Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN KONSEP DIRI PADA SISWA SMAN 1 MOLLO SELATAN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR Desianita Balan; Dyah Widodo; Lasri Lasri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.21 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.798

Abstract

Merokok adalah perilaku orang dewasa yang mudah ditiru dan merupakan perilaku yang paling nyata dalam menunjukkan sikap kedewasaan. Perilaku ditunjukkan untuk membuktikan remaja ingin diakui keberadaannya oleh orang-orang di sekitarnya dan lingkungan. Hal-hal yang mempengaruhi perilaku merokok remaja disebabkan oleh karakter remaja itu sendiri yang masih dipengaruhi oleh lingkungan dan kelompoknya. Tujuan penelitian adalahmengetahui hubungan perilaku merokok dengan konsep diri pada siswa SMAN 1 Mollo Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan Propinsi Nusa Tenggara Timur.Desain penelitian adalah penelitian korelasional yang bertujuan mengungkapkan hubungan antar variabel. Populasi penelitianadalah seluruh siswa SMA N 1 Mollo Selatan yang berjumlah 110 orangdan sampel penelitian menggunakan simple random samplingyaitu sebanyak 52 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Metode analisa data yang digunakan yaitu uji spearman rho.Hasil penelitian menunjukkanperilaku merokok, sebagian besar dikategorikan perokok ringan yaitu sebanyak 49 orang (94,23%), konsep diri, sebagian besar dikategorikan adaptif yaitu sebanyak 51 orang (98,08%), serta uji speraman rhodidapatkan nilai signifikan (sig.) sebesar 0,029 ≤ α 0,05. Apabila nilai p-value ≤ batas kritis (0,05) maka terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel atau yang berarti H1 diterima. Artinya ada hubungan antara perilaku merokok dengan konsep diri pada siswa SMA N 1 Mollo SelatanKabupaten Timor Tengah Selatan Propinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil analisa juga menemukan nilai koefisien -0,516 yang berarti semakin rendah perilaku merokok maka semakin tinggi konsep diri pada siswa SMAN 1 Mollo Selatan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG AUTISME DENGAN TINGKAT KECEMASAN ORANGTUA YANG MEMILIKI ANAK AUTISME DI SEKOLAH LUAR BIASA BHAKTI LUHUR MALANG Ermelinda Jeniu; Dyah Widodo; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.779 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.445

Abstract

Pengetahuan orang tua dalam mendidik dan mengasuh anak autis sangat penting. Pengetahuan juga sangat berpengaruh pada tingkat kecemasan orangtua dari anak penderita autisme hal ini terkadang timbul perasaan bersalah atau cemas yang disebabkan karena kurangnya pengetahuan orangtua mengenai autisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang autism dengan tingkat kecemasan orang tua yang memiliki anak autisme di Sekolah Luar Biasa Bhakti Luhur Malang. Penelitian ini menggunakan desain correlation dengan metode pendekatan cross sectional. Populasinya adalah orang tua Autisme sebanyak 40 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 36 orang. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistic spearman rank dengan derajat kemaknaan (0,05). Hasil uji statistik penelitian di ketahui sebagian besar pengetahuan responden masuk kategori cukup sebanyak 15 orang (41,7%), dan sebagian besar tingkat kecemasan responden masuk dalam kategori cemas berat sebanyak 26 orang (72,2%). Hasil analisis bivariat menunjukan p-value= 0,000 < α 0,05 artinya ada hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tuadan nilai (r) = 0,372 yang menunjukan adanya korelasi yang rendah. Saran yang dapat direkomendasikan kepada orang tua adalah diharapkan untuk menambah wawasan berupa informasi yang terkait dengan masalah autisme. Kata kunci : Autis, Pengetahuan, Tingkat kecemasan.
HUBUNGAN POLA ASUH KELUARGA DENGAN KEMAMPUAN SOSIALISASI PADA KLIEN SKIZOFRENIA DI YAYASAN AS-SYIFA REHABILITASI JIWA DI KABUPATEN JOMBANG Agus Waloyo; Dyah Widodo; Wahidyanti Rahayu H.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.287 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.681

