu masih terdapat beberapa perumahan warga yang belum memiliki sarana sanitasi yang baik. Sebagian masyarakat di desa tersebut masih terbiasa melakukan buang air besar di berbagai tempat seperti saluran drainase, alue (anak sungai), saluran irigasi, dan bahkan di halaman kosong di belakang rumah mereka. Beberapa penyebab masyarakat belum memiliki jamban diantaranya adalah faktor ekonomi dan dikarenakan perilaku yang sudah menjadi kebiasaan. Pada pengabdian ini diperkenalkan cara membangun jamban yang murah dan ramah lingkungan dengan harga yang lebih efisien dibandingkan dengan jamban konvensional. Selain itu juga, masyarakat diberikan kegiatan sosialisasi mengenai manfaat dan pentingnya jamban serta bahaya Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Pemberian materi kepada tim mitra dilakukan melalui kegiatan sosialisasi oleh tim pengabdian dari Universitas Teuku Umar Meulaboh. Pelaksanaan kegiatan pengabdian tentang pembuatan jamban ramah lingkungan telah dilakukan di Desa Cotkuta. Jamban ramah lingkungan dibuat dari material yang banyak terdapat di desa Cotkuta seperti bambu dan rumbia. Bambu dipergunakan sebagai dinding jamban, sedangkan rumbia dibuat menjadi atap jamban. Respon dari mitra sangat positif dan antusias, yang mana mereka sudah memahami cara membuat jamban secara mandiri dengan dana yang terjangkau. Mitra juga mau menerima inovasi yang diberikan serta memiliki minat yang tinggi dan bersedia untuk menerapkan inovasi yang telah diberikan.
Pendampingan Pembuatan Vertical Garden Sebagai Upayah Peningkatan Green Building Concept Pada Gedung Sekolah SD IT Meulaboh Febrianti, Dian; Safriani, Meylis; Rafshanjani, M. Arie; Salena, Inseun Yuri
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1503.775 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v5i3.16279

Abstract

Penelitian mengenai green building dalam upayah meningkatkan kawasan hijau didaerah Kabupaten Aceh Barat mendapatkan respon yang baik dari pemerintah dan masyarakat. Dari Penelitaian ini dikembangkan dengan membuat Vertical Garden, sebagai implementasi konsep green building. Bentuk implementasi tersebut dibuat dalam bentuk kegiatan pengabdian Peningkatan Green Building Concept Melalui Penerapan Vertical Garden Pada Gedung Sekolah di Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada salah satu sekolah terfavorit yang ada di Kabupaten Aceh Barat yaitu, sekolah SD IT Teuku Umar Meulaboh. Berdasarkan hasil survey sangat diperlukan penataan vegetasi pada dinding bangunan atau disebut vertical garden, agar bangunan menjadi dingin dan dapat mengurangi kebutuhan pendingin ruangan sebagai upayah untuk menciptakan iklim mikro yang memberikan kenyaman termal dan memperbaiki kualitas lingkungan bagi pengguna bangunan sekolah SD IT Meulaboh. Pembuatan Vertical Garden menggunakan tanaman lokal yang mudah didapat berupa tanaman daun sirih merah, dan daun teh merambat. Responyang diberikan dari mitra sangat positif dan antusias, dan dapat peningkatkan pemahaman bagi guru dan siswa tentang manfaat dan keuntungan dari penerapan konsep Green Building pada bangunan. Kegiatan pembuatan vertical garden ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi dampak global warning, dan menambah ruang terbuka hijau yang dapat menyerap polusi udara sekaligus meningkatkan kualitas udara pada lingkungan sekolah
Study of Groin Structure Planning On a River Bend In Padang Mancang Village Muhammad Arrie Rafshanjani amin; SAFRIANI, MEYLIS; Cut Suciatinas Silvia; Delfian Masrura; Safrizal
Civilla : Jurnal Teknik Sipil Universitas Islam Lamongan Vol 10 No 1 (2025): MARET
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/cvl.v10i1.1352

Abstract

The river flows naturally from its source (upstream) to its mouth (downstream). Due to its velocity, riverbank erosion often occurs, especially in curved sections. In meandering rivers, unstable soil can lead to landslides on the outer banks. One affected area is Padang Mancang Village, Kaway XVI Subdistrict, West Aceh Regency. This study aims to design a suitable groin structure to mitigate erosion. The design process considers a 50-year return period flood (Q50), soil properties, and river cross-section data. The proposed groin structure has a length of 30 meters, a foundation width of 10 meters, a top width of 3 meters, and a height of 12 meters. The flood discharge is 2885.307 m³/s. Stability analysis confirms the structure is safe, with safety factors of 3.06 for overturning and 1.89 for sliding, both exceeding the minimum 1.5. The foundation is stable, with a maximum stress of 2.076 kg/cm², below the allowable 7.71675 kg/cm². These results indicate the groin structure effectively prevents riverbank erosion while ensuring structural stability.
Penerapan K3 Konstruksi pada Pengaman Tanggul Pelabuhan Sebagai Peningkatan Safety Building di Wilayah Pesisir Kabupaten Aceh Barat Zakia, Zakia; Safriani, Meylis; Salena, Inseun Yuri; Rafshanjani, M. Arie; Febrianty, Dian; Hasdanita, Fitry
Pengabdian Cendekia Vol. 2 No. 2 (2024): Vol. 2 No 2 (Desember 2024) Membangun Kecendekian: Transformasi Melalui Pengabd
Publisher : Indonesian Scholars Global Forum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63107/rfjrc754

