Hairin Fajeri
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

ANALISIS NILAI TAMBAH DODOL BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) DI DESA PEMUDA, KECAMATAN PELAIHARI, KABUPATEN TANAH LAUT (Studi Kasus Pada UMKM Berkat Motekar) Eva Dwi Suryati; Nina Budiwati; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2907

Abstract

Agroindustri yaitu industri yang mengolah bahan baku dari hasil pertanian yang kemudian diolah sedemikian rupa sehingga mempunyai nilai tambah dan dapat di konsumsi oleh semua kalangan masyarakat. UMKM yang mengolah olahan pangan lokal di Berkat Motekar yang berada di Desa Pemuda Kecamatan Pelaihari dimana industri ini bergerak pada pembuatan hasil pertanian yang mengolah olahan pangan lokal menjadi produk jadi yaitu dodol buah naga. Usaha rumah tangga ini berdiri pada tahun 2015 dan mempunyai 5 orang pekerja dimana pekerja ini adalah keluarga dan kerabat dari pemilik usaha tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2019 sampai Oktober 2019 di Desa Pemuda, Kecamatan Pelaihari. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui biaya, penerimaan dan keuntungan serta nilai tambah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan mempertimbangkan bahwa usaha ini satu-satunya yang mengolah olahan dodol dari buah naga. Besarnya biaya yang dikeluarkan di UMKM Berkat Motekar dengan berproduksi 24 kali selama 6 bulan pada bulan Januari 2019 sampai bulan Juni 2019 adalah sebesar Rp10.682.125,00 dan rata-rata yang dikeluarkan perbulannya sebesar Rp1.817.298,00 untuk penerimaan bersih yang diterima pengusaha UMKM Berkat Motekar selama 6 bulan adalah sebesar Rp15.890.000,00 dan rata-rata yang didapatkan setiap bulannya sebesar Rp2.648.333, dan  keuntungan yang didapatkan pengusaha UMKM Berkat Motekar sebesar Rp4.986.207,00 dan  rata-rata perbulannya sebesar Rp831.035,00 serta nilai tambah yang didapatkan tertinggi pada bulan April 2019 dan bulan Maret 2019 dengan nilai tambah  sebesar Rp1.701.693,00 dengan  rasio nilai tambah yang didapat sebesar 51,57% dan Rp1.637.543,00 dengan rasio nilai tambah sebesar 51,99%.
Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Produk Mie Instan Lemonilo di Kota Banjarbaru Farita Riani; Luki Anjardiani; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah perilaku masyarakat dalam membeli lemonilo dan untuk menelaah taraf puas konsumen mie lemonilo. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan metode Accidental Sampling sebagai metode penarikan contoh. Adapun untuk menganalisis proses keputusan pembelian konsumen dan Analisis IPA serta CSI yang kemudian hasilnya dideskriptifkan. Hasil penelitian terkait dengan 5 tahap proses keputusan pembelian konsumen yang meliputi fase identifikasi keperluan, eksplorasi informasi, penilaian opsi, ketetapan pembelian, dan perilakuselepas pembelian. Adapun terkait dengan kepuasan konsumen memperlihatkan bahwa ditemukan 5 atribut di wilayah 1, sebanyak 5 atribut pada wilayah 2, dan terdapat 3 atribut di wilayah 3, sedangkan hasil CSI menunjukkan sebanyak 78%. Dimana termasuk dalam kategori “Puas”.
Analisis Usaha Produk Sirup Limau Kuit Borneo Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Husnil Yusra; Hairin Fajeri; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5956

