Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

EFEKTIVITAS KONTEN INSTAGRAM SYNCHRONIZE FESTIVAL 2023 DALAM MENINGKATKAN MINAT PENGUNJUNG DENGAN PENDEKATAN MODEL AISAS Wiraprasasta, Anindya; Nugraha, Bintang; Wirasari, Ira
Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan (Demandia) Vol 9 No 2 (2024): demandia - Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/demandia.v9i2.7328

Abstract

Synchronize Festival merupakan sebuah festival musik tahunan yangberhasil menyatukan para artis lokal dengan berbagai genre musik. SynchronizeFestival sukses membuktikan komitmennya dalam menciptakan pengalamanmenarik bagi penikmat musik melalui promosi aktif di media sosial. Dalammenghadapi persaingan festival musik, penyelenggara Synchronize Festival dituntutuntuk menciptakan sesuatu yang unik dan berbeda dibandingkan dengan parakompetitor lainnya. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, strategi komunikasipemasaran memiliki peran yang sangat penting dalam rangka untukmempromosikan produk/ jasa yang ditawarkan kepada audiens. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini yaitu strategi komunikasi pemasaran AISAS denganpendekatan rasional dan emosional pada konten Instagram Synchronize Festival2023. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif deskriptif denganmengambil studi kasus festival musik yang diselenggarakan oleh Demajors. Dalampenelitian ini terdapat pengkajian pada aspek visual konten Instagram SynchronizeFestival yang dibatasi pada aspek warna dan gaya ilustrasi, serta pengkajian padaaspek efektivitas dalam menarik minat pengunjung. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa penggunaan kombinasi gaya ilustrasi komikal khas 80-90an dengan warnacerah tekstur grunge dan strategi komunikasi pemasaran yang digunakan olehSynchronize Festival 2023 dengan model AISAS, berhasil dalam meningkatkan minatpengunjung terhadap acara tersebut. Hal ini didasarkan pada kenaikan engagementmedia sosial Instagram mereka sebesar 102,12% dalam periode 2022 hingga 2023.
PERANCANGAN SEPEDA MOTOR ELEKTRIK ADVENTURE SEBAGAI FASILITAS MENUJU TEMPAT WISATA Nugraha, Bintang; Pujiraharjo, Yoga; Adiluhung, Hardy
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Glamping Lakeside merupakan sebuah kawasan wisata yang terletak di KecamatanRancabali dengan konsep resor modern. Dibalik keindahan alamnya, akses jalan menuju objekwisata merupakan salah satu hal yang dikeluhkan oleh para wisatawan. Sering terjadi kecelakaanpada kendaraan besar akibat dari aksesibilitas yang terbatas saat menuju objek wisata. Sepedamotor merupakan alat trasportasi yang dapat diandalkan untuk melakukan eksplorasi secaraeksibel. Sepeda motor bergaya adventure merupakan salah satu jenis sepeda motor yang dapatdigunakan. Penelian ini menggunakan metode kualitaf dan human centered design sebagaiparameter utama dalam perancangan produk. Tujuan penelian ini adalah untuk memfasilitasiwisatawan dengan sebuah alat transportasi sepeda motor elektrik bergaya adventure yang dapatmemberikan sensasi baru dengan kepraksan nggi. Penelian ini dilakukan dengan alasanbelum tersedia fasilitas transportasi pada tempat wisata dengan eksibilitas nggi yang lebihmemperhakan isu lingkungan. Hasil dari penelian adalah peprancangan sepeda motor elektrikbernama SELVE-19 Digger berjenis skuter mac yang diterapkan pada objek wisata GlampingLakeside Rancabali.Kata Kunci: Objek wisata, Sepeda motor elektrik, Adventure
Perancangan ulang konfigurasi baterai pada sepeda motor konversi listrik Hendrawan, Muhammad Syarif Jayeng; Nugraha, Bintang; Herlambang, Yanuar
PRODUCTUM Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/productum.v8i2.15765

