Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Effect of Comprehensive Sexuality Education (CSE) on Reducing Risky Sexual Behavior Among Adolescents Nahdiyatul Mukaromah; Putri Amalia; Dyah Ayu Fitriani; Suci Gustia Saputri; Lukmi Wulandari
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 4 No 9 (2025): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v4i9.377

Abstract

Introduction: Adolescents often face risky sexual behaviours due to limited knowledge and guidance. Comprehensive Sexuality Education (CSE) is a potential strategy to address this issue. Objective: To evaluate the effect of CSE on reducing risky sexual behaviour among adolescents in Bekasi District, Indonesia. Methods: A quasi-experimental design was used with 106 high school students divided into intervention and control groups. The intervention group received a four-session CSE program. Data were analysed using paired t-tests and Mann–Whitney U tests. Result and Discussion: The intervention group showed significantly higher post-intervention behaviour scores (M = 64.66) than the control group (M = 50.38), with p < 0.01. Conclusion: CSE effectively improves adolescent sexual behaviour. Integration of such programs is recommended in public health strategies targeting youth
THE RELATIONSHIP BETWEEN STRESS LEVEL, PICKY EATING BEHAVIOR, AND PHYSICAL ACTIVITY ON BODY MASS INDEX AMONG ADOLESCENT GIRLS Fitriani, Dyah Ayu; Rofiasari, Linda; Yati, Asri Fitri; Ariani, Antri
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 16 No. 2, Juli 2025
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v16i2.1842

Abstract

Background: Adolescence is a critical period where energy balance affects nutritional status. An imbalance between energy intake and expenditure during this stage can lead to nutritional disorders, including underweight and overweight conditions. This study aimed to analyze the relationship between stress levels, picky eating behaviour, and physical activity with Body Mass Index (BMI) among adolescent girls.Methods: This quantitative study employed a cross-sectional design involving 106 randomly selected high school female students. Data were collected using standardized questionnaires to assess stress levels (DASS-42), picky eating behaviour (modified CEBQ), and physical activity (PAQ-A), along with direct anthropometric measurements to calculate BMI. Multivariate logistic regression analysis was used.Results: Most respondents were aged 18–21 years (67.9%), with high stress levels (73.5%), picky eating behaviour (83%), and physical inactivity (65.1%). Bivariate analysis found significant associations between stress levels (p = 0.012) and picky eating (p = 0.003) with BMI, where both increased the risk of BMI imbalance. Physical activity showed no significant relationship (p = 0.118). Multivariate analysis confirmed significant associations between stress (OR = 3.13, p = 0.012) and picky eating (OR = 5.42, p = 0.003) with BMI, with physical activity serving as a protective factor (OR = 0.29, p = 0.018).Conclusion: This study concludes that stress levels, picky eating behaviour, and physical activity significantly influence the Body Mass Index (BMI) of adolescent girls. High stress levels and picky eating increase the risk of BMI imbalance, while adequate physical activity serves as a protective factor.
Terapi Minyak Cengkih Kelapa (NYAIH PADI) sebagai Analgesik Alami untuk Mengatasi Nyeri Sistem Muskuloskeletal: Coconut Clove Oil Therapy (NYAIH PADI) to Natural Analgesic for Overcome Pain in the Musculoskeletal System Noprianty, Richa; Mulyani, Yanyan; Novita, Lia; Lolan, Yosef Pandai; Sarbini, Amida Sriwianti; Fitriani, Dyah Ayu
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 10 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i10.6332

Abstract

Mild morbidity due to pain in the musculoskeletal system often occurs in the elderly and is often treated independently using non-pharmacological therapy. Community service aims to provide education and demonstrate pain management using natural analgesics in the form of coconut clove oil (NYAIH PADI) and acupressure therapy. The activity was held in November 2023 in Nyalindung Village, RW 14, Ganjar Sabar Village, Nagreg District, Bandung Regency with 39 participants attending. The activity was carried out in three stages, namely the stage of making NYAIH PADI, then giving the Nordic Body Map (NBM) questionnaire followed by education and demonstrations regarding acupressure therapy and the process of making NYAIH PADI. Next, the product was distributed to participants who experienced joint pain to be used for one week at a dose of 1 – 2 drops per day on the painful part of the skin and then the changes in pain were seen. The location of the left foot and right foot where many people complain is very painful. The pre and post-test results showed changes in the category of very sick, decreasing by 1.32, and sick, decreasing by 0.25. Meanwhile, low-level sickness and not-sickness increased to 0.53 and 0.54. Giving NYAIH PADI has been proven to reduce pain so it can be used as an initial alternative for the community. At the end of the session, cadres and the community were given a YouTube link to the production process via https://www.youtube.com/watch?v=__kgIp6E2q4. The activity ended with giving door prizes and group photos.
Pengaruh edukasi gizi seimbang melalui media video terhadap pengetahuan remaja putri di SMK Jatinangor Fitriani, Dyah Ayu; Winengsih, Ecih; Sugiharti, Ina; Yuliani, Meda; Nurlaela, Dewi
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024834

