Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL CRANKSHAFT

Identifikasi Unjuk Kerja Mesin 4 Langkah Variasi Busi dan Koil Pengapian Muhammad, Rouf; Ardika, Rizki Dwi; Soumi, Andi Ibrahim; Pramanda, Wibi; Safi'i, Muhamad
JURNAL CRANKSHAFT Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Crankshaft Vol.7 No.2 (2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v7i2.12745

Abstract

The most critical component of a motorcycle's combustion process is the spark plug, which fires sparks for the ignition system. In this research, the performance of several spark plug electrode gap diameters and materials was varied to detect how much they affected engine performance, fuel consumption, and emissions. Engine testing was conducted on a 110-cc four-stroke engine. Nickel material spark plugs with a gap dimension of 0.9 mm, platinum material spark plugs with a gap dimension of 0.8 mm, iridium material spark plugs with a gap dimension of 0.7 mm, and two types of ignition coils. The test findings indicated that there is a spark plug with an appropriate gap for engine performance in the form of torque and power in the B2 configuration, which has a gap of 0.8 mm. Increasing the spark plug gap produces a loss in engine performance, but it also increases it. There is an optimal point of fuel consumption in configuration B2, where raising the spark plug gap decreases fuel consumption while increasing the spark plug gap increases fuel consumption. Exhaust emissions likewise experience an optimal point in configuration B2, when exhaust emissions rise as long as the spark plug gap is increased once more, HC and CO levels decrease with an increasing spark plug gap. To examine the study on the impact of spark plugs with electrode gaps and ignition coils on engine performance, fuel consumption, and emissions. This can provide insight into a reference technique for using spark plugs and ignition coils.
Pengaruh Quenching dan Tempering terhadap Sifat Fisik Mekanik Leaf Spring Steel/Baja Per Daun JIS SUP 9A Ardika, Rizki Dwi; Fitrian, Aditia; Winardi, Yoyok; Fadelan, Fadelan; Hastuti, Sri; Muhammad, Rouf
JURNAL CRANKSHAFT Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Crankshaft Vol.7 No.3 (2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v7i3.13340

Abstract

Leaf spring steel mempunyai peran yang sangat penting pada mobil masa kini yaitu sebagai penopang beban dan peredam getaran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh quenching dan tempering terhadap sifat fisik dan mekanik pada leaf spring steel JIS SUP 9A. Metode penelitian menggunakan sampel leaf steel spring bekas pakai dengan tipe JIS SUP 9A kemudian diberi perlakuan panas hardening dengan suhu 850℃ di tungku furnace ditahan dengan waktu 60 menit kemudian diquenching dengan air, cairan dromus, dan campuran air dengan cairan dromus, setelah di quenching kemudian dilakukan proses tempering dengan suhu 300℃ ditahan dengan waktu 30 menit kemudian didinginkan di suhu udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel tanpa perlakuan menghasilkan fasa ferrite yang dominan sedangkan sampel pendingin air menghasilkan fasa pearlite yang banyak dibandingkan variasi pendingin dromus dan pendingin campuran air dengan dromus. Ketika fasa ferrite lebih dominan daripada fasa pearlite maka nilai kekerasan yang dihasilkan akan rendah, sebaliknya jika fasa pearlite lebih dominan daripada fasa ferrite maka nilai kekerasan yang dihasilkan akan semakin tinggi. Sifat mekanik terbaik yaitu dicapai dengan variasi media pendingin menggunakan air dengan kekerasan microvickers sebesar 63,85 HVN sedangkan nilai kekerasan terendah menggunakan campuran air dengan dromus yaitu sebesar 56,89 HVN.  Hal ini disebabkan karena campuran air dengan dromus memiliki volume yang kental sehingga menghasilkan laju pendinginan yang lambat dan mengakibatkan nilai kekerasan yang sangat rendah. 
Pengaruh Ketebalan Perekat Epoksi-Lateks terhadap Single Lap Joint Aluminium-Komposit Mahdi, Jausyan Al; Hastuti, Sri; Salahudin, Xander; Ardika, Rizki Dwi; Bintoro, Sefrian Rizki
JURNAL CRANKSHAFT Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Crankshaft Vol.7 No.1 (2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/crankshaft.v7i1.12116