Abstract

Electric motorcycle conversion programs in Indonesia face multiple challenges, including suboptimal battery configuration systems that compromise safety, comfort, and spatial efficiency. This study aims to redesign the battery configuration system of the Yamaha Mio Xeon GT 125 converted electric motorcycle using a user-centered Design Thinking approach. Key issues identified include poor battery ergonomics, safety risks due to inadequate ventilation, and disruption of the motorcycle’s aesthetic integrity. The design process follows five stages: empathizing with users, problem definition, ideation, digital 3D prototyping, and simulation-based testing using CAD software. The outcome is a new battery housing concept relocated to the center deck, utilizing steel plate, rubber, and ABS materials for protection. Evaluation results demonstrate improved vehicle stability and more accessible charging without sacrificing visual coherence. In conclusion, the optimized design effectively addresses technical and ergonomic shortcomings and has the potential to enhance user safety and comfort in daily electric motorcycle use.
Ergonomi dalam Narasi Visual: Analisis Workstation melalui Semiotika Ruang dan Waktu di Film Dimsum Martabak Ahmad Riyadi Swandhani; Bintang Nugraha; Nur Sabariah; Sheila Andita Putri
MAVIS : Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol 7 No 02 (2025): Mavis : Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : LPPM STIKI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32664/mavis.v7i02.2079

Abstract

This study aims to analyze the use of ergonomics in the visual narrative of the film Dimsum Martabak through a spatial and temporal semiotics approach. Ergonomics, which focuses on the design and organization of optimal workspaces, has a significant impact on individual comfort and productivity within the work environment. The film, as a work of art, presents workspaces that function not only as places of physical interaction but also as mediums for communicating character dynamics and social relationships. The spatial and temporal semiotics approach is employed to explore how spatial elements in the film—such as layout and workstations—as well as the use of time in scenes, convey messages about ergonomics in everyday life. This analysis reveals how the film shapes viewers’ understanding of the importance of ergonomics within a broader visual context, and how workspace design can influence the physical and psychological well-being of the characters. The findings of this research are expected to contribute to a deeper understanding of how visual elements in film can reflect ergonomic conditions in real life.
Perancangan lampu dekoratif interior berkelanjutan berbasis eksplorasi material limbah serbuk kayu menggunakan metode SCAMPER Achmad Zaki Rahadian; Alvian Fajar Setiawan; Bintang Nugraha
Jurnal Desain Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i1.57

Abstract

Material limbah serbuk kayu merupakan hasil sampingan dari industri furnitur yang sering kali dianggap tidak bernilai dan dibuang dengan cara pembakaran yang mencemari lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali potensi limbah serbuk kayu sebagai bahan alternatif dalam perancangan produk lampu dekorasi interior yang ramah lingkungan serta memiliki nilai estetika dan fungsional. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dalam pengumpulan data serta metode desain SCAMPER, yang dilakukan melalui studi kasus di PT Griya Fortuna Internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksploratif yang dilakukan berbagai eksperimen pencampuran serbuk kayu dengan bahan pengikat seperti resin epoxy, acrylic resin water-based, dan lem PVAc. Dengan studi kasus di PT Griya Fortuna Internasional, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah serbuk kayu dapat dijadikan material alternatif dalam pembuatan produk dekorasi interior dengan mencampurkannya dengan bahan komposit lain. Produk yang dirancang dimulai dengan eksplorasi material, pembuatan sketsa ide, pembuatan prototipe, dan pengujian produk. Hasil survei menunjukkan minat tinggi pada dekorasi interior berbahan dasar serbuk kayu, dengan preferensi gaya minimalis dan warna netral. Produk yang dihasilkan tidak hanya mendukung pengelolaan limbah, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi pada industri kreatif. Penelitian ini akan memberikan kontribusi terhadap inovasi pengolahan limbah serbuk kayu yang mendukung prinsip keberlanjutan.
Strategies to Increase Visitors by Developing Aspects of Attractions in Alam Santosa Bintang Nugraha; Ranti Rachmawanti
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 10 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i10.1190

