Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS SALURAN PEMASARAN USAHA GULA AREN (Studi Kasus : Desa Puudongi Kecamatan Polinggona Kabupaten Kolaka) Campina Illa Prihantini; Yuli Purbaningsih; Alda Sari; Helviani; Fikram; Umbu Joka; Muh. Ilham Taufik; Sri Hardina
Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam Vol 5 No 02 (2022): Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam
Publisher : STIE Bakti Bangsa Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.287 KB) | DOI: 10.56998/jr.v5i02.48

Abstract

This study aims to determine the marketing channels and marketing margins of palm sugar for each level of the institution in Puudongi Village, Polinggona District, Kolaka Regency. This research is a case study research. Primary data is obtained directly from palm sugar processing farmers while secondary data is in the form of statistical data, annual reports, research reports, journals and other data related to the topic of this study. The sample in this study were all palm sugar business actors in Puudongi Village as many as 7 people. The results showed that there are three main marketing channels in marketing palm sugar in Puudongi Village. . Marketing channel I is the most inefficient marketing channel because it has the longest marketing channel among the other two marketing channels.
PENYULUHAN STRATEGI PEMASARAN BERAS ORGANIK DI DESA LAMEDAI KECAMATAN TANGGETADA KABUPATEN KOLAKA Doddy Ismunandar Bahari; Masitah Masitah; Helviani Helviani; Nursalam Nursalam; Yuli Purbaningsih; Hasbiadi Hasbiadi; Campina Illa Prihantini; Syahri Wahyuni; Dewi Dewi
Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Vol. 3 No. 2 (2023): Batara Wisnu | Mei - Agustus 2023
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bw.v3i2.192

Abstract

Organic rice has good business opportunities to develop as consumers will get health benefits while producers will get better profits through higher selling prices. The marketing strategy that can be implemented in the marketing of organic rice is to use advances in information technology to promote organic rice, inform about the advantages and benefits of organic rice and obtain market information by using social media and other digital media. Apart from setting up a marketing strategy, it is also necessary to analyze internal factors and external factors. The internal marketing factors are the product mix to be marketed, the price mix, the promotion mix and the sales outlet mix. While the external factors that need to be analyzed are economic force, social, cultural, demographic and environmental forces, political, governmental and legal forces, as well as technological forces
PEMBERDAYAAN PETANI LOKAL MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DI DESA RAHABITE Hasbiadi; Musadia Afa; Isra Djabbar; Andi Khaeruni; Sri Wahyuni; Ali Bain; La Mpia; La Ode Muhsafaat; Fitrah Adelina; Campina Illa Prihantini; Juniaty Arruan Bulawan; Widya Komalasari; Agung Gema Ramadhan; Ernawati
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i2.297

Abstract

Desa Rahabite yang terletak di Kabupaten Kolaka merupakan wilayah prioritas Program Kosabangsa tahun 2023. Permasalah utama petani yakni langkah dan mahalnya pupuk anorganik serta minimnya pengetahuan petani dalam memproduksi pupuk organik secara mandiri. Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Rahabite dengan mitra sasaran yaitu anggota Kelompok Tani Mekar Jaya. Metode Pelaksanaan yaitu Penyuluhan pupuk organik, Praktik pelatihan dan demonstrasi pembuatan pupuk organik. Hasil Pengabdian Masyarakat ini yaitu para petani mampu mengetahui dan melakukan seluruh tahapan pembuatan pupuk organik meliputi Persiapan alat dan bahan, Penyusunan bahan secara berlapis, Pencampuran, Fermentasi dan Finalisasi Produk.
Wisata Alam Kopi Mangrove di Desa Lembung, Kabupaten Pamekasan, Madura: Peluang dan Tantangan dalam Optimalisasi Upaya Menambah Nilai Biji Mangrove Prihantini, Campina Illa; Fawaid, Akh.; Hasbiadi, Hasbiadi
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.42161

