Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Efektivitas Edukasi Isi Piringku Terhadap Pengetahuan Gizi Siswa Sekolah Dasar Islam: Analisis Uji Wilcoxon Signed-Rank Dela Riadi; Yanti Harjono Hadiwiardjo; Sri Wahyuningsih; Aulia Chairani; Ima Maria; Melly Kristanti; Dwi Arwandi Yogi Saputra; Nurul Mawaddah Syafitri; Putu Erma Pradnyani; Gita Aprilicia
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002026062161000

Abstract

Pengetahuan gizi yang masih terbatas pada anak usia sekolah menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi penerapan pola makan sehat sejak dini. Kondisi ini mendorong perlunya kegiatan edukasi gizi sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa mengenai pedoman Isi Piringku. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi Isi Piringku terhadap pengetahuan gizi siswa sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7–8 April 2026 di salah satu Sekolah Dasar Islam di Jakarta dengan melibatkan 300 siswa kelas 1–6. Metode yang digunakan adalah one-group pretest–posttest. Pengetahuan siswa diukur menggunakan kuesioner pilihan ganda sebelum dan sesudah edukasi. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif, demonstrasi media visual, permainan edukatif, diskusi, dan tanya jawab. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics. Hasil uji Kolmogorov–Smirnov menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal (p<0,001), sehingga analisis dilanjutkan menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 15,47±2,44 pada pretest menjadi 16,11±2,86 pada posttest. Hasil Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara skor pretest dan posttest (p<0,001). Edukasi Isi Piringku terbukti efektif meningkatkan pengetahuan gizi siswa sekolah dasar dan berpotensi menjadi strategi promosi kesehatan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Optimalisasi Pencegahan Tuberkulosis melalui Edukasi Kesehatan Berbasis Keluarga dengan Pendekatan Pre-Test dan Post-Test di Kelurahan Pondok Jaya, Kota Depok, Jawa Barat Tahun 2026 Grozny Guevara; Dymas Indrayuarsa; Bintang Wibowo; Vyona Mediosepti; Jeremiah Sianipar; Farhant Verdhuha; Astea Isvandiary; Dhafin Achadiono; Arninda Salsabila; Ima Maria; Mila Citrawati
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2811

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ratu Jaya, Kota Depok, dengan rendahnya pengetahuan, sikap, dan perilaku keluarga dalam upaya pencegahan serta pengendalian penyakit. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengidentifikasi masalah kesehatan utama, menganalisis faktor risiko determinan, serta mengevaluasi efektivitas edukasi kesehatan dan pendampingan keluarga berbasis pre-test dan post-test. Pengkajian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi lingkungan rumah, serta kuesioner pre-test dan post-test pada empat keluarga binaan di RW 04 Kelurahan Pondok Jaya, Kota Depok, Jawa Barat. Prioritas masalah ditentukan dengan metode voting, kemudian dilakukan penyuluhan kesehatan dan pendampingan keluarga. Hasil menunjukkan bahwa faktor risiko utama meliputi rendahnya pengetahuan tentang tuberkulosis, kepatuhan penggunaan masker yang masih rendah, dan sanitasi lingkungan yang kurang baik. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 8,00 menjadi 10,00 (25,0%), sikap dari 37,00 menjadi 46,00 (24,3%), dan perilaku dari 41,75 menjadi 46,50 (11,4%). Kegiatan ini berdampak pada meningkatnya kesiapan keluarga dalam menerapkan perilaku pencegahan penularan serta mendukung kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis.
Relationship between caffeine consumption and physical activity with arterial elasticity in medical students Corin Khera Amalia; Nurfitri Bustamam; Ima Maria; Mila Citrawati
World Nutrition Journal Vol. 10 No. 1 (2026): WNJ. Volume 10 Issue 1, Agustus 2026
Publisher : Indonesian Nutrition Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25220/WNJ.V10.i1.0009

Abstract

Background: Medical students often consume high amounts of caffeine due to heavy academic demands and tend to be less physically active. Objective: This study aimed to investigate the relationship between caffeine consumption and physical activity with arterial elasticity in medical students at the Faculty of Medicine, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta in 2025. Methods: This cross-sectional study included 80 undergraduate medical students aged 18–23 years, recruited through consecutive sampling. Data on physical activity, caffeine consumption, and demographics were collected using validated questionnaires. Stress, sleep quality, and eating habits were assessed using the PSS-10, PSQI, and AFHC, respectively. Only healthy participants with low to moderate stress, good sleep quality, and healthy eating habits were included in this study. The SA-3000P Accelerated Photoplethysmography (APG) analyzer was used to assess arterial elasticity, and the results were categorized as suboptimal, normal, or optimal. Results: Suboptimal arterial elasticity was observed in 51.3% of participants. Caffeine consumption was moderate in most participants (61.3%), while physical activity levels were moderate in 57.5% of the participants. The Chi-square test showed a significant association between caffeine consumption and arterial elasticity (p = 0.012), whereas physical activity showed no significant association (p = 0.093). Conclusions: High caffeine consumption was associated with reduced arterial elasticity in medical students, whereas physical activity was not significantly associated. These findings suggest a potential association between caffeine intake and vascular health in young adults.