Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Gambaran Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Pertiwi Kota Makassar Fajriansyah, Fajriansyah
Wal'afiat Hospital Journal Vol 3 No 2 (2022): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v3i2.88

Abstract

Pengobatan Diabetes Melitus(DM) bertujuan untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Pencegahan komplikasi dilakukan dengan cara menjaga kestabilan gula darah dengan pengobatan secara rutin seumur hidup karena DM merupakan penyakit seumur hidup yang tidak bisa disembuhkan secara permanen sehingga banyak pasien yang jenuh dan tidak patuh dalam pengobatan. Ketidakpatuhan pasien DM terhadap penggunaan obat menyebabkan glukosa tidak terkontrol sehingga meningkatkan resiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Pertiwi Kota Makassar. Desain penelitian ini ialah penelitian observasional bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara prospektif. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2020 sampai Januari 2021 di Puskesmas Pertiwi Kota Makassar. Subjek penelitian ialah pasien Diabetes Melitus Tipe 2 yang berobat di Puskesmas, dipilih menggunakan teknik convenience sampling pada pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) yang berisi 8 pertanyaan dengan tiga kategori yaitu kepatuhan tinggi, kepatuhan sedang dan kepatuhan rendah. Hasil evaluasi tingkat kepatuhan minum obat pada 12 pasien didapatkan tingkat kepatuhan tinggi pada 4 subjek (33,33%), tingkat kepatuhan sedang pada 8 subjek (66,67%), dan tingkat kepatuhan tidak rendah. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan obat pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Pertiwi berada pada tingkat kepatuhan sedang.
Profil Pengobatan Stroke Iskemik pada Pasien yang Menjalani Rawat Inap di Rumah Sakit Dr.Wahidin Sudirohusodo Fajriansyah, Fajriansyah
Wal'afiat Hospital Journal Vol 3 No 2 (2022): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v3i2.91

Abstract

Stroke iskemik adalah tanda klinis disfungsi atau kerusakan jaringan otak yang disebabkan kurangnya aliran darah ke otak sehingga mengganggu kebutuhan darah dan oksigen di otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pengobatan pada pasien stroke iskemik di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian observasional-prosfektif dengan pengambilan data rekam medis pasien. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif. Diperoleh 50 data rekam medik yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien stroke iskemik tertinggi berdasarkan jenis kelamin adalah sejumlah 26 laki-laki (52%), berdasarkan usia adalah kelompok usia lebih dari 60 tahun (82%), lama pengobatan lebih dari 14 hari (56%), penyakit penyerta hipertensi (70%). Persentase terapi penggunaan obat stroke pada pasien stroke iskemik yang paling banyak digunakan adalah obat golongan aktivator serebral dan vasodilator perifer yaitu obat citicolin sebanyak 25 pasien (50%) dengan dosis obat 500 mg, berdasarkan golongan antiplatelet yaitu obat clopidogrel sebanyak 7 pasien (14%) dengan dosis obat 75 mg serta berdasarkan golongan nootropik dan neurotropik yaitu obat mecobalamin sebanyak 10 pasien (20%) dengan dosis obat 500 mg.
Health-Related Quality of Life in Patients with COVID-19 in Indonesia: A Cross-Sectional Study Fajriansyah, Fajriansyah; Lestari, Keri; Zulfahmidah, Zulfahmidah
Sciences of Pharmacy Volume 5 Issue 1
Publisher : ETFLIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58920/sciphar0501487

Abstract

Evidence on health-related quality of life (HRQoL) among hospitalized COVID-19 patients in Indonesia remains limited, particularly during the acute phase of infection. This study aimed to describe HRQoL and its associated sociodemographic and clinical factors among hospitalized COVID-19 patients in Indonesia. A cross-sectional study was conducted among adult patients with polymerase chain reaction confirmed COVID-19 who were hospitalized at Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, Jakarta, between October - December 2021. HRQoL was assessed using the validated Bahasa Indonesia version of the EQ-5D-5L questionnaire, including the utility index derived from the Indonesian value set and the EQ visual analogue scale (EQ-VAS). Descriptive statistics were used to summarize HRQoL distributions, and group differences were analyzed using the Mann–Whitney U test and Kruskal–Wallis test. A total of 154 patients were included in the analysis. The mean EQ-5D-5L utility index was 0.762 (SD 0.23; 95% CI: 0.726–0.798), and the mean EQ-VAS score was 75.00 (SD 15.81; 95% CI: 72.48–77.52). Utility index values ranged from 0.311 to 1.000, with 31.17% of participants reporting full health. Among the EQ-5D-5L dimensions, anxiety/depression was the most frequently reported problem (68.83%). Statistically significant differences in utility index scores were observed across sex, age groups, and occupational status (p < 0.05). In conclusion, hospitalized COVID-19 patients in Indonesia reported moderately high overall HRQoL, while psychological problems particularly anxiety and depression were highly prevalent. These findings highlight the importance of integrating mental health support into inpatient care and recovery services. 
Development and Evaluation of a Stable Topical Cream Formulated with Annona squamosa Seed Extract as a Natural Pediculosis Agent Nur Khairi; Lukman Muslimin; Fhahri Mubarak; Maulita Indrisari; Fajriansyah Fajriansyah
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.1355-1363