Abstract

Kabupaten Pamekasan merupakan salah satu kabupaten yang memiliki luas hutan mangrove yang cukup luas. Luasnya hutan bakau ini ternyata belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat yang berada di sekitar pantai atau hutan mangrove. Salah satu kesalahan yang umum dan sering dilakukan oleh masyarakat adalah pengalihan fungsi hutan mangrove sebagai pelindung dari abrasi menjadi lahan garam. Hal ini sangat disayangkan, terlebih manfaat tidak langsung dapat diterima oleh berbagai pihak, salah satunya adalah masyarakat yang berada di sekitar hutan mangrove. Masalah utama dalam penelitian ini yakni masyarakat belum sepenuhnya memamfaatkan kawasan hutan mangrove, khususnya biji mangrove sebagai salah satu potensi pendapatan tambahan masyarakat. Adapun tujuan penelitian ini yakni, (1) mengidentifikasi kondisi wisata alam kopi mangrove di Desa Lembung, Galis, Pamekasan dan (2) menyusun strategi pengembangan wisata alam kopi mangrove di Desa Lembung, Galis, Pamekasan. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Selain itu, analisis ruang dan analisis SWOT juga dilakukan untuk mempertajam hasil kajian dan penelitian mengenai potensi dan tantangan pemanfaatan hutan mangrove di Desa Lembung, Kabupaten Pamekasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan mangrove di Kabupaten Pamekasan dalam kondisi yang memprihatinkan. Hal ini dibuktikan dengan semakin maraknya upaya pengalihan fungsi hutan mangrove menjadi lahan garam. Partisipsi masyarakat yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (Darwis) memberikan secercah cahaya agar pemanfaatan hutan mangrove benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal, salah satunya adalah pemanfaatan buah mangrove sebagai kopi mangrove. Peneliti memberikan rekomendasi agar Pemerintah dapat menangkap peluang, wisata alam kopi mangrove ini sebagai salah satu alternative destinasi wisata yang diharapkan mampu mendongkrak pendapata asli Daerah (PAD) Kabupaten Pamekasan. Dalam pengembangannya, Pemerintah juga harus memerhatikan beberapa aspek, di antaranya, aspek lingkungan, aspek sosial dan aspek ekonomi.
Analisis Persepsi Stakeholder Distribusi Sarana Produksi Pertanian (Saprotan) Pupuk di Kabupaten Pamekasan Campina Illa Prihantini; Lutfiyanto Lutfiyanto
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26 No 3 (2019): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v26i3.1003

Abstract

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor utama dalam masyarakat perdesaan.Terlebih di Indonesia, mata pencaharian sebagai petani adalah mata pencaharian utama bagi negara agraris. Kegiatan produksi pertanian tentu sangat membutuhkan ketersediaan sarana dan prasarana produksi. Ketersediaan ini bisa menjadi tantangan sekaligus peluang dalam keberlanjutan kegiatan pertanian di Indonesia. Tak pelak, banyak sekali kegiatan impor komuditas pertanian dari negaranegara agraris, termasuk Indonesia. Salah satu penyebab utamanya adalah masalah ketersediaan sarana dan prasarana produksi pertanian. Tanaman pangan dan holtikultura merupakan salah satu komuditas pertanian yang amat penting dan diyakini akan terus tumbuh dan berkembang di masa mendatang. Salah satu upaya untuk mencapai hal tersebut adalah dengan menjaga ketersediaan sarana produksi pertanian, seperti bibit dan benih, bahan-bahan pestisida, dan pupuk. Melakukan kegiatan pencacahan kios merupakan salah satu langkah untuk menjaga ketersediaan sarana roduksi pertanian. Sehingga stakeholder pengambil kebijakan dapat menentukan langkah strategis apa yang dapat diambil dalam menjaga ketersediaan saprotan. Penelitian ini menggunakan purposive dan snowballing sampling method yang mana terdapat sekitar 100 kios penjual, pengecer yang diwawancarai. Pemilihan kios sebagai responden didasarkan pada ada tidaknya kegiatan atau transaksi aktif dalam satu tahun terakhir. Kios yang dipilih adalah kios penjual atau pengecer baik resmi atau tidak resmi yang menjual atau mengecer sarana produksi pertanian, seperti bibit dan benih, pestisida dan obat-obatan hama, serta pupuk baik bersubsidi maupun tidak bersubsidi..
MARKETING ANALYSIS OF DUCK EGGS IN PUURODA VILLAGE, BAULA DISTRICT, KOLAKA REGENCY Campina Illa Prihantini; Dewi Yulan Dari; Nurhaliza Nurhaliza; Herdiansyah Herdiansyah; Nirma Nirma; Asharil Yaqub
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 8 No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v0i0.897

