Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Optimalisasi Pengelolaan Sampah Sekolah dan Pemberdayaan Siswa Melalui Teknik Kompos Takakura: Pengabdian Djusmadi Rasyid; Anshar Rante; Warda M; Ratri Dwi Utami; Dian Ulfiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.465

Abstract

Pengelolaan sampah di lingkungan sekolah berbasis asrama, seperti Pondok Tahfizh Al-Qur’an Daarul Furqon Palopo, menghadapi tantangan serius akibat akumulasi sampah organik yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang sistematis untuk memberdayakan santri dalam pengelolaan sampah melalui metode yang efisien dan ramah lingkungan, seperti kompos Takakura. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam mengelola sampah organik melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan yang dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas intervensi. Pelaksanaan melibatkan 41 peserta berusia 12-19 tahun yang mayoritas adalah siswa setingkat SMP. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah intervensi, dimana sebelum edukasi, 85,4% peserta berada pada kategori pengetahuan cukup, sementara setelah pelatihan, 100% peserta mencapai kategori pengetahuan baik. Uji Wilcoxon menghasilkan p value = 0.00, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari edukasi dan pelatihan. Pengelolaan sampah yang berkelanjutan di lingkungan asrama dapat dicapai melalui edukasi dan pelatihan intensif yang melibatkan santri sebagai agen perubahan.
Effect of BTCLS Training on Emergency Department Clinicians' Competencies in Cardiac Arrest Management: A Single-Group Pretest–Posttest Study at Pongtiku General Hospital Rante, Anshar; Rasyid, Djusmadi; Dg Salimung, Hardianto; M, Warda
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 9 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i1.8447

Abstract

ntroduction: Cardiac arrest refers to a critical condition in which the heart abruptly ceases to pump blood effectively, leading to an interruption of blood flow throughout the body. This disruption prevents vital organs, including the brain and heart, from receiving the necessary oxygen and nutrients. Without immediate intervention, cardiac arrest can result in fatality or irreversible brain damage within minutes. The Emergency Department is pivotal in managing cardiac arrest cases. As the first line of healthcare response, it is imperative for medical personnel to engage in ongoing training and education to enhance the quality of emergency care, particularly in scenarios involving cardiac arrest Methods: This study employed a single-group pretest-posttest design involving 24 clinicians from the emergency department of Rumah Sakit Umum (RSU) Pongtiku. Data collection utilized validated instruments, including a 25-item multiple-choice knowledge assessment (Cronbach’s ? = 0.87) and a 10-item psychomotor skill checklist (inter-rater reliability = 0.89). The normality of the data was assessed using the Shapiro-Wilk test. Given that the data did not follow a normal distribution, the Wilcoxon signed-rank test was used for analysis. Results: The results of the analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test indicate that all respondents experienced an increase in knowledge scores after being given the educational intervention, with a value of Z = -4.288 and a significance value (Asymp. Sig. 2-tailed) of 0.000 (p < 0.05). This shows that there is a significant difference between pretest and posttest knowledge scores. Therefore, the educational intervention provided is effective in increasing respondents' knowledge.Based on the results of the Wilcoxon Signed-Rank Test analysis, a Z value of -4.046 was obtained, with a significance value (Asymp. Sig. 2-tailed) of 0.000 (p < 0.05). This result indicates that there is a significant difference in skill scores before and after the educational intervention. A total of 21 respondents experienced an increase in their skills, while 3 respondents maintained the same score. Therefore, the educational intervention provided was effective in improving the skills of the respondents. Conclusion: BTCLS training for emergency department nurses significantly increases knowledge scores and standardized skills in the short term. These results support the sustainability of the program and highlight the need for curriculum improvement. Further research is necessary to evaluate retention and its impact on clinical indicators.
Karakteristik Distres Spiritual pada Pasien HIV/AIDS di RSU Sawerigading Palopo: Characteristics of Spiritual Disstres in HIV/AIDS Patients in Sawerigading RSU Palopo Anshar Rante; Djusmadi Rasyid; Warda M; Ema Julita; Nur Afifah; M. Khalid Freedy Saputra; Pannyiwi, Rahmat
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i12.3763

Abstract

Latar belakang: Setelah seseorang dinyatakan positif terkena HIV, maka hidupnya akan berjalan pada jalur yang berbeda dari rencana hidup sebelumnya. Beratnya permasalahan yang dirasakan oleh pasien HIV/AIDS mempengaruhi aspek psikologis, sosial dan spiritual. Pasien bisa mengalami masalah finansial, berduka berkepanjangan, frustasi, merasa bersalah, depresi dan ketakutan menghadapi kematian. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik distress spiritual pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) RSU Sawerigading Palopo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif yang bertujuan untuk melihat karakteristik spiritual pada pasien dengan HIV/AIDS ODHA di RSU Sawerigading Palopo Sampel di ambil dengan teknik proposive sampling yaitu cara mengambil sampel diantara populasi sesuai dengan yang dikehendaki peneliti sehingga mewakili karakteristik populasi sejumlah 35 sampel. Hasil: Penelitian menunjukkan Menunjukkan sebanyak 16 responden (46%) Merasa bersalah pada diri sendiri pada aspek hubungan dengan orang lain responden merasa diasingkan , tidak ingin berinteraksi dengan keluarga, Saya memisahkan diri dari kelompok agama di masyarakat sebanyak 2 responden (6%) kemudian pada aspek hubungan dengan hubungan dengan seni ,musik dan literatur alam sebanyak 4 responden (11%) tidak suka membaca literatur spiritual (kitab suci,buku agama).Pada aspek hubungan dengan pencipta (Tuhan) paling banyak sekitar 49 % responden yang butuh nasehat dari pemimpin atau tokoh agama. Kesimpulan: Karakteristik distres spiritual pada pasien HIV/AIDS di Rumah Sakit Sawerigading Kota Palopo paling banyak pada aspek hubungan dengan tuhan pada pernyataan Saya ingin/saya butuh nasehat dari pemimpin atau tokoh agama.
Standar Kepuasan Dalam Pelayanan Kesehatan Sebagai Salah Satu Harapan Pasien Saat Datang di Puskesmas Terhadap Pelayanan yang Diterimanya Syaiful Bachri; Faradiba Anggraeni; Anshar Rante; Lorensius Lonik; Rusnita; Abdul Rahim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3269

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam mengevaluasi mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui standar kepuasan pasien terhadap pelayanan di Puskesmas, sebagai salah satu bentuk harapan yang diinginkan pasien saat berobat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi empati dan keandalan menjadi aspek pelayanan yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan harus difokuskan pada aspek-aspek tersebut agar pelayanan yang diberikan sesuai dengan harapan pasien.