Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Edukasi dan pelatihan kader tentang kandungan pemanis buatan dan pewarna sintesis dalam makanan dan minuman di wilayah Puskesmas Mekarmukti Widya Lestari Nurpratama; Deni Alamsah; Dandi Sanjaya; Utami Putri Kinayungan; Nur Fauzia Asmi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34480

Abstract

Abstrak Meningkatnya konsumsi makanan dan minuman olahan yang mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pemanis buatan dan pewarna sintesis di wilayah Puskesmas Mekarmukti menjadi masalah penting dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu tentang kandungan pemanis buatan dan pewarna sintesis pada makanan dan minuman. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan tentang penggunaan pemanis buatan dan pewarna sintesis pada makanan dan minuman dengan menggunakan media leaflet, kemudian dilanjutkan dengan praktik pengujian kandungan pemanis buatan dan pewarna sintesis pada makanan dan minuman, dan sesi diskusi dan tanya jawab untuk memperdalam pemahaman kader posyandu tentang topik yang dibahas. Sasaran pada kegiatan ini 34 kader posyandu Desa Pasir Gombong yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti. Kegiatan ini dilakukan di Aula Desa Pasir Gombong. Hasil kegiatan yaitu kader posyandu memiliki pengetahuan yang baik tentang bahaya pemanis buatan dan pewarna sintesis, kemudian dapat mengedukasi masyarakat tentang penggunaan pemanis buatan dan pewarna sintesis yang aman. Program PkM ini diharapkan dapat menjadi program pemberdayaan kader yang dapat mendukung meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekitar sehingga masyarakat Desa Pasir Gombong memiliki kesadaran yang lebih baik tentang bahaya pemanis buatan dan pewarna sintesis. Kata kunci: pemanis buatan; pewarna sintesis; kader; keamanan pangan. AbstractThe increasing consumption of processed foods and beverages containing Food Additives (BTP) such as artificial sweeteners and synthetic dyes in the Mekarmukti Community Health Center area is a significant issue in efforts to maintain public health. The purpose of this community service (PkM) is to improve the knowledge and skills of Posyandu cadres about the content of artificial sweeteners and synthetic dyes in food and beverages. The method used is counseling on the use of artificial sweeteners and synthetic dyes in food and beverages using leaflets, then continued with practical testing of artificial sweeteners and synthetic dyes in food and beverages, and a discussion and question and answer session to deepen the understanding of Posyandu cadres on the topic discussed. The target of this activity is 34 Posyandu cadres in Pasir Gombong Village which is the working area of Mekarmukti Community Health Center. This activity was carried out in the Pasir Gombong Village Hall. The results of the activity are that Posyandu cadres have good knowledge about the dangers of artificial sweeteners and synthetic dyes, then can educate the community about the safe use of artificial sweeteners and synthetic dyes. This PkM program is expected to be a cadre empowerment program that can support improving the health of the surrounding community so that the people of Pasir Gombong Village have a better awareness of the dangers of artificial sweeteners and synthetic dyes. Keywords: artificial sweeteners; synthetic colorants; cadres; food safety.
Edukasi gizi seimbang pada ibu untuk optimalisasi pertambahan berat badan balita di Posyandu Merpati 8 Desa Karangasih Almadhiya Mujahidah; Dania Ramadani; Mutiara Latuconsina; Suci Safariah; Siti Nailal Ghinah; Widya Lestari Nurpratama; Dandi Sanjaya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35178

