Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

POTENSI EKSTRAK ETANOL 96% KULIT LIMAU KUIT (Citrus hystrix DC) SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA Staphylococcus aureus DAN Propionibacterium acne Nurbidayah; Arsyad Muhammad; Hastuti Eny; Amalia Nur
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1899

Abstract

Limau kuit (Citrus hystrix DC) memiliki buah dengan cita rasa yang khas dan memiliki rasa asam. Limau kuit di Kalimantan Selatan lebih populer sebagai penyedap rasa pada dunia kuliner dan bumbu dapur dengan cara diambil perasan buahnya. Penelitian terkait kulit limau kuit dengan ekstraksi metode soxletasi belum banyak diteliti, sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui senyawa zat aktif dalam ekstrak kulit limau kuit dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan  Propionibacterium acne. Esktraksi dilakukan menggunakan alat soxlet dan uji antibakteri dilakukan dengan menggunakan difusi sumuran. Hasil skrining fitokimia dengan menggunakan uji tabung menunjukan hasil bahwa ekstrak limau kuit menggunakan pelarut etanol 96% mengandung senyawa saponin, alkaloid, fenol, tannin, triterpenoid dan flavonoid. Hasil pengukuran zona hambat ditunjukan pada konsentrasi 20% terkategori lemah, konsentrasi 40% terkategori sedang, dan konsentrasi 60%, 80%, dan 100% terkategori kuat dalam menghambat pertumbuhan S. aureus yaitu berturut-turut 11, 01mm, 12, 64 mm, dan 18,99 mm. Pada bakteri P. acne sampai konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80% masih memberikan respon hambatan yang lemah dan pada konsentrasi 100% terkategori sedang dengan diameter zona hambat 5,58mm. Hal tersebut menunjukkan pengujian antibakteri limau kuit lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dibandingkan dengan P. acne.
Pemberdayaan Kelompok Tani Sikat melalui Sosialisasi dan Pendampingan Budidaya Tanaman Herbal Saputera, Mochammad Maulidie Alfiannor; Muthia, Rahmi; Hidayati, Rahmi; Nurbidayah, Nurbidayah; Gunawan, Gunawan; Arnida, Arnida; Sandi, Dita Ayulia Dwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18079

Abstract

ABSTRAK Potensi budidaya tanaman herbal terbuka luas, program ini menjadi pilar dalam peningkatkan Kesehatan, ekonomi dan konservasi keanekaragaman hayati. Meningkatkan budidaya tanaman herbal di wilayah Desa Bentok Kampung, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Tahapan pada metode yang dilakukan yaitu persiapan kegiatan, sosialisasi budidaya tanaman herbal, pelatihan dan pendampingan budidaya diakhiri dengan monitoring dan evaluasi kegiatan. Pelaksanaan sosialisasi berjalan dengan lancar dan terdapat diskusi interaktif yang menentukan tanaman yang akan dibudidaya. Pada tahap pendampingan dilakukan persiapan lahan, pemilihan bibit dan penanaman dari buah naga, bawang Dayak dan jahe merah. Kegiatan pengabdian Masyarakat berlangsung dengan lancar dan terdapat budidaya difokuskan pada tiga tanaman yaitu buah naga, bawang Dayak dan rimpang jahe merah. Kata kunci: Kelompok Tani, Budidaya, Herbal, Tanah Laut  ABSTRACT The potential for herbal plant cultivation is wide open, this program is a pillar in improving health, economy and biodiversity conservation. To improve herbal plant cultivation in the Bentok Kampung area, Bati-Bati District, Tanah Laut Regency. The stages in the method carried out are preparation of activities, socialization of herbal plant cultivation, training and cultivation assistance ending with monitoring and evaluation of activities. The implementation of socialization went smoothly and there was an interactive discussion that determined the plants to be cultivated. At the assistance stage, land preparation, seed selection and planting of dragon fruit, Dayak onions and red ginger were carried out. Community service activities went smoothly and there was cultivation focused on three plants, namely dragon fruit, Dayak onions and red ginger rhizomes. Keywords: Group Farming, Cultivation, Herbs, Tanah Laut
Strategi Eskalasi pada Usaha Kecil Menengah melalui Diversifikasi Produk Kopi Jahe Hidayati, Rahmi; Marliadi, Reny; Nurbidayah
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i3.570

