Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Konsep Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dengan Model Integratif yang Realistis di Madrasah Ibtidaiyah iswandi, iswandi; Novialdi, Novialdi; Syofrianisda, Syofrianisda
Alifbata : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 4 No 2 (2024): Alifbata
Publisher : STAI Darul Kamal Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/alifbata.v4i2.729

Abstract

Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam  dengan model integratif di madrasah ibtidaiyah memungkinkan peserta didik memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dan bermakna tentang   perkembangan peradaban Islam. Maka materi Sejarah Kebudayaan Islam Sejarah Kebudayaan Islam diintegrasikan dengan disiplin ilmu lain, seperti Geografi, Ekonomi, dan Bahasa Arab. Integrasi antar mata pelajaran membantu peserta didik melihat keterkaitan antara Sejarah Kebudayaan Islam dengan konteks sosial, ekonomi, dan budaya pada masa perkembangan peradaban Islam, berbasis  ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembelajaran integratif mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan analitis dalam mengkaji perkembangan Sejarah Kebudayaan Islam. Mereka     tidak hanya menghafal fakta-fakta sejarah, tetapi juga mampu menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan Sejarah Kebudayaan Islam. Melalui model pembelajaran integratif, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengembangkan keterampilan, seperti kemampuan komunikasi, kerja sama, dan pemecahan masalah dalam konteks interdisipliner. Metode penelitian ini Pembahasan ini mengunakan Penelitian Kepustakaan (Library Research) dengan mengabungkan beberapa pendapat ahli untuk ditarik kesimpulan, Penilaian pembelajaran integratif Sejarah Kebudayaan Islam dilakukan secara komprehensif. Maka guru untuk memperoleh gambaran yang utuh tentang capaian pembelajaran peserta didik madrasah ibtidaiyah. Penerapan model pembelajaran integratif pada Sejarah Kebudayaan Islam membutuhkan perencanaan yang matang, kolaborasi antar guru mata pelajaran, dan kesiapan sumber daya pembelajaran yang penuh  mendukung. Model ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islamdan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik madrasah ibtidaiyah. Secara keseluruhan, penerapan model pembelajaran integratif pada Sejarah Kebudayaan Islam dapat membantu peserta didik memperoleh pemahaman yang lebih holistik dan kontekstual tentang perkembangan Sejarah Kebudayaan Islam madrasah ibtidaiyah.
PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DALAM AL-QUR’AN Syofrianisda, syofrianisda; Ritonga, Mahyudin
Tahsinia Vol 5 No 9 (2024): Desember
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v5i9.593

Abstract

Al-Qur’an dan Al-Sunnah meskipun bukan merupakan buku teks ilmu ekonomi, namun di dalamnya mengandung prinsip-prinsip dasar dan asas-asas ekonomi yang dapat diaplikasikan dalam semua lini kehidupan manusia. Dalam sebuah penelitian International Islamic University Islamabad of Pakistan, terungkap bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang memiliki hubungan langsung dengan ekonomi, diperkirakan berjumlah sekitar 400 an ayat, atau setara dengan 3,5 juz. Kemudian belum lagi ditambah dengan hadits-hadits terkait dengan muamalah, yang hingga saat ini belum ada penelitian mengenai berapa jumlah pasti hadits-hadits Nabi tersebut yang berbicara tentang ekonomi secara khusus. Hal ini menunjukkan bahwa ajaran Islam memiliki perhatian yang sangat serius terhadap persoalan ekonomi atau kewirausahaan. Dalam ajaran Islam bahwa bekerja dan berwirausaha (entrepreneur) merupakan hal penting yang tidak bisa dipisahkan dari tabiat asli manusia itu sendiri dalam menjalani hidup yang normal (way of life), karena keberadaan manusia di muka bumi adalah sebagai khalifah fi al-ardh, yaitu memimpin, memakmurkan dan mengelola bumi serta membawa bumi pada arah yang lebih baik (maslahah). Menurut Mahmud Yunus dalam buku Islam dan Kewirausahaan Inovatif dijelaskan profesi bertani dan mengolah tanah merupakan anjuran para-Nabi dan wasiat Nabi serta orang-orang saleh terdahulu.
RELEVANSI DAN KORELASI QAW’ID AL-TAFSIR DENGAN USHUL AL-FIQH Syofrianisda, Syofrianisda
Alhurriyah Vol 2 No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/alhurriyah.v2i2.368

