Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penanaman Nasionalime Kepada Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia Rachmat, Angga Nurdin; Alamari, M. Fauzan; Nurdin, Iing
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v5i2.425

Abstract

Penanaman nasionalisme kepada anak pekerja migran Indonesia di Malaysia merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengenalkan nasionalisme sebagai bagian dari rasa cinta tanah air pada anak-anak yang dilahirkan dan tumbuh di Malaysia dikarenakan orang tua yang bekerja sebagai buruh migran. Sasaran dari kegiatan ini adalah anak-anak yang berada pada jenjang yang setara dengan kelas 1 sampai 6 Sekolah Dasar di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5 Kuala Lumpur. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan secara langsung dimana para fasilitator dan narasumber hadir di Sanggar Bimbingan untuk mengajar mengenai nasionalisme kepada anak-anak dengan jam khusus yang telah disediakan oleh pengelola Sanggar. Kegiatan ini dilakukan melalui tahapan persiapan yang meliputi penyiapan jadwal, materi dan metode yang digunakan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi yang seluruhnya dilakukan dalam jangka waktu 4 bulan (1 semester). Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa meningkatkan pengenalan, pengetahuan, dan wawasan dari anak-anak buruh migran Indonesia yang belajar di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5 Kuala Lumpur mengenai Indonesia. Kegiatan ini akan menjadi fondasi bagi anak-anak buruh migran di Malaysia agar cinta dan bangga dengan tanah airnya (Indonesia).
Penanaman Bibit Pohon Kelor (Moringa oleifera) di Bantaran Sungai Citarum Harum Sektor 8 dan Bakti Sosial Pencegahan Stunting di Kabupaten Bandung Wahyudin, Cucu; Kurnia, Dadan; Nurdin, Iing
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v5i2.454

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang menghadapi masalah stunting pada balitanya. Data Statistik PBB tahun 2020 mencatat lebih dari 149 juta (22%) balita di seluruh dunia mengalami stunting, dan 6,3 juta diantaranya merupakan anak usia dini atau balita di Indonesia. Prevalensi Stunting anak anak di jawa barat adalah 20,02 %, hanya sedikit lebih baik dari prevalensi nasional sebesar 21,6%. Jawa Barat adalah daerah dengan potensi pertanian yang dapat ditumbuhi berbagai komoditas yang bergizi tinggi yang dapat mencegah terjadinya stunting. Salah satu tumbuhan yang dapat dibudidayakan dan dijadikan sebagai sumber nabati bergizi tinggi adalah tumbuhan kelor (Moringa oleifera). Oleh karenanya LPPM Unjani menginisiasi program reboisasi daerah bantaran sungai dengan pohon kelor. Kegiatan reboisasi ini diharapkan dapat menjadi embrio penumbuhan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan daun kelor untuk kesehatan Masyarakat. Kegiatan pengabdian pada masyarakat diintegrasikan dengan kegiatan pembersihan area sungai di area satgas Citarum harum sektor 8, penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut serta penyuluhan pengelolaan daun kelor dan pengelolaan lingkungan dari aspek hukum.
Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Rangka Tata Kelola Pemerintahan di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat Subagyo, Agus; Setiawan, Agustina; Rohayatin, Titin; Nurdin, Iing; Septiansyah, Bayu; Ristala, Harky
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.108 KB) | DOI: 10.26874/jakw.v2i1.105