Abstract

Rumah UKM Mitra Idaman Banjarbaru saat ini memproduksi produk olahan pangan seperti amplang, kerupuk rambak, dan minyak urut yang dihasilkan melalui kemitraan dengan berbagai pihak. Mengingat adanya potensi petani kopi lokal khas Kalimantan, mitra berinisiatif untuk melakukan eskalasi produk dalam bentuk serbuk kopi yang dipadukan dengan bahan rempah seperti jahe. Namun, dalam proses pengembangan produk ini, tim Mitra menghadapi beberapa tantangan, di antaranya adalah kurangnya pengetahuan mengenai kombinasi kopi dan jahe yang pas untuk dipadukan dalam bentuk minuman serbuk, keterbatasan alat teknologi untuk mendukung produksi, serta kesulitan dalam desain kemasan dan pelabelan produk. Untuk mengatasi kendala ini, dilakukan sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tim tentang kopi jahe dan alat teknologi yang dapat digunakan dalam produksi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, yaitu peningkatan pengetahuan tentang kopi jahe sebesar 80%, dari 0% menjadi 80% pada kategori baik, serta peningkatan pengetahuan penggunaan alat teknologi sebesar 70%, dari 10% menjadi 80%. Sebagai hasil dari sosialisasi ini, tim Mitra Idaman berhasil menghasilkan produk kopi jahe dengan kemasan 100 gram yang siap dipasarkan secara lebih luas, salah satunya melalui marketplace seperti Shopeee. Dengan strategi ini, produk diharapkan dapat diterima oleh pasar yang lebih besar.
POTENSI EKSTRAK ETANOL 96% KULIT LIMAU KUIT (Citrus hystrix DC) SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA Staphylococcus aureus DAN Propionibacterium acne Nurbidayah, Nurbidayah; Muhammad, Arsyad; Eny, Hastuti; Nur, Amalia
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1899

Abstract

Limau kuit (Citrus hystrix DC) memiliki buah dengan cita rasa yang khas dan memiliki rasa asam. Limau kuit di Kalimantan Selatan lebih populer sebagai penyedap rasa pada dunia kuliner dan bumbu dapur dengan cara diambil perasan buahnya. Penelitian terkait kulit limau kuit dengan ekstraksi metode soxletasi belum banyak diteliti, sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui senyawa zat aktif dalam ekstrak kulit limau kuit dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan  Propionibacterium acne. Esktraksi dilakukan menggunakan alat soxlet dan uji antibakteri dilakukan dengan menggunakan difusi sumuran. Hasil skrining fitokimia dengan menggunakan uji tabung menunjukan hasil bahwa ekstrak limau kuit menggunakan pelarut etanol 96% mengandung senyawa saponin, alkaloid, fenol, tannin, triterpenoid dan flavonoid. Hasil pengukuran zona hambat ditunjukan pada konsentrasi 20% terkategori lemah, konsentrasi 40% terkategori sedang, dan konsentrasi 60%, 80%, dan 100% terkategori kuat dalam menghambat pertumbuhan S. aureus yaitu berturut-turut 11, 01mm, 12, 64 mm, dan 18,99 mm. Pada bakteri P. acne sampai konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80% masih memberikan respon hambatan yang lemah dan pada konsentrasi 100% terkategori sedang dengan diameter zona hambat 5,58mm. Hal tersebut menunjukkan pengujian antibakteri limau kuit lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dibandingkan dengan P. acne.
Penyuluhan dan Pendampingan Pembuatan Izin Berusaha untuk Produk Olahan UMKM Kecamatan Martapura Barat Nurbidayah, Nurbidayah; Fitriyanti, Fitriyanti; Akbar, Depy Oktavian; Iedliany, Faradilla; Khairunnisa, Gusti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17090