Abstract

Abstrak Wasting masih menjadi masalah gizi di Indonesia, edukasi gizi seimbang merupakan upaya penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama terkait kenaikan berat badan balita. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan edukasi gizi seimbang pada ibu balita. Metode menggunakan penyuluhan dengan media leaflet dan lembar balik. Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Merpati 08 Desa Karang Asih yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Cikarang pada 21 September 2025 dengan melibatkan 19 ibu balita sebagai peserta. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pembagian leaflet, pemaparan materi edukasi dengan media lembar balik, dan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab. Hasil kegiatan ini menunjukan adanya peningkatan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang dilihat dari hasil tanya jawab dan diskusi pada ibu yang dilaksanakan diakhir sesi dan keaktifan ibu untuk bertanya. Kegiatan ini juga mendorong penerapan pola makan sehat di rumah sebagai upaya mendukung pencapaian status gizi balita yang lebih optimal. Edukasi gizi terbukti efektif, namun perlu dilakukan secara berkesinambungan dengan dukungan kader, tenaga kesehatan, dan fasilitas yang memadai agar dampaknya lebih maksimal. Kata kunci: edukasi; gizi seimbang; ibu balita; leaflet; posyandu. Abstract Wasting remains a nutritional problem in Indonesia. Education about balanced nutrition is a crucial step in improving child growth and development, particularly regarding weight gain in toddlers. The objective of this activity was to provide balanced nutrition education to mothers of toddlers. The method used counseling using leaflets and flipcharts. This activity was conducted at the Merpati 08 Integrated Health Post (Posyandu) in Karang Asih Village, within the Cikarang Community Health Center (Puskesmas) working area, on September 21, 2025, with 19 mothers of toddlers participating. The activity included preparation, distribution of leaflets, presentation of educational materials using flipcharts, and an interactive discussion and question-and-answer session. The results of this activity showed an increase in mothers' knowledge about balanced nutrition, as evidenced by the Q&A and discussion sessions held at the end of the session and the mothers' active participation in asking questions. This activity also encouraged the adoption of healthy eating patterns at home to support optimal nutritional status for toddlers. Nutrition education has proven effective, but it needs to be implemented continuously with the support of cadres, health workers, and adequate facilities for maximum impact. Keywords: education; balanced nutrition; mothers of toddlers; leaflets; integrated health posts.
PELATIHAN KADER DAN PKK TENTANG PENGGUNAAN PEMANIS BUATAN YANG AMAN PADA TINGKAT RUMAH TANGGA Widya Lestari Nurpratama; Nur Fauzia Asmi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2528-2535

Abstract

Semakin banyaknya makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan dikalangan masyarakat, maka diperlukan adanya edukasi mengenai pentingnya penggunaan pemanis buatan yang aman dan bahaya yang ditimbulkan jika berlebihan. Pengabdian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Cikarang karena memiliki kepadatan pendudukan yang tinggi dan mayoritas bekerja sebagai pedagang. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni 2023, melibatkan 25 orang kader dan Ibu PKK yang diharapkan dapat menyalurkan informasi kepada masyarakat. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu pemberian penyuluhan dengan media leaflet dan pemberian pelatihan berupa praktek pembuatan minuman dengan penggunaan pemanis buatan yang aman. Kegiatan ini dilakukan dengan 3 tahapan yaitu tahap persiapan berupa pengambilan data awal dan diskusi serta adanya pretest, kemudian tahap ke dua penyuluhan dan pelatihan, dan tahap ke tiga dilakukan monitoring evaluasi dengan postest. Hasil pengabdian ini menunjukan bahwa mayoritas usia kader dan Ibu PKK yaitu 41-65 tahun, berpendidikan SMA dan menjadi kader kurang lebih 4 tahun. Pengetahuan kader dan Ibu PKK meningkat setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan yaitu sebesar 84%. Kesimpulan dari pengabdian ini bahwa mayoritas kader dan Ibu PKK mengalami peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan tentang penggunaan pemanis buatan yang aman pada tingkat rumah tangga sehingga diharapkan kedepannya dapat menyalurkan informasi yang didapatkan dari hasil pengabdian ini kepada masyarakat sekitarnya.
PEMBUATAN KOMIK “JAJANANKU SEHAT” SEBAGAI MEDIA EDUKASI MAKANAN JAJANAN PADA REMAJA DI SMP NEGERI 2 CIKARANG UTARA Nur Fauzia Asmi; Kiki Puspasari; Widya Lestari Nurpratama
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.365-372

