Claim Missing Document
Check
Articles

UJI KANDUNGAN KIMIA DAN CEMARAN LOGAM KERANG KIMA (Tridacna sp.) KERING YANG DIPERDAGANGKAN DI KABUPATEN KONAWE UTARA SULAWESI TENGGARA Alam, Samsul; Isamu, Kobajashi Togo; Suwarjoyowirayatno, Suwarjoyowirayatno
Jurnal Fish Protech Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Fish Protech Vol. 3 No. 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v3i2.16125

Abstract

The Test of Chemical Content and Metal Contamination of Dry Clam (Tridacna sp.) Traded in North Konawe Regency Southeast SulawesiABSTRACT         The aim of this study was to determine the characteristics of chemical composition (water, ash, protein, fat, and carbohydrate) and Metal Contamination of Dry Clam. The analysis of the data used in this study is to use descriptive analysis. The results of the analysis of the chemical content of the highest treatment of water content are found in P2 with a value of 25.84%. The highest ash content was found in the P2 treatment with a value of 13.84%. The highest level of protein treatment was at P3 with a value of 14.28%. The highest treatment fat content was in P3 with a value of 2.43% and the highest treatment carbohydrate content was in P2 with a value of 1.88% and. The results of the analysis of heavy metals were the highest Cd levels were at P3 with a value of 0.074 mg / Kg and the lowest was at P1 0.057 mg / Kg and the highest Pb metal at P3 0.026 mg / Kg the lowest was at P1 0.016 mg / Kg.Keywords: Clam (Tridacna sp.), Chemical content, Heavy metals ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik komposisi kimiawi (air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat) dan cemaran Logam berat pada Kerang kima Kering. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis deskriptif. Hasil analisis kadar kimia perlakuan kadar air tertinggi terdapat pada P2 dengan nilai 25,84%. Kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan P2 dengan nilai 13,84%. Perlakuan protein tertinggi terdapat pada P3 dengan nilai 14,28%. Kadar lemak perlakuan tertinggi terdapat pada P3 dengan nilai 2,43% dan kadar karbohidrat perlakuan tertinggi terdapat pada P2 dengan nilai 1,88% dan. Hasil analisis logam berat kadar Cd tertinggi pada P3 dengan nilai 0,074 mg / Kg dan terendah pada P1 0,057 mg / Kg dan logam Pb tertinggi pada P3 0,026 mg / Kg, terendah pada P1. 0,016 mg / Kg.Kata kunci Kerang kima (Tridacna sp.) kering, Kandungan Kimia, Logam berat
KARAKTERISASI IKAN TERI (Stolephorus sp.) ASAP “KAHOLEO” YANG DIPRODUKSI DARI KOTA BAUBAU SULAWESI TENGGARA Sriyani, Wa Ode; Ibrahim, Moh Nuh; Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Fish Protech Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Fish Protech Vol 2, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v2i1.6494

