Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : TEKNIKA

ANALISIS WAKTU ANGKUT SAMPAH PADAT KHUSUSNYA DUMP TRUK PADA KAWASAN KECAMATAN ALANG-ALANG LEBAR KOTA PALEMBANG Aminuddin Aminuddin; Ramadhani Ramadhani; Putri Randini; Hendrik Jimmyanto
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.172 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v6i2.114

Abstract

Sistem pengangkutan sampah adalah sub-sistem dalam sistem manajemen sampah padat perkotaan untuk mengumpulkan dan mengangkut limbah dari sumber ke titik pengumpulan sementara, ke fasilitas pengolahan limbah atau ke pembuangan akhir atau TPA secara langsung. Dengan optimasi sistem ini diharapkan pengangkutan sampah menjadi mudah, cepat, serta biaya relatif murah dengan tujuan akhir meminimalkan penumpukan sampah yang akan memberi dampak langsung bagi kesehatan masyarakat dan keindahan kawasan. Kecamatan Alang-alang Lebar merupakan salah satu kecamatan yang mulai berkembang di Kota Palembang. Pada Kecamatan ini masih mengalami masalah persampahan di bidang pengelolaan persampahan ini, khususnya mengenai system pengangkutan sampah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis sistem pengangkutan sampah khususnya dump truck di wilayah Kecamatan Alang-Alang Lebar Kota Palembang. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan dua metode yaitu metode pengambilan data dan metode analisis data. Pengolahan dan analisis data mengacu pada peraturan SNI 19-2454-2002, SNI 03-3243-2008 dan Permen PU No. 21 Tahun 2006. Berdasarkan hasil pengamatan, sistem pengangkutan sampah di Kecamatan Alang-Alang Lebar kota Palembang menggunakan SCS secara manual. Jumlah truk pengangkut sampah jenis dump truck berjumlah 3 unit dengan kapasitas masing-masing 6 m3 dengan total jarak tempuh yang berbeda. Analisis sistem pengangkutan sampah untuk dump truck yaitu menggunakan pola SCS dengan hasil total waktu per trip sebesar 4,23 – 5,65 jam/trip dan jumlah ritasi yang diperoleh sebesar 1,4 – 1,8 trip /hari. Kata Kunci : sistem pengangkutan sampah, dump truck, waktu per trip, ritasi
ANALISIS KELAYAKAN ALAT BERAT DI TPA SUKAWINATAN KOTA PALEMBANG Ramadhani Ramadhani; K.M. Aminuddin; Hendrik Jimmiyanto
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.295 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v8i2.191

Abstract

TPA merupakan tempat pembuangan akhir dalam sistem pengelolaan sampah padat perkotaan. Sistem manajemen yang ada di TPA yaitu salah satunya berupa alat berat yang digunakan untuk memindahkan dan meratakan sampah ke dalam sel sampah. Penelitian ini membahas mengenai kelayakan alat berat TPA yang dihitung berdasarkan volume sampah yang masuk dan waktu operasional. Lokasi penelitian berada pada TPA Sukawinatan di Kota Palembang dengan menggunakan metode survei dan observasi untuk memperoleh data siklus waktu di TPA.Dari hasil analisis, kelayakan jumlah alat berat TPA untuk saat ini belum sesuai dengan volume sampah yang masuk sehingga diperlukan tambahan alat berat berupa 2unitexcavator dengan kapasitas bucket minimal 0,8 m3. Rekomendasi alat berat di TPA untuk 10 tahun kedepan berupa tambahan 11unit excavator dengan kapasitas bucket minimal 0,8 m3 dan 2unitbulldozer dengan lebar blade 2,158 m dan tinggi blade 1,183 m. Kata Kunci:TPA, produktivitas alat berat, sampah
IDENTIFIKASI SISTEM PENGANGKUTAN SAMPAH DI KECAMATAN ALANG-ALANG LEBAR KOTA PALEMBANG Ramadhani Ramadhani; K.M. Aminuddin; Putri Randini; Hendrik Jimmyanto
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.376 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v7i1.128