Abstract

ABSTRAK Kemasan merupakan wadah yang diperuntukkan tidak hanya untuk membungkus produk namun bisa dipergunakan untuk media berupa promosi kepada pembeli. Pelaku usaha wajib memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) kemudian Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT) untuk produk yang dijual. UMKM telah memiliki produk, namun belum memiliki izin edar.  Memberikan pengetahuan kepada UMKM Kecamatan Martapura Barat melalui kegiatan penyuluhan dan pendampingan akan pentingnya memiliki perizinan berusaha. Penyuluhan pentingnya memiliki perizinan berusaha dan pemberian edukasi, mengikutsertakan pelaku UMKM pada kegiatan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP), serta pendampingan pembuatan NIB dan pembuatan P-IRT. UMKM Sungai rangas dan keliling Benteng Ulu Kecamatan Martapura Barat telah mendapatkan NIB, telah mengikuti kegiatan PKP, dan telah mendapatkan nomor SPP-IRT untuk UMKM Sungai Rangas nomor P-IRT 270524004971200000001 dan UMKM Keliling Benteng Ulu nomor P-IRT 270524006172400000001 dengan berlaku perizinan berusaha tersebut selama 5 tahun yaitu sampai 24 Juli 2029. Pelaku UMKM telah mendapatkan pengetahuan mengenai manfaat, prosedur, dan syarat pendaftaran izin edar dan memiliki nomor izin edar. Kata Kunci: Kemasan, Penyuluhan, PIRT, UMKM  ABSTRACT Introduction: Packaging is a container that is intended not only to wrap products but can be used as media in the form of promotions to buyers. Business actors are required to have a Business Identification Number (NIB) and then Home Industry Products (P-IRT) for the products they sell.  Purpose: To provide knowledge to UMKM in West Martapura District through counseling and mentoring activities about the importance of having a business license. Research Methods: Educating on the importance of having business permits and providing education, involving UMKM actors in Food Safety Education (PKP) activities, as well as assistance in making NIB and making P-IRT. Results: UMKM in Sungai Rangas and Keliling Benteng Ulu, West Martapura District have received NIB, have participated in PKP activities, and have received an SPP-IRT number for UMKM in Sungai Rangas number P-IRT 270524004971200000001 and UMKM Keliling Benteng Ulu number P-IRT 270524006172400000001 with valid permits This business will last for 5 years, namely until 24 July 2029. Conclusion: UMKM players have gained knowledge about the benefits, procedures and requirements for registering a distribution permit for a product. Keywords: Packaging, Counseling, PIRT, UMKM
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani dalam Pembuatan Teh Daun Bangkal (Nauclea Orientalis) Lokal Kalimantan Chandra, M. Andi; Marliadi, Reny; Nurbidayah, Nurbidayah; Kartinah, Nani; Mulia, Shilfa Nadira Nur; Hanifa, Amanda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.17313

Abstract

ABSTRAK Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Pejaratan terletak dikecamatan Astambul. Kabupaten Banjar. Petani merupakan bagian terbesar dari penduduk setempat. Kegiatan pertanian, termasuk menanam daun bangkal, dimungkinkan oleh potensi alam daerah tersebut. Tujuan kegiatan ini memberikan edukasi manfaat daun bangkal dijadikan produk, pembuatan simplisia dan pembuatan kemasan dan labelling. Metode yang digunakan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa seluruh anggota tim mitra sepakat dengan pelaksanaan proyek pengabdian kepada masyarakat dan mengantisipasi bahwa proyek ini akan terus berlanjut. Berdasarkan hasil penilaian program pelatihan pembuatan produk, sosialisasi ulang indikator peralatan produksi diperlukan untuk memastikan kelancaran operasional seluruh proses produksi. Kata Kunci: Pemberdayaan, Daun Bangkal, Kelompak Wanita Tani, Teh  ABSTRACT The sub-district of Astambul is home to the Mekar Pejaratan Women Farmers Group (KWT). Regency of Banjar. Farming is the main occupation of most locals. Agricultural pursuits, including growing bangkal leaf plants, are made possible by the area's natural potential. Participation in this event will help spread the word about the many uses for bangkal leaves, making simplicia and making packaging and labeling. The methods used are planning, implementation and evaluation. The conclusion of this activity was that overall the entire partner team strongly agreed and agreed with the implementation of community service activities and hoped for sustainable activities. In the evaluation of product manufacturing training activities, it was found that production equipment indicators needed to be re-socialized regarding the use of production equipment so that production aspects could run well and smoothly. Keywords: Empowerment, Bangkal Leaves, Women Farmers Group, Tea
Sosialisasi Sertifikasi Halal Sebagai Edukasi Bagi Pelaku UMKM di Kecamatan Martapura Barat Faradilla Iedliany; Fitriyanti Fitriyanti; Nurbidayah Nurbidayah; Depy Oktavian Akbar; Gusti Khairunnisa
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 2 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/icom.v5i2.7041