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi kimia dan kandungan Polycyclic Aromatic Hidrocarbon (PAH) pada ikan teri asap “kaholeo” yang diproduksi dari Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Sampel diambil dari tiga produsen di Kelurahan Waruruma, Kota Baubau. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk memberikan gambaran umum tentang data yang telah diperoleh dengan ulangan sebanyak 3 kali (n=3). Parameter yang diamati yaitu uji organoleptik (warna, aroma, tekstur, dan rasa), uji kimia (kadar air, kadar protein, kadar lemak, dan kadar abu) serta uji PAH. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas ikan teri asap terbaik terdapat pada produsen III dengan nilai warna 3,96, aroma 3,79, tekstur 3,32, dan rasa 3,69. Hasil uji kimia menunjukkan bahwa nilai kadar air tertinggi terdapat pada produsen III sebesar 7,72%. Nilai kadar protein tertinggi terdapat pada produsen I sebesar 29,06%. Nilai kadar lemak tertinggi terdapat pada produsen III sebesar 4,12% dan nilai kadar abu tertinggi terdapat pada produsen I sebesar 0,12%. Hasil uji kandungan PAH menunjukkan bahwa produsen I memiliki kandungan PAH tertinggi yaitu naphthalene 8,19 ppm, acenaphthene 8,55 ppm, phenanthrene 21,96 ppm, pyrene 22,59 ppm, benzo(a)anthracene 4,21 ppm, dan benzo(a)pyrene 12,98 ppm. Kata kunci: Stolephorus sp., kaholeo, pengasapan, komposisi gizi AbstractThis study aims to determine the chemical composition and content of Polycyclic Aromatic Hydrocarbon (PAH) in "Kaholeo" smoked anchovy produced from the City of Baubau, Southeast Sulawesi. Samples were taken from three producers in Waruruma village, Baubau city. This study use a descriptive method to provide a general description of the data that has been obtained by three times replication (n=3). The parameters observed were organoleptic test (color, odor, texture, and taste), chemical test (moisture content, protein content, fat content, and ash content) and PAH test. The results of this study indicate that the best quality of smoked anchovy is found in producer III with a color value of 3,96, odor of 3,79, texture of 3,32, and flavor of 3,69. The chemical test results showed that the highest moisture content was producer III at 7,72%. The highest protein content value was producer I at 29,06%. The highest value of fat content was producer III at 4,12% and the highest ash content was producer I at 0,12%. The results of the PAH content showed that producer I had the highest PAH content, namely naphthalene 8,19 ppm, acenaphthene 8,5% ppm, phenanthrene 21,96 ppm, pyrene 22,59 ppm, benzo(a)anthracene 4,21 ppm, and benzo(a)pyrene 12,98 ppm. Key words: Stolephorus sp., kaholeo, fumigation, nutritional composition 
PENGARUH PENAMBAHAN KULIT BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, NILAI ORGANOLEPTIK DAN PROKSIMAT PADA KERUPUK IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) Sugiantari, Ni Wayan; Isamu, Kobajashi Togo; Faradilla, RH Fitri
Jurnal Fish Protech Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Fish Protech Vol. 2 No. 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v2i2.9229

