Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Investigating the Role of Teacher's Transformative Leadership in Fostering Technology Acceptance among Vocational High School Students Tutik Susilowati; Nur Rahmi Akbarini; Yosep Tegar Prameswara
Journal of Education and Teaching (JET) Vol 6 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/jet.v6i2.553

Abstract

As education evolves, technology integration has become a key factor in enhancing learning quality. However, its effectiveness largely depends on teachers as the primary agents of implementation. This study examines the role of transformational leadership in influencing students' acceptance of technology in Vocational High Schools. The Technology Acceptance Model (TAM) is extended by incorporating Motivation for Use and Transformational Leadership as additional variables. Data were collected from 365 Vocational High School students in Surakarta and Karanganyar using a structured questionnaire. The analysis was conducted using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to explore complex relationships. The results highlight the significant influence of teacher transformational leadership on students' perception of technology’s ease of use and usefulness. These findings emphasize the need for teacher training, technology integration in the curriculum, infrastructure support, and continuous evaluation to foster effective technology adoption in vocational education. Strengthening teachers’ transformational leadership can enhance students' motivation and willingness to embrace technology, ultimately improving learning outcomes in vocational schools.
The effect of Lectora inspire-based interactive learning media in vocational high school Nur Rahmi Akbarini; Wiedy Murtini; Andre N Rahmanto
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.413 KB) | DOI: 10.21831/jpv.v8i1.17970

Abstract

The objective of research was to reveal: (1) the learning outcome of students in experiment class, (2) the learning outcome of students in control class, (3) the effect of lectora inspire-based interactive learning media on the learning outcome of students. This study was a quasi-experiment research with Pretest-Posttest Control Design with students of SMK Negeri 6 Surakarta being the subject of research. The instruments used in this research were questionnaire and test. The result of research showed that: (1) the learning outcome for experiment class indicated mean posttest value of 84.53, (2) the learning outcome for control class indicated mean posttest value of 71.73, and (3) there was an effect of Lectora Inspire-based interactive learning media on the learning outcome of students, as can be seen from the result of t-test calculation with t statistic 0,000< t table 0.05. The conclusion of research was that there was a difference of effect of lectora inspire-based interactive learning media application on the learning outcome of students between control and experiment classes.
Exploratory factor analysis-instrument for self-assessment of computation thinking skills and collaboration skills Hery Sawiji; Wiedy Murtini; Nur Rahmi Akbarini; Sigit Permansah; Dede Rusmana
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 13, No 2: April 2024
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v13i2.25734

Abstract

This study focuses on developing and validating instruments to assess the computational thinking skills (CTS) and collaboration skills (CS) of undergraduate students in Indonesia. Employing a quantitative research approach with the exploratory factor analysis (EFA) technique, the research process unfolded in three validation steps. First, face validity was established through expert judgment. Second, discriminant validity was examined using product-moment correlations and Cronbach’s alpha. Finally, EFA were employed to assess the factorial structure. The instrument development process followed five phases: drafting the instrument, face validity assessment by experts, data collection involving 242 undergraduate students as samples, discriminant validity analysis (product moment and Cronbach’s alpha), and EFA analysis to group items and construct dimensions. This study identified six dimensions for CTS (algorithmic thinking, cooperative thinking, problem reformulation, creativity, critical thinking, and systematic testing) and three dimensions for CS (knowledge sharing, planning, and responsibility). These findings support validating the CTS and CS self-assessment scale, making it a valuable tool for evaluating undergraduate student learning and researching computational thinking and CS in Indonesia. Researchers and educators are encouraged to utilize the CTS and CS instrument for self-assessment purposes and further exploration of these competencies among undergraduate students.
Service Blueprint Pelayanan Wisata Edukasi, Desa Wisata Batik Pilang Ratna Devi Sakuntalawati; Susantiningrum Susantiningrum; Nur Rahmi Akbarini; Dyah Yuni Kurniawati
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol 28, No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkb.v28i2.67010

