Claim Missing Document
Check
Articles

UJI SENSORI, FISIK DAN KIMIA KERUPUK IKAN DENGAN PENAMBAHAN KONSENTRASI DAGING IKAN GABUS (Channa striata) YANG BERBEDA Natalia, Tresia; Hermanto, Hermanto; Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Fish Protech Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Fish Protech Vol. 2 No. 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v2i2.9227

Abstract

ABSTRACT          The aim of this study was to determine the effect of the addition of Catfish (Channa striata) meat concentration which was different from the parameters observed in sensory tests (appearance, smell, taste, and crispnes), physical test ( volume of development) and chemical tests (water content, ash content, protein content and carbohydrate content) and in crackers. This study uses a Completely Randomized Design (CRD) which consists of three treatments namely treatment A (DG 30%), B (DG 40%) and C (DG 50%) and replications three times. Observation data were analyzed using ANOVA (Analysis of Variance) at the level of 95%, if there were significant differences (P> 0.05) then further testing was carried out with DMRT (Duncan Multiple Range Test) at 95% significance level. The results obtained showed that adding catfish  meat to fish crackers had no significant effect on sensory values which included appearance ,smell, and taste, but sensory crispness had a significant effect The best results for sensory assessment were found in treatment C where the value appearance 7,4, smell, 7,7, taste 7,4 and crispness 4,4 was in treatment A. The physical test results of the development volume show the best value of treatment A with a development volume of 140%. The best treatment for chemical tests was in treatment C with a water content of 10,90 % and protein content of 14,10%. While the best ash content of 2,35% and carbohydrate content of 43,82% in treatment A. Keywords: catfish (Channa striata), crackers, chemical test, physical and sensoryABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi daging ikan gabus (Channa striata) yang berbeda terhadap parameter yang diamati pada uji sensori (kenampakan, bau, rasa dan kerenyahan), uji fisik (volume pengembangan) dan uji kimia (kadar air, kadar abu, kadar protein dan kadar karbohidrat) pada kerupuk ikan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari  tiga perlakuan yaitu perlakuan A (daging ikan gabus 30%), B (daging ikan gabus 40%) dan C (daging ikan gabus 50%) dan ulangan sebanyak tiga kali. Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) pada taraf  95%, apabila terdapat beda nyata (P>0,05) maka dilakukan uji lanjut dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf nyata 95%. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan daging ikan gabus terhadap kerupuk ikan memberikan pengaruh tidak nyata terhadap nilai sensori yang meliputi kenampakan, bau, dan rasa, tetapi pada sensori kerenyahan memberikan pengaruh nyata. Hasil terbaik untuk penilaian sensori terdapat pada perlakuan C dimana memiliki nilai kenampakan 7,4, bau 7,7, rasa 7,4 sedangkan perlakuan terbaik untuk kerenyahan 4,4 terdapat pada perlakuan A. Perlakuan terbaik pada uji fisik volume pengembangan menunjukkan nilai terbaik yaitu perlakuan A dengan nilai volume pengembangan 140%. Perlakuan terbaik pada uji kimia terdapat pada perlakuan C dengan nilai kadar air 10,90%, kadar protein 14,10%, sedangkan perlakuan terbaik untuk kadar abu 2,35% dan kadar karbohidrat 43,82% terdapat pada perlakuan A. Kata kunci: (Channa striata), Ikan gabus, kerupuk, uji kimia, fisik, dan sensori
PENGARUH PENAMBAHAN Eucheuma cottonii DAN Sargassum sp. TERHADAP KOMPOSISI KIMIA, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERTA SIFAT SENSORI SELAI UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas Poir) Kalsum, Umi; Asnani, Asnani; Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Fish Protech Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Fish Protech Vol. 3 No. 1 April 2020
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v3i1.11603