Abstract

Sektor pertanian memegang peranan penting dalam perekonomian nasional. Dibuktikan dengan munculnya berbagai macam usaha, mulai dari usaha kecil milik perorangan dan perusahaan besar yang sudah berkembang, yang lebih dikenal dengan istilah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Salah satu usaha pengolahan yang menggunakan bahan baku buah limau kuit di Kota Banjarbaru adalah industri pengolahan minuman sirup “Borneo Bu Mun” bertempat di Komplek Berlina Jaya 4, No 5, RT 11/RW 02, Jalan Sidorejo, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan umum aktivitas bisnis pengolahan pada produk sirup limau kuit; menganalisa macam-macam biaya, penerimaan, serta keuntungan dari usaha pengolahan pada produk sirup limau kuit Borneo, menganalisa kelayakan usaha dan titik impas (Break Event Point) pengolahan pada produk sirup limau kuit Borneo. Penelitian ini berlangsung dari Maret sampai dengan November 2020. Jenis data yang digunakan adalah data utama (primer) dan data pembantu (skunder). Prosesnya jeruk limau kuit dibersihkan dan pilah dengan air bersih, selanjutnya diperas untuk diambil airnya, setelah didapatkan biangnya lanjut proses pemasakan dengan gula dilarutkan, masukkan pewarna makanan dan masak sampai keketanlan yang diinginkan didapatkan, dinginkan selama 1-1,5 jam dan kemudian dikemas dalam botol sesuai varian yang disediakan. Usaha sirup limau kuit Borneo diproduksi dengan 2 jenis varian berdasarkan volume botol yaitu sebesar 500 ml dan 250 ml. Biaya yang dikelurkan dari bulan Januari-Desember 2019 Sebesar Rp. 490.728.600. Penerimaan yang diterima dari Januari-Desember sebesar Rp. 742.500.000. Keuntungan yang didapat adalah Rp. 251.771.400. Nilai kelayakan RCR yang diperoleh sebesar 1,51. Nilai  BEP  penjualan  ada 2 (dua) jenis yaitu 500 ml dan 250 ml diperoleh berturut-turut sebanyak 20.644,93 dan 6.881,64 dengan penjualan dalam rupiah beturut-turut sebesar Rp. 410.938.560 dan sebsar Rp. 102.734.640. Nilai BEP berdasarkan jumlah harga jual perbotol 500 ml dan 250 ml berturut-turut sebesar Rp. 16.372,89 dan sebesar Rp. 8.186,44
Analisis Usahatani Durian di Desa Laburan Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong (Studi Kasus Usahatani Durian Bapak Handoko) Dony Adam; Hairin Fajeri; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.6044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keuntungan usahatani durian Bapak Handoko, mengetahui kelayakan usahatani durian Bapak Handoko, serta menganalisis permasalahan yang ada di Usahatani Durian Bapak Handoko. Jenis data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Biaya total dalam setahun adalah Rp 11.352.190,00 dan penerimaan sejumlah Rp 240.000.000,00. Jadi dalam setahun keuntungannya adalah Rp 228.647.810,00. RCR yang diperoleh adalah 21,1 artinya usahatani durian dikatakan layak, dimana setiap Rp 1 biaya yang dikeluarkan akan memberikan penerimaan sejumlah Rp 21,1. Pada usahatani durian Bapak Handoko mempunyai masalah pada hama yang menyerang pohon durian tersebut. Hama yang sering menyerang biasanya lalat buah dan hama penggerek batang. Dimana Lalat buah menyebabkan perubahan pada warna kulit buah dan terjadi pembusukan buah. Sedangkan hama penggerek batang mengakibatkan tanaman layu, dan daun-daun menjadi kering hingga berguguran.
Analisis Pendapatan Industri Rumah Tangga Pengolahan Daging Buah Kemiri di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Khairunnisa Khairunnisa; Nuri Dewi Yanti; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i4.5902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, dan keuntungan serta mengetahui permasalahan apa saja yang dihadapi oleh industri rumah tangga pengolahan daging buah kemiri di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 2020. Data yang dikumpulkan adalah data satu kali proses produksi dalam kisaran waktu satu minggu. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode acak berimbang (proportional random sampling) sebanyak 30 orang pengolah kemiri dijadikan sebagai responden dengan pertimbangan bahwa kondisi populasi mayoritas homogen. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata total biaya yang dikeluarkan oleh industri pengolahan daging buah kemiri sebesar Rp1.225.628 per satu kali proses produksi, rata-rata penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 1.582.578 per satu kali proses produksi dan keuntungan yang didapat rata-rata sebesar Rp356.950 per satu kali proses produksi. Adapun permasalahan yang dihadapi industri rumah tangga pengolahan daging buah kemiri adalah ketersediaan bahan baku dan peralatan yang masih sederhana.
Analisis Finansial Usaha Kopi Hirang “Efgeen” di Kelurahan Komet Kota Banjarbaru Rizqy Puspitasari; Hairin Fajeri; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7790