Abstract

BUMDes Pilang Berdikari telah menetapkan paket wisata edukasi dan  perlengkapan yang belum mampu mendorong terselenggaranya kepariwisataan. Hal ini disebabkan karena diperlukan alur pelayanan pariwisata komprehensif, yang dapat digambarkan sebagai service blueprint. Sampai saat ini, belum dikaji terkait alur pelayanan pengunjung dan service blueprint yang dibutuhkan sebagai pedoman BUMDes dalam melakukan pelayanan wisatawan. Tujuan penelitian ini untuk mewujudkan skema service blueprint wisata edukasi yang mencakup layanan paket wisata untuk TK, SD, SMP, SMA, dan umum. Metode yang digunakan adalah action riset dengan melakukan workshop proses alur layanan wisata, workshop persiapan service blueprint, serta FGD untuk mengidentifikasi alur proses pelayanan pariwisata, dan mengidentifikasi titik-titik rawan kegagalan serta menyusun service blueprint. Pada workshop I, dikaji mengenai alur proses layanan wisata edukasi dan identifikasi titik rawan gagal dalam layanan, dilanjutkan FGD identifikasi. Pada workshop II dikaji tentang penyusunan service blueprint pelayanan wisata edukasi, dilanjutkan FGD penyusunan. Workshop diawali  dengan pre-test dan diakhiri dengan post-test. Hasil penelitian ini, peserta dapat mengetahui materi yang diberikan dalam workshop. Setelah dilakukan FGD identifikasi, peserta dapat membuat diagram dan menyusun service blueprint. Tersusun 2 skema service blueprint untuk paket wisata edukasi pelajar TK, SD dan paket wisata edukasi pelajar SMP, SMA, Mahasiswa dan umum.Kata kunci: BUMDes; service blueprint; workshop
Pelaksanaan manajemen perbekalan kantor di dinas tenaga kerja Kota Surakarta Dinar Putri Hapsari; Tri Murwaningsih; Nur Rahmi Akbarini
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 7, No 2 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v7i2.61656

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan, hambatan, dan upaya yang dilakukan untuk menghadapi hambatan dalam pengelolaan perlengkapan kantor di Subbagian Tata Usaha, Kepegawaian, dan Organisasi Dinas Tenaga Kerja Kota Surakarta. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data penelitian ini bersumber dari sumber primer dan sekunder. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen ditetapkan sebagai teknik pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan analisis data model interaktif. Penelitian dilakukan berdasarkan prosedur yang sistematis. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) pelaksanaan manajemen perlengkapan kantor meliputi perencanaan, penganggaran, pengadaan, pencatatan, penyimpanan dan pendistribusian, pemeliharaan, penghapusan, dan pengendalian; (2) kendala-kendala yang dihadapi antara lain terbatasnya ketersediaan anggaran, terbatasnya jumlah sumber daya manusia untuk barang yang tidak tahan lama, kurangnya kompetensi IT pegawai bagian perlengkapan, dan kurangnya tanggung jawab pegawai dalam penggunaan barang; (3) upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala, yaitu menetapkan skala prioritas dalam pengadaan barang persediaan, mengajukan usulan penambahan pegawai persediaan ke BKD Kota Surakarta dan memberdayakan pegawai magang, melakukan pelatihan dan pendampingan IT kepada pegawai persediaan, serta memberikan arahan kepada pegawai dan membuat SOP tentang pengelolaan barang persediaan Kata Kunci: kualitatif; manajemen perlengkapan kantor; studi kasus Abstract: This study aims to know the implementation, obstacles, and efforts made to deal with obstacles in office supply management at Sub Bagian Administrasi, Kepegawaian, and OrganisasiDinas Tenaga Kerja Kota Surakarta. The approach of this research is qualitative, based on the type of case study. The data for this research was sourced from primary and secondary sources. Sampling using purposive and snowball sampling techniques. In-depth interviews, observations, and document studies are established as data collection techniques. This research uses interactive model data analysis. The research is conducted based on a systematic procedure. The results of the study are:(1) the implementation of office supply management includes planning, budgeting, procurement, recording, storage and distribution, maintenance, deletion, and control; (2) constraints including limited budget availability, a limited number of human resources for non-durable goods, lack of IT competence for supply employees, and lack of responsibility for employees in the use of goods; (3) efforts made to overcome obstacles, namely setting a priority scale in the procurement of supply, submitting additional proposals for supply employees to BKD Kota Surakarta and empowering interns, conducting training and IT assistance to supply employees, and providing directions to employees and making SOP on the supply management.Keywords: case study; office supply management; qualitative
Penerapan model pembelajaran STAD untuk meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran kepegawaian Tyasnita - Gloria; Patni Ninghardjanti; Nur Rahmi Akbarini
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 8, No 1 (2024): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v8i1.75578