Abstract

Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) participate in Indonesia's economic conditions, but most MSME actors still do not add halal labels to their production. This is due to the lack of literacy about halal certification. This Community Service activity aims to educate and socialize the process and benefits of halal certification for MSME actors in Sungai Rangas Village and Banteng Ulu Mobile Village, West Martapura District, Banjar Regency. The method of this activity is first, the delivery of socialization materials, video tutorial playbacks, discussion and question and answer sessions, and filling out satisfaction survey questionnaires. The results of the activity showed that 80% of participants felt very satisfied and 20% were quite satisfied with the implementation of socialization activities. This shows that activities have a positive impact in providing insight into the importance of halal certification and as a strategy in developing a sustainable business.
Pelatihan Pembuatan Masker Wajah dari Daun Pegagan bagi Siswa SMA Negeri 2 Karang Intan di Desa Kiram Kabupaten Banjar Abdurrahman; Gusti Muhammad Raja Putra Perdana; Nurbidayah; Eka Rusliana
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 3 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i3.8016

Abstract

Desa Kiram Kabupaten Banjar memiliki potensi sumber daya alam berupa tanaman pegagan, hal tersebut menjadi daya tarik yang dapat dimanfaatkan oleh siswa SMA Negeri 2 Karang Intan di dukung dengan adanya program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk: 1. Penyuluhan mengenai pemanfaatan bahan alam menjadi sediaan; 2. Melatih keterampilan membuat masker wajah. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan, pelatihan, dan praktek langsung. Pelaksana kegiatan adalah Dosen dan mahasiswa Universitas Borneo Lestari. Kegiatan berlangsung di SMA Negeri 2 Karang Intan, Desa Kiram, Kabupaten Banjar. Hasil yang diperoleh adalah peningkatan pengetahuan mengenai pemanfaaatan bahan alam khususnya tanaman pegagan dan peserta terampil dalam membuat masker wajah daun pegagan. Program pengabdian memberikan dampak positif kepada peserta dengan meningkatnya pengetahuan peserta untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam dan siswa terampil dalam membuat sediaan masker wajah. 
MORINGA OLEIFERA LEAF AS A POTENTIAL ANTITHROMBOTIC AGENT: AN IN VITRO EVALUATION Ayanti, Bio Putri; Nurbidayah, Nurbidayah; Amalia, Nurul; Azzahra, Syafina; Amini, Amalia
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2025.13503

Abstract

Cardiovascular disease (CVD) is a major cause of morbidity and mortality worldwide, one of which is triggered by an imbalance between fibrin formation and fibrinolysis processes, leading to fibrin accumulation that can lead to thrombosis. Commercial thrombolytic agents are currently widely used, but their use is known to cause serious side effects often and have limited effectiveness. This gap encourages initial screening of natural materials as an effort to explore the potential of new thrombolytic agents in the future. This study aims to evaluate the potential of Moringa oleifera leaf filtrate at concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100% as an antithrombotic agent through qualitative identification of secondary metabolites and testing of thrombolytic activity and anticoagulant ability in vitro. The results showed that Moringa leaf filtrate at a concentration of 25% was able to lyse blood clots by 60%, compared to the positive control nattokinase (82%), with a relative effectiveness of 71.7%. In vitro anticoagulant activity testing showed an extension of blood clotting time from 10 minutes (control) to 35 minutes in the treatment. ANOVA analysis showed a significant difference between concentrations (p < 0.05). These findings support the initial potential of this natural product as a candidate antithrombotic agent and provide a scientific basis for further research.
MORINGA OLEIFERA LEAF AS A POTENTIAL ANTITHROMBOTIC AGENT: AN IN VITRO EVALUATION Ayanti, Bio Putri; Nurbidayah, Nurbidayah; Amalia, Nurul; Azzahra, Syafina; Amini, Amalia
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2025.13503

Abstract

Cardiovascular disease (CVD) is a major cause of morbidity and mortality worldwide, one of which is triggered by an imbalance between fibrin formation and fibrinolysis processes, leading to fibrin accumulation that can lead to thrombosis. Commercial thrombolytic agents are currently widely used, but their use is known to cause serious side effects often and have limited effectiveness. This gap encourages initial screening of natural materials as an effort to explore the potential of new thrombolytic agents in the future. This study aims to evaluate the potential of Moringa oleifera leaf filtrate at concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100% as an antithrombotic agent through qualitative identification of secondary metabolites and testing of thrombolytic activity and anticoagulant ability in vitro. The results showed that Moringa leaf filtrate at a concentration of 25% was able to lyse blood clots by 60%, compared to the positive control nattokinase (82%), with a relative effectiveness of 71.7%. In vitro anticoagulant activity testing showed an extension of blood clotting time from 10 minutes (control) to 35 minutes in the treatment. ANOVA analysis showed a significant difference between concentrations (p < 0.05). These findings support the initial potential of this natural product as a candidate antithrombotic agent and provide a scientific basis for further research.