Abstract

Traditional games are an integral part of Indonesian culture and have been passed down from generation to generation. Traditional games have a positive impact on child development, but are currently facing considerable challenges due to the rapid development of technology that has changed the interests of the millennial generation. To ensure the preservation of traditional games, several conservation efforts have been made, such as integrating traditional games into the concept of desa wisata. The concept of desa wisata is a significant trend in the tourism industry. In addition to presenting an authentic experience, a desa wisata can illustrate the unique life and traditions of rural communities, for example Alam Santosa in Cikadut Village. Alam Santosa was established to introduce culture with a number of buildings with Sundanese architecture and typical West Javanese art. One of the tourism products featured at Alam Santosa is cultural education in the form of playing traditional games or commonly referred to as kaulinan barudak. However, currently the availability of attractions and amenities at Alam Santosa has not provided a positive experience for visitors. This research was conducted to answer the solution of improving the visitor experience at Alam Santosa by utilizing the surrounding potential to provide an authentic experience. The result of the design that has been carried out is the development of bebedilan with the concept of building-games to provide a positive experience that can be proven by a visitor satisfaction rate of 90%.
Designing modular camera bags for outdoor photographers: A human-centered response to visual culture and environmental challenges in Indonesia Dewi Pitaloka Sari; Hanif Azhar; Bintang Nugraha
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 9 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v9i2.40843

Abstract

Outdoor photography represents an evolving visual culture practice within Indonesia’s digital society, where mobility, self-expression, and environmental adaptability are increasingly crucial. However, existing photography gear often fails to address the contextual challenges faced by outdoor photographers, particularly in relation to unpredictable tropical weather and the demands of a mobile digital lifestyle. This study responds to this gap by designing a modular camera bag using a Human-Centered Design (HCD) approach. Employing a qualitative case study method with participatory elements, the research integrates interviews, field observations, and questionnaires involving urban outdoor photographers. The design process follows the IDEO Human-Centered Design (HCD) framework, consisting of the stages of Inspiration, Ideation, and Implementation, and is supported by a thematic analysis of field data to derive actionable design insights. The resulting design emphasizes spatial flexibility, weather-resistant materials, and a modular system that promotes sustainability and personalization. Beyond addressing functional requirements, the bag embodies visual identity and reflects how everyday object design can negotiate cultural expressions, environmental adaptation, and digital mobility within Indonesia’s socio-visual landscape.   Fotografi outdoor merupakan praktik yang berkembang dalam masyarakat digital Indonesia, yang ditandai oleh interaksi antara mobilitas, ekspresi diri, dan adaptasi lingkungan. Meskipun mengalami pertumbuhan, perlengkapan fotografi yang ada seringkali mengabaikan tantangan kontekstual yang dihadapi oleh fotografer outdoor, termasuk cuaca tropis yang tidak menentu dan tuntutan gaya hidup digital yang mobile. Penelitian ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan merancang tas kamera modular menggunakan pendekatan Human-Centered Design (HCD), dengan metode kualitatif berupa wawancara, observasi lapangan, dan kuesioner yang melibatkan fotografer outdoor urban. Proses desain mengikuti kerangka kerja HCD IDEO, yang terdiri dari tahap inspirasi, ideasi, dan implementasi, serta didukung oleh analisis tematik data lapangan untuk menghasilkan wawasan desain yang aplikatif. Desain akhir menitikberatkan pada fleksibilitas ruang, material tahan cuaca, dan modularitas untuk mendukung keberlanjutan dan personalisasi pengguna. Selain memenuhi aspek fungsional, tas ini berfungsi sebagai artefak budaya yang mewujudkan identitas visual serta merundingkan hubungan antara mobilitas digital, kondisi lingkungan, dan ekspresi budaya. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperluas kerangka desain produk yang responsif secara budaya dengan mengintegrasikan dimensi sosial-budaya dan lingkungan, serta menjadi model inovasi berkelanjutan dalam konteks lanskap sosio-visual Indonesia.  
Perancangan bebedilan karet sebagai media edukasi dan pelestarian Budaya Sunda Bintang Nugraha; Siwi Anjar Sari; Ahmad Riyadi Swandhani
Productum: Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/productum.v9i1.17198