Abstract

This study aimed to determine the channel and efficiency of marketing duck eggs in Puuroda Village, Baula District, Kolaka Regency. The research and data collection methods were surveys, observations, and interviews using a questionnaire. There are three marketing channels for duck eggs in Puuroda Village, Baula District, Kolaka Regency. Based on the farmer's share analysis results, the highest is retailer marketing channel I, with a farmer's share value of 100%. In contrast, the lowest is in marketing channel III, with a farmer share value of 71.42%. Based on the study results, it is recommended to lay duck breeders in Puuroda Village, Baula District, Kolaka Regency to sell duck eggs directly to consumers or directly to duck egg retailers.
WHAT MAKES COCOA FARMERS CONVERT COCOA LAND? CASE STUDY: TWO COCOA PRODUCING DISTRICTS IN SOUTHEAST SULAWESI PROVINCE, INDONESIA Campina Illa Prihantini; Ahmad Syariful Jamil; Risna Risna; Iksan Iksan; Masitah Masitah; Umbu Joka; Dudi Septiadi; Resti Prastika Destiarni
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 23 NO 01 2024 (MARCH)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagrisep.23.01.163-180

Abstract

Southeast Sulawesi province, as one of the cocoa baskets and the center of the National Cocoa Movement (GERNAS), continues to experience a decline in cocoa production and land area. One factor is the widespread conversion of cocoa land. This phenomenon needs to be highlighted and studied further because it can affect the sustainability of the cocoa value chain in Southeast Sulawesi. This study aims to determine what factors influence cocoa farmers in converting cocoa farmland to other farms in Southeast Sulawesi Province's two leading cocoa-producing districts. The research sites were purposely selected because they are the two leading cocoa-producing districts in the province. This study used logistic regression analysis. Cocoa farmers in Kolaka district converted cocoa land to patchouli farming, while cocoa farmers in East Kolaka district converted their cocoa land to rice farming. The analysis results show that the main factors that significantly influence cocoa farmers' decision to convert cocoa land are cocoa farming experience and the price of other commodities (including the level of income farmers receive from farming other commodities). The primary policy that the government can take in maintaining cocoa land area is to provide price certainty for cocoa itself. So far, cocoa farmers have always faced price uncertainty, and cocoa's value chain and sustainability in Southeast Sulawesi Province need to be clarified.
UPAYA PENINGKATAN KEBERHASILAN PROGRAM COCOA-GOAT INTEGRATION PADA KELOMPOK BINAAN WAHANA VISI INDONESIA Prihantini, Campina Illa; Junaedi, Junaedi; Nursalam, Nursalam; Afa, Musadia
Jurnal Pengabdian Ibnu Sina Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : LPPM Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-pis.v3i1.718

