Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi gizi seimbang pada ibu untuk optimalisasi pertambahan berat badan balita di Posyandu Merpati 8 Desa Karangasih Almadhiya Mujahidah; Dania Ramadani; Mutiara Latuconsina; Suci Safariah; Siti Nailal Ghinah; Widya Lestari Nurpratama; Dandi Sanjaya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35178

Abstract

Abstrak Wasting masih menjadi masalah gizi di Indonesia, edukasi gizi seimbang merupakan upaya penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama terkait kenaikan berat badan balita. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan edukasi gizi seimbang pada ibu balita. Metode menggunakan penyuluhan dengan media leaflet dan lembar balik. Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Merpati 08 Desa Karang Asih yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Cikarang pada 21 September 2025 dengan melibatkan 19 ibu balita sebagai peserta. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pembagian leaflet, pemaparan materi edukasi dengan media lembar balik, dan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab. Hasil kegiatan ini menunjukan adanya peningkatan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang dilihat dari hasil tanya jawab dan diskusi pada ibu yang dilaksanakan diakhir sesi dan keaktifan ibu untuk bertanya. Kegiatan ini juga mendorong penerapan pola makan sehat di rumah sebagai upaya mendukung pencapaian status gizi balita yang lebih optimal. Edukasi gizi terbukti efektif, namun perlu dilakukan secara berkesinambungan dengan dukungan kader, tenaga kesehatan, dan fasilitas yang memadai agar dampaknya lebih maksimal. Kata kunci: edukasi; gizi seimbang; ibu balita; leaflet; posyandu. Abstract Wasting remains a nutritional problem in Indonesia. Education about balanced nutrition is a crucial step in improving child growth and development, particularly regarding weight gain in toddlers. The objective of this activity was to provide balanced nutrition education to mothers of toddlers. The method used counseling using leaflets and flipcharts. This activity was conducted at the Merpati 08 Integrated Health Post (Posyandu) in Karang Asih Village, within the Cikarang Community Health Center (Puskesmas) working area, on September 21, 2025, with 19 mothers of toddlers participating. The activity included preparation, distribution of leaflets, presentation of educational materials using flipcharts, and an interactive discussion and question-and-answer session. The results of this activity showed an increase in mothers' knowledge about balanced nutrition, as evidenced by the Q&A and discussion sessions held at the end of the session and the mothers' active participation in asking questions. This activity also encouraged the adoption of healthy eating patterns at home to support optimal nutritional status for toddlers. Nutrition education has proven effective, but it needs to be implemented continuously with the support of cadres, health workers, and adequate facilities for maximum impact. Keywords: education; balanced nutrition; mothers of toddlers; leaflets; integrated health posts.
PELATIHAN KADER DAN PKK TENTANG PENGGUNAAN PEMANIS BUATAN YANG AMAN PADA TINGKAT RUMAH TANGGA Widya Lestari Nurpratama; Nur Fauzia Asmi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2528-2535

Abstract

Semakin banyaknya makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan dikalangan masyarakat, maka diperlukan adanya edukasi mengenai pentingnya penggunaan pemanis buatan yang aman dan bahaya yang ditimbulkan jika berlebihan. Pengabdian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Cikarang karena memiliki kepadatan pendudukan yang tinggi dan mayoritas bekerja sebagai pedagang. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni 2023, melibatkan 25 orang kader dan Ibu PKK yang diharapkan dapat menyalurkan informasi kepada masyarakat. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu pemberian penyuluhan dengan media leaflet dan pemberian pelatihan berupa praktek pembuatan minuman dengan penggunaan pemanis buatan yang aman. Kegiatan ini dilakukan dengan 3 tahapan yaitu tahap persiapan berupa pengambilan data awal dan diskusi serta adanya pretest, kemudian tahap ke dua penyuluhan dan pelatihan, dan tahap ke tiga dilakukan monitoring evaluasi dengan postest. Hasil pengabdian ini menunjukan bahwa mayoritas usia kader dan Ibu PKK yaitu 41-65 tahun, berpendidikan SMA dan menjadi kader kurang lebih 4 tahun. Pengetahuan kader dan Ibu PKK meningkat setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan yaitu sebesar 84%. Kesimpulan dari pengabdian ini bahwa mayoritas kader dan Ibu PKK mengalami peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan tentang penggunaan pemanis buatan yang aman pada tingkat rumah tangga sehingga diharapkan kedepannya dapat menyalurkan informasi yang didapatkan dari hasil pengabdian ini kepada masyarakat sekitarnya.
PEMBUATAN KOMIK “JAJANANKU SEHAT” SEBAGAI MEDIA EDUKASI MAKANAN JAJANAN PADA REMAJA DI SMP NEGERI 2 CIKARANG UTARA Nur Fauzia Asmi; Kiki Puspasari; Widya Lestari Nurpratama
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.365-372