Abstract

Usaha Kopi Hirang “eFGeeN” merupakan salah satu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memproduksi kopi bubuk di Kota Banjarbaru yang dirintis pada tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan dan pendapatan serta menganalisis kelayakan usaha dan titik impas atau Break Even Point (BEP) pada usaha Kopi Hirang “eFGeeN”. Berdasarkan hasil penelitian, biaya total yang dikeluarkan usaha Kopi Hirang “eFGeeN” pada bulan Desember 2021 sebesar Rp16.145.862 dengan penerimaan total sebesar Rp18.875.000 dan pendapatan yang diperoleh sebesar Rp2.729.138. Kelayakan usaha Kopi Hirang “eFGeeN” pada bulan Desember 2021 sebesar 1,17. Hal ini menunjukkan bahwa usaha Kopi Hirang “eFGeeN” menguntungkan dan layak untuk dijalankan. Titik impas produk kopi bubuk robusta varian rasa original kemasan aluminium foil sebanyak 65,67 kemasan dengan jumlah penjualan Rp1.970.186. Titik impas produk kopi bubuk robusta varian rasa salted caramel kemasan aluminium foil sebanyak 95,51 kemasan dengan jumlah penjualan Rp2.865.404. Titik impas produk kopi bubuk liberika varian rasa original kemasan aluminium foil sebanyak 94,20 kemasan dengan jumlah penjualan Rp3.297.100. Titik impas produk kopi bubuk robusta varian rasa original kemasan kaleng sebanyak 11,18 kemasan dengan jumlah penjualan Rp558.963. Titik impas produk kopi bubuk robusta varian rasa salted caramel kemasan kaleng sebanyak 6,87 kemasan dengan jumlah penjualan Rp343.394. Titik impas produk kopi bubuk liberika varian rasa original kemasan kaleng sebanyak 21,77 kemasan dengan jumlah penjualan Rp1.088.477.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI SAYURAN HIDROPONIK DI KOTA BANJARBARU (STUDI KASUS PADA USAHATANI SAYURAN HIDROPONIK CASUAL FARMER) Rahmat Pamuji; Hairin Fajeri; Ahmad Yousuf Kurniawan
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2623