Abstract

The effect of addition of Eucheuma cotttonii and Sargassum sp. on chemical composition, antioxidant activity and sensory properties of purple sweet potato jam (Ipomoea batatas Poir) ABSTRACT         This study aims to determine the effect of the addition of Eucheuma cottonii and Sargassum sp. on chemical composition, antioxidant activity and sensory properties of purple sweet potato jam. This study used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments using the combination of Sargassum sp., E. cottonii and purple sweet potatoes respectively: 45: 5: 50% (S1), 40: 10: 50% (S2), 35 : 15 : 50 % (S3), 30 : 20 : 50% (S4) and repeat three times. The results of the research obtained showed a real effect on sensory values which included color, aroma, and texture. The test results of the chemical content of jam showed water content between 27.62 %, ash content 1.59 %, crude fiber 1.44 % and carbohydrates 88.96 %. The test results of antioxidant content with percentage inhibitor (IC50) that is 337.81 μg / mL respectively. The results of this study indicate that there is an influence on the content of water content, ash, crude fiber, total carbohydrates and antioxidant content present in the purple sweet potato jam in each treatment.Keywords: Eucheuma cottonii, Ipomoea batatas, chemical composition and antioxidants, Sargassum sp., Jam, Sensory test ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan rumput laut jenis Eucheuma cottonii dan Sargassum sp. terhadap komposisi kimia, aktivitas antioksidan dan sifat sensori selai ubi jalar ungu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari  empat perlakuan kombinasi penggunaan Sargassum sp., E. cottonii dan ubi jalar ungu, yaitu berturut-turut: 45: 5: 50 % (S1), 40: 10: 50 % (S2), 35: 15: 50 % (S3), serta 30: 20: 50 % (S4), ulangan sebanyak tiga kali. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan pengaruh nyata terhadap nilai sensori yang meliputi warna, aroma dan tekstur. Hasil uji kandungan kimia selai menunjukkan kadar air 27,62 %, kadar abu 1,59%, serat kasar 1,44 % dan karbohidrat 88,96 %. Hasil uji kandungan antioksidan dengan nilai persentase penghambat (IC50) yaitu 337,81 g/mL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terhadap kandungan kadar air, abu, serat kasar, karbohidrat total dan kandungan antioksidan yang ada pada selai ubi jalar ungu pada setiap perlakuan.Kata kunci: Eucheuma cottonii, Ipomoea batatas Poir, komposisi kimia dan antioksidan, Sargassum sp., Selai, uji sensori.
KARAKTERISTIK GELATIN BERBAHAN BAKU TULANG IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DENGAN MENGGUNAKAN JENIS ASAM YANG BERBEDA Farida, Farida; Isamu, Kobajashi Togo; Akib, Nur Illiyin
Jurnal Fish Protech Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Fish Protech Vol. 3 No. 1 April 2020
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v3i1.11608

Abstract

Characteristics of gelatin made from skipjack fish (Katsuwonus pelamis) using different types of acidsABSTRACT         The aim of this study was to determine the gelatin processing technique using different types of acids and the effect of the use of acid as an extracting agent on the gelatin quality of skipjack fish bones. This study used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 3 treatments, namely A1 (immersion with 4% HCl), A2 (immersion with 4% CH3COOH) and A3 (immersion with 4% H2SO4). Each treatment was carried out 3 times so that the number of experimental units was 9 units. Data from observations were analyzed using ANOVA (Analysis of Variance) at a level of 95%, if there was a significant difference (p <0.05), further tests were carried out with the DMRT (Duncan Multiple Range Test) tests at a 95% significance level. The results obtained showed that the characteristics of gelatin made from skipjack fish bones by using a different type of acid did not have a significant effect on sensory values which included color and aroma. The best results for sensory assessment of the immersion using sulfuric acid were 6.2 and the aroma sensory test with immersion using hydrochloric acid was 5.4. The results of gelatin proximate showed that the water content ranged from 3.99% -13.32% ash content 2.27-3.19% protein content 27.08% -35.42% and pH 2.93% -4.81%.Keywords: gelatin, skipjack fish, hydrochloric acid, sulfuric acid and acetic acid ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik pengolahan gelatin dengan menggunakan jenis asam yang berbeda dan pengaruh penggunaan asam sebagai bahan pengestrak terhadap kualitas gelatin tulang ikan cakalang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu A1 (perendaman dengan HCl 4%), A2 (perendaman dengan CH3COOH 4%) dan A3 (perendaman dengan H2SO4 4%). Masing-masing perlakuan dilakukan 3 kali ulangan, sehingga diperoleh jumlah satuan percobaan sebanyak 9 unit. Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan ANOVA (Analysis of  Variance) pada taraf 95%, apabila terdapat beda nyata (p<0,05) maka dilakukan uji lanjut dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf nyata 95%. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa karakteristik gelatin berbahan baku tulang ikan cakalang dengan menggunakan jenis asam yang berbeda tidak memberikan pengaruh nyata terhadap nilai sensori yang meliputi warna dan aroma. Hasil terbaik untuk penilaian sensori terhadap pada perendaman menggunakan asam sulfat yaitu 6,2 dan uji sensori aroma dengan perendaman menggunakan asam klorida yaitu 5,4. Hasil proksimat gelatin menunjukkan  kadar air berkisar antara 3,99%-13,32% kadar abu 2,27-3,19% kadar protein 27,08%-35,42% dan pH 2,93%-4,81%.Kata kunci: gelatin, tulang ikan, HCl, H2SO4, CH3COOH
KARAKTERISTIK MUTU KIMIA DAN MIKROBIOLOGI GURITA (Octopus sp.) KERING YANG DIPASARKAN DIKABUPATEN KONAWE UTARA SULAWESI TENGGARA Asman, Asman; Isamu, Kobajashi Togo; Suwarjoyowirayatno, Suwarjoyowirayatno
Jurnal Fish Protech Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Fish Protech Vol. 3 No. 1 April 2020
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v3i1.11613