Abstract

Perilaku jajanan sembarangan dan tidak terkontrol sering menjadi masalah tersendiri bagi anak sekolah. Dampak dari makanan jajanan yang kurang sehat mengakibatkan asupan gizi yang kurang optimal pada anak sehingga dapat mengakibatkan masalah kesehatan. Salah satu cara untuk mengontrol kebiasaan jajan adalah dengan pemberian edukasi. Media komik edukasi merupakan alternatif pemberian edukasi untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah membuat media edukasi dalam bentuk “komik jajananku sehat” sebagai media peningkatan edukasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Cikarang Utara dengan melibatkan siswa/siswi sebanyak 40 responden dan guru. Metode pelaksanaan dalam pengabdian masyarakat ini adalah (1) membuat komik edukasi “jajananku sehat; (2) Pemberian edukasi kepada remaja dengan menggunakan media komik jajananku sehat dan dievaluasi menggunakan pre dan post test; (3) Evaluasi media melibatkan guru. Kegiatan Pengabdian dilakukan dari pembuatan media komik sejak 1-11-2022, percobaan media pada tanggal 12-11-2022 dan evaluasi pada 17–11-2022. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah (1) Terbentuk komik edukasi “jajanan sehat”; (2) Terdapat pengaruh penggunaan media komik sebagai edukasi makanan jajanan terhadap peningkatan pengetahuan siswa dengan nilai p-value 0.000; (3) Hasil evaluasi menunjukkan bahwa komik sangat menarik dan mudah dipahami untuk kalangan remaja. Diharapkan terdapat pengembangan topik lain dengan menggunakan media komik.
PELATIHAN POLA KONSUMSI JAJANAN DAN GAYA HIDUP SEHAT MENGGUNAKAN VIDEO EDUKASI PADA REMAJA Nur Fauzia Asmi; Widya Lestari Nurpratama
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2315-2323

Abstract

Remaja memerlukan asupan gizi yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangan fisiknya. Pola konsumsi makanan remaja saat ini banyak yang mengikuti trend kekinian sehingga apabila tidak dikontrol dapat mengakibatkan masalah kesehatan kedepannya seperti obesitas, anemia dan diabetes mellitus. Salah satu cara mencegah permasalahan kesehatan dengan peningkatan pengetahuan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi tentang pola konsumsi jajanan dan gaya hidup sehat menggunakan media video. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Islam Al Amin Cikarang Utara dengan melibatkan siswa/siswi sebanyak 25 responden. Metode pelaksanaan dalam pengabdian masyarakat ini adalah (1) Membuat media edukasi menggunakan video animasi (2) Pemberian edukasi kepada remaja dengan menggunakan media video dengan metode evaluasi pre test dan post test; (3) melakukan pelatihan tentang gaya hidup sehat melalui pemantauan status gizi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan antara sebelum dan sesudah melakukan edukasi menggunakan media video namun hasilnya tidak signifikan p-value 0.160.  Hasil pelatihan status gizi menunjukkan siswa dapat menghitung status gizi masing-masing dengan hasil rata-rata siswa dalam kategori status gizi normal. Diharapkan terdapat pengembangan media edukasi lain untuk peningkatan pengetahuan. 
Hubungan Usia, Jenis Kelamin, Status Hipertensi, dan Status Glukosa Darah Sewaktu dengan Status Gizi pada Pekerja di Jababeka Cikarang Widya Lestari Nurpratama; Nur Fauzia Asmi; Dandi Sanjaya Sanjaya; Siti Hadrayanti Ananda; Sugirah Nour Rahman
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13, No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.24039