Abstract

Masa remaja (adolescence) merupakan peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Masalah yang sering ditemui pada remaja, salah satunya yaitu konsep gizi seimbang yang belum tersampaikan dengan baik pada remaja. Pengetahuan remaja tentang gizi seimbang adalah salah satu penyebab tidak langsung dari kurangnya gizi pada remaja, sehingga dengan adanya pemberian edukasi gizi dengan menggunakan video, diharapkan dapat menambah pengetahuan dan mencegah remaja dari kekurangan gizi, serta memperbaiki perilaku remaja untuk mau mengonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan gizinya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre experimental design dengan rancangan one group pretest-posttest design. Pengambilan data pada penelitian menggunakan data primer dengan memakai kuesioner tentang gizi seimbang yang telah dilakukan uji validitas. Penelitian dilaksanakan di SMK Pasundan Jatinangor pada 23 siswi yang sesuai kriteria penelitian. Teknik pengumpulan menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian mayoritas berusia 16 tahun (60,87%), dan pekerjaan orang tua buruh (43,48%). Uji wilcoxon menunjukkan bahwa remaja putri lebih memahami gizi seimbang setelah intervensi media video; nilai rata-rata pretest 49,57 dan posttest 76,09 dengan alpha 5% dan nilai p-value sebesar 0,000, sehingga ada pengaruh edukasi gizi seimbang menggunakan media video terhadap pengetahuan remaja putri di SMK Pasundan Jatinangor. Simpulan dari penelitian ini bahwa edukasi dengan media video dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang gizi seimbang di SMK Pasundan Jatinangor.
Pembuatan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) Berbasis Cooking Class pada Balita Berbahan Dasar Aloe Vera di Desa Sayati Margahayu Bandung Mulyani, Yanyan; Fitriani, Dyah Ayu; Nopriyanti, Richa; Lolan, Yosef Pandai; Sarbini, Amida Sriwianti; Novita, Lia
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024893

Abstract

Pendahuluan: Lidah Buaya (Aloevera sp) dengan manfaat dan nilai ekonimis yang tinggi menjadikan tanaman ini sebagai komoditi unggulan khususnya di Indonesia. Tidak hanya sebagai tanaman hias saja numun juga saat ini lidah buaya kerap dimanfaatkan sebagai obat, makanan, minuman hingga bahan baku pembuatan kosmetik. Kurangnya edukasi, informasi serta pemahaman terkait manfaat tanaman ini berimbas terhadap kurangnya ataupun turunnya antusiasme masayrakat khususnya dalam mengelola dan memanfaatkan potensi yang ada.  Tujuan: Program cooking class pembuatan PMT balita berbahan dasar aloe vera dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah Makanan Tambahan pada kader agar mereka tahu, mau, serta mampu melakukan dan mengolahnya. Metode Penelitian: Pengabdian Masyarakat ini menggunakan metode promotive dan preventif yang akan dibagi menjadi tiga tahapan, tahapan pertama mengumpulkan Ibu balita dan kader posyandu, tahap kedua pelaksanaan cooking class olahan makanan dan minuman aloe vera untuk PMT balita, dan tahap ketiga pembagian makanan hasil olahan pada saat pemberian vitamin A. Hasil: Dari kegiatan masayarakat ini memberikan produk yakni meningkatkan pemahaman masyarakat terkait tatacara, tekinik ataupun metode dalam memproduksi dan membuat minuman dari lidah buaya sebagai upaya dalam meningkatkan nutrisi balita. Kesimpulan: dalam upaya perubahan pengetahuan serta penguatan pemehaman ini diharapkan masyarakat lebih antusias dalam mengelola dan memanfaatkan potensi dari lidah buaya
Hubungan Edukasi Disminore terhadap Peningkatan Pengetahuan pada Remaja Putri di SMK Pasundan Ina Sugiharti; Ecih Winengsih; Meda Yuliani; Dyah Ayu Fitriani
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i1.8081