Abstract

Chemical and Microbiological Quality Characteristics of Dried Octopus (Octopus sp.) Marketed in North Konawe Regency Southeast Sulawesi ABSTRACT         The aim of this study was to determine the characteristics of chemical composition (water, ash, protein, fat, and carbohydrate) and total bacteria (TPC) of dried Octopus. Data analysis of this study used descriptive analysis. The sampling technique of this study are used simple random sampling and used the survey method. The results of the highest chemical composition of the treatment was found at water content  S1 19.89%, ash S3 13.63%, protein S2 46.99%, fat S3 5.82% and carbohydrate S2 10.19%.  The best Total Plate Count (TPC) result was found at S2 3.8 × 104 Cfu/g Keywords: Chemical Test, Octopus (Octopus sp.) Dry, and Total Plate Count (TPC).ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik komposisi kimia (kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, dan kadar karbohidrat) dan total bakteri (TPC) terhadap gurita kering. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis deskriptif. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah simple random sampling. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode survei. Hasil penelitian komposisi kimia perlakuan tertinggi kadar air terdapat pada S1 19.89%, kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan S3 13.63%, kadar protein perlakuan tertinggi terdapat pada S2 46.99%, kadar lemak perlakuan tertinggi terdapat pada  S3 5.82% dan kadar karbohidrat perlakuan tertinggi terdapat pada S2 10.19%. Hasil Uji Total Plate Count (TPC) terendah terdapat pada S2 3.8×104 Cfu/g.Kata kunci: Gurita (Octopus sp.) kering, Total Plate Count (TPC) dan Uji Kimia.
UJI SENSORI, KIMIA DAN FISIK KERUPUK GURITA DENGAN PENAMBAHAN KONSENTRASI DAGING GURITA (Octopus cyanea) YANG BERBED Natalia, Devi; Ibrahim, Mohamad Nuh; Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Fish Protech Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Fish Protech
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v1i2.4895

