Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Deteksi Bakteri Pada Citra BTA Menggunakan Multi Thresholding dan K-Means Adhipurna, Novian; Ayanti, Bio Putri; Prihandini, Yustin Ari; Nurbidayah, Nurbidayah
Techno.Com Vol. 23 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : LPPM Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/tc.v23i4.11533

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan jenis penyakit kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat menular dari 1 orang ke orang lainnya melalui udara atau yang disebut dengan airbone. Pendeteksian bakteri M.tuberculosis pada citra sputum penderita TB merupakan suatu tantangan dalam menentukan identifikasi untuk dapat membedakan bakteri tersebut dengan background dengan hasil pewarnaan sputum yang cendrung memiliki tingkat warna yang bervariasi, sehingga dapat menurunkan hasil akurasi pendeteksian. Oleh karena itu diperlukan suatu pendekatan yang lebih akurat dalam mendeteksi bakteri TB pada citra BTA. Untuk itu penelitian ini bertujuan melakukan pengolahan citra berupa segmentasi pada citra BTA dengan menerapkan preprocessing ruang warna CIE Lab, menentukan batas ambang yang maksimal dengan Multi Thresholding dan dilakukan segmentasi menggunakan K-Means Clustering. Hasil eksperimen didapatkan bahwa pengaplikasian metode Multi Thresholding dan K-Means memberikan tingkat akurasi sebesar 99.57% pada pendeteksian bakteri TB.   Kata kunci: Tubekulosis, Ziehl Neelsen, Multi Thresholding, K-Means.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI MODIFIKASI LUBANG BIOPORI PADA KELOMPOK TANI SIKAT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL PERTANIAN Nurbidayah Nurbidayah; Mochammad Maulidie Alfiannor Saputera; Rahmi Muthia; Rahmi Hidayati; Gunawan Gunawan; Arnida Arnida; Dita Ayulia Dwi Sandi
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Bentok Kampung membentuk kelompok Tani bernama Kelompok Tani Sikat. Secara umum keberadaan sebuah kelompok tani dengan tujuan dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan petani sehingga terjadi peningkatan produktivitas yang dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan para petani. Salah satu upaya dalam meningkatkan hasil pertanian dengan menerapkan teknologi resapan biopori. Pembuatan lubang resapan ini dapat dibuat modifikasi sehingga dapat diterapkan pada lahan pertanian dengan bentuk kotak dan pada dasarnya dibuat lubang memanjang kedalam sehingga daya tampung terhadap bahan organik lebih besar dan menyediakan sarana untuk menampung unsur hara yang diuraikan oleh mikroorganime. Metode pada kegiatan ini yaitu penyuluhan berupa kegiatan sosialisasi pemberian informasi terkait teknologi modifikasi lubang biopori menggunakan media power point dan leaflet serta pendampingan penerapan teknologi modifikasi biopori langsung ke lahan pertanian mitra. Kegiatan ini telah memberikan pengetahuan, wawasan dan keterampilan kepada masyarakat kelompok tani mengenai manfaat dan penerapan biopori serta pengelolaan sampah organik. Lubang biopori juga mampu mengurangi genangan air terutama pada saat musim penghujan, dan masyarakat telah menerapkan teknik tersebut pada lahan pertanian lainnya, dan sampah organik dari lahan pertanian tersebut dimanfaatkan petani untuk dimasukan ke dalam Lubang biopori sehingga menjadi kompos.
POTENSI EKSTRAK ETANOL 96% KULIT LIMAU KUIT (Citrus hystrix DC) SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA Staphylococcus aureus DAN Propionibacterium acne Nurbidayah; Arsyad Muhammad; Hastuti Eny; Amalia Nur
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1899

Abstract

Limau kuit (Citrus hystrix DC) memiliki buah dengan cita rasa yang khas dan memiliki rasa asam. Limau kuit di Kalimantan Selatan lebih populer sebagai penyedap rasa pada dunia kuliner dan bumbu dapur dengan cara diambil perasan buahnya. Penelitian terkait kulit limau kuit dengan ekstraksi metode soxletasi belum banyak diteliti, sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui senyawa zat aktif dalam ekstrak kulit limau kuit dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan  Propionibacterium acne. Esktraksi dilakukan menggunakan alat soxlet dan uji antibakteri dilakukan dengan menggunakan difusi sumuran. Hasil skrining fitokimia dengan menggunakan uji tabung menunjukan hasil bahwa ekstrak limau kuit menggunakan pelarut etanol 96% mengandung senyawa saponin, alkaloid, fenol, tannin, triterpenoid dan flavonoid. Hasil pengukuran zona hambat ditunjukan pada konsentrasi 20% terkategori lemah, konsentrasi 40% terkategori sedang, dan konsentrasi 60%, 80%, dan 100% terkategori kuat dalam menghambat pertumbuhan S. aureus yaitu berturut-turut 11, 01mm, 12, 64 mm, dan 18,99 mm. Pada bakteri P. acne sampai konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80% masih memberikan respon hambatan yang lemah dan pada konsentrasi 100% terkategori sedang dengan diameter zona hambat 5,58mm. Hal tersebut menunjukkan pengujian antibakteri limau kuit lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dibandingkan dengan P. acne.
Pemberdayaan Kelompok Tani Sikat melalui Sosialisasi dan Pendampingan Budidaya Tanaman Herbal Saputera, Mochammad Maulidie Alfiannor; Muthia, Rahmi; Hidayati, Rahmi; Nurbidayah, Nurbidayah; Gunawan, Gunawan; Arnida, Arnida; Sandi, Dita Ayulia Dwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18079