Abstract

ABSTRACT          The aim of this study was to determine the effect of adding dragon fruit skin (Hylocereus polyrhizus) on organoleptic characteristic, nutritional content, and antioxidan activity of tcobfish crackers (Euthynnus affinnis). This study used a Randomized Design) consisting of  3 treatments namely A (23% tuna meat, 60% tapioca flour and dragon fruit skin 17%); treatment B (25% tuna meat, 50% tapioca flour, dragon fruit skin 25%) and treatment C (27% tuna meat, 40% tapioca flour, dragon fruit skin 33%). There were three replications each treatment, so that  there were 9 experimental units. The results showed that the analysis of variance descriptive and hedonic tests. The highest value of appearance was treatment C with descriptive and hedonic values respectively (5,10 and 3,14). The highest values of aroma was treatment A namely (7,26). The highest value of taste was parameters B (7.26), the highest value of textur was treatment B (7.26) and the highest hedonic value of cripness was treatment C (3.32). The addition of dragon fruit skin treatment did not significantly affect to organoleptic value of Cobfish crackers. The highest moisture content was treatment B (1.94). The highest average value of ash was treatment C (1.36). Treatment C with the highest value (22.73). Protein treatment parameters C with the highest value (26.14). The carbohydrate sample A with the highest value. The results of the antioxidant activity test obtained the IC50 value of the US sample with a value (307.30), BS sample (277.00), CS sample (278,57) , s ampel AB (258, 86), BB samples (251.80) and CB samples (225.23). Keywords: Crackers, dragon fruits rind, mackarel tuna, antioxidant activityABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) terhadap sipat organoleptik, kandungan gizi, dan aktivitas antioksidan kerupuk ikan tongkol (Euthynnus affinis). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu A (daging ikan tongkol  23%, tepung  tapioka 60%, dan kulit buah naga 17%), perlakuan B (daging ikan tongkol 25%, tepung tapioka 50%, kulit buah naga 25%), dan  perlakuan  C (daging ikan tongkol 27%, tepung tapioka 40%, kulit buah naga 33%). Masing-masing perlakuan dilakukan tiga kali ulangan, sehingga diperoleh jumlah satuan percobaan sebanyak 9 unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis ragam uji deskriptif dan hedonik Nilai tertinggi untuk parameter penampakan adalah perlakuan C dengan nilai deskriptif dan hedonik (5,10 dan 3,14. Nilai tertinggi untuk parameter aroma adalah perlakuan A yaitu (7,26). Parameter  rasa tertinggi B (7,26), tekstur tertinggi perlakuan B (7,26) dan kerenyahan nilai hedonik tertinggi perlakuan C (3,32). Perlakuan penambahan secara statisitk tidak berpengaruh nyata terhadap nilai organoleptik kerupuk ikan tongkol. Pada uji kandungan gizi proksimat dengan nilai rata-rata parameter kadar air tertinggi pada perlakuan B (1,94). Parameter abu dengan nilai rata-tertinggi pada perlakuan C (1,36). Parameter lemak perlakuan A perlakuan C dengan nilai tertinggi (22,73). parameter protein perlakuan C dengan nilai tertinggi (26,14). Parameter karbohidrat sampel A dengan nilai tertinggi. Hasil uji aktivitas antioksidan didapat nilai IC50  sampel AS dengan nilai (307,30), sampel BS (277,00), sampel CS (278,57), sampel AB  (258, 86), sampel BB (251,80) dan sampel CB (225,23). Kata kunci: aktivitas antioksidan, Ikan tongkol, kerupuk, kulit buah naga
PENGARUH PERBANDINGAN DAGING KERANG POKEA (Batissa violacea var. celebensis, von Martens 1897) DAN BUAH NANAS (Ananas comosus) TERHADAP KUALITAS KECAP Fatriana, Yuyun; Ibrahim, Mohammad Nuh; Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Fish Protech Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Fish Protech, April 2018
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v1i1.4408

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan daging  kerang pokea dan buah nanas terhadap uji organoleptik, uji kimia dan total bakteri kecap pokea. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 kali ulangan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kecap pokea diperoleh perlakuan terbaik pada perlakuan B2 dengan nilai uji kimia dan organoleptik yang tergolong tinggi dengan penilaian panelis yang cukup baik serta semua parameter uji berpengaruh sangat nyata. Rerata uji organoleptik rupa diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan B sebesar (3,58). Rerata parameter uji organoleptik bau diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan B sebesar (4,17). Rerata parameter uji organoleptik tekstur diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan B sebesar (4,13). Rerata parameter uji organoleptik rasa diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan B sebesar (3,69). Rerata uji kimia kadar protein diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan A sebesar (61,81) dan rerata uji total mikroba diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan D sebesar (0,17). Kata kunci : buah nanas, daging pokea, kecap pokea
STUDI PERBEDAAN PERSIAPAN BAHAN BAKU SURIMI TERHADAP KUALITAS SENSORIK DAN KIMIA SOSIS IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsskal) Endang, Wa; Patadjai, Andi Besse; Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Fish Protech Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Fish Protech
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v1i2.4897

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh persiapan bahan baku surimi yang berbeda pada kualitas sensoris dan kimia sosis ikan bandeng (Chanos chanos Forsskal). Pada penelitian ini terdapat tiga metode persiapan bahan baku yang digunakan sebagai bahan baku sosis ikan yaitu 100% surimi sebagai perlakuan S1; 50% surimi : 50% daging ikan cincang sebagai perlakuan S2; dan 100% daging ikan cincang sebagai perlakuan S3. Kualitas bahan baku ditentukan dengan uji lipat dan uji gigit, sedangkan untuk sosis ikan dilakukan analisis sensorik dan analisis proksimat. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa perlakuan 100% surimi (S1) diperoleh hasil uji sensorik aroma 5,4, odor 6,7, warna 5,25, berongga 4,9, shiness 5,4, kekenyalan 5,5, hardness 2,4, Juiceness 5,6, umami 6. Hasil analisis kimia dari perlakuan (S3)  berdasarkan berat kering diperoleh hasil kadar air, abu, lemak, protein berturut-turut yakni 58,96, 6,22%, 19,12%, 48,6%.Kata Kunci  : Bahan baku, Surimi, Sensorik, Sosis
PENGARUH PENAMBAHAN DAUN KUSAMBI (Schleichera oleosa) DAN DAUN KEDONDONG (Spondias pinnata) TERHADAP KUALITAS IKAN KEMBUNG (Rastrelliger kanagurta) PINDANG Setiani, Setiani; Ibrahim, Moh Nuh; Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Fish Protech Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Fish Protech Vol 2, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v2i1.6461