Abstract

Sistem pengangkutan sampah merupakan bagian dari sistem pengelolaan sampah perkotaan. Sistem pengangkutan yang baik akan meningkatkan tingkat pelayanan sampah terutama pada sistem pengumpulan sampah. Kecamatan Alang-alang Lebar memiliki permasalahan dalam sistem pengangkutan sampah dimana masih terdapat sampah yang menumpuk pada beberapa tempat penampungan sementara (TPS). Salah satu upaya dalam penyelesaian masalah sistem pengangkutan sampah yaitu dengan cara mengidentifkasi sistem pengangkutan yang sudah ada dengan meninjau jarak tempuh, lokasi TPS, rute, kecepatan dan waktu angkut. Metode penelitian menggunakan metode observasi dan survei dengan mengambil data primer berupa jumlah truk, jenis truk, rute truk, kecepatan rata-rata truk, jarak tempuh truk dan lokasi TPS yang dilayani dengan mengacu pada peraturan SNI 19-2454-2002, SNI 03-3243-2008 dan Permen PU No. 03 Tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengangkutan sampah di Kecamatan Alang-alang Lebar menggunakan sistem pengosongan kontainer (HCS) untuk jenis armroll truck dan sistem kontainer tetap (SCS) untuk jenis dump truck. Rentang jarak tempuh yang dilalui yaitu 43 – 93 km dengan rata-rata 56,14 km/hari sedangkan waktu tempuh berkisar antara 1,08 – 2,33 jam dengan rata-rata 1,41 jam/hari. Kata Kunci : Sistem pengangkutan sampah, jarak tempuh, waktu angkut
KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN ASPAL KARET AC-WC YANG MENGGUNAKAN KARET ALAM DAN LIMBAH BAN BEKAS SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI PASIR Jimmyanto, Hendrik; Ramadhani, Ramadhani; Aminuddin, Kiagus Muhammad
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v12i1.318

Abstract

The increasing number of vehicles each year causes a high traffic load, which can lead to damage to the roads. The pavement plays an important role in distributing the load of vehicles to the soil beneath it and in reducing soil stress. Sustainable road construction can be achieved by optimizing resource utilization and using alternatives to waste, such as waste rubber from scrap tires and natural rubber. The purpose of this study is to analyze the optimal asphalt content of a mixture that uses solid natural rubber and waste tires as substitute fine aggregates in Asphalt Concrete – Wearing Course. The experiment involved testing the characteristics of asphalt and conducting Marshall tests. Subsequently, the optimal asphalt binder content (OAC) of each proposed mixture was determined based on the results of the Marshall test. The percentage of fine aggregate substitution was 0%, 25%, and 50% of the weight of river sand. The results of the Marshall test showed that substituting fine aggregate with natural rubber and waste tires affected the physical parameters and performance of the mixture, specifically stability and flow. The range of OAC obtained indicated that the use of rubber asphalt and the substitution of river sand had a significant impact on the physical characteristics of the asphalt mixture, where higher concentrations of rubber asphalt contributed to an increase in OAC. This finding indicates the potential for using rubber asphalt to improve the performance of the mixture in road construction. Keywords: Asphalt concrete – wearing course, Waste tire, Solid natural rubber, Marshall, Optimal asphalt binder content
PENGARUH MODIFIKASI ASPAL DENGAN LATEKS PRAVULKANISASI TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL, KINERJA RENDAMAN, DAN KELELAHAN PADA CAMPURAN BERASPAL PANAS AC-WC Jimmyanto, Hendrik; Ramadhani, Ramadhani; Lubis, Lega Reskita; Bethary, Rindu Twidi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v12i2.376

Abstract

Roads are the primary means of transportation that are essential to support mobility and the distribution of goods and people. As urbanization develops, the increasing vehicle load results in road damage. To address this issue, one potential solution is to modify asphalt using polymer materials such as natural rubber with vulcanized latex. Vulcanized latex, an Indonesian local product, can be used as an additive in asphalt mixtures; however, its use as a main substitute is still limited and primarily supported by empirical and mechanical testing.. The results indicate that mixtures with 7% and 9% vulcanized latex show adequate resistance to soaking, with stability values meeting standards. The inclusion of vulcanized latex at these levels makes the asphalt harder and less elastic, leading to faster fatigue failure, although still within acceptable limits. The use of this material can enhance water resistance but has a negative impact on fatigue life. Therefore, field application must consider a balance between these two aspects to ensure the material's performance remains optimal.