Abstract

ABSTRAK Potensi budidaya tanaman herbal terbuka luas, program ini menjadi pilar dalam peningkatkan Kesehatan, ekonomi dan konservasi keanekaragaman hayati. Meningkatkan budidaya tanaman herbal di wilayah Desa Bentok Kampung, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Tahapan pada metode yang dilakukan yaitu persiapan kegiatan, sosialisasi budidaya tanaman herbal, pelatihan dan pendampingan budidaya diakhiri dengan monitoring dan evaluasi kegiatan. Pelaksanaan sosialisasi berjalan dengan lancar dan terdapat diskusi interaktif yang menentukan tanaman yang akan dibudidaya. Pada tahap pendampingan dilakukan persiapan lahan, pemilihan bibit dan penanaman dari buah naga, bawang Dayak dan jahe merah. Kegiatan pengabdian Masyarakat berlangsung dengan lancar dan terdapat budidaya difokuskan pada tiga tanaman yaitu buah naga, bawang Dayak dan rimpang jahe merah. Kata kunci: Kelompok Tani, Budidaya, Herbal, Tanah Laut  ABSTRACT The potential for herbal plant cultivation is wide open, this program is a pillar in improving health, economy and biodiversity conservation. To improve herbal plant cultivation in the Bentok Kampung area, Bati-Bati District, Tanah Laut Regency. The stages in the method carried out are preparation of activities, socialization of herbal plant cultivation, training and cultivation assistance ending with monitoring and evaluation of activities. The implementation of socialization went smoothly and there was an interactive discussion that determined the plants to be cultivated. At the assistance stage, land preparation, seed selection and planting of dragon fruit, Dayak onions and red ginger were carried out. Community service activities went smoothly and there was cultivation focused on three plants, namely dragon fruit, Dayak onions and red ginger rhizomes. Keywords: Group Farming, Cultivation, Herbs, Tanah Laut
Perbandingan Jumlah Leukosit Menggunakan Ekstrak Buah Limau Kuit sebagai Reagensia Alternatif Arsyad, Muhammad; Amalia, Nurul; Nurbidayah, Nurbidayah
Jurnal Sehat Mandiri Vol 20 No 1 (2025): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 20 Nomor 1 Juni 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v20i1.1856

Abstract

Limau kuit (Citrus hystrix DC) is a fruit that has a distinctive sour taste. The sourness in limau kuit extract can be used to replace glacial acetic acid, which is one of the compounds found in reagents used to aid in the diagnosis of certain diseases. One of the reagents that contains acetic acid is Turk’s solution, which functions to stain leukocyte cells and lyse other cells except leukocytes, thus enabling leukocyte count analysis. The objective of this study was to count leukocytes using a modified Turk’s solution made from limau kuit extract and compare the results with those obtained using commercial Turk’s solution. The study design was a randomized post-test only controlled group design, using instruments such as a microscope, micropipette, test tubes, and an improved Neubauer chamber. The research was conducted in the pathology laboratory of Universitas Borneo Lestari in October 2024. Leukocyte count examinations were performed in 16 repetitions, followed by statistical data analysis using the Independent Sample T-Test. The results showed that the leukocyte counts obtained using the modified Turk’s solution from limau kuit extract did not show a significant difference. The difference in mean leukocyte count was 40.63 cells/mm³, with a median difference of 100 cells/mm³, a maximum difference of 150 cells/mm³, and a minimum difference of 200 cells/mm³. Microscopically, erythrocytes were completely lysed and leukocytes were clearly visible; however, bacterial contamination was still observed in the field of view. In conclusion, the modification of Turk’s reagent using limau kuit extract showed no significant difference between the control group (commercial Turk’s reagent) and the treatment group.
Strategi Eskalasi pada Usaha Kecil Menengah melalui Diversifikasi Produk Kopi Jahe Hidayati, Rahmi; Marliadi, Reny; Nurbidayah
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i3.570