Abstract

Head lice infestation (Pediculosis capitis) remains a global public health concern, exacerbated by growing resistance to conventional pediculicides such as permethrin and malathion. This study aimed to evaluate the pediculicidal activity and formulation stability of a topical cream containing Annona squamosa (sugar apple or srikaya) seed extract as a natural alternative for treating pediculosis. The ethanolic extract of A. squamosa seeds was obtained through maceration, producing a 10.005% yield. Pediculicidal assays were conducted using various extract concentrations (5%, 7.5%, and 10%), followed by formulation of oil-in-water creams with extract concentrations of 7.5%, 10%, and 12.5%. Physical stability tests included assessments of viscosity, pH, spreadability, adhesion, and homogeneity. Results showed a dose–response relationship, with lice mortality increasing from 60% at 5% extract to 87% at 10%. Extract. The formulated creams demonstrated high efficacy—86% to 96% mortality—comparable to 1% permethrin. All formulations maintained acceptable physicochemical properties (pH 4.8–5.5, viscosity within 27,000–47,000 cps) and remained stable after accelerated storage. These findings indicate that A. squamosa seed extract is a potent pediculicidal agent that can be effectively incorporated into a stable topical formulation. The study supports the potential of A. squamosa as a safe, sustainable, and plant-based alternative for managing pediculosis while addressing the challenge of chemical resistance.
Efektivitas Biaya Konseling Apoteker Pada Pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis Diabetes Melitus Tipe 2 Fajriansyah, Fajriansyah; Lestari, Keri; Puspitasari, Irma Melyani; Iskandarsyah, Aulia
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfionline.v18i1.800

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) imposes a substantial economic burden on healthcare systems. Evidence indicates that pharmacist involvement in medication management can improve glycemic control, adherence, quality of life, and reduce drug-related problems. However, the cost-effectiveness of pharmacist participation within the Prolanis program remains unclear. This study aimed to evaluate the cost-effectiveness of pharmacist counseling in managing T2DM under the Prolanis scheme compared with standard care. A cluster randomized clinical trial was conducted from 2017 to 2018 across four primary health centers in Makassar City. Eligible patients were allocated to an intervention group receiving structured pharmacist counseling or a control group receiving standard Prolanis services. Economic evaluation was performed from the payer and healthcare provider perspectives. A total of 220 patients met the inclusion criteria (109 intervention, 111 control). In the control group, the Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) based on direct medical costs was IDR –1.852.391,24 per 1% HbA1c reduction and IDR –9.725.054 per 1-point MMAS-8 improvement. Under capitation costs, ACERs were IDR –14.285,71 and IDR –75,000. In the intervention group, ACERs for direct medical costs were IDR 1.632.355,45 per 1% HbA1c reduction and IDR 1.300.783,25 per MMAS-8 point increase; for capitation costs, ACERs were IDR 11.764,71 and IDR 9.375. Cost-effectiveness mapping showed the intervention group in Quadrant II, indicating improved effectiveness with acceptable incremental costs. These findings support the economic value of integrating pharmacist counseling into Prolanis T2DM management.
Peran Strategis Relawan Apoteker Kementerian Kesehatan pada Kondisi Tanggap Darurat Bencana Banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh: The Strategic Role of Ministry of Health Pharmacist Volunteers during Flood Disaster Emergency Response in Pidie Jaya Regency, Aceh Province Fajriansyah, Fajriansyah; Ratuloly, Abdul Samad; Riyanto, Praditya Ananda; Rachman, Muhammad Rezki; Inzany, Fatima Zalamatul; Amelia, Ayu; Annisa, Nur
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1251

