Hairin Fajeri
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Tingkat Kesejahteraan Petani Karet di Desa Nawin Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan Fitria Ulfah; Mariani Mariani; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i4.11552

Abstract

Kesejahteraan mempunyai dua dimensi, yaitu dimensi material dan spritual. Pengukuran kesejahteraan material relatif lebih mudah dan akan menyangkut pemenuhan kebutuhan keluarga yang berkaitan dengan materi, baik pangan, sandang, dan papan, serta kebutuhan lainnya yang dapat diukur dengan materi. Penelitian bertujuan menganalisis tingkat kesejahteraan dan mengidintifikasi permasalahan yang dihadapi keluarga petani karet di Desa Nawin Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian dilakukan sejak Januari 2023 sampai dengan Juli 2023. Untuk metode penarikan contoh menggunakan populasi, sampel terdiri dari 33 responden. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat kesejahteraan kelompok petani karet mupakat sebanyak 17 responden berada pada kriteria tinggi dengan presentase 52% dan 16 responden berada pada kriteria sedang dengan presentase 48%. Permasalah yang dihadapi petani yaitu harga karet, produksi, dan iklim.
Analisis Finansial Usaha Pembibitan Tanaman Hortikultura dan Tanaman Kehutanan (Studi Kasus CV Bauntung Tiga) di Desa Sungai Sipai Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Hayatun Nafsiah; Artahnan Aid; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.800

Abstract

Tujuan Nasional dalam pengembangan subsektor tanaman pangan dan tanaman hortikultura adalah swasembada pangan. Sedangkan tujuan utama pengembangan subsektor tanaman pangan dan tanaman hortikultura adalah peningkatan produksi dan kesejahteraan petani yang dicapai melalui upaya peningkatan pendapatan, produksi dan produktivitas usaha tani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan usaha pembibitan tanaman hortikultura dan tanaman kehutanan, biaya yang dikeluarkan, penerimaan dan keuntungan serta kelayakan usaha secara jangka pendek pada CV Bauntung Tiga. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sungai Sipai Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar  mulai dari bulan September 2018 sampai Januari 2019. Usaha ini mulai berdiri  berdiri  pada tahun  2003  dan  resmi  menjadi CV Bauntung Tiga pada tahun 2016 pemiliknya adalah H. Ahyani. Penentuan lokasi dalam penelitian ini dilakukan secara porposive. Berdasarkan hasil penelitian ini menyatakan bahwa nilai profit rate 213,94% > 0,16% inflation rate yang artinya bahwa usaha pembibitan tanaman hortikultura dan tanaman kehutanan pada CV Bauntung Tiga secara jangka pendek layak untuk diteruskan.Kata kunci: analisis jangka pendek, hortikultura, kehutanan
Analisis Usahatani dan Nilai Tambah Jagung Hibrida Pipil Kering Sebagai Pakan Ternak di Desa Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut Rivaldi Ramadani; Eka Radiah; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1305

Abstract

Abstrak. Sebagai salah satu sumber bahan pangan, jagung telah menjadi komoditas utama dan menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto. Usahatani jagung pipil di Desa Tajau Pecah sendiri mengalami permasalahan. Iklim yang tidak menentu serta terbatasnya pengetahuan petani dalam analisis usahatani yang mereka jalankan menyebabkan kurang maksimalnya pengetahuan petani secara teorisits tentang usahatani jagung pipil yang dilakukan apakah memberikan keuntungan yang maksimum atau tidak jika dilihat dari RCR (Return Cost Ratio). Adanya nilai tambah terhadap penjualan jagung pipil, didasari oleh perbedaan harga jual antara jagung pipil kering dan jagung pipil basah. Tujuan penelitian ini yaitu, menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan, efisiensi usaha dan nilai tambah dari usahatani jagung pipil tersebut. Dalam pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode simple random sampling (contoh acak sederhana) yaitu 47 responden petani jagung pipil yang diambil. Analisis data yang digunakan adalah biaya eksplisit, biaya implisit, biaya total, penerimaan, pendapatan, keuntungan, efisiensi usaha dan nilai tambah. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi usahatani jagung pipil untuk satu kali periode tanam mencapai 23.890,97 kg dengan jumlah 1.122.876 kg. Kemudian untuk penerimaan petani jagung pipil rata-rata sebesar Rp 69.283.838,30,00 dengan jumlah Rp 3.256.340.400 dari keseluruhan petani responden. Rata-rata biaya yang dikeluarkan petani dalam satu kali periode tanam sebesar Rp 33.950.143,61,00 dengan total biaya sebesar Rp 1.595.656.750,00. Pendapatan yang diperoleh petani sebesar Rp 1.799.905.650,00 dengan keuntungan sebesar Rp 1.660.683.650,00. Nilai R/C Ratio pada usahatani jagung pipil sebesar 2.21. Berdasarkan kriteria nilai R/C Ratio > 1 yang artinya usahatani jagung pipil di Desa Tajau Pecah dapat dikatakan efisiensi dan layak untuk diusahakan. Selanjutnya untuk nilai tambah yang diperoleh dalam usahatani jagung pipil kering sebesar Rp 1.285,00 Nilai tambah tersebut diperoleh dari pengurangan nilai output (jagung pipil kering) dengan biaya bahan baku dan biaya input lainnya.Kata kunci: biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, efisiensi usaha dan nilai tambah 
Analisis Usahatani dan Viabilitas Finansial Petani Padi di Desa Manarap Baru Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar Muhammad Maulana; Hairin Fajeri; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.6001