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyelenggaraan, menganalisis kelayakan finansial, dan mengetahui sensitivitas usahatani sayuran hidroponik terhadap penurunan harga jual dan peningkatan biaya produksi. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Metode yang digunakan adalah metode dekskriptif untuk mengetahui penyelenggaraan usahatani sayuran, untuk mengukur kelayakan finansial digunakan kriteria investasi NPV, Net B/C, dan IRR, dan analisis sensitivitas digunakan skenario penurunan harga jual dan peningkatan biaya produksi. Hasil penelitian menyatakan bahwa keadaan penyelenggaraan usahatani Casual Farmer dikatakan baik karena memenuhi panduan pertanian hidroponik dari Kementerian Pertanian. Analisis kelayakan finansial dengan menggunakan tingkat suku bunga 12% diperoleh nilai NPV positif sedangkan nilai Net B/C > 1 dan nilai IRR > Interest rate. Hal ini menandakan bahwa usahatani Casual Farmer secara finansial layak untuk diteruskan. Hasil analisis sensitivitas (switching value) pada usahatani sayuran hidroponik Casual Farmer disimpulkan bahwa usahatani sayuran hidroponik Casual Farmer peka atau sensitif terhadap penurunan harga jual maupun peningkatan biaya produksi. Namun kecendrungan kepekaan atau sensitifnya usahatani sayuran hidroponik Casual Farmer lebih dominan terhadap penurunan harga jual. Biaya penurunan harga jual maksimal yang dapat diterima pemilik agar usahatani tetap layak sebesar 15% yaitu Rp.5.250,00 per Kg.Kata kunci: kelayakan finansial, usahatani, sayuran hidroponik 
ANALISIS USAHA DODOL KANDANGAN DI DESA TELAGA BIDADARI, KECAMATAN SUNGAI RAYA, KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN (STUDI KASUS : DODOL MAMA ALFI) Nurmahlina Nurmahlina; Abdurrahman Abdurrahman; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2629

Abstract

Indonesia memiliki jumlah penduduk sekitar 266,91 juta jiwa. Dengan jumlah penduduk tersebut makanan ringan akan banyak diperlukan dan menjadi produk yang potensial dipasaran. Makanan yang ada sangat beragam baik makanan ringan modern maupun tradisional, salah satunya dodol. Dodol ialah makanan khas Indonesia yang dijumpai di berbagai daerah dan merupakan cemilan semi basah. Kandangan merupakan tempat produksi dodol di Kalimantan Selatan salah satunya adalah dodol asli Kandangan produksi Mama Alfi. Usaha dodol kandangan ini berdiri sejak tahun 1988 pemiliknya adalah sepasang suami istri yaitu Bapak Suhaimi dan istri beliau bernama Ibu Hamdanah. Usaha ini merupakan usaha turun temurun dari keluarga Bapak Suhaimi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar biaya, penerimaan, keuntungan, tingkat kelayakan, serta pendistribusian dodol Kandangan produksi Mama Alfi. Metode yang digunakan adalah studi kasus, metode ini hanya menerapkan penelitian pada satu kasus saja. Perhitungan ini dilakukan pada periode satu bulan yaitu bulan September 2019 (01-30 September). Berdasarkan hasil penelitian ini menyatakan bahwa biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 77.893.386, penerimaan sebesar Rp 90.020.000, keuntungan sebesar Rp 12.126.614, dan tingkat kelayakan dinyatakan bahwa RCR>1 yaitu 1,15 yang artinya bahwa usaha dodol Kandangan produksi Mama Alfi ini menguntungkan dan layak untuk diteruskan. Sedangkan pendistribusian dilakukan ke pedagang pengecer di berbagai daerah dan ada juga konsumen yang langsung membeli ke tempat produksi dodol Mama Alfi. Kata kunci: revenue cost ratio (RCR), usaha, dodol kandangan, biaya
Preferensi Konsumen Remaja pada Kafe Kopi di Kota Banjarbaru (Studi Kasus Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat) Aulia Savira Puteri; Djoko Santoso; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.6015

