Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Implementasi Budaya Kerja Prodiia Pada Kantor Kecamatan Giriwoyo Kabupaten Wonogiri Layla Kurniawati; Tri Murwaningsih; Nur Rahmi Akbarini
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 7, No 4 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v7i4.64503

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan budaya kerja PRODIIA, kendala dan upaya dalam mengatasi kendala terkait budaya kerja PRODIIA di Kantor Kecamatan Giriwoyo Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh langsung dari sumber di Kantor Kecamatan Giriwoyo melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan kunci dalam penelitian ini adalah camat di kantor Camat Giriwoyo. Penelitian ini menggunakan dua teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dan snowball sampling, dengan menggunakan uji validitas triangulasi sumber dan teknik. Model interaktif kemudian menganalisis data yang dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan budaya kerja PRODIIA di Kantor Kecamatan Giriwoyo meliputi Budaya kerja profesional; budaya kerja yang disiplin; budaya kerja integritas; budaya kerja yang inovatif; dan budaya kerja yang akuntabel. Penerapan budaya kerja PRODIIA di Kantor Kecamatan Giriwoyo melalui pengembangan karir pegawai, bimbingan teknis (Bimtek) dan pendidikan dan pelatihan (Diklat), pengawasan pegawai, dan evaluasi pegawai. Masih terdapat kendala dalam penerapan budaya kerja PRODIIA yaitu adanya pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan tepat waktu, kurangnya sumber daya manusia dan budaya “prekewuh” untuk memberikan teguran kepada pegawai. Solusi yang diberikan oleh Kantor Kecamatan Giriwoyo adalah evaluasi berkala, memaksimalkan sumber daya manusia yang ada serta pembinaan dan pendekatan kepada pegawai.Kata Kunci: budaya kerja; kantor kecamatan; PRODIIAAbstract: This study aims to determine the application of PRODIIA's work culture, obstacles and efforts in dealing with obstacles related to PRODIIA work culture at the Giriwoyo District Office, Wonogiri Regency. This research was conducted using a descriptive method with a qualitative approach. The research data were obtained directly from sources at the Giriwoyo District Office through interviews, observation, and documentation. The key informant in this research is the sub-district head at the Giriwoyo sub-district office. This study uses two sampling techniques, purposive sampling and snowball sampling, using the validity test of source and technique triangulation. An interactive model then analyzes the collected data. The study results show that applying PRODIIA work culture at the Giriwoyo District Office includes professional work Culture; disciplined work culture; integrity work culture; innovative work culture; and accountable work culture. Implementing the PRODIIA work culture at the Giriwoyo District Office through employee career development, technical guidance (Bimtek) and education and training (Diklat), employee supervision, and employee evaluation. There are still obstacles in implementing the PRODIIA work culture, namely the existence of work that cannot be completed on time, lack of human resources and a “prekewuh” culture to give reprimands to employees. The solutions provided by the Giriwoyo Subdistrict Office are periodic evaluation, maximizing existing human resources and coaching and approach to employees.Keywords: district office; PRODIIA; work culture 
Faktor penghambat penerapan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) di Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo Nisak Hargani; Tri Murwaningsih; Nur Rahmi Akbarini
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 7, No 4 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v7i4.64455

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hasil penilaian SAKIP dan (2) untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam meningkatkan hasil penilaian SAKIP. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus deskriptif kualitatif dengan sumber data primer berupa wawancara dan observasi serta data sekunder berupa dokumen terkait SAKIP. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling dan snowball sampling. Penelitian ini menggunakan analisis data interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini adalah (1) faktor-faktor yang mempengaruhi kurang optimalnya hasil penilaian SAKIP pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo antara lain adalah kurangnya pemahaman pegawai terhadap SAKIP, kurangnya komitmen dari pejabat daerah, dan tidak adanya sistem perencanaan, penganggaran, dan manajemen kinerja yang terpadu; (3) Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan hasil penilaian SAKIP antara lain dengan mengadakan coaching Clinic dan pelatihan SAKIP, membangun budaya kinerja, dan menindaklanjuti rekomendasi pembuatan aplikasi SAKIP.Kata Kunci : instansi pemerintah; kinerja; pengendalian; sakipAbstract: The objectives of this study are (1) to determine the factors that influence the results of the SAKIP assessment and (2) to determine the efforts made in improving the results of the SAKIP assessment. This research is a qualitative descriptive case study with primary data sources from interviews and observations and secondary data from documents related to SAKIP. Sampling was done by purposive sampling and snowball sampling. This study uses interactive data analysis, including data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. The results of this study are (1) the factors that influence the less than optimal results of the SAKIP assessment at the Regional Secretariat of Sukoharjo Regency include the lack of employee understanding of SAKIP, lack of commitment from local officials, and the absence of an integrated planning, budgeting, and performance management system; (3) the efforts made to improve the results of the SAKIP assessment include holding a coaching clinic and SAKIP training, building a performance culture, and following up on recommendations for making SAKIP applications.Keywords: government agencies; performance;control; SAKIP
Analisis tata ruang kantor di bagian umum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta Dimas Yusuf Herlambang; Tri Murwaningsih; Nur Rahmi Akbarini
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 7, No 1 (2023): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v7i1.60734

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang tata ruang kantor, kendala pegawai, dan upaya mengatasi permasalahan tata ruang kantor pada bagian umum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surakarta. Penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surakarta khususnya pada bagian umum. Data diperoleh dari peristiwa, informan, dan dokumen dengan menggunakan purposive dan snowball sampling. Teknik uji keabsahan data adalah triangulasi sumber dan metode. Analisis data menggunakan model analisis data interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata ruang kantor pada bagian umum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surakarta tidak sesuai dengan prinsip tata ruang kantor efektif yang terdiri dari warna, udara, suara, dan pencahayaan. Kendala yang ditemukan dalam penataan kantor umum adalah penataan dan jarak yang terlalu dekat, penataan furnitur yang kurang tepat, kurangnya sarana dan prasarana, serta kurangnya ruang. Upaya yang dilakukan antara lain menata ulang ruangan, menata ulang furnitur berdasarkan kebutuhan dan alur kerja karyawan, menambah sarana dan prasarana, serta menghilangkan sarana dan prasarana yang tidak terpakai.Kata Kunci: tata ruang kantor yang efektif; layout kantor; prinsip tata ruang kantorAbstract: This study aims to find out about office layout, employees’ obstacles, and efforts to overcome the problem of office layout in the general section of the Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) of Surakarta. This research is descriptive-qualitative with a case-study approach. This research was carried out at the Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) of Surakarta, especially in the general section. The data were obtained from events, informants, and documents by using purposive and snowball sampling. The data validity test technique was a triangulation of sources and methods. Analysis of data using an interactive model of data analysis, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification. The results showed that the office layout in the general section of Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) of Surakarta is not compatible with the principles of effective office layout, which consist of color, air, sound, and exposure. The obstacles found in the arrangement of the general office are the arrangement and distance that are too close, the inappropriate arrangement of furniture, the lack of facilities and infrastructure, and the lack of space. The efforts that have been carried out include rearranging the room, rearranging furniture based on employee needs and workflow, adding facilities and infrastructure, and removing unused facilities and infrastructure. Keywords: effective office layout; office layout; office layout principles