Abstract

Perilaku jajanan sembarangan dan tidak terkontrol sering menjadi masalah tersendiri bagi anak sekolah. Dampak dari makanan jajanan yang kurang sehat mengakibatkan asupan gizi yang kurang optimal pada anak sehingga dapat mengakibatkan masalah kesehatan. Salah satu cara untuk mengontrol kebiasaan jajan adalah dengan pemberian edukasi. Media komik edukasi merupakan alternatif pemberian edukasi untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah membuat media edukasi dalam bentuk “komik jajananku sehat” sebagai media peningkatan edukasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Cikarang Utara dengan melibatkan siswa/siswi sebanyak 40 responden dan guru. Metode pelaksanaan dalam pengabdian masyarakat ini adalah (1) membuat komik edukasi “jajananku sehat; (2) Pemberian edukasi kepada remaja dengan menggunakan media komik jajananku sehat dan dievaluasi menggunakan pre dan post test; (3) Evaluasi media melibatkan guru. Kegiatan Pengabdian dilakukan dari pembuatan media komik sejak 1-11-2022, percobaan media pada tanggal 12-11-2022 dan evaluasi pada 17–11-2022. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah (1) Terbentuk komik edukasi “jajanan sehat”; (2) Terdapat pengaruh penggunaan media komik sebagai edukasi makanan jajanan terhadap peningkatan pengetahuan siswa dengan nilai p-value 0.000; (3) Hasil evaluasi menunjukkan bahwa komik sangat menarik dan mudah dipahami untuk kalangan remaja. Diharapkan terdapat pengembangan topik lain dengan menggunakan media komik.
PELATIHAN POLA KONSUMSI JAJANAN DAN GAYA HIDUP SEHAT MENGGUNAKAN VIDEO EDUKASI PADA REMAJA Nur Fauzia Asmi; Widya Lestari Nurpratama
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2315-2323

Abstract

Remaja memerlukan asupan gizi yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangan fisiknya. Pola konsumsi makanan remaja saat ini banyak yang mengikuti trend kekinian sehingga apabila tidak dikontrol dapat mengakibatkan masalah kesehatan kedepannya seperti obesitas, anemia dan diabetes mellitus. Salah satu cara mencegah permasalahan kesehatan dengan peningkatan pengetahuan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi tentang pola konsumsi jajanan dan gaya hidup sehat menggunakan media video. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Islam Al Amin Cikarang Utara dengan melibatkan siswa/siswi sebanyak 25 responden. Metode pelaksanaan dalam pengabdian masyarakat ini adalah (1) Membuat media edukasi menggunakan video animasi (2) Pemberian edukasi kepada remaja dengan menggunakan media video dengan metode evaluasi pre test dan post test; (3) melakukan pelatihan tentang gaya hidup sehat melalui pemantauan status gizi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan antara sebelum dan sesudah melakukan edukasi menggunakan media video namun hasilnya tidak signifikan p-value 0.160.  Hasil pelatihan status gizi menunjukkan siswa dapat menghitung status gizi masing-masing dengan hasil rata-rata siswa dalam kategori status gizi normal. Diharapkan terdapat pengembangan media edukasi lain untuk peningkatan pengetahuan. 
Pengaruh intervensi pangan lokal dan konseling gizi terhadap stunting pada balita Nurpratama, Widya Lestari; Asmi, Nur Fauzia; Prakoso, Anom Dwi
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 5, No 3B (2024): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v5i3B.2177