Abstract

Menstrual pain (dysmenorrhea) is a common complaint among adolescent girls and often disrupts school activities. Limited understanding of its causes and appropriate self-care practices contributes to the persistence of symptoms. This study examined the effect of dysmenorrhea health education on improving knowledge among female students at SMK Pasundan Jatinangor. A method A pre-experimental one-group pretest–posttest design was used in this study. A total of 42 students participated and completed a dysmenorrhea knowledge questionnaire before and after a 60-minute educational session delivered through presentation media and group discussion. The results were analyzed descriptively to observe changes in knowledge levels. Resulted The intervention produced a notable improvement in students’ knowledge. The proportion of participants with good knowledge increased from 45.2% at pretest to 73.8% at posttest, while those in the low-knowledge category decreased substantially. Participants demonstrated clearer understanding of dysmenorrhea symptoms, contributing factors, and simple management strategies. Dysmenorrhea education effectively enhanced students’ knowledge at SMK Pasundan Jatinangor. Regular reproductive-health education programs in schools are recommended to support adolescents in managing menstrual discomfort independently and appropriately.
UPAYA PENCEGAHAN BABY BLUES SYNDROME DAN DEPRESI PASCA MELAHIRKAN PADA IBU NIFAS DAN MENYUSUI Wijaya, Wulan; Sugiharti, Ina; Fitriani, Dyah Ayu; Yuliani, Meda; Listriyati, Linda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37375

Abstract

Abstrak: Puskesmas Puding Besar merupakan salah satu Puskesmas yang mendukung kesehatan mental Ibu, baik pada Ibu hamil, Nifas dan menyusui. Permasalahan utama yang diidentifikasi meliputi rendahnya pengetahuan ibu mengenai perubahan psikologis normal dan patologis setelah melahirkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencegah baby blues syndrom dan depresi pasca melahirkan melalui peningkatan pemahaman Ibu. Kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan dan sharing pengalaman yang diikuti oleh 30 Ibu nifas dan menyusui di wilayah Kerja Puskesmas Puding Besar. Evaluasi dilakukan melalui pre-test & post-test interakti dan tanya jawab dari peserta. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan Ibu tentang baby blues syndrom dan depresi pasca melahirkan meningkat dari 8,20 menjadi 12,85 dan peningkatan pengetahuan tentang ASI dari 9,10 menjadi 13,40. Ibu nifas untuk dapat mengeksplorasikan pengalaman-pengalaman tersebut dengan didampingi oleh anggota keluarag terutama suami serta didukung oleh tenaga kesehatan (bidan) guna menimalisir kejadian depresi atau tekanan saat melakukan perawatan pada bayi sehingga Ibu menjadi lebih tenang dan nyaman saat memberikan ASI.Abstract: Puding Besar Health Center is one of the Health Centers that supports maternal mental health, both for pregnant women, postpartum women, and breastfeeding women. The main problem identified includes mothers' low knowledge regarding normal and pathological psychological changes after childbirth. This community service activity aims to prevent baby blues syndrome and postpartum depression by increasing mothers' understanding. Activities include socialization, counseling, and sharing experiences attended by 30 postpartum and breastfeeding mothers in the Puding Besar Community Health Center's work area. Evaluation was carried out through pre-test & post-test interactions and questions and answers from participants. The results of the community service activity showed an increase in mothers' knowledge about baby blues syndrome and postpartum depression from 8.20 to 12.85 and an increase in knowledge about breastfeeding from 9.10 to 13.40. Postpartum mothers can explore these experiences accompanied by family members, especially husbands, and supported by health workers (midwives) to minimize the incidence of depression or stress when caring for babies so that mothers can be calmer and more comfortable when breastfeeding. 
Mental Health Description and Predisposing Factors in Adolescent Females in Mekarbakti Village, Pamulihan District Dyah Ayu Fitriani; Siti Rukmana
Green Health International Journal of Health Sciences Nursing and Nutrition Vol. 3 No. 1 (2026): January: Green Health: Journal of Health Sciences, Nursing and Nutrition
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/greenhealth.v3i1.273

Abstract

Adolescents are at greater risk of mental health conditions. Good or bad mental health conditions in adolescents cannot be separated from the factors that influence it. Factors that influence adolescent mental health include religiosity, smartphone addiction, parenting patterns and peer interaction. The aim of this research is to determine the mental health picture and predisposing factors in young women in Mekarbakti Village, Pamulihan District, Sumedang Regency. The type of research is descriptive, the population is 508 young women in Mekarbakti Village, Pamulihan District, Sumedang Regency. The sample was taken using stratified random sampling so that 84 people were obtained. Data collection is done by filling out a questionnaire. Data analysis uses univariate analysis in the form of frequency distribution. The research results showed that more than half had good mental health, 52 people (61.9%), more than half had high religiosity, 49 people (58.3%). more than half of them are not addicted to smartphones as many as 48 people (57.1%), more than half have democratic parenting as many as 59 people (70.2%), more than half of them have high peer interaction as many as 48 people (57.1%). The conclusion was that more than half of young women's mental health was good, their religiosity was high, they were not addicted to smartphones, their parenting was democratic and their peer interaction was high. Suggestions for research sites could be to hold positive activities for young women, such as by encouraging more young people to take part in Karang Taruna activities