Abstract

Pendapatan berkaitan dengan penilaian sejauh mana kondisi usaha yang dijalankan berdasarkan kelayakan, hal ini juga terkait dengan teori viabilitas. Viabilitas finansial ialah proses terintegrasi, meliputi laporan keuangan, rancangan bisnis, dan semua informasi yang mendukung penghitungan viabilitas finansial, terlepas dari apakah perusahaan dapat bertahan kedepannya. Penelitian bertujuan menganalisis pendapatan bersih usahatani, menganalisis kelayakan dan menganalisis viabilitas finansial petani padi di Desa Manarap Baru Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar. Pemilihan daerah penelitian dilakukan survei dengan mempertimbangkan permasalahan yang ada. Jumlah sampel dalam penelitian ini diambil yaitu 10 persen dimana populasi sampel 323 maka yang diambil 10 persen berjumlah 32 responden dengan acak sederhana (simple random sampling). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pendapatan bersih dari usahatani padi sebanyak Rp 23.342.511,19/tahun dan untuk analisis kelayakan R/C ratio dengan nilai rata-rata sebesar 2,20 serta dikatakan layak untuk dilanjutkan usahatani padi sedangkan perhitungan analisis kelayakan menggunakan B/C ratio dengan nilai rata-rata sebesar 1,20 dan dapat dikatakan layak dari manfaat yang diterima. Untuk hasil tujuan ketiga viabilitas finansial petani padi dalam satu tahun, tergolong viabel. Dengan jumlah rata-rata penerimaan Rp 53.284.687,50/tahun dan mampu menutupi biaya produksi Rp 18.110.926,25/tahun serta biaya konsumsi Rp 24.358.875,00/tahun. Sedangkan untuk rata-rata viabilitas finansial sebesar Rp 10.814.886,19/tahun
Evaluasi Pelaksanaan Program Asuransi Usahatani Padi (AUTP) pada Dua Tipe Lahan Lebak di Kabupaten Hulu Sungai Utara Elly Fitriyana; Muhammad Fauzi; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.6026

Abstract

Rawannya sektor pertanian usahatani padi terkena dampak negatif dinamika perubahan iklim seperti serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), banjir dan kekeringan. Jika tidak ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat, dapat berpotensi melemahkan petani dalam upaya mengembangkan usahatani dan berdampak pula terhadap kondisi ekonomi petani. Untuk mengurangi risiko dan kerugian yang dihadapi petani padi, pemerintah menjalankan program AUTP. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan gambaran pelaksanaan AUTP , mengidentifikasi permasalahan yang menghambat terserapnya AUTP dan menganalisis faktor yang menjadi pengaruh terhadap keikutsertaan petani pada program AUTP. Penarikan contoh dilakukan menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel diambil sebanyak 35 orang petani mengikuti AUTP dan 35 orang petani tidak mengikuti AUTP. Analisis deskriptif dan analisis regresi logistik biner digunakan untuk menjawab tujuan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan AUTP di Kabupaten Hulu Sungai Utara terdiri dari tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Secara keseluruhan, pelaksanaan AUTP di Kabupaten Hulu Sungai Utara sudah sesuai dengan pedoman AUTP yang berlaku dan tidak ada perbedaan prosedur pelaksanaan baik untuk lahan lebak pematang maupun lebak tengahan. Permasalahan yang menghambat terserapnya AUTP disebabkan oleh faktor internal berasal dari petani dan faktor eksternal yang dilihat dari pelaksanaan AUTP dan kondisi lahan wilayah penelitian. Melalui analisis regresi logistik biner diketahui bahwa semua variabel independen penelitian yaitu lama pendidikan formal, luas lahan yang diusahakan, pengalaman usahatani padi, pendapatan usahatani padi, risiko kemungkinan kerusakan panen dan kemampuan petani membayar premi memberikan pengaruh sangat nyata terhadap keikutsertaan petani pada program AUTP.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN AYAM GEPREK SOLO DI KOTA BANJARBARU Neta Anita Malinda; Hairin Fajeri; Sadik Ikhsan
Frontier Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i4.2937