Abstract

Abstrak            Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi daging gurita (Octopus cyanea) terhadap parameter pada uji sensori (rupa, bau, rasa, tekstur, dan kerenyahan), uji kimia (kadar protein dan kadar karbohidrat) dan uji fisik (volume pengembangan) pada kerupuk gurita. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari  tiga perlakuan yaitu perlakuan A (DG 45 g : TT 150 g), B (DG 60 g : TT 150 g) dan C (DG 75 g : TT 150 g) dan ulangan sebanyak tiga kali. Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) pada taraf  95%, apabila terdapat beda nyata (P>0,05) maka dilakukan uji lanjut dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf nyata 95%. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan daging gurita dan tepung tapioka terhadap kerupuk gurita memberikan pengaruh nyata terhadap nilai sensori yang meliputi rasa, tekstur dan kerenyahan. Hasil terbaik untuk penilaian sensori rasa terdapat pada perlakuan C dengan nilai 8,0, sedangkan perlakuan terbaik A untuk  tekstur, kerenyahan, rupa dan bau  7,1, 4,0, 7,2 dan 7,9 secara berurutan. Perlakuan terbaik pada uji kimia terdapat pada perlakuan C dengan nilai kadar protein 19,34% dan kadar karbohidrat 29,36%. Hasil uji fisik volume pengembangan menunjukkan nilai terbaik yaitu perlakuan A dengan nilai 187%.Kata kunci: gurita (Octopus cyanea), kerupuk, uji fisik, uji kimia, uji sensori.
PENGARUH KONSENTRASI HCL DAN LAMA PERENDAMAN YANG BERBEDA TERHADAP KUALITAS GELATIN TULANG IKAN: KAJIAN PUSTAKA Astika, Andilla Ayu; Wahyuni, Sri; Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.219 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v5i4.14529

Abstract

ABSTRACTThis review aimed to examine the treatment of different concentrations of the hydrochloric acid solution and immersion time on the quality of fishbone gelatin. In addition, this review also aimed to determine the most appropriate solution concentration and immersion time to produce gelatin with quality that met the national standard. Based on the results of the review, it can be seen that the highest yield of gelatin (5.03%) from tuna (Thunnus albacares) bones was obtained at a concentration of 5% HCL and 96 hours of immersion time, while the highest yield of gelatin (7.70%) from mackerel bones (Scomberomorus commerson) was obtained at a concentration of HCL 4 % and 48 hours of immersion time. Meanwhile, the highest extraction of gelatin (8.80%) from belida fish (Chitala lopis) bones was found at a concentration of 5% HCL and 48 hours of immersion time.Keywords: Gelatin from Fish Bone, Gelatin Quality, HCl Concentration, Long ImmersionABSTRAKReview ini bertujuan untuk menelaah perlakuan konsentrasi larutan asam klorida dan lama perendaman yang berbeda terhadap kualitas mutu gelatin tulang ikan. Selain itu, review ini juga bertujuan untuk mengetahui konsentrasi larutan dan lama perendaman yang paling tepat untuk menghasilkan gelatin dengan mutu yang sesuai dengan ketetapan SNI. Berdasarkan hasil review dapat diketahui bahwa rendemen tertinggi gelatin dari tulang ikan tuna (Thunnus albacares) diperoleh pada konsentrasi HCL 5% dan lama perendaman 96 jam yaitu sebesar 5,03%, ekstrasi gelatin dari tulang ikan tenggiri (Scomberomorus commerson) diperoleh pada konsentrasi HCL 4% dan lama perendaman 48 jam yaitu sebesar 7,70%, dan ekstrasi gelatin tertinggi dari tulang ikan belida (Chitala lopis) terdapat pada konsentrasi HCL 5% dan lama perendaman 48 jam yaitu sebesar 8,80%.Kata kunci: Gelatin Tulang Ikan, Mutu Gelatin, Konsentrasi HCl, Lama Perendaman
UJI ORGANOLEPTIK, FISIK DAN NILAI GIZI MIE BASAH BERBASIS TEPUNG UBI KAYU FERMENTASI (Manihot esculenta Crantz) DAN TEPUNG IKAN TERI (Stolephorus commersonii) Maharani, Maharani; Tamrin, Tamrin; Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.607 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v5i3.13109

