Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN JAMBAN SEHAT MELALUI METODE CERAMAH DAN DEMONTRASI PADA KELOMPOK MASYARAKAT DESA COT KUTA KABUPATEN NAGAN RAYA Safriani, Meylis; Putri, Enda Silvia; Rafshanjani, M. Arrie
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): SEPTEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.057 KB) | DOI: 10.32832/abdidos.v5i3.888

Abstract

Desa Cot Kuta merupakan salah satu desa yang terdapat di Nagan Raya, Desa Cot Kuta dapat dikatan desa yang terletak di bagain kota dari Kabupaten Nagan Raya. Letak Desa Cot Kuta yang berada di daerah perkotaan ternyata tidak juga menjamin desa tersebut terlepas dari masalah sanitasi terkhusus pengetahuan dan penggunaan jamban sehat oleh masyarakatnya. Berdasarkan survey awal diperoleh di Dusun Alue Guci 85,6% warganya membuang tinja ke saluran irigasi, saluran drainase, dan alue/anak sungai.Tujuan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan dan penggunaan jamban sehat pada kelompok masayarakat sehingga mengurangi kebiasaan kelompok masyarakat yang membuang tinja pada badan air. Metode pelaksanaa pengabdian ini adalah dengan metode ceramah dan demontrasi dalam rangka meningkatakan pengetahuan dan penggunaan jamban sehat, jumlah responden atau kelompok masyarakat 12 orang. Hasil pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat terkait jamban sehat berdasarkan hasil analisis kuisioner pre dan post tes yaitu terjadi perbedaan rata-rata nilai tingkat pengetahuan dengan dibuktikan dari nilai P value : 0,046 dan nilai meningkat dari nilai poin rata-rata 87,92 poin menjadi 92,92 poin, serat terjadi peningkatan penggunaan jamban sehat karena dibantu dengan sistem demontrasi hibah jamban sehat dan cara penggunaanya.Kesimpulan yang dapat diperoleh dari pengabdian yaitu terjadi peningkatan pengetahuan dan penggunaan jamban sehat pada kelompok masyarakat Desa Cot Kuta. Disarankan kepada aparatur desa dan warga unutk terus membiasakan menggunakan jamban sehat dan memacu warga lain yang belum melalui program desa terkait jamban sehat.
Studi Perencanaan Bangunan Bronjong Pada Tikungan Sungai Di Desa Meunasah Buloh Safriani, Meylis; Sari, Dewi Purnama
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 14 No. 2 (2018)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.14.2.107-120.2018

Abstract

Erosi yang terjadi setiap tahun pada tebing sungai di Desa Meunasah Buloh, Kabupaten Aceh Barat semakin parah terutama pada bagian tikungan sungai. Hal ini dikarenakan aliran sungai pada tikungan sungai lebih cepat jika dibandingkan dengan sungai yang berpenampang lurus. Bangunan perkuatan tebing sungai untuk mengurangi erosi pada Desa Meunasah Buloh direncanakan menggunakan bronjong. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan desain bronjong yang sesuai dalam mengurangi erosi tebing sungai di bagian tikungan atau belokan sungai di desa tersebut. Berdasarkan survei awal, perkebunan masyarakat yang berada di dekat tepi sungai terkikis akibat erosi, bahkan ada perumahan penduduk yang jaraknya sudah mendekati sungai. Oleh karena itu, dibutuhkan perencanaan bangunan pengaman tebing sungai tipe bronjong untuk mengatasi erosi. Analisa yang dilakukan meliputi analisa curah hujan rencana, debit banjir rencana, profil muka air banjir, desain ukuran bronjong, dan stabilitas bronjong. Desain dan ukuran bronjong yang sesuai adalah bronjong bentuk I kode D dengan dimensi 2,0 x 1,0 x 0,5 m dan ukuran batu sebesar 40 cm.  Hasil perhitungan stabilitas terhadap guling diperoleh FSguling sebesar 2,39 dimana nilai ini lebih besar dari 1,5. Berdasarkan hasil perhitungan dapat dilihat bahwa struktur konstruksi bronjong aman terhadap gaya guling. Hasil perhitungan stabilitas bronjong terhadap gaya geser diperoleh struktur konstruksi bronjong aman terhadap geser dimana nilai FSgeser sebesar 1,87 dimana nilai ini lebih besar dari 1,5. Hasil perhitungan diperoleh tegangan maksimum lebih kecil dari tegangan izin maka daya dukung tanah untuk pondasi bronjong sebagai perkuatan tebing sungai aman. Berdasarkan hasil analisis, menunjukkan bahwa struktur desain konstruksi bronjong aman terhadap gaya guling, gaya geser, dan daya dukung tanah. Peletakan bangunan bronjong pada tebing sungai bagian tikungan/belokan sungai di Desa Meunasah Buloh  mulai cross sungai A11 – A19 sepanjang 620 m
Penerapan LRB Sampah Organik Di Desa Pasie Mesjid Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat Muhammad Ikhsan; Meylis Safriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 3, No 1 (2021): Januari-Juni
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v3i1.2754