Abstract

Sambungan perekat saat ini telah banyak digunakan di berbagai industri seperti otomotif, penerbangan dan industri produksi lainnya. Hal ini terjadi karena sambungan perekat memberikan kemudahan dalam pengaplikasiannya dibanding dengan sambungan tradisional lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan ketebalan perekat campuran epoksi-getah karet terhadap kekuatan tarik sambungan tumpang tunggal antara aluminium dan komposit berpenguat serat sabut kelapa. Sambungan tumpang tunggal dibuat dengan menyambungkan aluminium 5083 dan komposit berukuran 100 x 25 x 2 mm dengan menggunakan perekat campuran epoksi-getah karet dengan variasi komposisi 94% EP: 6% GK. Ketebalan perekat yang divariasikan adalah 0,2 mm, 0,4 mm, dan 0,6 mm. Kekasaran permukaan akan menggunakan amplas #150. Single lap joint kemudian diuji kekuatan tarik gesernya dengan acuan ASTM D1002. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan ketebalan perekat epoksi-lateks dapat meningkatkan kekuatan tarik sambungan tumpang tunggal aluminium-komposit. Kekuatan tarik tertinggi dicapai pada variasi tebal perekat 0,6, yaitu sebesar 2,37 MPa. Elongasi juga meningkat seiring dengan penambahan ketebalan perekat. Modulus elastisitas telihat mencapai puncak pada variasi tebal perekat 0,4 mm dan menurun pada penggunaan variasi tebal pereka 0,6 mm. Hasil pengamatan makro mode kegagalan yang dialami sambungan tumpang tunggal yaitu, thin layer cohesive failure, two stage failure mode dan stock break failure. 
Pengaruh Perekat Campuran Epoksi-Lateks terhadap Kekuatan Tarik Geser Sambungan Aluminium-Komposit Azhari, Fadhlan; Hastuti, Sri; Salahudin, Xander; Ardika, Rizki Dwi; Putri, Ericha Dwi Wahyu Syah
JURNAL CRANKSHAFT Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Crankshaft Vol.7 No.1 (2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/crankshaft.v7i1.12112

Abstract

 Sambungan antar material dengan menggunakan perekat telah terbukti dapat menggantikan sambungan konvensional yang layak diberbagai industri misalnya, otomotif, penerbangan, kelautan, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan perekat campuran epoksi-lateks terhadap kekuatan tarik sambungan tumpang tunggal antara aluminium dan komposit berpenguat serat sabut kelapa. Sambungan tumpang tunggal dibuat dengan menyambungkan aluminium 5083 dan komposit berukuran 100 x 25 x 2 mm dengan menggunakan perekat campuran epoksi-getah karet dengan variasi komposisi 92% EP: 8% GK, 88% EP: 12% GK, dan 84% EP: 16% GK (berat). Ketebalan perekat yang diaplikasikan adalah 0,2 mm. Kekasaran permukaan akan menggunakan amplas #60. Sambungan tumpang tunggal kemudian diuji kekuatan tarik gesernya dengan acuan ASTM D1002. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perekat campuran epoksi-getah karet dapat meningkatkan kekuatan tarik sambungan tumpang tunggal aluminium-komposit. Kekuatan tarik tertinggi dicapai pada komposisi perekat campuran 84% EP: 16% GK, yaitu sebesar 0,89 MPa. Elongasi dan modulus elastisitas juga meningkat seiring dengan penambahan komposisi getah karet. Hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan keuletan dan penurunan kerapuhan dari perekat campuran epoksi-getah karet. Hasil pengamatan makro mode kegagalan yang dialami sambungan tumpang tunggal yaitu, thin layer cohesive failure dan two stage failure mode.