Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Penyuluhan Nutrisi dan Pemeriksaan Status Gizi Pada Ibu Hamil di Puskesmas Mangarabombang Kabupaten Takalar Dewi Dewi; Sumarmi Sumarmi; Riska Nuryana; Anita Kartini
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): Agustus : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v4i3.2807

Abstract

Pregnancy is the intrauterine growth and development of the fetus starting from conception and ending until the start of labor. Mothers' low knowledge about balanced nutrition during pregnancy, infants and toddlers causes incorrect feeding and affects nutritional status. This activity aims to increase mothers' knowledge about balanced nutrition for pregnant women, babies and toddlers and increase mothers' motivation. Achieving this goal is carried out through examining the nutritional status of pregnant women and providing nutritional education using lecture and question and answer methods. The implementation of this activity is planned in 3 stages, namely: preparation stage, implementation and evaluation stage. After counseling and inspection activities, monitoring or evaluation is carried out. After this service activity is carried out, it is hoped that mothers will have strong motivation to fulfill nutritional requirements for toddlers and improve mothers' attitudes and actions in providing balanced nutrition to toddlers. This activity can make a positive contribution in reducing nutritional problems in the Mangarobombang Community Health Center Working Area, Takalar Regency. After this service activity is carried out, it is hoped that mothers will have strong motivation to fulfill the nutrition of pregnant women and improve their attitudes and actions in consuming healthy and nutritionally balanced food. This activity can make a positive contribution in reducing nutritional problems.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK DI KABUPATEN TAKALAR: The Relationship between Mother's Knowledge about Nutrition and Low Birth Weight with the Incidence of Stunting among Children in Takalar Regency Sumarmi; Patmawati, Patmawati; Oktaviana, Dina; Dewiyanti, Dewiyanti
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 3 (2023): JIKep | Oktober 2023
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i5.1792

Abstract

Pendahuluan: Malnutrisi pada anak yang bermanifestasi sebagai stunting setelah balita menginjak usia dua tahun. Nutrisi yang cukup dapat meningkatkan daya tahan tubuh, tubuh terbebas dari segala penyakit dan meningkatkan proses tumbuh kembang anak hingga mencapai tingkat optimal. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi ibu dan berat badan lahir rendah dengan kejadian stunting pada anak. Metode: Desain studi cross sectional dilakukan. 39 peserta direkrut dari puskesmas di Kabupaten Takalar, Indonesia dengan convenience sampling. Pesertanya adalah anak-anak berusia 1-5 tahun. Kami akan mengecualikan anak-anak dengan penyakit kronis. Chi-square digunakan untuk memprediksi variabel independen. Hasil: Angka kejadian BBLR disertai stunting sebanyak 20  responden, sedangkan yang tidak mengalami BBLR namun mengalami stunting sebanyak 19 responden, dan kejadian BBLR namun tidak stunting sebanyak 12 responden, sedangkan tidak BBLR tanpa stunting. stunting sebanyak 84 responden. Berdasarkan uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dan berat badan lahir rendah dengan kejadian stunting pada anak di Kabupaten Takalar dengan p-value = 0,001. Simpulan: konseling kesehatan yang rutin diperlukan untuk mengembangkan kesadaran gizi orang tua khususnya pengetahuan ibu untuk membangun keluarga sadar gizi. Anak balita sebaiknya sepantau tumbuh kembangnya secara rutin dengan mengukur tinggi badannya di puskesmas.
STATUS GIZI DAN INFEKSI CACING PADA ANAK DI PERDESAAN INDONESIA: Nutritional Status and Helminthiasis Infection among Children in Rural Area, Indonesia Oktaviana, Dina; Pranata, Gst. Kade Adi Widyas; Sumarmi, Sumarmi; Kamriana, Kamriana
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1876