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Desa Pasie Mesjid Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat, Desa Pasi Mesjid memiliki luas 2,41 km2 dengan jumlah KK adalah 250. Jumlah penduduk yang tinggal di desa ini sebanyak 970 jiwa. Kegiatan pengabdian ini dilakukan bertujuan untuk menambah pengetahuan Mitra dalam hal ini kelompok PKK desa tersebut tentang manfaat dan cara pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) sebagai salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko genangan banjir, LRB ini diisi dengan sampah organic yaitu seperti Sampah sayuran, kulit buah, dedaunan dan lain-lain yang tergolong sampah organic. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan sosialisasi manfaat dari LRB dan juga pelatiahan cara membuat LRB dengan praktek langsung di lapangan, dengan demikian kelompok mitra dapat memahami dan mempraktekan langsung cara pembuatan LRB dan dapat menyebar luaskan pengetauhuan ini kepada masyarakat lainnya yang ada di desa tersebut. Alat pembuat LRB dapat dipakai secara bergilir kesemua masyarakat yang membutuhkan. Dari hasil tersebut dapat terukur bahwa perubahan pengetahuan tentang manfaat LRB paling tidak pada anggota mitra yang ikut dalam kegiatan pengabdian ini, dan juga ada perubahan perilaku pemisahan sampah organic dan unorganik, dimana sampah organic seperti potongan sisa sayur, kulit buah, sampag daun pohon dipilah lalu dimasukkan kedalam LRB dan dipanen menjadi pupuk Kompos. Untuk target dari pengabdian ini yaitu menurunkan resiko gengan banjir yang kerap melanda des aini, maka kegiatan pembuatan LRB ini harus dilakukan secara masal dan melibatkan semua elemen masyarakat agar desa ini dapat menurunkan dampak banjir yang dalam setahun hamper 2 kali melanda des aini yang memang berbatasan langsung dengan sungai Krueng Meureubo.
IDENTIFIKASI SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN SERTA TINGKAT KEANDALAN KESELAMATAN BANGUNAN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT DI UNIVERSITAS TEUKU UMAR Inseun Yuri Salena; Meylis Safriani; Novrizal .
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 5 No. 2 (2019): Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v5i2 DES.16141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketersediaan sistem proteksi kebakaran serta tingkat keandalan bangunan pada gedung F1 dan F2 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 26/PRT/M/2008 tentang persyaratan teknis sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung dan lingkungan serta Pd-T-11-2005-C yaitu pedoman pemeriksaan keselamatan bangunan gedung. Komponen sistem proteksi kebakaran yang di identifikasi adalah Kelengkapan Tapak, Sarana Keselamatan, sistem proteksi kebakaran Aktif dan Pasif dengan melakukan pengamatan langsung dilapangan menggunakan formulir daftar periksa. