p-Index From 2021 - 2026
7.539
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual Jurnal Teologi Berita Hidup Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan STT BNKP Sundermann The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan Manna Rafflesia PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi Jurnal Amanat Agung KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Luxnos : Jurnal Sekolah Tinggi Teologi Pelita Dunia Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Vox Dei : Jurnal Teologi dan Pastoral Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Sola Gratia: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Predica Verbum Sabda : Jurnal Teologi Kristen Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Jurnal Teologi & Pelayanan Kerusso Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) THRONOS: Jurnal Teologi Kristen CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama Voice of HAMI Jurnal Arrabona Saint Paul's Review Lentera Nusantara EKKLESIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani Jurnal Teologi Pambelum Jurnal Yada Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Views: Jurnal Teologi dan Biblika Jurnal Teologi Rai JUITA SEJATI Jurnal Pistis: Teologi dan Praktia Jurnal Lampo
Claim Missing Document
Check
Articles

MENGHADAPI FENOMENA FLEXING CULTURE: KAJIAN INTERPRETATIF BERDASARKAN AMSAL 11:28 Pattinaja, Aska Aprilano; Sualang, Farel Yosua
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 6, No 2 (2026): SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/sg.v6i2.308

Abstract

Budaya flexing merupakan fenomena masa kini yang sementara berkembang di mana banyak anak muda sampai orang tua, dapat terjebak dalam trend ini. Sebagian besar perilaku flexing sangat berorientasi kepada memamerkan kekayaan secara berlebihan, bahkan ada orang yang sengaja membuat pencitraan agar terlihat kaya. Menariknya Amsal 11:28 secara jelas telah menulis tentang karakter yang mempercayakan diri kepada kekayaan akan berakibat kepada konsekuensi yang dialami, yakni mengalami kejatuhan. Pola karakter-konsekuensi merupakan pola struktur yang ada di dalam kitab Amsal yang memperhatikan adanya karakter yang dilakukan sehingga menghasilkan konsekuensi yang diterima. Belum ada penelitian yang membahas secara khusus tentang hal ini. Karena itulah, artikel ini akan membahas tentang bagaimana menghadapi gempuran budaya flexing berdasarkan peringatan Firman Tuhan lewat analisa pola perkataan karakter-konsekuensi dalam Amsal 11:28 dengan menggunakan metode kualitatif dengan sub interpretative design khususnya hermeneutika sastra hikmat. Penelitian ini menemukan bahwa pertama, mempercayakan diri kepada kekayaan adalah hal yang bodoh dan membawa kepada kejatuhan; kedua, kekayaan tidak bisa menjamin keberlangsungan hidup seseorang tetap baik dan tenteram; dan ketiga, menjadi orang benar (menaruh kepercayaan hanya kepada Tuhan) adalah kunci dari keberhasilan dan kesuksesan. Hasil penelitian ini menjadi peringatan bagi siapa saja yang mau hidup dalam budaya flexing sehingga terhindar dari kejatuhan. The flexing culture is a growing contemporary phenomenon where many young and old people can get caught up in this trend. Most flexing behaviors are very much oriented towards excessive flaunting of wealth, and some people even deliberately create an image to look rich. Interestingly, Proverbs 11:28 clearly states that the act of trusting in wealth will result in the consequence of experiencing a fall. The action-consequence pattern is a structural pattern in the book of Proverbs that takes into account actions based on choices and decisions that result in consequences that will be received. There is no research that specifically discusses this. Therefore, this article will discuss how to deal with the onslaught of flexing culture based on the warning of God's Word through analyzing the pattern of action-consequence words in Proverbs 11:28 using qualitative methods with sub interpretative design, especially wisdom literature hermeneutics. This study found that first, trusting in wealth is foolish and leads to downfall; second, wealth cannot guarantee that one's life will remain good and peaceful; and third, being righteous (trusting only in God) is the key to success and success. The results of this study serve as a warning to anyone who wants to live in a flexing culture so as to avoid the fall.
Analisis Bentuk Kiastik Mazmur 23 Dalam Hubungan Pencipta Dan Ciptaan Yanes Loraya; Suleman; Aska Aprilano Pattinaja
LAMPO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI STAR RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63832/ayh6pd32

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bentuk kiastik yang muncul dalam sturuktur Mazmur 23, sebagai salah satu ciri khas puisi Ibrani. Penelitian struktur puisi ini jarang dilakukan oleh penelitian sebelumnya, karena hanya terfokus kepada tema pastoral dan metafora. Berdasarkan metode hermeneutik sub genre sastra hikmat, maka penelitian ini menemukan, ada 4 peranan Pencipta dalam relasi dengan ciptaan, yakni: pertama, Tuhan Yang Memelihara Dan Menjamin Kehidupan; kedua, Tuhan Yang Membimbing Menuju Ketenangan dan Kelimpahan; ketiga, Tuhan Yang Menuntun Dan Menyediakan; keempat, Tuhan Yang Menyertai Dalam Lembah Kekelaman. Riset ini dapat diimplementasikan dalam perkembangan studi biblika khususnya sastra hikmat dan pembelajaran bagi orang percaya dalam membangun relasi antara pencipta dan ciptaan.