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan daun kusambi dan kedondong terhadap kualitas organoleptik, kamdungan kimia, dan kandungan total mikroba pada ikan kembung pindang. Metode penelitian ini menggunakan  Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu dengan variasi penambahan daun kusambi (K) dan daun kedondong (D) dan ikan (I) yang berbeda dimana perlakuan ID (300g I : 5g D), IK (300g I : 5g K) dan IDK (300g I : 5g D). Kandungan air dan protein di uji menggunakan metode AOAC dan kandungan total mikroba  di uji menggunakan TPC. Hasil uji kandungan kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan IDK 64,75% , hasil uji kandungan kadar protein tertingi terdapat pada perlakuan ID 26,34% dan hasil uji TPC (Total Plate Count ) IK 8,87x105 CFU/ml. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh nyata pada kandungan kadar air dan uji TPC dan terdapat pengaruh nyata terhadap kandungan protein pada ikan kembung pindang pada setiap perlakuan.Kata kunci: Ikan kembung (Rastrelliger Kanagurta), ikan pindang, kandungan kimia, TPC   AbstractThis study aims to determine the effect of the addition of kusambi and kedondong leaves on organoleptic quality, chemical content, and total microbial content in pindang mackerel. This study used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of theree treatments addition of kusambi leaves (K) and kedondong leaves (D) and different fish (I) where ID treatment (300g I: 5g D), IK ( 300g I: 5g K) and IDK (300g I : 5g D). Water and protein contents were tested by the AOAC method and the total microbial content was tested by the TPC. The highest water content test results found in the treatment IDK 64.75%, the results of the highest protein content test results found in the treatment ID 26.34% and the results of the TPC (Total Plate Count) test IK 8,87x105CFU/ml. The results of this study showed that there was no significant effect on the content of water content and TPC test and there was a significant effect on the protein content of pindang mackerel I neach treatment. Key words: Mackerel (Rastrelliger kanagurta.), pindang fish, chemical content, TPC
PENGARUH PROSES PEREBUSAN DAN PENGUKUSAN TERHADAP KANDUNGAN ALBUMIN DAN PROKSIMAT IKAN GABUS (Channa striata) Salmatia, Siti; Isamu, Kobajashi Togo; Sartinah, Ari
Jurnal Fish Protech Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Fish Protech Vol. 3 No. 1 April 2020
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v3i1.11606