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan metode Likert yang menghasilkan tingkat kesesuaian penerapan dengan peraturan yang berlaku serta pemeriksaan nilai tingkat keandalan keselamatan bangunan. Hasil analisis pada Sistem Proteksi Pasif pada gedung F1 dan F2 diperoleh nilai 2.28 dan 2.44 dalam skala Likert yang menunjukkan kurang sesuai dengan peraturan dan untuk sistem proteksi aktif pada gedung F1 dan F2 memperoleh nilai 1.33 dan 1 yaitu sangat tidak sesuai peraturan. Persentase Penilaian Tingkat Keandalan Sistem Keselamatan Bangunan (NKSKB)menunjukkan hasil bagi komponen sistem keselamatan bangunan pada gedung F1 yaitu 37.26%dan gedung F2sebesar 37.11 % dari nilai maksimum 100% untuk keseluruhan komponen sistem keselamatan kebakaran.Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sistem keselamatan kebakaran pada gedung F1 dan F2 Fakultas Kesehatan Masyarakat masuk dalam klasifikasi Kurang Baik.Seluruh komponen Sistem Keselamatan yang masih  minim sangat memerlukan peningkatan dan perbaikansehingga resiko bahaya dapat diminimalisir dan diantisipasi dengan baik serta penanggulangan bencana kebakaran dapat ditangani secara optimal. Kata Kunci: Keandalan Bangunan, Keselamatan Kebakaran, Sistem Proteksi ABSTRACT This study aims to identify the availability of fire protection systems and the level of building reliability in the F1 and F2 buildings of the Faculty of Public Health, Teuku Umar University based on Minister of Public Works Regulation No. 26/RT/M/2008 concerning the technical requirements of fire protection systems in buildings and the environment and Pd-T-11-2005-C, namely guidelines for building safety inspection. The fire protection system components identified are Means of Egress,Site equipment, the Passive and Activefire protection system by making direct observations in the field using a checklist form. The data collected is then analyzed using the Likert method, which results in the appropriateness of the application with applicable regulations and checks on the value of the building's safety level. The results of the analysis of the Passive Protection System in F1 and F2 buildings obtained a value of 2.28 and 2.44 on the Likert scale which shows less in accordance to the regulations and for the active protection system in the F1 and F2 buildings obtain the value of 1. 33 and 1 which is very not in accordance with the regulation. Percentage Rating of Building Safety System Reliability Level (NKSKB) shows the results for the building safety system component in F1 building that is 37.26% and building F2 is 37.11% of the maximum value of 100% for all components of the fire safety system. Based on the results obtained indicate that the fire safety system in the F1 and F2 buildings of the Faculty of Public Health classified as Poor in reliability. All components of the Safety System that are still minimal need improvement and so that can minimize the risk and properly anticipate. The handling of fire disasters can optimally handle.Keywords: Building Reliability, Fire safety, Protection system 
River Cleaning Action Program As A Strategy To Improve Sanitation In Gajah Ayee Village, Sigli City Delfian Masrura; Arrazy Elba Ridha; Fitry Hasdanita; Desi Marliza; Julia Rizki; Meylis Safriani; Alfisyahrin Alfisyahrin
TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Vol 6, No 2 (2026): Agustus
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/transformasi.v6i2.39289