Abstract

Dinamika penafsiran al-Qur’an dan beragam upaya untuk memahami maksud tersirat dibalik ayat-ayatnya hingga hari ini masih tetap menarik perhatian dan minat para cendikiawan muslim maupun non muslim. Satu hal yang menjadi salah satu faktor mengapa al-Qur’an tetap menjadi the most wanted hingga saat ini mungkin saja adalah posisi al-Qur’an sebagai sumber primer ajaran Islam dengan kajian yang cukup holistik. Segala masalah yang dihadapi muslim dapat dikembalikan dan dicari solusinya dalam al-Qur’an. Pesatnya upaya penafsiran al-Qur’an pada dinamikanya diimbangi oleh berkembangnya ilmu bantu penafsiran yang juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup menjanjikan. Hal ini menjadi logis dan rasional sebab untuk memiliki pemahaman yang komprehensif, seorang mufassir haruslah menguasai beberapa ilmu bantu seperti ilmu bahasa, balaghah, qawaid, fiqih, ushul fiqih dll.
Al-Farabi: Filsafat Emanasi, Ketuhanan, Kenabian, Jiwa dan Akal Syofrianisda, Syofrianisda; AM, Rusydi; Saputra, Riki
El-Rusyd Vol. 9 No. 2 (2024): December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/elrusyd.v9i2.248

Abstract

Al-Farabi's thought on divinity is one of the main pillars of the Islamic philosophical tradition, which sought to harmonize Islamic revelation with Greek philosophy, especially Aristotle and Plotinus. Al-Farabi viewed God as the First Cause (al-'Illah al-Ula), which is the origin of all existence through emanation (al-faith). This concept places God as the transcendent, perfect, infinite Being and the source of all reality. This article explores how Al-Farabi formulated the relationship between God, reason, and the universe, and highlights his attempts to explain the nature of divinity with a rational approach. In this exploration, several important issues are raised, such as the harmony between reason and revelation, God's relationship with the universe through emanation, and how God's nature can be understood without diminishing His transcendence. In addition, this study also discusses the implications of Al-Farabi's thought for Islamic theology and its relevance in the modern context. Using a literature analysis approach to Al-Farabi's major works, such as Al-Madina al-Fadila and Kitab al-Huruf, this study found that Al-Farabi sought to provide a harmonious synthesis between philosophical traditions and religious beliefs, although his concepts often sparked theological debates. The findings confirm that Al-Farabi's thought has a significant contribution in shaping Islamic philosophical discourse, especially in understanding the relationship between God, reason and reality.
AL-FARABI: PHILOSOPHY OF EMANATION, GODHEAD, PROPHETHOOD, SOUL AND INTELLECT Syofrianisda, Syofrianisda; AM, Rusydi; Saputra, Riki; Murni, Dewi
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The issue that is still under long debate is the problem of the universe, which reaps the pros and cons associated with the concept of emanation. This paper intends to examine al-Farabi's opinion on the concept of emanation associated with the concept of the creation of the universe. This research is a type of library research, namely researching using documents from existing literature sources to help find the data being analyzed. Based on this study, it appears that the concept of emanation pioneered by al-Farabi is in accordance with the Big Bag theory. In the concept of emanation, the influence of neo-platonism metaphysical philosophy is very visible. Al-Farabi argues that the Prophet, Philosopher, and King are a unity of meaning despite having different approaches.
EMOTIONAL AWARENESS IN ISLAM: STUDY OF THE QUR'AN, HADITH, AND NEUROSCIENCE Syofrianisda, Syofrianisda; Yondrizal, Yondrizal; Hakim, Rosniati; Dahlan, Dasrizal; Lahmi, Ahmad
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 4 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v4i2.358

Abstract

Emotional awareness is an individual's ability to consciously understand, recognize, and manage emotions. In Islam, the concept of emotional control receives significant attention, as reflected in the Quran and Hadith. This article aims to examine the alignment of Islamic teachings with modern neuroscience findings regarding the brain's mechanisms for processing emotions. A literature review approach was used to analyze Quranic verses, the Prophet's Hadith, and contemporary neuroscience research. The study's findings indicate that Islam not only regulates outward behavior but also encourages emotional control as part of worship and character building.
Characteristics of Interdisciplinary Islamic Studies Approach Syofrianisda, Syofrianisda; Julhadi; Hanafi, Abdul
Al-Mudarris Vol 8 No 1 (2025): Al-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/mdr.v8i1.9722