Abstract

ABSTRACTThis research aimed to study the effect of fermented cassava flour and anchovy flour formulation on the organoleptic characteristics, physical characteristics, and nutritional value of wet noodles. This research used a completely randomized design with a formulation of fermented cassava flour and anchovy flour M1 (85:14,9:0,1), M2 (80:19,7:0,3), M3 (75:24,5:0,5), and M4 (70:29,3:0,7). The observed variables were organoleptic characteristics (color, aroma, taste, and texture), physical characteristics (water absorption, developing power, and breaking power) and nutritional value (water, ash, protein, fat, and fiber contents). Organoleptic assessment results were analyzed statistically using Analysis of Variance (ANOVA). The results show that the formulation of fermented cassava flour and anchovy flour was highly significant (P <0.05) on the organoleptic color, aroma, taste, and texture. The most preferred wet noodles on the organoleptic test were the M1 formulation (85% wheat flour, 14,9% fermented cassava flour, and 0,1% anchovy flour) with organoleptic scores of color, aroma, taste, and texture reached 3.38 (slightly like), 3.37 (slightly like), flavor 3.25 (slightly like), and 3.00 (slightly like), respectively. The preferred wet noodle contained 11.44% water, 3.43% ash, 2.96% protein, 3.09% fat, and 12.25% crude fiber. It can be concluded that the wet noodle product formulation of fermented cassava flour and anchovy flour can be accepted (like) by the panelists but the protein and water contents did not meet the national standard.Keywords: wet noodle, fermented wood cassava flour, anchovy flourABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh formulasi tepung ubi kayu fermentasi dan tepung ikan teri terhadap karakteristik organoleptik, fisik dan nilai gizi mie basah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan formulasi tepung terigu, tepung ubi kayu fermentasi dan tepung ikan teri M1 (85:14,9:0,1), M2 (80:19,7:0,3), M3 (75:24,5:0,5), M4 (70:29,3:0,7). Variabel pengamatan pada penelitian ini yaitu karakteristik organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur), karakteristik fisik (daya serap air, daya kembang dan daya putus) dan nilai gizi (kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan kadar serat). Data hasil penilaian organoleptik dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Varians (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi tepung ubi kayu fermentasi dan tepung ikan teri berpengaruh sangat nyata (P<0,05) terhadap uji organoleptik warna, aroma, rasa dan tekstur. Mie basah terpilih berdasarkan penilaian organoleptik terdapat pada formulasi M1 (formulasi tepung terigu 85%, tepung ubi kayu fermentasi 14,9%, dan tepung ikan teri 0,1%) dengan skor penilaian terhadap karakteristik organoleptik warna 3,38 (agak suka), aroma 3,37 (agak suka), rasa 3,25 (agak suka) dan tekstur 3,00 (agak suka). Nilai gizi dari produk mie basah terbaik meliputi: kadar air 11,44%, kadar abu 3,43%, kadar protein 2,96%, kadar lemak 3,09% dan kadar serat kasar 12,25%. Berdasarkan hasil penelitian, produk mie basah formulasi tepung ubi kayu fermentasi dan tepung ikan teri dapat diterima (disukai) oleh panelis dan memiliki kadar protein dan kadar air yang belum memenuhi standar SNI.
UJI ORGANOLEPTIK, FISIK DAN NILAI GIZI MIE BASAH BERBASIS TEPUNG UBI KAYU FERMENTASI (Manihot esculenta Crantz) DAN TEPUNG IKAN TERI (Stolephorus commersonii) Maharani, Maharani; Tamrin, Tamrin; Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 5 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.704 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v5i5.15092