Abstract

This community service project aims to address environmental degradation in Gajah Ayee Village, Aceh, caused by the practice of disposing of household waste into rivers, which leads to clogged waterways and health risks. The project employed a participatory approach (PAR) and was carried out from February 5–25, 2026. The activities involved 32 participants from the PKK, village officials, and coastal residents. The phases included preparatory coordination, physical cleanup activities, structured environmental education, and follow-up cleanup after the education sessions. The results of the community service project included physical actions that successfully removed approximately 460 kg (30 sacks) of waste. Inorganic waste was transported to a landfill, while organic waste was processed into compost to avoid open burning. An evaluation showed a significant increase in community awareness, as residents began sorting their waste and no longer disposed of it in the river. The integration of concrete action and cognitive education effectively transformed the community’s perception of the river as a vital asset rather than a dumping ground. Recommendations for follow-up include the provision of segregated waste collection facilities by the Environmental Agency (DLH) and a regular waste pickup system.
Analisis Kelayakan Ekonomi Bangunan Bronjong Tebing Sungai Dalam Upaya Pengendalian Erosi dian febrianti; Meylis Safriani; Zakia Zakia
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i1.611

Abstract

Abstrak Studi Kelayakan sangat diperlukan oleh banyak kalangan seperti investor atau pemerintah. Salah satu program pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat adalah dengan membangun fasilitas atau konstruksi yang dapat berpengaruh pada perekonomian masyarakat atau untuk keselamatan masyarakat, salah satunya yaitu bronjong. Pembangunan bronjong sebagai tebing sungai di Desa Padang Mancang, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat diharapkan dapat memberikan keselamatan bagi warga yang tinggal di sekitar sungai dikarenakan pengikisan tebing sungai yang semakin parah. Pembangunan bronjong ini disarankan dapat menjadi bahan evaluasi bagi Dinas PU Pengairan untuk mengetahui tentang studi kelayakan ekonominya. Biaya modal yang dikeluarkan untuk pembangunan bronjong adalah sebesar Rp. 8.684.106.116,- dan biaya tahunan yang dikeluarkan (biaya operasional dan pemeliharaan) adalah sebesar Rp. 37.111.565,-. Manfaat yang diperoleh dengan adanya pembangunan bronjong didapat senilai Rp. 7.214.000.000,-. Studi Kelayakan Ekonomi Pada Pembangunan Bronjong Tebing Sungai bertujuan untuk mengetahui layak atau tidak proyek tersebut dijalankan dengan menggunakan metode NPV (Net Present Value), dan BEP (Break Even Point). Studi kelayakan ini menggunakan suku bunga 5% dan umur ekonomi bangunan 65 tahun. Hasil nilai NPV yang diperoleh sebesar Rp. 397.600.237,- atau NPV > 0 dan BEP terjadi pada tahun ke-60 bulan ke-6, sehingga waktu pengembalian modal kurang dari umur ekonomis proyek, yaitu 65 tahun. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proyek pembangunan bronjong ini layak dilaksanakan dan dibangun untuk menghindari erosi pada tebing sungai. Kata kunci: Studi Kelayakan, bronjong, NPV, BEP.  Abstract A feasibility study is needed by many groups such as investors or the government. One of the government's programs for the welfare of the community is to build facilities or construction that can affect the economy of the community or for the safety of the community, one of which is the gabion. The construction of gabions as river cliffs in Padang Mancang Village, Kaway XVI District, West Aceh Regency is expected to provide safety for residents living around the river due to the increasingly severe erosion of river cliffs. The construction of gabions is suggested to be used as evaluation material for the Dinas PU Pengairan to find out about its economic feasibility study. The capital cost spent for the construction of gabions is Rp. 8,684,106,116, - and the annual cost incurred (operational and maintenance costs) is Rp. 37,111,565, -. The benefits obtained from the construction of gabion are valued at Rp. 7,214,000,000, -. The Economic Feasibility Study on the Development of the River Cliffs Gabion aims to determine whether the project is feasible or not to be carried out using the NPV (Net Present Value) and BEP (Break Even Point) methods. This feasibility study uses primary data, secondary data and assumptions to be used in the calculation of cash flow analysis. By using an interest rate of 5% and an economic age of 65 years, the NPV value obtained is Rp. 397,600,237, - and BEP occurs in the 60th year of the 6th month. The results of the three methods indicate that the gabion construction project is feasible to implement or build. Keywords: Feasibility Study, Gabion, NPV, BEP
Evaluasi Kapasitas Tampang Drainase Kawasan Perumahan Desa Leuhan Kabupaten Aceh Barat meylis safriani; M. Arrie Rafshanjani; Fitry hasdanita; Alfiansyah Yulianur
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.999