Abstract

Persaingan dalam dunia bisnis semakin bertambah ketat. Persaingan yang semakin ketat ini menuntut para pelaku bisnis untuk mampu memaksimalkan kinerja perusahaannya agar dapat bersaing di pasar. Metode dasar penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pelaksanaan penelitian menggunakan metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive), yaitu di Kota Banjarbaru dengan memilih pembeli ayam geprek. Metode penarikan contoh dilakukan dengan teknik convenience sampling, kemudian didapat 64 orang. Data yang digunakan adalah data primer dan data skunder. Metode analisis data yang digunakan adalah Model Angka Ideal (Ideal Point Model). Hasil penelitian ini menunjukkan berdasarkan hasil perhitungan dengan Model Angka Ideal, atribut yang dianggap paling penting oleh konsumen adalah atribut kebersihan ruang makan dan atribut dengan nilai kepentingan terendah yaitu atribut dekorasi rumah makan. Kemudian atribut yang dianggap konsumen paling sesuai dengan harapannya dan nilai total sikap (Ab) yang paling baik adalah atribut lokasi rumah makan yang strategis, sedangkan atribut yang paling tidak sesuai dengan harapan dan nilai total sikap (Ab) yang paling buruk menurut konsumen adalah atribut dekorasi rumah makan. Kemudian berdasarkan hasil perhitungan Model Angka Ideal, nilai total sikap konsumen terhadap keseluruhan atribut ayam geprek adalah 34,34 angka ini berada pada kategori skala  34,34 <= AB < 68,69 yang menunjukkan bahwa keseluruhan atribut ayam geprek dianggap baik oleh konsumen.Saran dari penelitian ini yaitu berdasarkan hasil perhitungan dengan  Model Angka Ideal, atribut dekorasi rumah makan memiliki skor total sikap (Ab) yang paling buruk daripada atribut laiinya, artinya atribut ini belum sesuai dengan harapan konsumen. Maka, perlu adanya peningkatan kinerja aktual yakni dengan melakukan penambahan pajangan dinding dan aksen-aksen dekorasi lainnya.
ANALISIS RISIKO USAHATANI SEMANGKA DI DESA MUNING TENGAH, KECAMATAN DAHA SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Norhalis Norhalis; Sadik Ihsan; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2620

Abstract

Semangka merupakan salah satu tanaman yang termasuk dalam komoditas hortikultura. Salah satu desa yang mengusahatanikan semangka terbesar di Kecamatan Daha Selatan adalah Desa Muning Tengah. Namun tidak terlepas dengan ketidakpastian  harga dan produksi yang mengakibatkan pendapatan petani semangka di Desa Muning Tengah tidak menentu. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peluang risiko terhadap pendapatan petani semangka, persepsi petani, dan cara petani dalam  menghadapi risiko. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Muning Tengah Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan mulai dari bulan Agustus 2018 sampai selesai. Metode penelitian yang dipakai yaitu deskriptif dan analitik. Sampel yang digunakan sebanyak 74 petani dari 290 petani. Analisis koefisien variasi, skala likert, dan perilaku manajemen risiko dipakai untuk mencapai tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien variasi (CV) sebesar 0,86 dan batas bawah pendapatan (L) sebesar Rp -6693621,286 hal  menunjukkan bahwa ada peluang kerugian pada petani semangka disetiap musim tanam, persepsi petani terhadap risiko adalah netral karena tidak terlalu mengganggu jalannya usahatani semangka. Perilaku manajemen risiko ex-ante dijalankan dengan  mengikuti pola tanam semangka-labu-tomat, memakai modal sendiri, memakai varietas semangka yang lebih dari satu, asal benih yang digunakan membeli dari toko saprodi, dan hanya ada disatu lokasi penanaman. Perilaku manajemen risiko interactive dilakukan dengan cara tidak melakukan pemunduran waktu tanam,  menjalankan pergantian tanaman apabila ada tanaman yang tidak tumbuh  lagi, jarak tanam sesuai anjuran yaitu 50x50,  memanfaatkan TK dalam keluarga apabila kekurangan tenaga kerja, dan waktu pengendalian OPT setiap saat terjadi serangan. Perilaku manajemen risiko ex-post yang dilakukan petani adalah sistem penjualan timbangan apabila harga jual turun dan hasil produksi kurang baik, harga semangka ditentukan dilahan, para petani semangka sebagian besar bergantung pada usahatani semangka, dan apabila usahatani semangka dianggap tidak berhasil, petani akan tetap menanam semangka di musim selanjutnya bahkan akan mengatasi penyebab kegagalan yang telah dihadapi.Kata kunci:usahatani semangka, risiko, perilaku manjemen risiko
Strategi Pengembangan Usaha Jamur Merang “Bajarang” Gunung Kupang Cempaka Banjarbaru Yoga Kurniawan; Muhammad Fauzi; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal dan menentukan srategi pengembangan usaha jamur merang “BAJARANG” di Gunung Kupang Cempaka Banjarbaru melalui analisis SWOT dan QSPM. Penelitian ini dilaksanakan di Gunung Kupang Cempaka Banjarbaru, pada bulan September 2021 sampai November 2021. Penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan responden, terdiri dari 2 orang pemilik usaha jamur merang ”BAJARANG”. Penarikan contoh dalam penelitian ini dilakukan dengan cara sengaja (Purposive Sampling) kriteria populasi yang telah ditentukan terdiri dari 2 orang sebagai pemilik usaha karena usaha jamur merang “BAJARANG” merupakan usaha kelompok. Strategi pengembangan usaha jamur merang “BAJARANG” melalui analisis SWOT dan QSPM yang mempertimbangkan sebuah pencapaian dengan analisis setiap faktor internal dan eksternal yang dianalisis melalui identifikasi dan perhitungan untuk mendapat sebuah alternatif strategi yang menarik dipertimbangkan dalam keputusan pengembangan usaha. Hasil yang diperoleh melalui perhituangan analisis SWOT dan QSPM dengan mengetahui Total nilai daya tarik pemilik usaha, alternatif strategi yang paling menarik diprioritaskan untuk diterapkan yaitu meningkatkan produksi dengan memanfaatkan luas lahan untuk memenuhi permintaan, dengan skor QSPM tertinggi 4.93207237 pada urutan pertama. Prioritas yang didapat akan menjadi pertimbangan yang menarik pada perusahaan untuk mencapai tujuan dalam pengembangan usaha jamur merang.
Analisis Pengembangan Usaha Kue Roti Baras sebagai Makanan Khas Kalimantan Selatan (Studi Kasus Pada Kue Roti Baras “Wadai Kita”) Salsabilla Nur Widya; Hairin Fajeri; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7876