Abstract

Modernisasi mengakibatkan  adanya pergeseran perilaku konsumsi. Dengan meningkatnya taraf  hidup dan  pergeseran gaya hidup masyarakat perkotaan di Indonesia telah  mendorong terjadinya pergeseran dalam  pola konsumsi kopi. Salah satu kota yang mengalami perkembangan kafe kopi yang cukup pesat adalah Kota Banjarbaru. Hal ini dapat membuat konsumen memiliki alternatif pilihan dan membuat pengusaha kopi harus mengenali perilaku konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan preferensi konsumen remaja pada kafe kopi di Kota Banjarbaru. Teknik pengumpulan data pada penelitian  ini adalah  menggunakan kuesioner dan  metode penarikan contoh yaitu menentukan kafe kopi melalui penelitian pendahuluan untuk mereduksi 40 kafe kopi menjadi 8 kafe kopi dan memberi penilaian 8 kafe kopi terpilih menggunakan metode angket diperoleh 100 responden sesuai syarat sebagai responden yaitu mahasiswa  aktif Agribisnis yang bersedia mengisi kuesioner dan berusia 17-22 tahun serta belum menikah. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis konjoin. Analisis konjoin akan menghasilkan preferensi konsumen pada kafe kopi yang terpilih. Kafe kopi yang terpilih diantaranya Janji Jiwa, U Need, Sabar Menanti, Kedai Kopi Kulo, Kupi Datu, Kopi Pasar, Syihab Corner dan Excelso. Diantara 8 kafe kopi yang terpilih ada 1 kafe kopi  yang tidak beroperasi lagi karena adanya pandemi Covid-19. Berdasarkan  hasil analisis konjoin menunjukkan bahwa D10= minuman dan cemilan merupakan level yang paling berpengaruh nyata terhadap preferensi konsumen  remaja karena nilai koefisien regresi menunjukkan angka negatif paling besar yaitu sebesar (-2.68) dan sementara itu, kafe kopi yang paling disukai oleh konsumen yaitu Kafe Kopi Janji Jiwa. Saran untuk penelitian selanjutnya  jika keadaan kembali normal adalah agar juga memperhatikan outdoor kafe kopi.
Analisis Daya Saing Ekspor Kunyit Indonesia di Pasar Internasional Aulia Rahmah; Hairin Fajeri; Sadik Ikhsan
Frontier Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i3.5925

Abstract

Kunyit merupakan salah satu komoditas ekspor yang berpotensi besar bagi Indonesia di pasar internasional. Menurut data dari UN Commodity Trade Statistic, Indonesia selama 5 tahun berturut-turut selalu menjadi salah satu negara pengekspor kunyit terbesar dipasar internasional. Namun, ekspor kunyit Indonesia pada tahun 2019 mengalami penurunan signifikan dari ekspor tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur pasar kunyit dalam perdagangan kunyit di pasar internasional, menganalisis daya saing kunyit Indonesia serta menganalisis spesialisasi perdagangan kunyit Indonesia di pasar internasional. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa cross section 8 negara pengekspor kunyit terbesar yaitu India, Myanmar, Indonesia, Viet Nam, Belanda (Netherlands), Inggris (United Kingdom), Prancis (France) dan Jerman (Germany). Data dalam bentuk time series 10tahun (2010-2019) yang bersumber dari UN Comtrade, International Trade Centre(ITC), dan Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS). Metode analisis data yang digunakan adalah analisis Hirschman Herfindahl Index (HHI), Concentration Ratio (CR) untuk struktur pasar, analisis Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA) untuk daya saing dan Indeks Spesialisasi Perdagangan(ISP) untuk spesialisasi perdagangan kunyit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar kunyit dunia selama 10 tahun adalah pasar oligopoli penuh tipe II atau pasar very high oligopoly. Nilai RSCA kunyit Indonesia menunjukkan bahwa pada tahun 2011, 2014, 2015, 2016 dan 2017 Indonesia menempati posisi ketiga terkuat dalam ekspor kunyit,namun padatahun 2010, 2012, 2013 dan 2018 turun keposisi keempat terkuat dalam ekspor kunyit di pasar internasional. Spesialisasi perdagangan kunyit Indonesia selama 10tahun berdasarkan nilai ISP menunjukkan cenderung sebagai pengekspor kunyit di pasar internasional dengan daya saing kuat. Ekspor kunyit Indonesia masih dalam tahapan pertumbuhan ekspor di pasar internasional. Kunyit Indonesia memiliki potensi dan daya saing kuat dilihat dari jumlah permintaan yang besar baik dari dalam maupun luar negeri, potensi sumber daya alam yang mendukung serta kondisi iklim Indonesia sesuai dengan pengusahaan kunyit.