Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisa Perspektif Hukum Pengendalian Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan di Indonesia Setya, Clarita Ayu Putri; Supartono, Basuki
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v3i1.44

Abstract

Perubahan iklim yang tidak menentu dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Dalam hal ini perubahan iklim dapat mempengaruhi manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Paparan secara langsung yaitu perubahan pola cuaca baik dari suhu, curah hujan, kenaikan permukaan air laut, serta peningkatan ekstrimnya cuaca. Ekstrimnya cuaca dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Mulai dari kualitas udara, air, dan makanan, serta adanya penipisan pada lapisan ozon, keterbatasan persediaan air, fungsi ekosistem yang menurun, dan degradasi lahan hal-hal ini memiliki dampak yang signifikan bagi kesehatan manusia. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan literatur review yang didapatkan dari sumber seperti google scholar atau jurnal-jurnal yang terkait. Sehingga dalam regulasi yang dimana perlu memperhatikan kualitas kesehatan lingkungan supaya dalam perubahan iklim tidak memberikan dampak yang parah dalam pelayanan kesehatan. Tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan tetap harus sesuai standar. Kerjasama antar lintas sektor perlu diperhatikan karena dalam menanggulangi perubahan iklim tidak bisa ditangani sendiri. Untuk masyarakat perlu halnya menjaga lingkungan sekitar, hemat menggunakan energi, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, dan mengelola sampah rumah tangga. Lingkungan sangat memiliki hubungan signifikan terhadapat perubahan iklim yang begitu cepat.
IMPLEMENTASI PERMENKES/PMK NO 34 TAHUN 2022 TENTANG KRITERIA AKREDITASI DALAM PENGATURAN TARIF AKREDITASI Nefrisa Adlina Maaruf; Basuki Supartono
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 8 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v4i8.3732

Abstract

Dalam hakikatnya Setiap orang berhak untuk hidup, mempertahankan hidup dan meningkatkan taraf kehidupannya, Setiap orang juga berhak hidup tentram, aman, damai, bahagia, sejahtera, lahir dan batin, Setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. guna mewujudkan hak hak dasar tersebut, terutama dalam bidang kesehatan , pemerintah melakukan perbaikan pelayanan publik dalam bidang kesehatan dengan melaksanakan akreditasi guna meningkatkan standar dan mutu pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, klinik, laboratorium kesehatan, unit transfusi darah, tempat praktek mandiri dokter, dan tempat praktek mandiri dokter gigi sebagaimana telah diatur dalam Permenkes/PMK No 34 tahun 2022. namun dalam praktiknya, akreditasi bukankah hal yang mudah dilakukan, dikarenakan banyak sekali masalah yang ditemukan dilapangan, seperti : masalah biaya, waktu. Sudah ada tulisan tentang regulasi sarana dan prasarana kesehatan di rumah sakit namun belum ada review komprehensif yang membahas mengenai tarif dalam proses akreditasi. Berdasarkan Hal Hal yang diuraikan diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan review tersebut dengan judul “implementasi Permenkes/PMK No 34 tahun 2022 tentang kriteria akreditasi dalam pengaturan tarif akreditasi”. Metode yang digunakan adalah literatur review bersumber dari data google scholar meliputi artikel orisinil, review literatur dan laporan kasus juga thesis yang dituliskan oleh Pebrihariati (2021) dengan judul implementasi permenkes nomor 12 tahun 2012 tentang akreditasi rumah sakit. Hasil penelitian ini adalah fakta bahwa tarif Akreditasi rumah sakit masih menjadi masalah yang belum terselesaikan. Dapat disimpulkan bahwa akreditasi memiliki nilai penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan namun perlu dilakukan evaluasi dalam beberapa hal salah satunya mengenai tarif akreditasi.
Genocide and deprivation: Healthcare, utilities, and economic strain for displaced University College of Applied Sciences staff post-october 7 Barakat, Abeer; El Mashharawi, Aya KH; Supartono, Basuki
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v3i2.63

Abstract

The October 7, 2023, Gaza genocide has caused a severe humanitarian crisis, disrupting healthcare, essential services, and economic stability for academic and administrative staff at the University College of Applied Sciences (UCAS). A quantitative survey was conducted involving 192 displaced UCAS staff to assess the impact of displacement, revealing significant hardships: 58% lack adequate healthcare access and face critical medication shortages due to Gaza’s damaged healthcare infrastructure. Utility disruptions are widespread, with 59% struggling to secure clean water and 55% facing inconsistent or no electricity, hampering their ability to work remotely. Additionally, 82% serve as primary family providers, yet 42% report a total loss of income. The collapse of income sources and lack of external job opportunities have intensified the financial strain on UCAS staff, threatening their professional and personal responsibilities. These findings underscore the urgent need for international intervention to restore Gaza's healthcare, utilities, and financial stability. Humanitarian efforts are crucial to support Gaza’s educational institutions and strengthen the resilience of displaced educators during this ongoing conflict.
Community Centered Mitigation Based on Science Literature to Reduce The Risk of Disaster in Indonesia Supartono, Basuki; Ambari, Muhamad DJazuli; Rudi, Muhamad
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.37 KB) | DOI: 10.56744/irchum.v1i1.12