Abstract

ABSTRAK Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai salah satu penghasil kakao terbesar di Indonesia ternyata menghadapi permasalahan utama yakni dalam hal penurunan produksi dan produktivitas kakao. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya, salah satunya adalah belum terlaksananya konsep keberlanjutan dari Perkebunan kakao yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara. Konsep ekonomi sirkular menjadi salah satu Upaya yang diusung oleh Wahana Visi Indonesia bekerjasama dengan Universitas Sembilanbelas November Kolaka melalui program cocoa-goat integration. Cocoa-Goat Integration merupakan program pengabdian kepada Masyarakat (community social responsibility) yang dilakukan oleh Wahana Visi Indonesia Sulawesi dimana fokus utamanya adalah pada kelompok petani kakao, istri petani kakao, dan remaja atau pemuda anak dari petani kakao yang ada di dua kabupaten utama penghasil Kakao di Sulawesi Tenggara, yakni Kabupaten Kolaka dan Kolaka Timur. Tujuan utama dari pengabdian ini adalah meningkatkan keberhasilan program ini sehingga keberlanjutan produksi kakao dapat tercapai dalam Upaya peningkatan kesejahteraan petani kakao. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah, demonstrasi, diskusi (focus group discussion), bimbingan, dan praktek langsung. Hasil dari pengabdian ini adalah adanya perbaikan manajemen kelompok petani kakao binaan, perbaikan manajemen kendang dan kesehatan ternak dan tanaman kakao, peningkatan kemampuan mengolah limbah ternak dan kakao menjadi pupuk organik dan pupuk organik cair, dan peningkatan semangat lewirausahaan kelompok pemuda petani kakao. Kata Kunci: integrasi, kambing, kakao, manajemen, kewirausahaan ABSTRACT Southeast Sulawesi Province, as one of the largest cocoa producers in Indonesia, is facing major problems, namely the decline in cocoa production and productivity. Many factors are the cause, one of which is the lack of implementation of the sustainability concept for cocoa plantations in Southeast Sulawesi Province. The circular economy concept is one of the efforts promoted by Wahana Visi Indonesia in collaboration with Sembilanbelas November Kolaka University through the cocoa-goat integration program. Cocoa-Goat Integration is a community service program (community social responsibility) carried out by Wahana Visi Indonesia Sulawesi where the main focus is on groups of cocoa farmers, wives of cocoa farmers, and teenagers or young children of cocoa farmers in the two main cocoa producing districts. in Southeast Sulawesi, namely Kolaka and East Kolaka Regencies. The main objective of this service is to increase the success of this program so that the sustainability of cocoa production can be achieved in an effort to improve the welfare of cocoa farmers. The methods used in this service are lectures, demonstrations, discussions (focus group discussions), guidance, and direct practice. The results of this service are improvements in the management of groups of assisted cocoa farmers, improvements in drum management and the health of livestock and cocoa plants, increases in the ability to process livestock and cocoa waste into organic fertilizer and liquid organic fertilizer, and increases the entrepreneurial spirit of youth groups of cocoa farmers. Keywords: integration, goats, cocoa, management, entrepreneurship
PENINGKATAN MINAT BACA MASYARAKAT MELALUI PEMBANGUNAN PERPUSDES SEBAGAI OBJEK WISATA EDUKASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA MAPPER, KABUPATEN PAMEKASAN Darwis; Campina Illa Prihantini; MUSFIROH, FARIDATUL
Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam Vol 3 No 01 (2020): Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bakti Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56998/jr.v2i01.8

Abstract

PERPUSDes Mapper Village is the only village library in Pamekasan Regency. This library is managed by village youths who have enthusiasm in efforts to increase reading interest in the Pamekasan Regency community in general and the Mepper Village community in particular. Over time, PERPUSDes Mapper Village began to be known by the wider community, but library management has not been optimal. Community service activities were initiated by STIE Bakti Bangsa students through the Village Development Holistic Program with the aim of increasing public interest in reading. Several activities and empowerment programs for the Mapper Village PERPUSDes manager were provided so that the library could develop and could help increase public interest in reading. The results of this community service show that with the availability of reading media, such as the increasing number of reading books, a set of computers, the improvement of reading rooms, and the procurement of spot selfies at several points around the library, has been proven to increase the number of visits at the Mapper Village PERPUSDes.
ANALISIS PROFIL DAN SALURAN PEMASARAN INDUSTRI TAHU KARYA MANDIRI DI KELURAHAN ANAIWOI, KECAMATAN TANGGETADA, KOLAKA Sulhija; Jusma Sri Putri; Nurmaya Aprilia; Indra Wijayanto; Hasbiadi; Prihantini, Campina Illa
Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam Vol 4 No 02 (2021): Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bakti Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56998/jr.v4i02.37