Abstract

The Effect of The Boiling and Steaming Process on The Content of Albumin and Proximate Snakehead Fish (Channa striata). ABSTRACT         The aim of this study was to determine the effect of the boiling and steaming process on the content of albumin and proximate snakehead fish (Channa striata). This study used a complete randomized design (CRD) consisting of 3 treatments, namely: P1 = fresh, P2 = boiled and P3 = steamed and each treatment was repeated three times to obtain 9 experimental units. The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA), if the results of the analysis showed significant differences, then the Duncan's Multiple Range Test (DMRT) was performed to determine the real difference between treatments with a confidence level of 95% (a = 0.05). The results obtained showed that the effect of boiling and steaming processes on cork fish albumin levels were observed to have a significant effect where the value of albumin levels at P1 produced albumin levels was 0,35 mg/ml, P2 was 0,24 mg/ml and P3 was 0,27 mg/ml. Proximate analysis value on water content and protein content produced has a very significant effect, where the highest value of water content is in P2 of 76,25% and the highest value of protein content is in P2 of 21,52% and the proximate analysis of ash content and fat content snakehead fish has a significant effect where the highest value of ash content is in P3 of 1,2% and the highest value of fat content is in P1 of 1,79%. Keywords: albumin, snakehead fish, boiling, steaming.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proses perebusan dan pengukusan terhadap kandungan albumin dan proksimat ikan gabus (Channa striata). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan, yaitu : P1 = segar, P2 = rebus dan P3 = kukus dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 9 unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika hasil analisis menunjukan beda nyata maka dilakukan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) untuk mengetahui beda nyata antar perlakuan dengan tingkat kepercayaan 95% (a=0,05). Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pengaruh proses perebusan dan pengukusan terhadap kadar albumin ikan gabus yang diamati berpengaruh nyata dimana nilai kadar albumin pada P1 kadar albumin yang dihasilkan sebesar 0,35 mg/ml, P2 sebesar 0,24 mg/ml dan P3 sebesar 0,27 mg/ml. Nilai analisis proksimat pada kadar air dan kadar protein yang dihasilkan berpengaruh sangat nyata, dimana nilai tertinggi kadar air terdapat pada P2 sebesar 76,25% dan nilai tertinggi kadar protein terdapat pada P2 sebesar 21,52% dan pada analisis proksimat kadar abu dan kadar lemak ikan gabus berpengaruh nyata dimana nilai tertinggi kadar abu terdapat pada P3 sebesar 1,2% dan nilai tertinggi kadar lemak terdapat pada P1 sebesar 1,79%.Kata kunci: Albumin, Ikan gabus, perebusan, pengukusan.
ANALISIS MUTU KERANG DARAH (Anadara granosa) ASAP YANG DIKEMAS VAKUM DAN NON VAKUM PADA PENYIMPANAN SUHU RUANG Yoni, Yoni; Isamu, Kobajashi Togo; Rejeki, Sri
Jurnal Fish Protech Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Fish Protech Vol. 3 No. 1 April 2020
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v3i1.11611