Abstract

Abstrak Banjir yang melanda Desa Leuhan Dusun Raja Ampat kabupaten Aceh Barat disebabkan limpasan air hujan yang mengenangi kawasan setempat. Penyelesaian yang tepat untuk mengatasi banjir kota adalah evaluasi kapasitas penampang drainase. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui debit banjir rancangan dan kapasitas penampang drainase. Metode penelitian dilakukan dengan analisis hidrologi dan analisis hidrolika. Hujan rencana dan debit rancangan ditentukan dengan analisis hidrologi. Analisis debit banjir rancangan kala ulang dihitung dengan metode rasional. Kapasitas dan dimensi penampang drainase dihitung berdasarkan analisi hidrolika dengan software HEC-RAS 5.0. Hasil penelitian diperoleh hujan rencana dan debit banjir rencana untuk periode ulang sepuluh tahun yaitu, 259,957 mm dan 712,393 m³/s. Hasil analisis menunjukkan sembilan penampang drainase perlu dilakukan evaluasi. Penampang drainase mengalami luapan disebabkaan oleh ketidakamampuan menampung debit banjir pada saat terjadinya hujan. Setelah dilakukan evaluasi dan perlebaran penampang saluran drainase tinggi luapan mengalami penurunan bahkan tidak terjadi luapan di saluran drainase kawasan perumahan Desa Leuhan.  Kata kunci: drainase , analisis frekuensi, debit banjir, Hec-Ras 5.0, Log Person III Abstract Flooding in Leuhan Village, Raja Ampat Hamlet, West Aceh District is caused by rainwater runoff that inundates the local area. The right solution to overcome urban flooding is the evaluation of drainage cross-sectional capacity. The purpose of this study was to determine the design flood discharge and drainage cross-sectional capacity. The research method was conducted with hydrological analysis and hydraulics analysis. Rainfall and design discharge were determined by hydrological analysis. The analysis of the design flood discharge of the return period was calculated by the rational method. The capacity and dimensions of the drainage cross section were calculated based on hydrological analysis with HEC-RAS 5.0 software. The results of the study obtained the rainfall plan and the flood discharge plan for the ten-year return period, namely, 259.957 mm and 712.393 m³/s. The analysis results show that nine drainage cross sections need to be evaluated. The drainage cross section experienced overflow due to the inability to accommodate flood discharge during rainfall. After the evaluation and widening of the drainage channel cross section, the overflow height has decreased and there is no overflow in the drainage channel of the Leuhan Village residential area. Keywords: Drainage, frequency analysis, flood discharge, Hec-Ras 5.0, person log lll
Economic Feasibility Study on The Development of Irrigation Channels Zakia Zakia; Meylis Safriani; Nessa Radianica; M Faisi Ikhwali
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.66 KB) | DOI: 10.52088/ijesty.v2i1.217

Abstract

Indonesia is an agricultural country where the livelihood of the majority of the population is farming. Geographically, Indonesia is an archipelagic country that has enormous natural potential, both in the marine and agricultural fields. The agricultural sector is a sector that has an important role in improving the welfare of the entire population of Indonesia. Rice fields in Blang Beurandang Village still rely on irrigation from using rainwater to meet irrigation water needs. To increase rice yields, an irrigation network is needed that can flow water to the rice fields. It is necessary to conduct a feasibility study on the irrigation to be built so that it can be calculated from an economic point of view whether the project is feasible or not. This feasibility study is equipped with an analysis using the first method; Net Present Value (NPV), the second is the Benefit Cost Ratio (BCR) analysis, the third is the Internal Rate of Return (IRR), and the fourth is the Break Event Point (BEP). The results of this study are the value of the investment cost of the construction project or the initial capital of the irrigation canal which is IDR. 2,088,058,500, and the value of the operational and maintenance costs is IDR. 9,578,250 per year. The results obtained that NPV was IDR. 30,614,330, BCR was 1.01%, IRR was 5.88% 5% and BEP occurred in the 22nd year and the 7th month. Based on the calculation results obtained from these four methods, it shows that the irrigation channel construction project has met the eligibility requirements and the project can be implemented or built. This means that the construction of irrigation networks in the village is feasible.