Abstract

The shift in children's play patterns due to the advancement of digital technology has caused traditional games such as kaulinan barudak to become increasingly marginalized. One of the games that is beginning to fade is bebedilan karet, a rubber-based shooting game that holds both cultural and educational value. This study aims to redesign bebedilan karet so that it can function as an educational medium as well as a means of preserving Sundanese culture. The design approach used is design thinking with the double diamond model, which consists of the stages of emphatize, define, ideate, prototyping, and testing. Data were collected through observation, interviews, and literature studies, then synthesized into a focused design direction. The development process was carried out using the SCAMPER method, supported by the creation of 3D models and physical prototypes based on a modular system. Field testing showed that the product is visually appealing, educational, and capable of enhancing cultural interaction in educational tourism environments. A focus group discussion (FGD) with tourism managers also supported the product's implementation as a permanent educational installation. Thus, this design not only revitalizes traditional games but also offers a design approach that is relevant, adaptive, and meaningful for today’s generation. 
A TRAINING ON THE USE OF THE "EDUKASIH" WEBSITE AS AN ADAPTIVE LEARNING MEDIA FOR CHILDREN WITH DOWN SYNDROME siwi Anjarsari; Tsamarah Nadiyah; Ariesta Beta Nandya; Bintang Nugraha
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 4 (2026): JULI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i4.11013

Abstract

Agar anak dengan Down Syndrome dapat memahami dan mempertahankan informasi dengan lebih baik, mereka membutuhkan pengulangan materi, visual yang jelas, dan alur belajar yang sederhana. Namun, media pembelajaran yang digunakan di sekolah seringkali tidak dapat diakses kembali di rumah dan tidak sepenuhnya menyesuaikan dengan kebutuhan belajar setiap siswa. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan tentang penggunaan website "EDUKASIH" sebagai media pembelajaran adaptif untuk anak-anak Down Syndrome di SLB Negeri Cinta Asih Soreang. Ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola materi, tugas, dan pemantauan perkembangan belajar siswa. Proses pelaksanaan mencakup: (1) menentukan kebutuhan pembelajaran dan kesiapan pengguna (guru/staf), (2) membuat materi pelatihan dan petunjuk penggunaan, (3) memberikan pelatihan tatap muka berbasis praktik langsung (hands-on), termasuk manajemen akun, unggah materi, pembuatan latihan sederhana, dan penggunaan fitur pemantauan, (4) membantu implementasi di kelas dan di rumah dengan dukungan teknis terjadwal, dan (5) mengevaluasi pemahaman guru, observasi penggunaan, dan umpan balik melalui pre-test dan post-test. Luaran kegiatan termasuk meningkatkan literasi digital siswa, kemampuan guru untuk menggunakan EDUKASIH, ketersediaan modul dan panduan operasional, dan meningkatkan akses belajar berkelanjutan bagi siswa Down Syndrome melalui media yang lebih sesuai, mudah dipahami, dan dapat digunakan secara konsisten.
Redesign Music Photographer Vest: Camera Equipment Organization Solutions for High Mobility Ahmad Riyadi Swandhani; Bintang Nugraha; Syaridza Mubarak
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 15 No. 1 (2026): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v15i1.72575

Abstract

The recent surge in the number of music festivals in Indonesia has presented both opportunities and challenges for photographers documenting pivotal moments at these events. A diverse array of photographic tools, including cameras, lenses, spare batteries, and other accessories, often pose constraints in mobilizing and organizing equipment amidst crowds. This research endeavors to design a vest that enhances the work efficiency and mobility of photographers within a dynamic music festival environment. Employing a qualitative approach, this study utilizes data collection methods such as observations, interviews, questionnaires, and documentation within the active photography community. The design process employs the SCAMPER method, encompassing Substitute, Combine, Adapt, Modify, Put to Another Use, Eliminate, and Reverse, to ensure the resulting vest aligns with the photographers’ needs. The findings indicate that vests with specialized compartment designs facilitate the organization of camera equipment, simplify access during work, and safeguard equipment from damage during crowd mobilization. This product is anticipated to serve as a practical solution that enhances the comfort and safety of photographers at music festivals. Furthermore, this research can serve as a reference for the development of analogous products in the future. The redesign was conceived as a critical response to the inadequacy of the previous design in meeting the evolving demands of users.