Abstract

Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam konstruksi tanggul pelabuhan berperan krusial dalam meningkatkan keamanan dan ketahanan infrastruktur di area pesisir. Tujuan utama Kesehatan dan Keselamatan Kerja (k3) adalah mencegah, mengurangi, bahkan menghilangkan kecelakaan kerja. Pentingnya K3 sangatlah besar mengingat dampak yang ditimbulkan oleh kecelakaan kerja. Melalui sosialisasi, pelatihan, serta disiplin dalam penggunaan alat pelindung diri (APD), potensi kecelakaan dapat diminimalkan. Dalam kegiatan pelatihan, direncanakan pembentukan dua kelompok mitra, masing-masing terdiri dari 5 orang. pelaksanaan program dilakukan dengan mengukur peningkatan pemahaman masyarakat tentang penggunaan safety building dan K3 dalam proyek pembangunan tanggul pelabuhan melalui kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan sosialisasi. Tujuan evaluasi ini adalah untuk mengetahui persentase peningkatan wawasan atau pengetahuan yang diterima oleh perwakilan pekerja konstruksi setelah mengikuti sosialisasi tersebut. Hasil yang diperoleh penerapan K3 pada proyek konstruksi tanggul pelabuhan sudah cukup baik dalam meningkatkan safety building dan mengurangi risiko kecelakaan kerja. Meski demikian, beberapa aspek seperti pemahaman masyarakat lokal dan konsistensi penggunaan APD masih perlu ditingkatkan. Diharapkan dengan pelatihan lanjutan dan pengawasan yang lebih intensif, penerapan K3 dapat berjalan lebih optimal sehingga keselamatan di lokasi proyek terjamin secara menyeluruh.
Penguatan Kapasitas Komunitas Untuk Mitigasi Kebakaran Gambut Melalui Edukasi Partisipatif di Aceh Barat Amir, Astiah; Idris, Fadli; Safriani, Meylis; Maifizar, Afriani; Fazlina, Rita; Veranita, Veranita; Pribadyo, Pribadyo; Supardi, Joli
Pengabdian Cendekia Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 3 No 1 (Juni 2025) Membangun Kecendekian: Transformasi Melalui Pengabdian
Publisher : Indonesian Scholars Global Forum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63107/08mhxx65

Abstract

Kebakaran lahan gambut merupakan salah satu ancaman ekologis yang kerap terjadi di Kabupaten Aceh Barat, terutama pada musim kemarau. Kondisi ini diperparah oleh rendahnya kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam melakukan pencegahan serta penanggulangan dini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas komunitas lokal dalam mitigasi kebakaran gambut melalui pendekatan edukasi partisipatif. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan berbasis kelompok, pelatihan teknis, dan simulasi penanganan awal kebakaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap penyebab kebakaran gambut, serta tumbuhnya inisiatif lokal dalam membentuk tim siaga api dan sistem pelaporan dini. Kegiatan ini menjadi model pemberdayaan komunitas berbasis lokal yang dapat direplikasi di wilayah rawan karhutla lainnya.
Optimized Plant Productivity by evaluating the Performance and Capacity of the Primary Channel at the Irrigation Area (I.A.) Jeuram In Nagan Raya Regency Hasdanita, Fitry; Nasution, Anisah; Masrura, Delfian; Safriani, Meylis
ASTONJADRO Vol. 14 No. 3 (2025): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v14i3.18700

Abstract

The development and improvement of irrigation infrastructure serve as the primary source of water supply during the growing season, which can significantly enhance agricultural production. This research aims to evaluate the performance of irrigation systems and the capacity of irrigation channels, this is essential to minimize water loss during the distribution of irrigation water, ensuring that the water needs of rice fields are met and optimizing crop productivity. The research was conducted in Irrigation Area (I.A) Jeuram. This research method is carried out by inventorying the existing conditions of physical and non-physical infrastructure. Then, was evaluates of irrigation area performance, based on the irrigation performance index. The hydraulic analysis to evaluate the channel using HEC-RAS software. The performance of the physical infrastructure of I.A. Jeuram is 26.38% of the optimal condition is 35%. This condition is categorized as moderately to severely damaged. Crop productivity stands is 9.64% of the optimal level of 12.5%. The overall performance index of I.A. Jeuram is 59.32% of its optimal condition, which is 77.5%, indicating that it is in desperate need of attention. While the primary channels can still accommodate the required discharge, its condition is also classified as moderately to severely damaged, compounded by issues of uncontrolled sedimentation. The physical and non-physical infrastructure adversely affects crop productivity and the overall service area of the Jeuram irrigation region. Therefore, it is essential to initiate repairs and ensure regular or periodic operation and maintenance of the irrigation system.