Abstract

Status Gizi yang baik dapat meningkatkan produktifitas pada tenaga kerja. Status gizi yang tidak normal dapat menimbulkan permasalahan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran usia, jenis kelamin, status hipertensi dan gula darah sewaktu dengan status gizi pada pekerja di Jababeka Cikarang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 81 responden. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (0,482), jenis kelamin (0,235), status hipertensi (0,811) dan status Gula Darah Sewaktu (GDS) (0,564) dengan status gizi (>0,05).  Kesimpulan dalam penelitian ini adalah status gizi pada pekerja dalam penelitian ini tidak dipengaruhi secara langsung oleh faktor-faktor tersebut, sehingga penelitian lanjutkan dapat dilakukan dengan melihat pola makan, aktivitas fisik, dan gaya hidup kerja. 
Status Sosial Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Individual Dietary Diversity Score (IDDS) Balita Stunting dan Non Stunting 24-59 Bulan Widya Lestari Nurpratama
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13, No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.22508

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi balita di Indonesia yang disebabkan oleh kekurangan gizi. Hal ini dapat terjadi akibat asupan gizi yang tidak seimbang dan penyakit infeksi yang berkepanjangan. Selain itu, kondisi sosial ekonomi dan gizi ibu saat hamil juga berperan dalam menyebabkan stunting. Kualitas gizi makanan dipengaruhi oleh keragaman jenis pangan yang dikonsumsi dan ketahanan pangan keluarga. Faktor-faktor seperti sosial ekonomi keluarga, usia anak, dan pendidikan ibu dapat mempengaruhi keragaman pangan dan ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sosial ekonomi, ketahanan pangan, dan Individual Dietary Diversity Score (IDDS) dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Penelitian ini adalah jenis penelitian observasional dengan desain penelitian case control. Populasi pada penelitian ini anak balita usia 24-59 bulan yang terdaftar dalam Posyandu wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti. Besar sampel yang diambil 30 yang dipilih melalui purposive sampling. Skor IDDS menggambarkan keragaman pangan individu. Analisis data secara deskriptif untuk menggambarkan usia balita, jenis kelamin, pendidikan ibu, dan pekerjaan ibu. Sedangkan analisis inferensial menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan tingkat pendapatan, ketahanan pangan, dan IDDS dengan kejadian stunting. Hasil penelitian menunjukkan IDDS berhubungan dengan kejadian stunting pada balita (p<0,05). Hasil chi-square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pendapatan dan ketahanan pangan keluarga dengan kejadian stunting (p>0,05) dan bukanlah faktor risiko balita stunting (OR = 1,000).
Edukasi Kader Posyandu Tentang Bahan Tambahan Pangan (BTP) di Wilayah Puskesmas Mekarmukti Widya Lestari Nurpratama
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/fd1k2y43

Abstract

Bahan Tambahan Pangan (BTP) merupakan bahan yang ditambahkan ke dalam makanan untuk memengaruhi sifat atau bentuk pangan, namun penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko kesehatan. Kurangnya pengetahuan kader posyandu mengenai jenis, fungsi, dan dampak penggunaan BTP menjadi salah satu kendala dalam penyampaian edukasi gizi kepada masyarakat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang BTP di wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan melalui penyuluhan, diskusi, dan pemberian media edukatif leaflet kepada kader posyandu. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan postest untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader setelah diberikan edukasi mengenai pengertian BTP, jenis-jenis BTP yang diizinkan, serta dampak penggunaan BTP berbahaya pada pangan. Pengetahuan kader meningkat dari rata-rata skor 76 poin menjadi 82 poin setelah diberikan edukasi. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pemahaman kader sehingga diharapkan kader mampu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat terkait penggunaan BTP yang aman. Dengan demikian, edukasi mengenai BTP penting dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya peningkatan pengetahuan gizi dan kesehatan masyarakat.
Hubungan Tingkat Pengetahuan terhadap Keterampilan Kader dalam Pengukuran Tinggi Badan dan Berat Badan Balita di Posyandu Cikarang Selatan Dzandini, Putri Budianingsih; Alamsah, Deni; Asmi, Nur Fauzia; Nurpratama, Widya Lestari
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v5i1.5523