Abstract

Abstrak: Artikel ini menguraikan tentang kepemimpinan Kepala Desa dalam rangka tata kelola Pemerintahan di Kabupaten Bandung Barat dan untuk mendeskripsikan kepemimpinan kepala desa dalam membangun desa. Deskripsi tersebut diperoleh melalui pengamatan, wawancara, dan penelaahan dokumen. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menyimpulkan bahwa Kepala Desa sebagai pemimpin formal di desa sebagai seorang motivator, fasilitator dan mediator sangat penting dalam menentukan keberhasilan setiap program dan rancangan pembangunan yang telah direncanakan. Oleh karena itu fungsi ini harus dilaksanakan dan implementasikan oleh seorang kepala desa dalam rangka pengembangan dan pembangunan desa. Selain itu kepala desa juga yang merupakan administrator pemerintah, administrator masyarakat dan administrator pembangunan mempunyai peranan yang sangat penting dalam menumbuhkan, menggerakkan dan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk ikut aktif dalam kegiatan pembangunan desa. Kata kunci: Kepemimpinan, Desa, Tata Kelola Pemerintahan.
The Influence of Human Capital and Welfare on the Quality of Democracy in Indonesia Saukani, Mohd Nasir Mohd; Nurdin, Iing; Aji, Rizqon Halal Syah
Jurnal Cita Hukum Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jch.v8i3.18297

Abstract

Abstract:Indonesia is the third-largest democratic nation in the world. Democracy is viewed as a constitutional structure capable of achieving human progress, since political rights, civil liberties and the State's responsibility for achieving human development reside in a democratic system. The objectives of this analysis are, firstly, to describe and analyze the state of democracy in Indonesia using indicators of the democracy index (political rights, civil rights, and democratic institutions); secondly, to explain and analyze the basis, policy, execution of democracy and human development; and, thirdly, to evaluate and analyze basic decisions and policies through indicators of human rights and human development. This research uses qualitative approaches based on primary data and secondary data (literature review) but also accompanied by quantitative data and triangulation analysis techniques. The findings of the study indicate that, firstly, Indonesia has largely developed a stable political structure, although there is still a great deal of frustration with the weak capability of democratic institutions. Democracy in Indonesia is still marked by unethical behavior; secondly, Indonesia's democracy continues to step forward, yet still places Indonesia in the category of procedural democracy, not yet in the category of substantive democracy; thirdly, there is a clear and constructive relationship, but not explicitly and steadily, between democracy and human progress, especially human development. The implication is that numerous ideas and arguments can be confirmed that democracy can foster human development; while Indonesia cannot yet be classified as a truly democratic country as a condition for being a welfare state.Keywords: Democracy, Renewal, Welfare, Human Development.AbstrakIndonesia adalah negara demokrasi ketiga terbesar di dunia. Demokrasi dilihat sebagai sistem politik yang mampu merealisasikan pembangunan manusia, karena dalam sistem demokrasi terdapat hak politik, kebebasan civil dan tanggungjawab negara untuk merealisasikan pembangunan manusia. Tujuan kajian ini yaitu, pertama, untuk menjelaskan dan menganalisis keadaan demokrasi di Indonesia dengan menggunakan penunjuk indeks demokrasi (hak politik, hak-hak civil dan institusi demokrasi); kedua, menjelaskan dan menganalisis dasar, strategi, pelaksanaan yang berkaitan dengan demokrasi dan pembangunan manusia; ketiga, menilai dan menganalisis keputusan dasar dan strategi melalui penunjuk indeks pembangunan manusia (pendidikan, kesehatan, kehidupan yang layak) serta menganalisis hubungan antara demokrasi dan pembangunan manusia di Indonesia. Kajian ini menggunakan kaedah kualitatif berdasarkan data primer, dan data sekunder (kajian literatur) turut didukung oleh data kuantitatif serta teknik analisis triangulasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa; pertama, Indonesia pada umumnya telah mengukuhkan sistem politik demokratis, walaupun masih banyak ketidakpuasan terhadap kemampuan institusi demokratik yang lemah. Demokrasi di Indonesia juga bercirikan oleh perilaku korupsi; Kedua, demokrasi Indonesia cenderung bergerak ke depan, tetapi masih terus memposisikan Indonesia dalam kategori demokrasi prosedur, belum mencapai kategori demokrasi substantif; Ketiga, ada hubungan yang signifikan dan positif walaupun tidak secara langsung dan lambat antara demokrasi dan pembangunan manusia, yaitu melalui kenaikan indeks pendidikan, indeks kesehatan, indeks kuasa beli. Implikasinya adalah dapat disahkan pelbagai teori dan alasan bahwa demokrasi dapat menggalakkan pembangunan manusia; walaupun Indonesia belum dapat dikategorikan sebagai negara demokrasi seutuhnya sebagai syarat untuk menjadi negara kesejahteraan.Kata Kunci: Demokrasi, Pembaharuan, Kesejahteraan, Pembangunan manusiaАннотация:Индонезия - третья по величине демократическая страна в мире. Демократия рассматривается как конституционная структура, способная обеспечить прогресс человечества, поскольку политические права, гражданские свободы и ответственность государства за достижение человеческого развития присущи демократической системе. Цели этого анализа: во-первых, описать и проанализировать состояние демократии в Индонезии с использованием показателей индекса демократии (политические права, гражданские права и демократические институты); во-вторых, объяснять и анализировать основы, политику, реализацию демократии и человеческого развития; и, в-третьих, для оценки и анализа основных решений и политики с помощью показателей прав человека и человеческого развития. В этом исследовании используются качественные подходы, основанные на первичных и вторичных данных (обзор литературы), но также сопровождаемые количественными данными и методами триангуляционного анализа. Результаты исследования показывают, что, во-первых, в Индонезии в значительной степени сложилась стабильная политическая структура, хотя по-прежнему существует большое разочарование по поводу слабости демократических институтов. Демократия в Индонезии по-прежнему отличается неэтичным поведением; во-вторых, демократия Индонезии продолжает шагать вперед, но все же относит Индонезию к категории процедурной демократии, но не к категории реальной демократии; в-третьих, существует четкая и конструктивная связь между демократией и человеческим прогрессом, особенно человеческим развитием, но не однозначно и устойчиво. Подразумевается, что можно подтвердить многочисленные идеи и аргументы о том, что демократия может способствовать человеческому развитию; в то время как Индонезия еще не может быть классифицирована как истинно демократическая страна как условие существования государства всеобщего благосостояния.Ключевые слова: демократия, обновление, благосостояние, человеческое развитие.
Covid-19 Pandemic and Voter Participation in The 2020 Elections in West Java Siddha, Arlan; Nurdin, Iing
International Journal of Demos (IJD) Volume 4 Issue 3 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i3.302