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) di SMK Negeri 1 Sukoharjo yang di latar belakangi kurang aktifnya siswa dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di kelas XII OTKP 2 pada tahun pelajaran 2022/2023. Pelaksanaan PTK dilakukan dengan dua siklus, dengan 3 kali pertemuan pada masing-masing siklus. Setiap siklus dilaksanakan dengan empat tahapan kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data yang dikumpulkan dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian yaitu lembar instrumen keaktifan siswa. Hasil penelitian pra tindakan menunjukkan bahwa hasil rata-rata keaktifan sebesar 43,8%. Pada siklus I, keaktifan memperoleh persentase sebesar 58,4% dan kemudian peningkatan terjadi secara signifikan pada siklus II dengan keaktifan sebesar 82%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran OTK Kepegawaian kelas XII OTKP 2.Kata kunci: pembelajaran aktif; penelitian tindakan kelas; sumber daya manusiaAbstract: This study aims to determine the increase in student activity by applying the type of cooperative learning model Student Teams Achievement Division (STAD) at SMK Negeri 1 Sukoharjo, which is motivated by the lack of active students in learning activities. This is classroom action research conducted in class XII Office Governance Automation 2 in the 2022/2023 academic year. Classroom Action Research was implemented in two cycles, with 3 meetings in each cycle. Each cycle is carried out with four activity stages: planning, action, observation, and reflection. The data was collected by observing, interviewing, and documenting, while the tools used to collect research data were student activity sheet instruments. The results of the pre-action research showed that the average result of activity was 43.8% d. In cycle I, activeness obtained a percentage of 58.4%. Then, the increase occurred significantly in cycle II with an activeness of 82%. Thus, it can be concluded that using the STAD-type cooperative learning model can increase student activity in Class XII Personnel Management Automation Office Governance Automation 2.Keywords: staffing; active learning; classroom action research
Implementasi sistem informasi pembangunan daerah (SIPD) untuk menunjang perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Wonosobo Shinta Nur Afifah; Anton Subarno; Nur Rahmi Akbarini
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 7, No 2 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v7i2.62402

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi, kendala, dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam implementasi SIPD untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Wonosobo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di kantor Bappeda dan OPD di Kabupaten Wonosobo. Data penelitian diperoleh dari informan, peristiwa, dan dokumen dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik dan sumber. Teknik analisis data menggunakan analisis data model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Implementasi SIPD di Kabupaten Wonosobo meliputi: a) perencanaan SIPD; b) sosialisasi SIPD kepada OPD; c) pengisian data SIPD; dan d) monitoring dan evaluasi terhadap data yang telah dientri dalam SIPD. 2) Hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan SIPD antara lain a) belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP); b) server sering mengalami error; c) indikator yang ada dalam SIPD tidak sesuai dengan kondisi Kabupaten Wonosobo; dan d) jaringan internet yang belum memadai. 3) Upaya yang dilakukan Bappeda untuk mengatasi hambatan tersebut antara lain: a) memberikan bimbingan teknis kepada OPD; b) melakukan koordinasi dengan Kemendagri untuk perbaikan sistem; c) melakukan koordinasi dengan Diskominfo untuk pembuatan sistem “Wonosobo Satu Data”; dan d) memperkuat jaringan internet di setiap OPD.Kata Kunci: kualitatif deskriptif; sistem informasi; studi kasus; teknologiAbstract: This study aims to determine the implementation, constraints, and efforts made to overcome obstacles in the implementation of SIPD to support regional development planning in Wonosobo Regency. This type of research is descriptive-qualitative with a case-study approach. The research was conducted at the Bappeda and OPD offices in Wonosobo. Research data is obtained from informants, events, and documents with sampling techniques using purposive and snowball sampling. Data collection techniques include observation, interviews, and document analysis. The validity of the data was obtained through a triangulation of techniques and sources. The data analysis technique uses interactive model data analysis. The results of this study indicate that: 1) SIPD implementation in Wonosobo Regency includes:a) SIPD planning; b) SIPD socialization to OPD; c) SIPD data filling; and d) monitoring and evaluation of data entered in SIPD. 2) Obstacles that occur in the implementation of SIPD include a) the absence of a Standard Operating Procedure (SOP); b) the server often has errors; c) the indicators in the SIPD are not in accordance with the conditions of the Wonosobo Regency; and d) the internet network is inadequate. 3) Efforts made by Bappeda to overcome these obstacles include: a) providing technical guidance to OPD; b) coordinating with the Ministry of Home Affairs for system improvement; c) coordinating with Diskominfo for the creation of the "Wonosobo Satu Data" system; and d) strengthening the internet network in each OPD.Keywords: case study; descriptive qualitative; information system; technology
Peran humas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blora sebagai wadah komunikasi publik di tengah pandemi Covid-19 Deva Septiani; Patni Ninghardjanti; Nur Rahmi Akbarini
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 7, No 3 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v7i3.62592