Abstract

A Muslim, before practicing all its teachings, it is very important to really understand Islam. There are several methods or approaches that can be used in studying Islamic studies. This Islamic studies approach is a way or method used to study and understand Islam in depth. This research aims to analyze what approaches are used in studying Islamic studies. This research uses a qualitative method with a case study approach (case study design). The case study approach is a form of qualitative research based on understanding and human behavior based on human opinion. The results showed that there are six approaches to Islamic studies, namely: i) normative approach, ii) semantic approach, iii) philological approach, iv) hermeneutic approach, v) discourse approach, vi) historical approach. Islamic studies approaches are very important to learn and know. Because as Muslims we must be able to know about Islamic understandings using approaches and how to apply them to life. The results of this study can be used as initial data for subsequent researchers in studying this problem in different contexts and issues.
RELEVANSI DAN KORELASI QAW’ID AL-TAFSIR DENGAN USHUL AL-FIQH Syofrianisda, Syofrianisda
Alhurriyah Vol 2 No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/alhurriyah.v2i2.368

Abstract

Dinamika penafsiran al-Qur’an dan beragam upaya untuk memahami maksud tersirat dibalik ayat-ayatnya hingga hari ini masih tetap menarik perhatian dan minat para cendikiawan muslim maupun non muslim. Satu hal yang menjadi salah satu faktor mengapa al-Qur’an tetap menjadi the most wanted hingga saat ini mungkin saja adalah posisi al-Qur’an sebagai sumber primer ajaran Islam dengan kajian yang cukup holistik. Segala masalah yang dihadapi muslim dapat dikembalikan dan dicari solusinya dalam al-Qur’an. Pesatnya upaya penafsiran al-Qur’an pada dinamikanya diimbangi oleh berkembangnya ilmu bantu penafsiran yang juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup menjanjikan. Hal ini menjadi logis dan rasional sebab untuk memiliki pemahaman yang komprehensif, seorang mufassir haruslah menguasai beberapa ilmu bantu seperti ilmu bahasa, balaghah, qawaid, fiqih, ushul fiqih dll.
Penyuluhan Perencanaan Pembelajaran Bermakna dan Menyenangkan dalam Kurikulum Merdeka Citrowati, Endang; Syofrianisda, Syofrianisda; Hanifah, Nisaaul; Putri, Rika Rahmi; Wati, Wati
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 4 (2025): Oktober, Social Issues and Problems in Society
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i4.51093

Abstract

This Community Service Program (PKM) aims to motivate teachers to plan meaningful and enjoyable learning for early childhood. Meaningful and enjoyable learning in the Independent Curriculum for early childhood (PAUD) emphasizes relevant, engaging, and child-centered learning experiences. Therefore, outreach efforts are achieved through learning tailored to individual needs, involving exploration, play, and social interaction, and creating a positive and supportive learning environment that teachers can implement. This is one learning model that can be implemented in the Independent Curriculum. This approach integrates deep teaching in early childhood. The methods used in this community service are 1) Needs Mapping, 2) Education, and 3) Evaluation. By implementing a medley, joyful, and level-full approach, children's insights can be broadened through learning activities.
Multicultural Education and the Strengthening of Character Education in the Indonesian Context Syofrianisda, Syofrianisda; Suriyati, Suriyati; Priyanti, Wahyu; Julhadi , Julhadi
Hikmah Vol. 22 No. 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/hikmah.v22i2.631

Abstract

Indonesia, as a pluralistic nation, faces serious challenges in the form of increasing intolerance, identity-based conflicts, and the weakening of national character values. This condition indicates that education has not yet fully functioned as a means of managing diversity as a social strength. This study aims to analyze the concept of multicultural education within the social, cultural, and historical context of Indonesia and examine its relevance to strengthening character education. The research employs a qualitative approach using library research methods through critical analysis of scholarly literature, expert perspectives, and relevant educational policy documents. The findings reveal that multicultural education plays a strategic role as an educational paradigm that emphasizes equality, respect for differences, and social justice, and serves as a foundational framework for strengthening character education grounded in the Indonesian context. The integration of multicultural education and character education is shown to foster tolerant, empathetic, and democratic attitudes among students. The implications of this study highlight the importance of mainstreaming multicultural education within curricula, school culture, and national education policies to develop an inclusive and civilized national character.