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the effect of fermented cassava flour and anchovy flour formulation on the organoleptic characteristics, physical characteristics, and nutritional values of wet noodles. This study used a completely randomized design (CRD) using the formulations of wheat flour, fermented cassava flour, and anchovy flour of M1 (85:14.9:0,1), M2 (80:19.7:0,3), M3 (75:24.5:0,5), M4 (70:29.3:0.7). The observation variables in this study were organoleptic characteristics (color, aroma, taste, and texture), physical characteristics (water absorption, swelling power, and breaking power), and nutritional values (moisture, ash, protein, fat, and fiber contents). Organoleptic assessment data were statistically analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). The results show that the formulation of fermented cassava flour and anchovy flour had a very significant effect (P <0.05) on the organoleptic test of color, aroma, taste, and texture. The selected wet noodles based on the organoleptic assessment were the M1 formulation (formulation of 85% wheat flour, 14.9% fermented cassava flour, and 0.1% anchovy flour) with assessment scores of color, aroma, taste, and texture reached 3.38 (slightly like), 3.37 (slightly like), 3.25 (slightly like), and 3.00 (slightly like, respectively). The nutritional values of the best wet noodle products included 11.44% moisture content, 3.43% ash content, 2.96% protein content, 3.09% fat content, and 12.25% crude fiber content. The results show that the wet noodle products formulated from fermented cassava flour and anchovy flour were accepted (preferred) by the panelists and had protein and moisture contents that did not meet the national standards.Keywords: wet noodle, fermented cassava flour, anchovy flourABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh formulasi tepung ubi kayu fermentasi dan tepung ikan teri terhadap karakteristik organoleptik, karakteristik fisik dan nilai gizi mie basah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan formulasi tepung terigu, tepung ubi kayu fermentasi dan tepung ikan teri M1 (85:14,9:0,1), M2 (80:19,7:0,3), M3 (75:24,5:0,5), M4 (70:29,3:0,7). Variabel pengamatan pada penelitian ini yaitu karakteristik organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur), karakteristik fisik (daya serap air, daya kembang dan daya putus) dan nilai gizi (kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan kadar serat). Data hasil penilaian organoleptik dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Varians (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi tepung ubi kayu fermentasi dan tepung ikan teri berpengaruh sangat nyata (P<0,05) terhadap uji organoleptik warna, aroma, rasa dan tekstur. Mie basah terpilih berdasarkan penilaian organoleptik terdapat pada formulasi M1 (formulasi tepung terigu 85%, tepung ubi kayu fermentasi 14,9%, dan tepung ikan teri 0,1%) dengan skor penilaian terhadap karakteristik organoleptik warna 3,38 (agak suka), aroma 3,37 (agak suka), rasa 3,25 (agak suka) dan tekstur 3,00 (agak suka). Nilai gizi dari produk mie basah terbaik meliputi: kadar air 11,44%, kadar abu 3,43%, kadar protein 2,96%, kadar lemak 3,09% dan kadar serat kasar 12,25%. Berdasarkan hasil penelitian, produk mie basah formulasi tepung ubi kayu fermentasi dan tepung ikan teri dapat diterima (disukai) oleh panelis dan memiliki kadar protein dan kadar air yang belum memenuhi standar SNI.Kata kunci: mie basah, tepung ubi kayu fermentasi, tepung ikan teri