Abstract

Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang berdampak signifikan terhadap sistem pelayanan kesehatan, termasuk terganggunya ketersediaan obat dan penggunaan obat yang rasional pada masyarakat terdampak. Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, merupakan salah satu wilayah yang terdampak bencana banjir di akhir November 2025. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengoptimalkan peran relawan apoteker Kementerian Kesehatan dalam penanggulangan banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan pelayanan langsung pada masa tanggap darurat, meliputi koordinasi lintas sektor, identifikasi kebutuhan, pengelolaan sediaan farmasi, Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), alat kesehatan, pelayanan farmasi klinik, serta monitoring dan pelaporan. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 di Gudang Farmasi Bencana Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie Jaya dan posko kesehatan wilayah terdampak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterlibatan relawan apoteker berkontribusi dalam menjaga ketersediaan obat esensial, meningkatkan ketertiban pengelolaan logistik kefarmasian, serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan obat yang rasional dan aman, khususnya pada kelompok rentan dan pasien penyakit kronis. Kegiatan ini juga memperkuat koordinasi lintas profesi dalam sistem penanggulangan bencana kesehatan daerah. Dapat disimpulkan bahwa relawan apoteker memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan kesehatan bencana, baik dari aspek logistik kefarmasian maupun pelayanan farmasi klinik. Penguatan kebijakan dan kapasitas apoteker bencana diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan efektivitas penanggulangan bencana di masa mendatang.
Analisis Hubungan Kualitas Hidup Dan Biaya Medis Langsung Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik : Studi Observasional Di Rumah Sakit Pendidikan Sinthia Aas Sumantika Sari; Fajriansyah
Media Farmasi Vol 22 No 1 (2026): Media Farmasi Edisi April 2026
Publisher : Jurusan Farmasi Poltekkes kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v22i1.1778

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan penyakit menahun yang menyebabkan kerusakan ginjal secara bertahap sehingga dapat mengganggu keseimbangan cairan maupun elektrolit dalam tubuh. Pasien CKD, terutama yang menjalani terapi hemodialisis, umumnya mengalami perubahan kualitas hidup akibat banyak faktor yang dapat memicu depresi, sehingga mereka dituntut untuk beradaptasi dengan kondisi fisiknya. Pembiayaan untuk penyakit gagal ginjal kronik menempati urutan kedua terbesar dalam beban biaya BPJS Kesehatan, setelah penyakit jantung. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kualitas hidup dan biaya medis langsung pasien rawat inap gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin. Jenis penelitian ini berupa survei dengan menggunakan kuesioner dan penelitian observasional prospektif dengan menggunakan data rekam medik. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah convenience sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 26 sampel. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa kualitas hidup pasien rawat inap gagal ginjal kronik dapat terjadi karena beberapa faktor yaitu usia, jenis kelamin, pekerjaan, stadium CKD, durasi HD, frekuensi HD, dan komorbid pasien. Berdasarkan perbedaan biaya rill dan biaya tarif INA-CBGs yang memiliki perbedaan dapat disimpulkan bahwa biaya medis yang dikeluarkan rumah sakit untuk merawat pasien melebihi jumlah yang dibayar BPJS kesehatan berdasarkan tarif paket INA-CBGs. Hal ini dapat terjadi karena komorbid pasien yang butuh pemeriksaan, obat, atau prosedur tambahan lainnya mahal. Sedangkan, untuk pasien VIP harus membayar selisih biaya antara tarif INA CBGs dengan kelas BPJS kesehatan. Kata kunci : Biaya Medis Langsing, Penyakit Ginjal Kronik, Kualitas Hidup
Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Anak Infeksi Saluran Akut menggunakan Metode ATC/DDD Fajriansyah; Akbar Awaluddin; Welly; Zulfahmidah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 12 (2023): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i12.6280

Abstract

The use of antibiotics needs to be monitored because it is known that excessive use of antibiotics can increase resistance in the community and this has become a focus both nationally and globally. This study aims to evaluate the use of antibiotics in patients with acute respiratory infection at Hasanuddin University Hospital using the ATC/ DDD analysis method. The research design used a cross-sectional study design with retrospective data collection. The sample in this study was patient medical record data from January-December 2021, taken from total sampling and met the inclusion and exclusion criteria. Descriptive statistics are used to present and analyze data. Evaluation of the use of antibiotics by quantitative methods ATC/DDD (Anatomical Therapeutic Chemical (ATC)/Defined Daily Dose (DDD), DDD/1000/ patient/day. The results showed that the most widely used antibiotic was ampicillin (280 mg) 32.96 DDD/1000 patients/day and the lowest was cefadroxil (150 mg) 1.45 DDD/1000 patients/day. Antibiotics with the highest DDD / 100-patient days value and exceeding the WHO DDD standard were ampicillin antibiotics from the penicillin group with a DDD / 100 patient-day value of 32.96 DDD /100 patient-days.