Abstract

Latar Belakang: Status gizi merupakan salah satu indikator utama kesehatan pada masa kanak-kanak. Di Indonesia, sebagai salah satu negara sub-tropis, kecacingan merupakan salah satu infeksi yang paling banyak terjadi di daerah pedesaan. Namun, perhatian terhadap penyakit menular yang dapat disembuhkan dan dicegah ini masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan infeksi kecacingan dengan status gizi anak. Metode: Desain studi cross-sectional digunakan untuk penelitian ini. Sampel diambil dari 220 anak usia 3-6 tahun di PAUD. Kuesioner digunakan untuk menilai karakteristik dasar partisipan. Pengukuran antropometri diperoleh dengan timbangan dan stadiometer; Z score dihitung berdasarkan hasil antropometri. Infeksi cacing dikonfirmasi oleh laboratorium Puskesmas. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, One-Way ANOVA, Independent T-Test dan regresi multilinier yang dirender menggunakan SPSS Hasil: Sebagian besar dari mereka berasal dari keluarga berpendapatan rendah (71,4%). Prevalensi infeksi kecacingan sebesar 22,3% dan 37,7% anak mengalami gizi buruk. Anak yang terkonfirmasi infeksi helminthiasis menunjukkan status gizi lebih rendah secara signifikan berdasarkan analisis statistik uji t independen (t=19,48 dengan ?=0,000). Anak-anak yang terkonfirmasi terinfeksi secara signifikan lebih tinggi pada anak-anak dari keluarga kurang mampu secara finansial (?=0,028). Dari seluruh variabel yang dimasukkan dalam analisis, hanya infeksi kecacingan yang signifikan terhadap status gizi (?=0.172, t=2.562 dengan p-value=0.049). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa infeksi kecacingan mempunyai hubungan yang bermakna dengan status gizi anak dan status ekonomi keluarga.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PATTALLASSANG KABUPATEN TAKALAR : The relationship between physical activity and the incidence of hypertension in the elderly in the working area of the Pattallassang Public Health Center, Takalar Regency Kamriana; Sumarmi; Oktaviana, Dina; Hismawati, Hismawati
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1942

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi di Wilayah Kerjah Puskesmas Pattallassang Kabupaten Takalar berdasarkan hasil pengukurangan pada lansia awal sampai lansia pertengahan pada bulan Februari 2023 sebanyak 75 orang mengalami hipertensi, dan pada bulan Juli 2023 sebanyak 50 orang menjawab, dengan 22 orang mengalami hipertensi (44%) dan 28 orang tidak mengalami hipertensi. Tujuan: Mengidentifikasi korelasi antara tingkat aktivitas fisik dan jumlah kasus hipertensi pada orang tua di Puskesmas Pattallassang Kabupaten Takalar. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Metode pengambilan sampel purposive digunakan untuk mengumpulkan lima puluh responden. Kuesioner IPAQ, yang merupakan kuesioner global yang terdiri dari 7 pertanyaan, digunakan untuk mengumpulkan data. Data diuji dengan uji chi-square. Hasil: Di wilayah kerja Pattalassang, ada hubungan yang significant antara antara aktifitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lanjut usia dengan pvalue = 0,000. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara aktifitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lanjut usia
PENINGKATAN ANTROPOMETRI SETELAH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA ANAK UMUR 6-36 BULAN YANG MENGALAMI : The Improving Anthropometry After Supplementary Feeding in Children Aged 6-36 Months Who Are Stunted in Takalar District Nuryana, Riska; Ernawati; Sumarmi; Mantasia; Anita Kartini. H
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1957

