Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MANAJER DALAM MENINGKATKAN MUTU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ISLAM TERPADU TSAMROTUL FUAD PEMALANG Burhanudin; Maryanto; Ghufron Abdullah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04, Desember 2024.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.19523

Abstract

Fokus penelitian yaitu 1) mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan peningkatan mutu SMP IT Tsamrotul Fuad Pemalang, 2) mendeskripsikan dan menganalisis pengorganisasian peningkatan mutu SMP IT Tsamrotul Fuad Pemalang. 3) mendeskripsikan dan menganalisis penggerakan peningkatan mutu SMP IT Tsamrotul Fuad Pemalang. 4) mendeskripsikan dan menganalisis pengawasan peningkatan mutu SMP IT Tsamrotul Fuad Pemalang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, lokasi penelitian di SMP IT Tsamrotul Fuad Pemalang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi nonpartisipatif, wawancara terstruktur dan mendalam serta dokumentasi. Analisis dengan cara: pengumpulan data, reduksi, display dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan ketekunan pengamatan, triangulasi dan kecukupan referensi. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa: 1) peran kepala sekolah dalam perencanaan dilakukan dengan prosedur perencanaan meliputi identifikasi kebutuhan, program prioritas, dan sosialisasi program sekolah. 2) peran kepala sekolah dalam pengorganisasian dilakukan dengan prosedur pengorganisasian meliputi penentuan sumber daya sekolah, pengembangan sumber daya sekolah, penugasan dan pendelegasian wewenang. 3) peran kepala sekolah dalam penggerakkan dilakukan oleh kepala sekolah meliputi pengarahan kepala sekolah dan motivasi kepala sekolah. 4) peran kepala sekolah dalam pengawasan dilakukan oleh kepala sekolah meliputi penentuan instrumen penilaian, evaluasi kegiatan, dan tindak lanjut.
IMPEMENTASI PROFIL PELAJAR PANCASILA UNTUK PENINGKATAN KEMANDIRIAN DI MTS HASYIM ASY'ARI BAWANG KABUPATEN BATANG Evy Suprihatiningsih; Maryanto; Dyah Nugrahani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04 December 2024 In Press.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.21344

Abstract

Penelitian ini membahas rendahnya tingkat kemandirian siswa di MTs Hasyim Asy'ari Bawang, Kabupaten Batang, baik secara akademik maupun sosial. Siswa menghadapi tantangan inisiatif yang rendah, pengelolaan waktu yang buruk, serta tanggung jawab yang lemah. Penelitian ini bertujuan menerapkan Profil Pelajar Pancasila untuk meningkatkan kemandirian, dengan mengeksplorasi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penerapannya. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Data dikumpulkan dari kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua, lalu dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan dampak positif Profil Pelajar Pancasila terhadap kemandirian siswa, terutama dalam pengambilan keputusan dan tanggung jawab. Namun, tantangan berupa keterbatasan pelatihan guru dan infrastruktur pendidikan masih ada. Rekomendasi meliputi penguatan kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua, serta pelatihan berkelanjutan dan dukungan infrastruktur untuk memastikan implementasi berjalan optimal.
IMPLEMENTASI KOMUNITAS BELAJAR DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI SMP NEGERI 4 GRINGSING KABUPATEN BATANG Peni Latifah; Maryanto; Dyah Nugrahani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.21726

