Gina Andyka Hutasoit
Department Of Anatomical Pathology, Faculty Of Medicine, Universitas Tadulako, Jl. Soekarno Hatta KM. 9, Palu 94118

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Medika Tadulako

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KANKER PAYUDARA DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA WANITA USIA 20-45 TAHUN DI DESA SIDERA KECAMATAN SIGI BIROMARU Thaha, Rahma; Hutasoit, Gina Andyka
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Kanker payudara adalah pertumbuhan sel payudara yang tidak terkontrol karena perubahan abnomal dari gen yang bertanggung jawab atas pengaturan pertumbuhan sel. Terdapat cara yang murah dan sederhana untuk mendeteksi secara dini adanya kanker payudara yaitu pemeriksaan yang dilakukan oleh diri sendiri, yang disebut dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Akibat dari tingginya tingkat insiden kanker payudara salah satunya adalah masih rendahnya pengetahuan atau pemahaman masyarakat akan bahayanya kanker payudara dan kesadaran pentingnya melakukan pemeriksaan dini. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui adanya hubungan tingkat pengetahuan tentang kanker payudara dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada wanita usia 20-45 tahun di Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional cluster random sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini 100 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis uji statistik yang digunakan adalah Chi Square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian tingkat pengetahuan responden di Desa Sidera adalah tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 53 orang (53,0%), dan tingkat pengetahuan rendah sebanyak 47 orang (47,0%). Perilaku SADARI responden adalah perilaku cukup baik sebanyak 59 orang (59,0%), perilaku baik sebanyak 39 orang (39,0%) dan perilaku tidak baik sebanyak 2 orang (2,0%). Hasil uji statistik adalah koefisien korelasi π = 0,715 dengan tingkat signifikansi 0,00 (P < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat pengetahuan tentang kanker payudara dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada wanita usia 20-45 tahun di Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru. Kata kunci: Tingkat pengetahuan, kanker payudara, perilaku, SADARI
KNOWLEDGE LEVEL AND ATTITUDE OF PATIENTS FRACTURE THAT CHOOSE TRADITIONAL TREATMENT (Bone Setter) BEFORE TREATING TO POLYCLINIC ORTHOPAEDIC AND TRAUMATOLOGIC AT UNDATA GENERAL REGION HOSPITAL PALU PERIOD OF NOVEMBER-DECEMBER 2016 Wulandari, Hanif Iga; Munir, Muhammad Ardi; Hutasoit, Gina Andyka
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: In most cases neglected fracture occurs in people who are educated and under socioeconomic status. In addition to using health centers by medical personnel, not a few people are more confident in traditional medicine, so a few patients with fractures who came to the hospital are already experiencing complications due to first treatment is not appropriate, in accordance with the principles of correct bone treatment. The classic reason that delays patients with fracture was to the hospital is an economic factor.Methods: This study design is carried out by using an observational study design. The sampling technique in this research is intentional sampling consisting of 64 respondents. Data collection through questionnaires.Result: From the 64 samples studied, the results of the level of knowledge about bone fractures in the good categories 11 respondents, enough category 41 respondents, less category 12 respondents, and the attitude of the patient fracture for the treatment of the fractures in good category 41 respondents, enough category 7 respondents, and less category 16 respondentsConclusion: Based on the level of knowledge and attitude of fractures in traditional medical research carried out by the patient before treatment in the clinical orthopedic surgery hospital Undata has the result of the level of knowledge (know) enough and a Positive attitude towards an initial treatment of fractures. Keywords: Knowledge level, Attitude, Fracture Latar Belakang: Pada umumnya neglected fracture terjadi pada orang yang berpendidikan dan berstatus sosio-ekonomi rendah. Selain memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan oleh tenaga medis, tidak sedikit masyarakat yang lebih percaya kepada pengobatan tradisional, sehingga tidak sedikit pula pasien patah tulang yang berobat ke Rumah Sakit pada saat datang sudah mengalami komplikasi akibat penanganan pertamanya yang tidak baik atau tidak sesuai dengan prinsip penanganan patah tulang yang benar. Adapun alasan klasik pasien patah tulang yang terlambat berobat ke Rumah Sakit adalah faktor ekonomi.Metode: Jenis rancangan penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian observasional deskriptif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling yang terdiri dari 64 orang responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner.Hasil: Berdasarkan 64 sampel yang diteliti, hasil tingkat pengetahuan responden tentang patah tulang pada kategori baik 11 responden, cukup 41 responden, kurang 12 responden, dan sikap pasien fraktur terhadap penanganan patah tulang kategori baik 41 responden, cukup 7 responden, dan kurang 16 responden.  Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan tingkat pengetahuan dan sikap pasien fraktur yang berobat di pengobatan tradisional sebelum berobat di poliklinik bedah tulang RSUD Undata memiliki hasil tingkat pengetahuan (Know) cukup dan sikap yang positif terhadap penanganan awal patah tulang. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Sikap, Fraktur
MANAJEMEN WAKTU BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI KEDOKTERAN DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI UNIVERSITAS TADULAKO Kiay Demak, Indah Puspasari; Mansur, Siti Rahma; Hutasoit, Gina Andyka; Sulistiana, Ria
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Kurikulum PBL melibatkan mahasiswa pada proses pembelajaran mandiri dalam berbagai aspek kegiatan belajar yang dapat berdampak positif atau negatif pada hasil akademik mahasiswa tergantung bagaimana mahasiswa dapat mengatur waktu pada jadwal perkuliahan. Tujuan: Untuk mengetahui manajemen waktu belajar mahasiswa program studi kedokteran dalam PBL di Universitas Tadulako. Metode: Jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode wawancara mendalam. Terdapat 1 informan kunci dan 12 informan biasa. Hasil penelitian: Faktor internal individu seperti rasa malas, menunda-nunda waktu belajar, kebiasaan datang terlambat kuliah, mengerjakan tugas 1 jam dari deadline, berbagai aktivitas non akademik, jadwal yang padat dan banyaknya tugas yang harus dikerjakan mempengaruhi manajemen waktu belajar. Strategi mahasiswa dalam memanajemen waktu belajar yaitu bertanya pada teman sejawat mengenai hal yang berkaitan dengan learning objektif PBL,fokus menerima materi kuliah, dan membuat jadwal harian. Alasan pentingnya manajemen waktu belajar bagi mahasiswa kedokteran karena dalam lingkup dunia kedokteran belajar memang dibutuhkan terus-menerus untuk meningkatkan wawasan dan skill sebagai seorang tenaga medis. Manajemen waktu belajar akan berpengaruh pada peningkatan kemampuan mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah dari skenario yang ditutorialkan serta keaktifan dalam berdiskusi. Kesimpulan: Mahasiswa kedokteran tahun IV Universitas Tadulako masih merasa kesulitan memanajemen waktu belajarnya dengan efektif dan efisien dalam mendukung padatnya aktivitas kemandirian belajar pada pelaksanaan PBL. Kata Kunci: PBL, Manajemen Waktu Belajar