Abstract

Disasters are a potential threat to the lives of the Indonesian people. The trend of disasters in Indonesia is increasing regarding the number, type, impact, and complexity of the problem. All of that burdens individuals, communities, nations, and countries. Reducing this burden remains a common challenge. A simple activity to reduce the burden is to carry out risk reduction and disaster mitigation activities involving various stakeholders. Community-based mitigation activities utilizing science literacy can be an alternative model of solutions to overcome this.
Khitanan Massal Aman di Masa Pandemi Covid-19 dengan Tes Usap Antigen dan Smartclamp Supartono, Basuki; Kusumaningsih, Prita; Kaurow, Sarah Primadani; Suhaida, Feby Triana; Mufida, Fahira Shafira Qori
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.047 KB) | DOI: 10.56744/irchum.v1i1.16

Abstract

Pandemi virus corona (pandemi) menurunkan kemampuan ekonomi masyarakat sedangkan masyarakat ingin mengkhitan anaknya. Mengingat hal tersebut perlu ada kegiatan khitanan massal gratis. Risiko penularan Covid19 dapat diminimalkan dengan penerapan protokol kesehatan, skrining, dan teknik khitan yang cepat dengan menggunakan smartclamp. Masyarakat takut ke fasilitas kesehatan karena khawatir penularan virus corona dan karena tindakan tersebut berbayar. Perlu ada kegiatan pengabdian masyarakat yaitu khitanan massal gratis yang aman dan nyaman. Khitanan massal gratis yang aman dan nyaman dengan penerapan protokol kesehatan, skrining dan teknik khitan smartclamp. Peserta yang mendaftar berjumlah 46 anak, dan 39 (85 %) di antaranya mengikuti kegiatan sosialisasi. Skrining Covid -19 dan tes usap antigen diikuti panitia, peserta dan pendamping. 45 peserta, pendamping, dan seluruh panitia semuanya lulus skrining. Pemeriksaan pra khitan diikuti 45 anak dan 4 di antaranya tidak memenuhi indikasi. Peserta yang hadir 41 anak, 1 anak batal dan yang dikhitan berjumlah 40 anakPasca khitanan massal tidak ada laporan dari peserta, orangtua, dan panitia yang terinfeksi Covid – 19. Khitanan massal di masa pandemi berhasil dilaksanakan dengan aman.
Empowerment of Persons with Disabilities Affected by Covid-19 Through Assistance in Repairing Disability Motorcycles Supartono, Basuki; Kusumaningsih, Prita; Zahra, Dewi Fatimah
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 1 No. 2 (2022): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.617 KB) | DOI: 10.56744/irchum.v1i2.21

Abstract

People with disabilities are numerous, reaching 15% of the Indonesian population. Some are independent and make a living by trading around using special motorcycles (disabled motorcycles) as done by members of the Independent Disability Shelter House (Rumsidisma), Rawa Lumbu, Bekasi, West Java. They can not make a living because the motorbike is damaged while they do not have repair funds. This hampered income, and this problem further disrupted their lives during the Covid-19 pandemic. Therefore, it is necessary to carry out community service activities (PKM) to provide funds for repairing disability motorcycles. This activity aims to help people with disabilities in Rumsidisma to be able to earn a living and be independent as before. The method of implementing PKM includes the stages of preparation, implementation, and evaluation. Implementation activities include providing funds and repairing disability motorcycles. Evaluation is carried out through interviews and filling out evaluation forms. All activity processes are carried out by implementing health protocols. PKM activities can repair three disabled motorcycles. Member of Rumsdisma. Can return to making a living and be as independent as before. RecipientsRecembly of assistance were satisfied and agreed that this activity was continued. There were no reports that PKM implementers and beneficiaries were infected with Covid-19. The conclusion is that repairing of the disability motorcycles of Rumsidisma members during the pandemic has been successfully carried out safely and can empower members as before.  
Early Earthquake Disaster Response Management: The BSMI Humanitarian Aid Experience in Turkey Supartono, Basuki; Muftisany, Hafidz; Rudi, Muhamad
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v2i1.32

Abstract

On February 6, 2023, the regions of Turkey and Syria were struck by a devastating earthquake during the winter season, resulting in numerous casualties, injuries, displacement, and infrastructure damage. In response, the Turkish president appealed for international assistance, prompting the Indonesian Red Crescent to deploy a humanitarian aid team. The methods employed encompassed three stages: preparation, implementation, and evaluation. The implementation phase involved coordination, collaboration, and the distribution of humanitarian aid. The distribution of essential items such as ready-to-eat food, winter clothing, and medicine took place in Hatay Province and Kahramanmaras, Turkey. Effective coordination was established with the governments of Indonesia and Turkey, alongside collaboration with humanitarian agencies and Turkish medical organizations. Additionally, plans for the subsequent deployment of the medical team were reviewed. All activities were successfully executed and received positive feedback.  The Indonesian Red Crescent successfully provided crucial assistance in response to the earthquake disaster in Turkey. The efforts encompassed various aspects, including aid distribution, coordination with relevant authorities, collaboration with partner organizations, and future planning. The outcomes achieved were noteworthy and yielded a positive impact.
Review Komprehensif: Tinjauan Hukum Regulasi Sarana dan Prasarana Kesehatan di Indonesia Supadmo, Darto; Supartono, Basuki
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 2 No. 9 (2024): Special Issue
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v2i9.200