Abstract

Latifah, Peni. 2024. Implementasi Komunitas Belajar dalam Pengembangan Kompetensi Profesional Guru SMP Negeri 4 Gringsing Kabupaten Batang. Tesis. Program Studi Manajemen Pendidikan. Pascasarjana Universitas PGRI Semarang. Pembimbing I Dr. Maryanto, M.Si., dan Pembimbing II: Dr. Dyah Nugrahani, S.Pd., M.Hum. Berdasarkan data rapor Pendidikan di atas, kompetensi guru SMP Negeri 4 Gringsing pada kategori sedang dengan skor nilai 65,5. Hal ini hampir setara dengan kualitas pembelajaran yang mencapai skor 69,74 dan Refleksi dan Perbaikan Pembelajaran oleh guru dengan skor 69,74. Peningkatan kompetensi guru terus dilaksanakan oleh pihak kepala sekolah karena masih dibawah ekspetasi skor 75,0. Salah satu upaya tersebut yaitu pembentukan kelompok belajar guru, sebagai wadah bagi guru untuk meningkatkan kompetensi profesionalnya, seperti melakukan diskusi, menganalisis kurikulum, dan penelitian. Fokus penelitian dalam tesis ini adalah implementasi manajemen komunitas belajar dalam pengembangan keprofesionalan guru di SMP Negeri 4 Gringsing di Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2024/2025 pada bulan Juli-Desember 2024. Tempat penelitian di SMP Negeri 4 Gringsing Kabupaten Batang. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, angket dan observasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Analisis data menggunakan model analisa interaktif yang dikembangkan Miles dan Huberman. Hasil penelitian: (1) Implementasi perencanaan komunitas belajar dalam pengembangan kompetensi profesional guru dilakukan dengan penyusunan rencana kegiatan komunitas belajar, yaitu: yakni identifikasi kebutuhan, analisis permasalahan dan kebutuhan, penetapan sasaran dan target, dan terakhir perumusan program dan penganggaran, (2) Implementasi pengorganisasian (Organizing) komunitas belajar meliputi: (a) penempatan dan pembagian kerja utama pada guru penggerak sebanyak 3 orang agar kombel berlangsung secara efektif, (b) pembentukan organisasi terdiri kepala sekolah sebagai penanggung jawab, ketua Komite sebagai penasehat dan Pengawas sebagai pembina komunitas belajar., (c) Koordinasi dimaksudkan agar gerak organisasi bisa mencapai tujuan atau sasaran bersama secara efisien, (d) Komite Sekolah dan Pengawas mendukung Komunitas belajar; (3) Implementasi pelaksanaan (Actuating) dalam manajemen komunitas belajar berupa: (a) Pengarahan komunitas belajar; (b) Kepala Sekolah memberikan fungsi motivasi; (c) difokuskan pada implementasi Pembelajaran berdiferensiasi, (4) Implementasi pengawasan (Controlling) dalam manajemen komunitas belajar: (a) Evaluasi telah dilaksanakan secara sistematis menginvestigasi efektifitas program, (b) instrumen dipergunakan untuk mengukur atau menilai efektivitas komunitas belajar, yaitu asesmen, rapor, dan review modul P5, (c) sekolah benar-benar memanfaatkan hasil dari evaluasi program komunitas belajar. Saran pada penelitian ini, guru komunitas belajar diharapkan meningkatkan komitmen dalam melaksanakan kegiatan program komunitas belajar, mengikuti kegiatan komunitas belajar di luar sekolah, dan mengikuti perkembangan komunitas belajar PMM untuk mengikuti perkembangan zaman
Peningkatan Kemampuan Problem Solving Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila melalui E-LKPD Berbasis Real Problem Mu’allifatul Ulya; Rosalina Ginting; Maryanto
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6087

Abstract

Abstrak Studi ini bermula dari keterbatasan kemampuan siswa menyelesaikan masalah dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Hal tersebut disebabkan karena sistem pembelajaran masih konvensional. Tujuan dari studi menentukan apakah terjadi peningkatan kemampuan problem solving siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas VII SMP Negeri 10 Semarang melalui e-LKPD berbasis real problem. Metode penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif eksperimen dengan menghimpun data melalui pretest dan posttest serta analisis meggunakan uji ketuntasan klasikal dan uji-t. Temuan dari penelitian mengindikasikan tingkat ketuntasan klasikal pada eksperimen lebih maksimal dari kontrol, yaitu 87,50% dan 22,58%. Sedangkan hasil uji-t menunjukkan bahwa nilai siginifikasi (2-tailed) adalah 0,000 atau kurang dari 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan e-LKPD yang berbasis pada permasalahan nyata telah meningkatkan kemampuan siwa dalam menyelesaikan persoalan Pendidikan Pancasila di kelas VII SMP Negeri 10 Semarang. Kata Kunci: Problem Solving, Pendidikan Pancasila, e-LKPD, Real Problem. Abstract This study stems from the limited ability of students to solve problems in learning Pancasila Education. This is because the learning system is still conventional. The purpose of the study determine whether there is an increase in students' problem-solving abilities in learning Pancasila Education in grade VII SMP Negeri 10 Semarang through real problem-based e-LKPD. The research method applied is quantitative experiments by collecting data through pretest and posttest as well as analysis using classical due diligence and t-test. The findings of the study indicated that the level of classical completeness in the experiment was higher than the control, namely 87.50% and 22.58%. While the t-test results show that the signification value (2-tailed) is 0.000 or less than 0.05. Therefore, it can be concluded that the use of e-LKPD based on real problems has increased the ability of Shiva to solve Pancasila Education problems in grade VII SMP Negeri 10 Semarang. Keywords: Problem Solving, Pancasila Education, e-LKPD, Real Problem.
Implementation of the Principal's Managerial Function in Improving the Quality of Education Based on Education Report Achievements Safariyah, Dina Hikmah; Senowarsito; Maryanto
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 10 (2025): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i10.13192