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) peran bagian humas Palang Merah Indonesia di Kabupaten Blora pada masa Pandemi COVID-19, 2) faktor pendukung dan hambatan, 3) upaya mengatasi hambatan tersebut. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Data penelitian ini bersumber dari data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Wawancara, observasi, dan dokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Untuk menguji keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Penelitian ini menggunakan analisis data model interaktif. Hasil penelitian: 1) peran divisi humas, meliputi: a) komunikator, b) hubungan, c) manajemen cadangan, dan d) citra perusahaan; 2) faktor pendukung, yaitu: a) kerjasama yang baik dengan eksternal publik, b) ketersediaan sarana dan prasarana pendukung. Kendala yaitu: a) kurangnya koordinasi, b) tingkat partisipasi seseorang dalam kegiatan donor darah menurun dan masyarakat belum mematuhi protokol kesehatan, c) kurangnya sumber daya manusia untuk mengelola media komunikasi PMI; 3) upaya mengatasi kendala yaitu: a) koordinasi rutin, b) sosialisasi rutin mengenai pencegahan COVID-19, dan c) rekrutmen pegawai.Kata kunci: kualitatif; pandemi Covid-19; peran humas Abstract: This research aims to investigate: 1) the roles of the public relations division on the Indonesia Red Cross Society in Blora Regency during the COVID-19 Pandemic, 2) supporting and barriers factors, 3) the attempt to address the barriers. The approach of this research is qualitative with the type of case study. The data of this research are sourced from primary data and secondary data. The sampling technique uses purposive sampling. Interviews, observations, and documentation are used as data collection techniques. To test the validity of the data using method triangulation. This research uses interactive model data analysis. Results research: 1) the roles of the public relations division, including: a) communicator, b) relationship, c) backup management, and d) corporate image; 2) supporting factors, namely: a) good cooperation with external public, b) the availability of supporting facilities and infrastructure. Constraints, namely: a) lack of coordination, b) the level of participation of a person in blood donation activities has decreased and the community has not complied with health protocols, c) lack of human resources to manage PMI communication media; 3) efforts to overcome obstacles, namely: a) routine coordination, b) routine socialization regarding the prevention of COVID-19, and c) employee recruitment.Keywords: Covid-19 pandemic; qualitative; role of public relations
Implementasi Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) untuk menunjang perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Wonosobo Shinta Nur Afifah; Anton Subarno; Nur Rahmi Akbarini
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 7, No 3 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v7i3.60999