Abstract

Data Riskesdas menyatakan bahwa peningkatan tertinggi ganguan jiwa di Indonesia pada tahun 2013 dengan jumlah penderita gangguan jiwa berat mencapai 2,5 juta orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh keluarga dengan kemampuan sosialisasi pada klien skizofrenia di yayasan As-syifa panti rehabilitasi jiwa Kabupaten Jombang. Desain penelitian mengunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 35 klien skizofrenia dan sampel penelitian menggunakan total sampling yang berarti jumlah populasi dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu kolerasi spearman rank dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan pola asuh yang diterapkan sebanyak 19 (54,3%)keluarga menerapkan pola asuh otoriter dan kemampuan sosialisasi sebanyak 27 (77,1%) klien skizofrenia memiliki perkembangan sosial yang kurang, sedangkan hasil kolerasi spearman rank didapatkan p-value = 0,003 atau 0,003< 0,050 sehingga dapat disimpulkan bahwaada hubungan pola asuh keluarga dengan kemampuan sosialisasi pada klien skizofrenia di yayasan As-syifa panti rehabilitasi jiwa Kabupaten Jombang. Perlu menerapkan pola asuh yang sesuai dengan kondisi klien.Untuk meningkatkan kemampuan sosialisasipada klien skizofrenia.
Lamanya Klien Mengalami Gangguan Jiwa Dengan Stres Keluarga Dalam Merawat Klien Di Rumah Dyah Widodo
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (State Health Polytechnic of Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v(4)i(2)y(2018).page:88-94

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan sosial yang terdekat yang sangat penting perannya dalam mewujudkan derajad kesehatan jiwa. Perawatan gangguan jiwa yang membutuhkan waktu lama, berbagai permasalahan perilaku klien dan pandangan negatif masyarakat tentang gangguan jiwa merupakan stresor tinggi bagi keluarga. Tujuan penelitian menganalisis hubungan lamanya klien mengalami gangguan jiwa dengan stres keluarga dalam merawat klien gangguan jiwa di rumah. Jenis penelitian korelasional, dengan sampel sebagian keluarga yang tinggal serumah dengan klien gangguan jiwa di wilayah Jawa Timur Indonesia sesuai kriteria inklusi, besar sampel 200 orang diambil dengan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data bulan Oktober-Nopember 2016 di Poli Kesehatan Jiwa Rumah Sakit Jiwa dr Radjiman Wediodiningrat Lawang. Instrumen penelitiannya kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji statistik deskriptif dan Spearman Rho’ dengan alpha 0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan lamanya klien mengalami gangguan jiwa dengan stres keluarga dalam merawat klien gangguan jiwa di rumah, dengan nilai p 0.026 dan nilai correlation coefficient -158 artinya kekuatan hubungan sangat lemah berlawanan arah, yaitu semakin lama klien mengalami gangguan jiwa maka semakin rendah tingkat stres yang dialami keluarga. Disarankan perlu diantisipasi munculnya stres pada keluarga gangguan jiwa dengan cara deteksi dini kesehatan anggota keluarga keluarga, pendampingan dan peningkatan pengetahuan dalam merawat gangguan jiwa untuk keluarga agar keluarga berkurang stresnya dan mampu merawat klien dengan lebih baik..
HUBUNGAN TINGKAT STRES KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT Enny Nurcahyani; Dyah Widodo; Yanti Rosdiana
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.589 KB) | DOI: 10.33366/cr.v4i1.472

Abstract

Stres yang dialami perawat dalam melakukan tugasnya dapat mengurangi kinerja. Sebagian besar perawat, terutama di ruang perawatan inap selalu menghadapi berbagai keluhan dari pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara stres dan kinerja perawat di ruang perawatan inap Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Desain penelitian ini adalah korelasi dengan cross sectional. Populasi adalah perawat di ruang perawatan inap Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Sampel adalah 109 orang dengan teknik sampling proportional random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan korelasi product moment pearson. Hasil diketahui bahwa responden memiliki tingkat stres ringan sebanyak 108 orang (99,1%), sebagian besar responden memiliki kinerja yang baik sebanyak 87 orang (71,5%), dan ada korelasi antara tingkat stres kerja dan kinerja perawat di rawat inap Panti Waluya Sawahan Rumah Sakit Malang. Direkomendasikan bagi perawat di unit pelayanan rawat inap untuk mempertahankan kinerja perawat
Program pendampingan pada keluarga dalam merawat orang dengan gangguan jiwa Kissa Bahari; Dyah Widodo
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 18 No. 1 (2022): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v18i1.4481