Abstract

Roti Baras Wadai Kita merupakan salah satu kue tradisional asal Hulu Sungai Tengah yang sudah sangat jarang ditemui dan mulai tidak dikenali masyarakat luas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan usaha yang tepat dengan mencari faktor Strength, Weakness, Opportunities, dan Threats (SWOT) dari kue Roti Baras Wadai Kita sehingga dapat bersaing dengan produsen kue-kue lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kekuatan dari produk lebih besar dari faktor kelemahan produk serta peluang produk lebih tinggi dibandingkan ancaman pada produk. Hal ini mengartikan bahwa strategi yang tepat untuk perusahaan adalah strategi agresif dikarenakan perusahaan berada pada kuadran I. Terdapat 8 variabel yang signifikan terhadap karakter pelanggannya, yaitu cita rasa, harga produk, keunikan brand, keunikan produk, lokasi pemasaran, pelayanan, bahan baku, kualitas dan rasa produk.
KAJIAN PREFERENSI KONSUMEN DALAM PEMBELIAN SAYURAN DI KELURAHAN CEMPAKA KECAMATAN CEMPAKA KOTA BANJARBARU Meldisa Septa Reckasari; Hairin Fajeri; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12268

Abstract

Sayuran merupakan sumber pangan nabati yang mengandung zat gizi berupa mineral dan vitamin yang memiliki manfaat bagi tubuh manusia. Pemenuhan kebutuhan ini tentu saja akan meningkatkan permintaan pasar, sehingga para pelaku usaha dituntut untuk memenuhi permintaan konsumen dari segi kuantitas dan kualitas. Untuk memahami yang diharapkan oleh konsumen, diperlukan informasi pasar tentang preferensi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis sayuran yang sering dibeli oleh konsumen dan untuk menjelaskan serta menganalisis atribut-atribut yang dipertimbangkan oleh konsumen saat membeli sayuran di Kelurahan Cempaka. Penelitian ini dilakukan selama periode Oktober hingga Desember 2023 dengan menerapkan metode pengambilan sampel yaitu accidental sampling dan melibatkan 22 responden. Analisis data dilakukan melalui metode analisis deskriptif dan analisis konjoin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sayuran daun merupakan jenis sayuran yang paling sering dibeli di Kelurahan Cempaka. Preferensi konsumen dalam pembelian sayuran di Kelurahan Cempaka adalah sayuran dengan harga yang murah, organik, segar, mudah diperoleh, dan tempat pembelian dengan pilihan sayur yang beragam. Atribut-atribut yang dipertimbangkan konsumen dalam pembelian sayuran yaitu atribut kesegaran, kemudahan dalam memperoleh, harga, kesehatan, dan keberagaman jenis.