Abstract

Quality Analysis of Smoked Cockle Shells (Anadara granosa) with vacuum and nonvacuum packaging techniques in room temperatureABSTRACT         This study aims to determine the effect of packaging factors and storage time on organoleptic values, total bacterial counts and chemical analysis of smoked cockle shells. The characteristics tested were sensory, water content, total bacterial count (TPC) and the value of the PAH compound (Polycyclic Aromatic Hydrocarbon) smoked cockle shells. This study uses a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 6 treatments V1L1 (vacuum packaging technique, 2 days storage time), V2L1 (nonvacuum packaging technique, 2 days storage time), V1L2 (vacuum packaging technique, length of storage time 4 days), V2L2 (non-vacuum packaging technique, 4 days storage time), V1L3 (vacuum packaging technique, 6 days storage time), V2L3 (non-vacuum packaging technique, 6 days storage time) and replications three times. Data from observations were analyzed using ANOVA (Analysis of Variance) at a level of 95%, if there is a significant difference (P> 0.05) then a further test was performed with a DMRT (Duncan Multiple Range Test) tests at a 95% significance level. The results obtained showed that the packaging technique and the storage time of smoked cockle shells had a very significant effect on the sensory value which included appearance, aroma, and taste, but the texture sensory had a real effect and on the fungus, sensory had no significant effect. The best results for sensory assessment are in the V1L1 treatment which has a value of appearance 7.62, aroma 7.64, taste 7.93 and texture 7.42. The best treatment on the total number of bacteria (TPC) showed the best value, namely V1L1 treatment with a value of 1.1 x 103 CFU / ml. The best treatment in chemical tests is in the treatment V1L1 with a moisture content value of 45.26%, while for the value of the PAH compound (Polycyclic Aromatic Hydrocarbon) the value is the same, <0.51 ppm both for vacuum and nonvacuum packaging techniques. Keywords: Cockle shells (Anadara granosa). Smoke, packaging, storage, room temperatureABSTRAKPenelitian ini bertujuan Untuk mengetahui  pengaruh faktor kemasan dan lama penyimpanan terhadap nilai organoleptik, jumlah total bakteri dan analisis kimia kerang darah asap. Karakteristik yang diuji yaitu sensori, kandungan kadar air, jumlah total bakteri (TPC) dan nilai  senyawa PAH (Polycyclic Aromatic Hydrocarbon) kerang darah asap. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan V1L1 (Teknik pengemasan vakum, lama waktu penyimpanan 2 hari), V2L1 (Teknik penemasan non vakum, lama waktu penyimpanan 2 hari), V1L2 (Teknik penemasan vakum, lama waktu penyimpanan 4 hari), V2L2 (Teknik penemasan non vakum, lama waktu penyimpanan 4 hari), V1L3 (Teknik penemasan vakum, lama waktu penyimpanan 6 hari),V2L3 (Teknik penemasan non vakum, lama waktu penyimpanan 6 hari) dan ulangan sebanyak tiga kali. Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) pada taraf  95%, apabila terdapat beda nyata (P>0,05) maka dilakukan uji lanjut dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf nyata 95%. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa teknik pengemasan dan waktu penyimpanan kerang darah asap memberikan pengaruh sangat nyata terhadap nilai sensori yang meliputi kenampakan, aroma, dan rasa, tetapi pada sensori tekstur memberikan pengaruh nyata dan pada sensori jamur berpengaruh tidak nyata. Hasil terbaik untuk penilaian sensori terdapat pada perlakuan V1L1 dimana memiliki nilai kenampakan 7,62, aroma 7,64, rasa 7,93 dan tekstur 7,42. Perlakuan terbaik pada jumlah total bakteri (TPC)  menunjukkan nilai terbaik yaitu perlakuan V1L1 dengan nilai 1,1 x 103 CFU/ml . Perlakuan terbaik pada uji kimia terdapat pada perlakuan V1L1 dengan nilai kadar air 45,26 %, sedangkan untuk nilai  senyawa PAH (Polycyclic Aromatic Hydrocarbon) nilainya sama yaitu <0,51 ppm baik yang teknik pengemasan vakum maupun non vakum.Kata kunci: kerang darah (Anadara granosa). pengasapan, pengemasan, penyimpanan, suhu ruang
KARAKTERISTIK SENSORI DAN KIMIA KERIPIK POKEA (Batissa violacea celebensis Martens 1897) DENGAN PERBANDINGAN DAGING POKEA DAN TEPUNG TAPIOKA YANG BERBEDA Pataran, Immesky Rilla; Ibrahim, Mohammad Nuh; Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Fish Protech Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Fish Protech, April 2018
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v1i1.4409

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan daging pokea dan tepung tapioka yang berbeda terhadap sensori keripik pokea dan untuk mengetahui pengaruh perbandinga daging pokea dan tepung tapioca yang berbeda terhadap uji kimia keripik pokea. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dengan tiga kali ulangan. Berdasarkan hasil penelitian keripik pokea diperoleh perlakuan terbaik pada perlakuan C dengan nilai kadar protein yang tergolong tinggi dengan penilaian panelis yang cukup baik. Keripik pokea dengan perlakuan peningkatan penambahan daging kerang pokea terhadap parameter uji sensori dan uji proksimat berpengaruh sangat nyata namun berbeda tidak nyata terhadap kadar air. Rerata parameter uji sensori rupa diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan B 4,16 (suka). Rerata parameter uji sensori bau diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan B 4,08 (suka). Rerata parameter uji sensori tekstur diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan B 4,11 (suka). Rerata parameter uji sensori rasa diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan B 4,08 (suka). Rerata uji kimia kadar protein diperoleh nilai tertinggi  pada perlakuan C (13,77%). Parameter uji kimia kadar lemak diperoleh nilai terendah pada perlakuan  C (30,82%).
STUDI PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG TAPIOKA YANG BERBEDA TERHADAP SIFAT FISIK DAN ORGANOLEPTIK AMPLANG IKAN BETE-BETE (Leiognathus equulus) Wulandari, Wulandari; Hermanto, Hermanto; Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Fish Protech Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Fish Protech
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v1i2.4893