Abstract

Sarana dan Prasarana Kesehatan di Indonesia masih mengalami kendala di Indonesia utamanya di daerah terpencil dan tidak jarang pula mengakibatkan sengketa medis antara dokter dan pasien akibat kurangnya regulasi dan peran Pemerintah Dalam Mengatasi Percepatan Sarana Dan Prasarana Kesehatan Di Wilayah-Wilayah Terpencil dan tidak terselenggaranya peran Organisasi Profesi Kedokteran Dalam Menyelesaikan Sengketa Medis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran Pemerintah dalam menyelesaikan sarana dan prasarana di wilayah terpencil sekaligus terhadap regulasi yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, serta untuk mengetahui peranan dari organisasi profesi Kedokteran dalam menyelesaikan sengketa medis. Hasil penelitian yang diperoleh adalah peran pemerintah dalam mengatasi percepatan sarana dan prasarana kesehatan di wilayah-wilayah terpencil mencakup merencanakan, mengatur, menyelenggarakan pembinaan, dan mengawasi penyelenggaraan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau, sementara regulasinya diatur dalam Pasal 14 UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 949/MENKES/PER lll/2007 Tentang kriteria sarana pelayanan kesehatan terpencil dan sangat terpencil. Peran Organisasi Profesi Kedokteran (IDI) Dalam Menyelesaikan Sengketa Medis adalah dapat menjadi mediator Pasien/masyarakat yang merasa dirugikan oleh tindakan dokter, dapat menjatuhkan sanksi apabila dokter di dapati melakukan secara sah pelanggaran sengketa etik, dan sengketa disiplin profesi. Sementara apabila dokter kedapatan melanggar secara perdata maupun pidana maka peran Organisasi Profesi Kedokteran (IDI) hanya sebatas memberikan pendampingan hukum kepada anggotanya yang terlibat dalam kasus perdata maupun pidana, sementara urusan lembaga hukum yang berwenang (kepolisian/pengadilan).
Association Between Curve Magnitude in Scoliosis and Low Body Mass Index Alya Roza Lisanti; Basuki Supartono; Feda Anisah Makkiyah; Prita Maya Savitri
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma Vol 14, No 1 (2025): EDISI MARET 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jikw.v14i1.4219

Abstract

Background: Adolescent idiopathic scoliosis is a spinal deformity characterized by Cobb angle deviation of more than 10o. Objective: This study aims to determine the association between low body mass index (BMI) and curve magnitude in adolescent idiopathic scoliosis. Methods: This was a retrospective cohort study using medical record data of patients diagnosed with scoliosis at Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri Hospital. BMI classification was based on WHO BMI-for-ages z-scores in children and adolescents. Result: The study included 22 AIS subjects, with the majority aged 14–17 years and a higher proportion of females than males. The p-value for the association between low body mass index and adolescent idiopathic scoliosis is 0.169. Conclusion: Curve magnitude is not associated with low body mass index.
Profile of Ankle Sprain Patients at Pusdokkes Polri Bhayangkara Tertiary Hospital Yusticia Valen Pratidina; Basuki supartono
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma Vol 14, No 1 (2025): EDISI MARET 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jikw.v14i1.4170

Abstract

Background: Ankle sprain is a musculoskeletal injury with the highest incidence rate in the world. Risk factors for ankle sprain are age, gender, sport, anatomical abnormalities, and body mass index (BMI). There is still contradiction as to whether gender is a risk factor for ankle sprain. Furthermore, there has been no research on ankle sprain regarding members of the Police Force as a risk factor. Objective: This research aims to determine the relationship between patient profile and acute ankle sprain at Pusdokkes Polri Bhayangkara Tertiary Hospital. Methods: This study took 124 research subjects, with consecutive sampling analysis, was an observational analytic study with a cross sectional research design involving patients diagnosed with ankle sprain in 2022 – 2023 at Pusdokkes Polri Bhayangkara Tertiary Hospital who met the inclusion and exclusion criteria. Result: As many as 79% of the subjects were aged 19 – 44 years (p=0.333). It was found that 52.4% of the subjects were male (p=0.944). As many as 46% of the subjects were members of the Police Force (p=0.181). Conclusion: Age, gender, and occupation had no significant association with the incidence of acute ankle sprain in this research. Male police officers aged 45 – 59 years have a higher risk of experiencing acute ankle sprain. The implication of this study is to prevent at-risk groups and/or ankle sprain patients.