Abstract

Inaccuracies in anthropometric measurements of toddlers caused by improper positioning are a significant issue that can hinder early detection of stunting and other nutritional problems. This study aims to evaluate the relationship between cadres' length of service and knowledge level with their skills in performing anthropometric measurements of toddlers in the Cikarang Selatan area. This study was conducted using a quantitative approach. The design used for this study was cross-sectional. 41 cadres who met the inclusion criteria were included in the working area of Cikarang Selatan Subdistrict, specifically in Pasirsari Village, Bekasi Regency. Data analysis was conducted using the chi-square test to examine relationships between variables. The analysis showed that cadre knowledge was also significantly associated with the skill of measuring height (p-value = 0.000; OR = 45.500). However, the relationship between knowledge and the skill of measuring weight did not reach statistical significance (p-value = 0.120; OR = 2.963). The findings of this study indicate that cadre knowledge has a significant effect on the skill of measuring height. Conversely, knowledge was not proven to have a significant relationship with the skill of measuring weight. Cadres with adequate knowledge tend to have better skills in measuring both the height and weight of toddlers.
Status Sosial Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Individual Dietary Diversity Score (IDDS) Balita Stunting dan Non Stunting 24-59 Bulan Widya Lestari Nurpratama
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13 No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.22508

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi balita di Indonesia yang disebabkan oleh kekurangan gizi. Hal ini dapat terjadi akibat asupan gizi yang tidak seimbang dan penyakit infeksi yang berkepanjangan. Selain itu, kondisi sosial ekonomi dan gizi ibu saat hamil juga berperan dalam menyebabkan stunting. Kualitas gizi makanan dipengaruhi oleh keragaman jenis pangan yang dikonsumsi dan ketahanan pangan keluarga. Faktor-faktor seperti sosial ekonomi keluarga, usia anak, dan pendidikan ibu dapat mempengaruhi keragaman pangan dan ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sosial ekonomi, ketahanan pangan, dan Individual Dietary Diversity Score (IDDS) dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Penelitian ini adalah jenis penelitian observasional dengan desain penelitian case control. Populasi pada penelitian ini anak balita usia 24-59 bulan yang terdaftar dalam Posyandu wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti. Besar sampel yang diambil 30 yang dipilih melalui purposive sampling. Skor IDDS menggambarkan keragaman pangan individu. Analisis data secara deskriptif untuk menggambarkan usia balita, jenis kelamin, pendidikan ibu, dan pekerjaan ibu. Sedangkan analisis inferensial menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan tingkat pendapatan, ketahanan pangan, dan IDDS dengan kejadian stunting. Hasil penelitian menunjukkan IDDS berhubungan dengan kejadian stunting pada balita (p<0,05). Hasil chi-square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pendapatan dan ketahanan pangan keluarga dengan kejadian stunting (p>0,05) dan bukanlah faktor risiko balita stunting (OR = 1,000).
Hubungan Usia, Jenis Kelamin, Status Hipertensi, dan Status Glukosa Darah Sewaktu dengan Status Gizi pada Pekerja di Jababeka Cikarang Widya Lestari Nurpratama; Nur Fauzia Asmi; Dandi Sanjaya Sanjaya; Siti Hadrayanti Ananda; Sugirah Nour Rahman
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13 No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.24039

Abstract

Status Gizi yang baik dapat meningkatkan produktifitas pada tenaga kerja. Status gizi yang tidak normal dapat menimbulkan permasalahan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran usia, jenis kelamin, status hipertensi dan gula darah sewaktu dengan status gizi pada pekerja di Jababeka Cikarang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 81 responden. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (0,482), jenis kelamin (0,235), status hipertensi (0,811) dan status Gula Darah Sewaktu (GDS) (0,564) dengan status gizi (>0,05).  Kesimpulan dalam penelitian ini adalah status gizi pada pekerja dalam penelitian ini tidak dipengaruhi secara langsung oleh faktor-faktor tersebut, sehingga penelitian lanjutkan dapat dilakukan dengan melihat pola makan, aktivitas fisik, dan gaya hidup kerja.