Abstract

AbstrakTujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh dari tepung tapioka yang berbeda terhadap karakteristik fisik dan organoleptik ikan amplang bete-bete. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan ikan bete-bete dan tepung tapioka (50 g: 90 g), (50 g: 110 g) dan (50 g: 130 g). Perbedaan penambahan tepung tapioka menunjukkan hasil uji organoleptik tidak memiliki penambahan yang signifikan terhadap kenampakan, aroma, dan rasa     (p <0,05) dan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tekstur dan kerenyahan. Hasil uji karakteristik fisik amplang dengan peningkatan volume memiliki nilai paling tinggi pada perlakuan 90 gram adalah 10,86%. Nilai gizi dari amplang ikan ini sesuai dengan standar SNI, dan dapat diterima oleh panelis organoleptik.Kata kunci: ikan bete-bete, tepung tapioka, organoleptik, sifat fisik
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd. Rasyid Syamsuri Adrianti, Yulis Ahmad Mustafa Ahmad Mustafa Ahmad Mustafa Alam, Samsul Anita Komala Sari Ansharullah ansharullah Ari Sartinah Ari Sartinah, Ari Arpin, Iin Caroline Asman Asman Asnani Asnani Asnani Asnani Assidik, Fajrin Astika, Andilla Ayu Azzis, Muhammad Abdul Bramatya, Eko Daniningsih, Tri Dariyani, Dariyani Devi Natalia Dewi, Yosi Ananda Dhian Herdiansyah Endang, Wa Eni, Wa Erma Yunika Fahlani, Wd Wd Sitti Aisyah Nurul Fajriah Fajriah Fajriah Fajriah Fajriah Fajriah Fajriah Fajriah Fajriah Fajriah, Fajriah Farida Farida Fatriana, Yuyun Habil Yatsin Haka, Yogi Hasnia Arami Hermanto Hermanto Herniawan, Herniawan Hestiani, Hestiani Holyness Nurdin Singadimedja Ibrahim, Moh Nuh Ibrahim, Mohamad Nuh Ibrahim, Mohammad Nuh Ibrahim, Mohammad Nuh Idham, Nita Pratiwi Idrus Salam Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Kaudin, Ode Kiro, Muhammad Zul Sudrajat La Anadi La Karimuna La Ode Sahaba Laode Muhamad Hazairin Nadia Lolopayung, Selin Maharani Maharani, Maharani Mariana, Nining Marsuki Iswandi Mentang, Prilya Zhatrawati Mita Gebriella Inthe Muhammad Nur Muhammad Rais Muhammad Yunus Mujiati Mujiati Nabila, Leila Natalia, Tresia Nur Illiyin Akib, Nur Illiyin Nurfila, Nurfila Pangerang, Annisah Bulu Patadjai, Andi Besse Pataran, Immesky Rilla Rahmiatin, Titin Ramadhani, Dwirizqa Tiara RH. Fitri Faradilla Rusadi, Ririn Sahara, Rita Salam Salam Salman, Slamet Aprianto Salmatia, Siti Salmin, Nur Sampunur Sampunur Sari J, Yesti Sarnia Sarnia, Sarnia Setiani Setiani, Setiani Sri Rejeki Sri Wahyuni Sriyani, Wa Ode Sugiantari, Ni Wayan Sulistianti, Wa ODe Nova Sulsia, Sulsia Suriani Suriani Suwarjoyowirayatno Suwarjoyowirayatno Suwarjoyowirayatno, Suwarjoyowirayatno Tamrin Tamrin Taufik Taufik Virera, Julian Imelda Wulandari Wulandari Wulang Dari Yoni, Yoni