PENGARUH PERBEDAAN BAHAN PENGISI (KENTANG) TERHADAP ORGANOLEPTIK KARAKTERISTIK SOSIS IKAN GABUS (Channa striata) Sulsia, Sulsia; Tamrin, Tamrin; Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 5 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.02 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v5i5.15098

Abstract

3369 | P a g eJ. Sains dan Teknologi Pangan (JSTP) ISSN : 2527-6271 2020PENGARUH PERBEDAAN BAHAN PENGISI (KENTANG) TERHADAP ORGANOLEPTIK KARAKTERISTIK SOSIS IKAN GABUS (Channa striata)[Effect Of Material Difference (Potatoes) On The Organoleptic Of Fish Sosis (Channa Striata)]Sulsia1)*, Tamrin2), Kobajashi Togo Isamu3)1Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo, Kendari.*Email: sulsiahamzah076@gmail.com; (Telp: +6282349543294)Diterima tanggal 07 Januari 2019Disetujui tanggal 02 Maret 2019ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the effect of substitution of potato flour on the organoleptic properties and nutritional value of cork fish sausages favored by panelists. This study used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of three treatments, adding potato flour R0 (control 0%), (R1) 5: 20, (R2) 10: 15, (R3) 15: 10. The results showed that panelists liked the cork fish sausage with the addition of potato flour 15 g (R3), with an average color preference of 3.57 (rather like), Aroma of 3.68 (rather like), taste of 3.25 (rather like), and texture at 3.39 (rather like). The best cork fish sausage has a moisture content of 62,327%, 9.08% protein content, 0% fat content, 2.06% ash content, and 26.48% carbohydrate content. The more addition of potato flour, the water content of protein content, fat content and ash content increases while carbohydrate levels decrease and based on organoleptic assessment can be accepted (preferred) by the panelists.Keywords: Cork fish sausage, potato flourABSTRAKTujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh subsitusi tepung kentang terhadap sifat organoleptik dan nilai gizi sosis ikan gabus yang disukai panelis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan, penambahan tepung kentang R0 (control 0%), (R1)5 : 20, (R2)10 : 15, (R3) 15 : 10. Hasil penelitian menujukkan bahwa panelis menyukai sosis ikan gabus dengan penambahan tepung kentang 15 g (R3), dengan rerata kesukaan warna sebesar 3,57 (agak suka), Aroma sebesar 3,68 (agak suka), rasa sebesar 3,25 (agak suka),dan tekstur sebesar 3,39 (agak suka). Sosis ikan gabus terbaik memiliki kadar air, protein, lemak, abu, dan karbohidrat berturut-turut sebesar sebesar 62,33%, 9,08%, 0%, 2,06%, 26,48%. Semakin banyak penambahan tepung kentang maka kandungan air kadar protein, kadar lemak dan kadar abu semakin meningkat sedangkan kadar karbohidrat menurun dan berdasarkan penilaian organoleptik, produk sosis ikan gabus dapat diterima (disukai) oleh panelis.Kata kunci: Sosis ikan gabus, tepung kentang
PENGARUH PENGGUNAAN KEMASAN VAKUM TERHADAP DAYA SIMPAN IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) ASAP YANG DIPRODUKSI DI KELURAHAN POASIA KOTA KENDARI Yunus, Muhammad; Isamu, Kobajashi Togo; Suwarjoyowirayatno, Suwarjoyowirayatno
Jurnal Fish Protech Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Fish Protech Vol. 4 No. 1 April 2021
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v4i1.18141