Abstract

Background: Handling of stunting can be done through comprehensive intervention and not only done with one intervention method, namely by providing local food according to the contents of my plate and nutritional education for mothers of toddlers through individual counseling methods.Objectives: The purpose of this study was to analyze the differences in Body Weight, Height, and maternal knowledge before and after local food intervention and nutritional counseling were carried out on stunted toddlers in Bekasi Regency.Method: Experimental research method, pre-experimental research design with one group pretest-posttest design model, conducted in Pasir Gombong Village, North Cikarang District, Bekasi. The research was conducted from August - September 2024. The subjects of the study were 15 stunted toddlers taken based on purposive sampling techniques according to inclusion and exclusion criteria and data processing using the Wilcoxon test. The interventions provided were nutritional counseling in two meetings, and feeding for 14 days. The data collected in the form of maternal nutritional knowledge and toddler characteristics were conducted through questionnaire interviews. Weight data was measured using a digital scale and toddler height was measured using a stature meter.Results: The average weight increased after the intervention by 0.1 kg, but was not significantly different (p = 0.148). The average height increased after the intervention by 0.2 cm and was significantly different (p = 0.027). Then the mother's knowledge increased by 7.7 points and was significantly different (p = 0.011).Conclusion: There are differences in weight, height, and knowledge of mothers of toddlers before and after local food intervention and nutrition education with the nutrition counseling method for stunted toddlers in Bekasi Regency.
Uji organoleptik dan kandungan gizi cookies moricorn (moringa oleifera, jagung, dan kacang tanah) sebagai alternatif camilan remaja Asmi, Nur Fauzia; Sanjaya, Dandi; Alamsyah, Deni; Nurpratama, Widya Lestari; Kinayungan, Utami Putri
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2026): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v7i1.2852

Abstract

Background: Inadequate nutritional intake during adolescence can lead to various health problems, such as anemia and obesity. The urgency of this research is due to unhealthy snacking habits in adolescents and the lack of vegetable and fruit consumption, which results in anemia at a prevalence of up to 15.5%, and the high prevalence of central obesity and being overweight in adolescents, at 14.8%. The use of local foods such as moringa, which is high in iron, peanuts as an alternative source of protein, and corn as a source of carbohydrates can be an alternative complex snack for adolescents with optimal nutritional content.Objectives: This study aimed to create a formula for “moringa oleifera, corn, and peanut” cookies made from a mixture of moringa flour, corn flour, and peanuts as a healthy snack alternative for teenagers.Methods: This experimental study was conducted in the Food Processing and Dietetics Laboratory of the Bachelor of Nutrition Study Program in 2025. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with 3 combined formulations, namely substitution of moringa flour: corn flour: peanuts with formula 1 (F1 = 5%: 65%: 30%), formula 2 (F2 = 10%: 60%: 30%) formula 3 (F3 = 15%: 55%: 30%). Furthermore, a hedonic test was carried out based on color, aroma, taste, texture and overal with a total of 30 panelists. Nutritional content was determined using the Indonesian Food Composition Table of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2020. The hedonic test was the Kruskal Wallis test and the Mann Whitney advanced testusing the SPSS application.Results: Organoleptic test results revealed the highest average value for color parameters in F1 (3.20 ± 0.664), aroma in F2 (2.87 ± 0.629), taste in F1 (3.47 ± 0.629), aroma in F1 (2.8 ± 0.59), texture in F2 (3.03 ± 0.718), and overall in F1 (3.30 ± 0.596). The Kruskal–Wallis test revealed differences in the treatment of F1, F2, and F3 in terms of color, taste, and overall parameters. Further Mann-Whitney tests showed that there were significant differences in colour parameters (p <0.05) in F1 and F2, F1 and F3, taste parameters (p <0.05) in F1 and F3, F2 and F3 and overall (p <0.05) in F1 and F3, F2 and F3. The nutritional value of every 6 grams of cookies (1 piece) in F1 is 53.61 kcal of energy, 1.65 g of protein, 3.02 g of fat, 7.86 g of carbohydrates, and 0.39 mg of iron.Conclusion: The formulation of "moricorn" cookies (M. oleifera, corn, and peanut) showed significant differences in color, flavor, and overall performance. The cookie with the best formulation, F1, can be used as a nutritious snack alternative for teenagers, especially as a source of additional energy and iron.