Abstract

Rumah UKM Mitra Idaman Banjarbaru saat ini memproduksi produk olahan pangan seperti amplang, kerupuk rambak, dan minyak urut yang dihasilkan melalui kemitraan dengan berbagai pihak. Mengingat adanya potensi petani kopi lokal khas Kalimantan, mitra berinisiatif untuk melakukan eskalasi produk dalam bentuk serbuk kopi yang dipadukan dengan bahan rempah seperti jahe. Namun, dalam proses pengembangan produk ini, tim Mitra menghadapi beberapa tantangan, di antaranya adalah kurangnya pengetahuan mengenai kombinasi kopi dan jahe yang pas untuk dipadukan dalam bentuk minuman serbuk, keterbatasan alat teknologi untuk mendukung produksi, serta kesulitan dalam desain kemasan dan pelabelan produk. Untuk mengatasi kendala ini, dilakukan sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tim tentang kopi jahe dan alat teknologi yang dapat digunakan dalam produksi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, yaitu peningkatan pengetahuan tentang kopi jahe sebesar 80%, dari 0% menjadi 80% pada kategori baik, serta peningkatan pengetahuan penggunaan alat teknologi sebesar 70%, dari 10% menjadi 80%. Sebagai hasil dari sosialisasi ini, tim Mitra Idaman berhasil menghasilkan produk kopi jahe dengan kemasan 100 gram yang siap dipasarkan secara lebih luas, salah satunya melalui marketplace seperti Shopeee. Dengan strategi ini, produk diharapkan dapat diterima oleh pasar yang lebih besar.
POTENSI EKSTRAK ETANOL 96% KULIT LIMAU KUIT (Citrus hystrix DC) SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA Staphylococcus aureus DAN Propionibacterium acne Nurbidayah, Nurbidayah; Muhammad, Arsyad; Eny, Hastuti; Nur, Amalia
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1899

Abstract

Limau kuit (Citrus hystrix DC) memiliki buah dengan cita rasa yang khas dan memiliki rasa asam. Limau kuit di Kalimantan Selatan lebih populer sebagai penyedap rasa pada dunia kuliner dan bumbu dapur dengan cara diambil perasan buahnya. Penelitian terkait kulit limau kuit dengan ekstraksi metode soxletasi belum banyak diteliti, sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui senyawa zat aktif dalam ekstrak kulit limau kuit dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan  Propionibacterium acne. Esktraksi dilakukan menggunakan alat soxlet dan uji antibakteri dilakukan dengan menggunakan difusi sumuran. Hasil skrining fitokimia dengan menggunakan uji tabung menunjukan hasil bahwa ekstrak limau kuit menggunakan pelarut etanol 96% mengandung senyawa saponin, alkaloid, fenol, tannin, triterpenoid dan flavonoid. Hasil pengukuran zona hambat ditunjukan pada konsentrasi 20% terkategori lemah, konsentrasi 40% terkategori sedang, dan konsentrasi 60%, 80%, dan 100% terkategori kuat dalam menghambat pertumbuhan S. aureus yaitu berturut-turut 11, 01mm, 12, 64 mm, dan 18,99 mm. Pada bakteri P. acne sampai konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80% masih memberikan respon hambatan yang lemah dan pada konsentrasi 100% terkategori sedang dengan diameter zona hambat 5,58mm. Hal tersebut menunjukkan pengujian antibakteri limau kuit lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dibandingkan dengan P. acne.
Penyuluhan dan Pendampingan Pembuatan Izin Berusaha untuk Produk Olahan UMKM Kecamatan Martapura Barat Nurbidayah, Nurbidayah; Fitriyanti, Fitriyanti; Akbar, Depy Oktavian; Iedliany, Faradilla; Khairunnisa, Gusti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17090