Abstract

Pendahuluan: stunting merupakan permasalahan gizi buruk kronis yang disebabkan oleh buruknya asupan gizi dalam jangka waktu yang lama sehingga menyebabkan terhambatnya pertumbuhan pada anak, terutama yang bertubuh pendek (stunting). Tujuan: Mengetahui peningkatan berat badan bayi umur 6-36 bulan yang mengalami stunting dengan pemberian makanan tambahan. Metode: Diskriptif Kuantitatif jumlah populasi 59 responden, sampel sebanyak 30 responden menggunakan metode non-probability sampling dengan Teknik purposive sampling. Hasil: Peningkatan berat badan menunjukkan bahwa responden laki-laki yang meningkat sebanyak 15 (55.5%) anak, yang tidak meningkat 1 (33.4%). sedangkan perempuan yang meningkat 12 (44.4%) anak, yang tidak meningkat 2 (66.6%) anak. Pada peningkatan lingkar dikeltahui bahwa telrdapat 1 anak yang melmiliki pelningkatan 0,1, 3 anak yang melmiliki pelningkatan 0,2, 3 anak yang melmiliki pelningkatan 0,3, 6 anak yang melmiliki pelningkatan 0,4, 17 anak yang melmiliki pelningkatan >0,5 dan pada peningkatan tinggi badan dari 30 anak yang umur 6-12 bulan sebanyak 6 (20%) dan >12-36 bulan sebanyak 24 (80%). Sedangkan berdasarkan variabel Jenis kelamin anak menunjukkan bahwa laki-laki 16 (53.3%) dan Perempuan 14 (46.7%). Kesimpulan: Pemberian makanan tambahan efektif meningkatkan berat badan, tinggi badan dan lingkar lengan atas pada bayi 6-36 bulan
EDUKASI SINEMA GIZI DAN CEGAH STUNTING ITU PENTING BERBASIS APLIKASI INZTING (IKHTIAR MENZEROKAN STUNTING) DI KELURAHAN PALLANTIKANG Arafah, Salmah; Oktaviana, Dina; Sadli, Adi; Patmawati, Patmawati; Sumarmi, Sumarmi; Chaerunnisa, Putri; Husnadya, Nur; Qalbi, Nur; Arfah, Zulfikar; Kamriana, Kamriana; Suardi, Suardi
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 4 NOMOR 2 TAHUN 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v4i2.5520

Abstract

Stunting is a condition of failure to grow in children resulting from malnutrition so that they are too short or do not grow according to their age. This is what causes stunting to become a problem that needs a solution. The aim of this PKM activity is to increase the knowledge of mothers who have stunted children and the knowledge of posyandu cadres and health cadres regarding the use of the INZTING application (Efforts to Reduce Stunting) to carry out comprehensive recording, monitoring and documentation in efforts to prevent stunting. The method for implementing this service is application-based education. The targets for this service are mothers who have 23 stunted children and 28 cadres. The evaluation instruments are pre test, post test and activeness during the activity. The analysis technique to determine the success of the activity is by looking at the comparison of the pretest and posttest results that have been given. The results of the service showed that there was an increase in mothers' knowledge about stunting, namely from 52% to 90% and of posyandu cadres regarding the use of the INZTING application, namely from 40% to 95%. Some of the material that partners have understood includes guidelines for balanced nutrition, the characteristics of stunting, and the causes of stunting in relation to nutrition, as well as the long-term impacts of stunting cases. This means that the implications of this PKM activity have been able to increase mothers' knowledge about stunting and cadres' knowledge about using the INZTING application.
Edukasi Gizi Ibu Hamil Untuk Pencegahan Stunting Di Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar Sumarmi Sumarmi; Mantasia Mantasia; Ernawati Ernawati; Riska Nuryana
Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jpbidkes.v1i4.22

Abstract

Stunting is one of the health problems in Indonesia which is caused by chronic nutritional problems due to insufficient nutritional intake during pregnancy for quite a long time and due to food being provided that is not appropriate or balanced with nutritional needs during pregnancy. Providing nutritional education to pregnant women can improve the level of knowledge of pregnant women. The aim of this community service activity is to increase knowledge and understanding as well as the role of pregnant women in the stunting prevention program which is expected to directly motivate pregnant women to participate in ensuring good nutritional intake, especially during pregnancy up to the child's 1000th day of age. The method used was lectures and questions and answers to pregnant women about nutrition during pregnancy to prevent stunting. This activity was carried out in Mangarabombang Village on November 30 2023, which was attended by 15 pregnant women. The results of this activity have an impact on increasing pregnant women's understanding of nutrition during pregnancy and preventing stunting.
Pengukuran Status Gizi Anak Usia Sekolah menggunakan Indeks Massa Tubuh di Kabupaten Takalar Hamka Hamka; Sumarmi Sumarmi; Patmawati Patmawati; Dewiyanti Dewiyanti; Dina Oktaviana; Suardi Suardi; Ernawati Ernawati; Anita Kartini
Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jpbidkes.v2i4.116