Abstract

Tofu is a cheap staple food for people who are rich in nutritional content and relatively cheap purchasing power and of course all levels of society can consume it or buy it. Of course, tofu has been recognized by several neighboring countries, not only Indonesia, including Malaysia and Japan. In Anaiwoi Village, Tanggetada Subdistrict, a business was established with its production using soybeans as basic ingredients. Soybeans are used only to produce tofu and do not produce tempeh. The main objective of this study is to identify the home industry of “Karya Mandiri” tofu and tempeh through the identification of business profiles and marketing channels.
Co-Authors Aan Wilhan Juliatmaja Abd Salim Achmad S Maulana Afa, Musadia Agung Gema Ramadhan Ahmad Syariful Jamil Akh. Fawaid Alda Sari Amaliah, Annisa Amin, Muhtar Anam, M. Khairul Anam, Moh. Khairul Andi Khaeruni Andri Estining Sejati Asharil Yaqub Budi Samudra Bulawan, Juniaty Arruan Darwis Darwis Darwis Darwis Darwis Darwis Dennis Mark Onuigbo Dennis Mark Onuigbo Destiarni, Resti Prastika Dewi Dewi Dewi Yulan Dari Dini Solihah Doddy Ismunandar Bahari Dudi Septiadi Erik Hardianti Ernawati Ernawati Erni Erni Erwin Erwin FARIDATUL MUSFIROH Fariyanti, Anna Ferawati Ferawati Fikram Fitrah Adelina Fransiskus Dewa Kadju H. Syahrir Haerul, Haerul Hajjatul Mabruroh Hasbiadi Hasbiadi Hasbiadi, Hasbiadi Hasbiadi Helviani, Helviani Herdiansyah Herdiansyah Iksan Iksan Indra Wijayanto INDRA WIJAYANTO Indriani Nurul Suraturohmi Irna, Irna Isra Djabbar Jafar, Rayhana Jullyo G Rohi Junaedi Junaedi Jusma Sri Putri Jusma Sri Putri Kabul Budiman Kabul Budiman Karim, Ahmad Tarmizi Abd Kasmiati Kasmiati Khaerunnisa Khaerunnisa Khaerunnisa, Khaerunnisa La Mpia La Ode Muhsafaat La Sisi Lian Yunike Lontoh, Rinny Lutfiyanto Lutfiyanto Lutfiyanto M. Ulul Albab Mappeali, Mappeali Masitah Masitah Masitah Masitah Mery Berlian Muh. Ilham Taufik Muhtar Amin MUSFIROH, FARIDATUL MUSOFFAN Natsir Sandiah Ningsih, Very Yarda Nirma Nirma Nuhfil Hanani Nurfadila Nurfadila Nurfadila Nurfadila Nurfadila Nurfadila Nurhaliza Nurhaliza Nurmaya Aprilia Nurmaya Aprilia Nursalam Nursalam Nursalam Nursalam, Nursalam Nursalam, Nursalam Purbaningsih, Yuli Rahim, Rahim Rahmayana, Rahmayana Ramlah S Risna Risna Rosihan Asmara Saleh, Ramlah Samaria Samaria Setyana, Sukma Febri Sipayung, Boanerges Putra Soleha, Dini sri - wahyuni Sri Hardina Sulhija Sulhija Syafrial Syafrial Syahri Wahyuni Syahrir Syahrir Syahrir Umbu Joka Umbu Joka Widya Komalasari wulandary, ayu Yuli Purbaningsih Yuli Purbaningsih Yusman Syaukat Yusriani Rizqy Yuyun Sasmita