Abstract

ABSTRAK Kemasan merupakan wadah yang diperuntukkan tidak hanya untuk membungkus produk namun bisa dipergunakan untuk media berupa promosi kepada pembeli. Pelaku usaha wajib memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) kemudian Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT) untuk produk yang dijual. UMKM telah memiliki produk, namun belum memiliki izin edar.  Memberikan pengetahuan kepada UMKM Kecamatan Martapura Barat melalui kegiatan penyuluhan dan pendampingan akan pentingnya memiliki perizinan berusaha. Penyuluhan pentingnya memiliki perizinan berusaha dan pemberian edukasi, mengikutsertakan pelaku UMKM pada kegiatan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP), serta pendampingan pembuatan NIB dan pembuatan P-IRT. UMKM Sungai rangas dan keliling Benteng Ulu Kecamatan Martapura Barat telah mendapatkan NIB, telah mengikuti kegiatan PKP, dan telah mendapatkan nomor SPP-IRT untuk UMKM Sungai Rangas nomor P-IRT 270524004971200000001 dan UMKM Keliling Benteng Ulu nomor P-IRT 270524006172400000001 dengan berlaku perizinan berusaha tersebut selama 5 tahun yaitu sampai 24 Juli 2029. Pelaku UMKM telah mendapatkan pengetahuan mengenai manfaat, prosedur, dan syarat pendaftaran izin edar dan memiliki nomor izin edar. Kata Kunci: Kemasan, Penyuluhan, PIRT, UMKM  ABSTRACT Introduction: Packaging is a container that is intended not only to wrap products but can be used as media in the form of promotions to buyers. Business actors are required to have a Business Identification Number (NIB) and then Home Industry Products (P-IRT) for the products they sell.  Purpose: To provide knowledge to UMKM in West Martapura District through counseling and mentoring activities about the importance of having a business license. Research Methods: Educating on the importance of having business permits and providing education, involving UMKM actors in Food Safety Education (PKP) activities, as well as assistance in making NIB and making P-IRT. Results: UMKM in Sungai Rangas and Keliling Benteng Ulu, West Martapura District have received NIB, have participated in PKP activities, and have received an SPP-IRT number for UMKM in Sungai Rangas number P-IRT 270524004971200000001 and UMKM Keliling Benteng Ulu number P-IRT 270524006172400000001 with valid permits This business will last for 5 years, namely until 24 July 2029. Conclusion: UMKM players have gained knowledge about the benefits, procedures and requirements for registering a distribution permit for a product. Keywords: Packaging, Counseling, PIRT, UMKM
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani dalam Pembuatan Teh Daun Bangkal (Nauclea Orientalis) Lokal Kalimantan Chandra, M. Andi; Marliadi, Reny; Nurbidayah, Nurbidayah; Kartinah, Nani; Mulia, Shilfa Nadira Nur; Hanifa, Amanda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.17313

Abstract

ABSTRAK Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Pejaratan terletak dikecamatan Astambul. Kabupaten Banjar. Petani merupakan bagian terbesar dari penduduk setempat. Kegiatan pertanian, termasuk menanam daun bangkal, dimungkinkan oleh potensi alam daerah tersebut. Tujuan kegiatan ini memberikan edukasi manfaat daun bangkal dijadikan produk, pembuatan simplisia dan pembuatan kemasan dan labelling. Metode yang digunakan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa seluruh anggota tim mitra sepakat dengan pelaksanaan proyek pengabdian kepada masyarakat dan mengantisipasi bahwa proyek ini akan terus berlanjut. Berdasarkan hasil penilaian program pelatihan pembuatan produk, sosialisasi ulang indikator peralatan produksi diperlukan untuk memastikan kelancaran operasional seluruh proses produksi. Kata Kunci: Pemberdayaan, Daun Bangkal, Kelompak Wanita Tani, Teh  ABSTRACT The sub-district of Astambul is home to the Mekar Pejaratan Women Farmers Group (KWT). Regency of Banjar. Farming is the main occupation of most locals. Agricultural pursuits, including growing bangkal leaf plants, are made possible by the area's natural potential. Participation in this event will help spread the word about the many uses for bangkal leaves, making simplicia and making packaging and labeling. The methods used are planning, implementation and evaluation. The conclusion of this activity was that overall the entire partner team strongly agreed and agreed with the implementation of community service activities and hoped for sustainable activities. In the evaluation of product manufacturing training activities, it was found that production equipment indicators needed to be re-socialized regarding the use of production equipment so that production aspects could run well and smoothly. Keywords: Empowerment, Bangkal Leaves, Women Farmers Group, Tea
Edukasi Kesehatan melalui Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Herbal Daun Pegagan di SMA Negeri 2 Karang Intan Nurbidayah, Nurbidayah; Perdana, Gusti Muhammad Raja Putra; Abdurrahman, Abdurrahman; Rusliana, Eka
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v10i1.27255

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan keberagaman hayati yang tinggi. Pemerintah terus berupaya melestarikan penggunaan tanaman obat tradisional dengan berbagai program peningkatan kualitas pemanfaatan tanaman obat dalam bentuk obat tradisional terstandar. Tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman herbal oleh siswa dan guru sehingga mampu memahami dan mengembangkan potensi generasi muda tentang tanaman herbal untuk hidup sehat maupun peluang usaha yang bernilai. Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan menggunakan metode penyuluhan dengan kegiatan sosialisasi edukasi tamanan herbal menggunakan media power point dan leaflet. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan pada kategori baik sebesar 35%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan mengenai pemanfaatan tanaman herbal daun pegagan yang dilaksanakan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa dan guru. Hal ini ditandai dengan berkurangnya jumlah peserta yang memiliki pengetahuan rendah serta meningkatnya jumlah peserta yang memiliki pengetahuan baik.