Abstract

School-age children are a group vulnerable to nutritional problems. Their nutritional status is crucial as it affects cognitive abilities and health. Therefore, measuring nutritional status becomes a necessary preventive step. This activity was carried out on September 18, 2024, with the aim of measuring and assessing the nutritional status of elementary school children using anthropometric methods to measure weight and height, and evaluating nutritional status based on BMI-for-age. The event was successful, with active participation from the students of SDN Centre Number 1 Pattallassang, Kab. Takalar, and received appreciation from the school. The results showed that 2 children were obese, 1 child was undernourished, and 32 children had a good nutritional status. Regular assessments and intervention from relevant agencies are highly needed.
Penyuluhan Pentingnya Vaksin HPV untuk Mencegah Kanker Serviks Sedini mungkin di Kabupaten Takalar Sumarmi Sumarmi; Salmah Arafah; Ernawati Ernawati; Kamriana Kamriana; Mantasia Mantasia; Riska Nuryana; Alwi Alwi; Sri Kurnia Sah Puteri; Dewi Dewi
Compromise Journal Community Proffesional Service Journal Vol. 2 No. 4 (2024): Compromise Journal : Community Proffesional Service Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/compromisejournal.v2i4.403

Abstract

Cervical cancer is one of the most common types of cancer in the female genital organs caused by human papillomavirus (HPV), and preventive measures are highly recommended rather than curative measures. Prevention efforts are still poorly understood, so education is needed to increase vaccination coverage. The aim of this service is to increase participants' understanding of cancer vaccines. This method was used to discuss with partners at SDN Pusat No. 1 Patalasang District. Takalar, and students and teachers participate. Participants' knowledge was assessed through pre-test and post-test. The test result in front of 6 teachers and 15 students was 71.4, increasing to 98.2 at the time of the test. All service participants were satisfied with the implementation of the service because they felt the information was very useful and they needed it. All participants feel the benefits of using the services. Participants hope to continue this service in the future with free pap smears and vaccinations. It can be concluded that advice on cancer prevention and vaccination increased participants' understanding from 71.4 to 98.2 and was highly appreciated by the participants.
Determinan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Implan Pada Pasangan Usia Subur : A Determinants of The Use Long-Term Implant Contraceptive Methods Among Couples of Childbearing Age Ernawati, Ernawati; Sumarmi, Sumarmi; Mantasia, Mantasia; Nuryana, Riska
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 2 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v9i2.22001

Abstract

Background: to determine the factors that influence the use of contraceptive implants in couples of childbearing age in Mata Allo village, Gowa Regency in 2023. Research Method: The type of research is qualitative research with a sectional study approach. This research was conducted in Mata Allo village, Gowa Regency with a population of 253 active family planning acceptors. A total of 72 samples were taken with the collection technique used was Propability Sampling with Simple Random Sampling technique. Data processing was used computerized with the SPSS version 24.0 program. Data analysis used chi square test analysis. This research used primary and secondary data and was presented in the form of tables and narratives. Results: There is no significant relationship between age and use of implants with a p-value of 0.886. There is a significant relationship between parity and implant use with a p-value of 0.006. There is a significant relationship between knowledge and use of implants with a p-value of 0.000. There is a significant relationship between husband's support and use of implants with a p-value of 0.000. Discussion: It is hoped that family planning acceptors can enrich information to increase knowledge about contraceptive methods that are suitable for use, in each acceptor's condition.