Abstract

AbstractThis study objectively looks at the implementation of the 2020 PILKADA during the Covid-19 pandemic, which has an impact on voter participation. Doubts about the level of voter participation were denied with the participation rate which tends to increase with a percentage increase of 76.09%. Voter participation in PILKADA is a concept of public interest in policies to participate in a political policy. This research was conducted in West Java because it saw West Java participants with high DPT by comparing voter participation in 8 regencies/cities that held simultaneous elections in 2015 and 2020.Keywords: Voter Participation, Covid-19, PILKADA Jawa Barat AbstrakKajian ini secara objektif melihat pelaksanaan PILKADA 2020 di masa pandemi Covid-19 yang berdampak pada partisipasi pemilih. Keraguan terhadap tingkat partisipasi pemilih terbantahkan dengan tingkat partisipasi yang cenderung meningkat dengan persentase kenaikan sebesar 76,09%. Partisipasi pemilih dalam PILKADA merupakan konsep kepentingan publik dalam kebijakan untuk berpartisipasi dalam suatu kebijakan politik. Penelitian ini dilakukan di Jawa Barat karena melihat peserta Jawa Barat dengan DPT tinggi dengan membandingkan partisipasi pemilih di 8 kabupaten/kota yang menyelenggarakan pilkada serentak tahun 2015 dan 2020.Kata Kunci: Partisipasi Pemilih, Covid-19, PILKADA Jawa Barat