Abstract

ABSTRACT         This study aims to determine the effect of different types of packaging on room temperature storage on the organoleptic value, chemical test value, and the total amount of smoked tuna bacteria produced in Poasia Village, Kendari City. The parameters tested were the organoleptic test, moisture content, fat content, phenol content, and the total number of bacteria (TPC) of smoked tuna. This study used a descriptive design consisting of two treatments, namely V (vacuum packaging) and N (non-vacuum packaging). Each treatment was carried out 3 times in order to obtain the number of experimental units. 18 units. Organoleptic test data were analyzed according to non-parametric statistics using analysis of variance (ANOVA). The results obtained showed that the different types of packaging techniques during the storage time of smoked tuna including appearance and mucus showed very significant results, while the smell and texture showed significant results. In the vacuum packaging treatment, the best results for organoleptic assessment were found in the VT0 treatment which had an appearance value of 6.73, odor 7.07, texture 7.43, and mucus 7.53, while in non-vacuum packaging treatment found at NT0 obtained the best value in terms of appearance namely 5,93, smell, 6.30, texture 6.17 and mucus 8.60. The best treatment in chemical tests. In vacuum packaging, the best treatment to found in VT0 with a moisture content value of 59.05%, a fat content value of 5.32%, and a phenol content value of 636.571 mg / 100g. While the total number of bacteria (TPC) was 1.64 x 104 CFU / ml while in non-vacuum packaging the best treatment was NT1 with a water content value of 60.47%, a fat content value of 5.08%, and a phenol content value of 388.570 mg / 100g while the total bacterial count (TPC) was 2.10 x 104 CFU / ml. Keywords: smoked tuna (Euthynnus affinis), smoking, packaging, storage, room temperature.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kemasan berbeda pada penyimpanan suhu ruang terhadap nilai organoleptik, nilai uji kimia,dan jumlah total bakteri ikan tongkol asap diproduksi di Kelurahan Poasia Kota Kendari. Parameter yang diuji yaitu uji organoleptik, uji kadar air, uji kadar lemak, ujikadar fenol, dan jumlah total bakteri (TPC) ikan tongkol asap. Penelitian ini menggunakan rancangan secara deskriptif yang terdiri dari dua perlakuan yaitu V (kemasan vakum) dan N (kemasan non vakum) Masing-masing perlakuan dilakukan 3 kali pengamatan sehingga diperoleh jumlah satuan percobaan sebanyak 18 unit. Data hasil uji organoleptik dianalisis menurut statistik non parametrik dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA). Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa teknik jenis kemasan yang berbeda selama waktu penyimpanan ikan tongkol asap meliputi kenampakan dan lendir menunjukkan hasil yang berpengaruh sangat nyata yang sedangkan bau dan tekstur menunjukkan hasil yang berpengaruh nyata. Pada perlakuan kemasan vakum hasil terbaik untuk penilaian organoleptik terdapat pada perlakuan VT0 dimana memiliki nilai kenampakan 6,73, bau 7,07, tekstur 7,43 dan lendir 7,53 sedangkan pada perlakuan kemasan non vakum terdapat pada NT0 memperoleh nilai terbaik dari segi kenampakan yaitu 5,93, bau, 6,30, tekstur 6,17 dan lendir 8,60. Perlakuan terbaik pada uji kimia. Pada kemasan vakum perlakuan terbaik terdapat pada VT0 dengan nilai kadar air 59,05%, nilai kadar lemak 5,32%, dan nilai kadar fenol 636,571 mg/100g. Sedangkan jumlah total bakteri (TPC) 1,64 x 104 CFU/ml sedangkan pada kemasan non vakum perlakuan terbaik terdapat pada NT1 dengan nilai kadar air 60,47%, nilai kadar lemak 5,08%, dan nilai kadar fenol 388,570 mg/100g sedangkan jumlah total bakteri (TPC) 2,10 x 104 CFU/ml.Kata kunci: ikan tongkol asap (Euthynnus affinis), pengasapan, pengemasan, penyimpanan, suhu ruang.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd. Rasyid Syamsuri Adrianti, Yulis Ahmad Mustafa Ahmad Mustafa Ahmad Mustafa Alam, Samsul Anita Komala Sari Ansharullah ansharullah Ari Sartinah Ari Sartinah, Ari Arpin, Iin Caroline Asman Asman Asnani Asnani Asnani Asnani Assidik, Fajrin Astika, Andilla Ayu Azzis, Muhammad Abdul Bramatya, Eko Daniningsih, Tri Dariyani, Dariyani Devi Natalia Dewi, Yosi Ananda Dhian Herdiansyah Endang, Wa Eni, Wa Erma Yunika Fahlani, Wd Wd Sitti Aisyah Nurul Fajriah Fajriah Fajriah Fajriah Fajriah Fajriah Fajriah Fajriah Fajriah Fajriah, Fajriah Farida Farida Fatriana, Yuyun Habil Yatsin Haka, Yogi Hasnia Arami Hermanto Hermanto Herniawan, Herniawan Hestiani, Hestiani Holyness Nurdin Singadimedja Ibrahim, Moh Nuh Ibrahim, Mohamad Nuh Ibrahim, Mohammad Nuh Ibrahim, Mohammad Nuh Idham, Nita Pratiwi Idrus Salam Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Kaudin, Ode Kiro, Muhammad Zul Sudrajat La Anadi La Karimuna La Ode Sahaba Laode Muhamad Hazairin Nadia Lolopayung, Selin Maharani Maharani, Maharani Mariana, Nining Marsuki Iswandi Mentang, Prilya Zhatrawati Mita Gebriella Inthe Muhammad Nur Muhammad Rais Muhammad Yunus Mujiati Mujiati Nabila, Leila Natalia, Tresia Nur Illiyin Akib, Nur Illiyin Nurfila, Nurfila Pangerang, Annisah Bulu Patadjai, Andi Besse Pataran, Immesky Rilla Rahmiatin, Titin Ramadhani, Dwirizqa Tiara RH. Fitri Faradilla Rusadi, Ririn Sahara, Rita Salam Salam Salman, Slamet Aprianto Salmatia, Siti Salmin, Nur Sampunur Sampunur Sari J, Yesti Sarnia Sarnia, Sarnia Setiani Setiani, Setiani Sri Rejeki Sri Wahyuni Sriyani, Wa Ode Sugiantari, Ni Wayan Sulistianti, Wa ODe Nova Sulsia, Sulsia Suriani Suriani Suwarjoyowirayatno Suwarjoyowirayatno Suwarjoyowirayatno, Suwarjoyowirayatno Tamrin Tamrin Taufik Taufik Virera, Julian Imelda Wulandari Wulandari Wulang Dari Yoni, Yoni