Abstract

This study aims to describe the role of the principal in improving academic quality through managerial functions at SDN 02 Bumirejo. The background of the study is based on the importance of principal leadership in optimizing educational resources to achieve quality academic outcomes. The study used a qualitative approach with a descriptive type. Research subjects were selected by purposive sampling which included the principal, teachers, education staff, and the school committee. Data were obtained through interviews, observations, and documentation, then analyzed through the stages of reduction, presentation, and drawing conclusions with validity tests using technical triangulation. The results of the study indicate that the principal carries out four managerial functions in an integrated manner, namely planning, organizing, directing, and evaluating. Program planning is carried out in a participatory manner and based on Education Report Card data. Organization is carried out with the principle of suitability of tasks and competencies and optimization of infrastructure. Direction is carried out with an instructive and motivational approach through open communication and continuous professional development. Evaluation is carried out routinely through supervision, providing feedback, and concrete follow-up. All of these functions impact teacher competency, create a conducive work climate, and improve student literacy and numeracy outcomes. Thus, this study confirms that effective principal leadership contributes significantly to improving the academic quality of elementary schools.
Implementation of Principal Academic Supervision to Improve the Pedagogical Competence of Elementary School Teachers Windriati; Senowarsito; Maryanto
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 11 (2025): November: In Progress
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i11.13186

Abstract

Academic supervision is an important factor in ongoing professional development efforts to improve the quality of learning. This study aims to describe the implementation of academic supervision by the principal in improving the pedagogical competence of teachers at SD Negeri 06 Tegalsari, Pemalang Regency. The study used a descriptive qualitative approach with the principal, class teachers, and subject as teachers as subjects. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive analysis model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that academic supervision is implemented through three stages: planning, implementation, and evaluation and follow-up. In the planning stage, the principal collaboratively involves teachers in developing objectives, schedules, and supervision instruments. Supervision is carried out in a humanistic and reflective manner, emphasizing dialogue and professional mentoring, rather than merely administrative supervision. Evaluation is carried out through joint reflection and follow-up in the form of ongoing coaching that encourages teachers to improve learning practices. The implementation of academic supervision has been proven to improve teachers' pedagogical competence in designing teaching materials, selecting appropriate learning strategies, and conducting meaningful learning evaluations. Thus, planned, collaborative, and reflective academic supervision can be a strategic instrument in developing teacher professionalism and improving the quality of education in elementary schools.
Reflection-Based Academic Supervision: The Principal’s Effort to Improve Learning Quality at SDN 02 Sidorejo Ridiyawati, Anita Ema; Senowarsito; Maryanto
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i4.6476

Abstract

This study aims to describe how reflective-based academic supervision is implemented by the principal as an effort to improve learning quality at SDN 02 Sidorejo. Using a qualitative descriptive case study design, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The findings reveal that academic supervision is carried out through a reflective cycle consisting of planning, implementation, evaluation, and follow-up. In the planning stage, teachers are involved in identifying instructional problems and determining improvement priorities. During implementation, supervision is conducted using clinical steps: pre-observation discussions, classroom observation, and reflective conferencing. The follow-up phase includes mentoring, lesson study, peer coaching, and reflective journals. The results show improvements in teacher pedagogical competence, including lesson planning, classroom management, and instructional media use. Student learning outcomes also increase, demonstrating positive instructional impact. Reflective academic supervision positions the principal as a coach and collaborator, fostering a culture of continuous improvement and professional growth.