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi, kendala, dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan implementasi SIPD untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Wonosobo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di kantor Bappeda dan OPD di Wonosobo. Data penelitian diperoleh dari informan, peristiwa, dokumen dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Keabsahan data diperoleh dengan triangulasi teknik dan sumber. Teknik analisis data menggunakan analisis data model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) pelaksanaan SIPD di Kabupaten Wonosobo meliputi: a) perencanaan SIPD, b) sosialisasi SIPD ke OPD, c) pengisian data SIPD, dan d) monitoring dan evaluasi data yang dimasukkan ke dalam SIPD. 2) Kendala yang terjadi dalam pelaksanaan SIPD antara lain a) belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP), b) server sering error, c) indikator dalam SIPD tidak sesuai dengan kondisi Kabupaten Wonosobo , dan d) jaringan internet kurang memadai. 3) Upaya yang dilakukan Bappeda untuk mengatasi kendala tersebut antara lain a) memberikan bimbingan teknis kepada OPD, b) berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk perbaikan sistem, c) berkoordinasi dengan Diskominfo untuk pembuatan sistem “Wonosobo Satu Data”, dan d) penguatan jaringan internet. di masing-masing OPD.Kata kunci: deskriptif kualitatif; manajemen informasi; studi kasus; teknologiAbstract: This study aims to determine the implementation, constraints, and efforts made to overcome obstacles in the implementation of SIPD to support regional development planning in Wonosobo Regency. This type of research is descriptive qualitative with a case study approach. The research was conducted at the Bappeda and OPD offices in Wonosobo. Research data was obtained from informants, events, documents with sampling techniques using purposive and snowball sampling. Data collection techniques by observation, interviews, and document analysis. The validity of the data was obtained by triangulation of techniques and sources. The data analysis technique uses interactive model data analysis. The results of this study indicate that: 1) SIPD implementation in Wonosobo Regency includes: a) SIPD planning, b) SIPD socialization to OPD, c) SIPD data filling, and d) monitoring and evaluation of data entered in SIPD. 2) Obstacles that occur in the implementation of SIPD include a) the absence of a Standard Operating Procedure (SOP), b) the server often has errors, c) the indicators in the SIPD are not in accordance with the conditions of the Wonosobo Regency, and d) the internet network is inadequate. 3) Efforts made by Bappeda to overcome these obstacles include a) providing technical guidance to OPD, b) coordinating with the Ministry of Home Affairs for system improvement, c) coordinating with Diskominfo for the creation of the “Wonosobo Satu Data” system, and d) strengthening the internet network. in each OPD.Keywords: case study; information management; qualitative descriptive; technology
Faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi minat siswa untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Risma Febryanti; Anton Subarno; Nur Rahmi Akbarini
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 8, No 4 (2024): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v8i4.78073

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi minat siswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dimana dalam pengambilan sampel awal tidak ditentukan jumlahnya karena lebih mengutamakan kualitas jawaban penelitian. Penentuan jumlah sampel menggunakan teknik snowball sampling. Tenik pengambilan data yaitu dengan wawancara secara langsung pada siswa kelas XI SMK. Teknik uji validitas menggunakan teknik triangulasi sumber. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data interaktif model Miles and Huberman, dengan urutan pengumpulan data, reduksi data, penarikan kesimpulan, dan penyajian data. Proses analisis data model Miles and Huberman pada setiap tahapannya dapat terjadi berulang-ulang atau secara interaktif. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu sebagai berikut. Faktor-faktor internal yang mempengaruhi minat siswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yaitu motivasi dan kebutuhan, dengan indikator yang paling berpengaruh adalah motivasi. Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi minat siswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yaitu status ekonomi orang tua, lingkungan sekolah dan lingkungan sosial, dengan indikator yang paling berpengaruh adalah status ekonomi orang tua.Kata kunci: antusiasme; kualitatif; universitasAbstract: This study aims to determine the internal factors and external factors that influence students' interest in continuing their education in tertiary institutions. This research is a qualitative research. The sampling technique in this study used a purposive sampling technique, where the number of initial samples was not determined because it prioritized the quality of research answers. Determination of the number of samples using snowball sampling technique. The data collection technique is by direct interviews with students of class XI SMK. The validity test technique uses source triangulation techniques. Data analysis in this study used interactive data analysis of the Miles and Huberman model, with the sequence of data collection, data reduction, drawing conclusions, and data presentation. The data analysis process of the Miles and Huberman model at each stage can occur repeatedly or interactively. The results obtained in this study are as follows. The internal factors that influence students' interest in continuing their education in tertiary institutions are motivation and needs, with the most influential indicator being motivation. External factors that influence students' interest in continuing their education at tertiary institutions are the economic status of parents, school environment and social environment, with the most influential indicator being the economic status of parents.Keywords : interest; college; qualitative