Abstract

[Bahasa]: Keluarga yang merawat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) menghadapi beban yang berat, baik secara secara mental, finansial, maupun sosial. Dampaknya, mereka tidak optimal dalam merawat dan memberikan pengobatan terhadap ODGJ. Oleh karena itu dukungan dari masyarakat sekitar dan tenaga kesehatan terhadap keluarga mereka sangat penting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pada keluarga yang memiliki ODGJ di wilayah Puskesmas Gribik Kota Malang. Kegiatan pengabdian masyarakat menggunakan metode Family Mental Health Nursing melalui beberapa langkah kegiatan yang meliputi pengkajian kesehatan jiwa keluarga, perancanaan, implementasi, dan evaluasi tindakan pada keluarga yang merawat ODGJ di rumah. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan selama satu bulan menunjukkan hasil bahwa keluarga telah memahami tentang gangguan jiwa dan memiliki ketrampilan dalam merawat dan membantu pengobatan ODGJ di rumah. Selain itu keluarga merasa mendapat perhatian dan dukungan dari orang-orang di sekitar mereka. Rekomendasi kegiatan ini adalah bahwa keluarga yang memiliki ODGJ perlu dukungan yang berkelanjutan dari masyarakat dan petugas kesehatan di Puskesmas, sehingga mereka dapat berintegrasi kembali dalam kehidupan bermasyarakat. Kata Kunci: gangguan jiwa, keluarga, merawat, program pendampingan [English]: Families caring for People with Mental Disorders (PMDs) face a heavy burden, including mental, financial, and social. As a result, they are not optimally taking care of and treating for PMDs. Therefore, the need for support from the community and health workers for the families is critical. This community service program aimed to help families who have PMDs in Gribik Public Health Center, ??Malang City. This program applied the Family Mental Health Nursing method through several steps, namely assessing family mental health, planning, implementing, and evaluating the program provided to the families. The results of this one-month program showed that the families understood mental disorders and were able to take care of and assist the treatment of PMDs at home. It is recommended that the families with PMDs need continuous supports from the community and healthcare providers of the public health center to participate in social life. Keywords: mental disorders, family, caring, assistance program
Efektivitas Guided Imagery, Slow Deep Breathing dan Aromaterapi Mawar Terhadap Kecemasan Pasien Pre Operasi Intan Rizki Dwi Saputri; Tri Johan Agus Yuswanto; Dyah Widodo
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.554 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v8i1.1023

Abstract

Kecemasan pasien menghadapi pre operasi merupakan rasa cemas yang dirasakan menjelang pelaksanaan operasi, dimana suatu reaksi normal terhadap situasi yang menimbulkan ketegangan. terdapat dua cara untuk mengurangi kecemasan yaitu dengan cara farmakologi dan non farmakologi. Contoh non farmakologis yang bisa dilakukan yaitu guided imagery, slow deep breathing dan aromaterapi mawar. Studi ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas guided imagery, slow deep breathing dan aromaterapi mawar. Dengan menggunakan kata kunci yang sudah disesuaikan pada databaseuntuk mencari literature review. Dilakukan seleksi terhadap 15 jurnal menggunakan JBI Critical Appraisal tools. Jurnal diambil dari tiga database yaitu Portal Garuda, PubMed dan Google Schoolar. Penyeleksian diambil dengan memperhatikan PICOTS framework, kemudian jurnal dianalisis satu persatu. Terdapat perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan guided imagery, slow deep breathing dan aromaterapi mawar.  Hasil analisis jurnal penelitian menunjukkan bahwa guided imagery, slow deep breathing dan aromaterapi mawar efektif menurunkan kecemasan dengan nilai p-value < 0,05. Tingkat kecemasan sebelum dilakukan intervensi adalah sebagian besar cemas ringan sampai cemas berat dan tingkat kecemasan sesudah dilakukan terapi adalah sebagian besar tidak cemas sampai cemas sedang. Ketiga terapi tersebut efektif dalam menurunkan kecemasan terhadap pasien pre operasi. 
LAMANYA KLIEN MENGALAMI GANGGUAN JIWA DENGAN STRES KELUARGA DALAM MERAWAT KLIEN DI RUMAH Dyah Widodo
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v4i2.344

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan sosial yang terdekat yang sangat penting perannya dalam mewujudkan derajad kesehatan jiwa. Perawatan gangguan jiwa yang membutuhkan waktu lama, berbagai permasalahan perilaku klien dan pandangan negatif masyarakat tentang gangguan jiwa merupakan stresor tinggi bagi keluarga. Tujuan penelitian menganalisis hubungan lamanya klien mengalami gangguan jiwa dengan stres keluarga dalam merawat klien gangguan jiwa di rumah. Jenis penelitian korelasional, dengan sampel sebagian keluarga yang tinggal serumah dengan klien gangguan jiwa di wilayah Jawa Timur Indonesia sesuai kriteria inklusi, besar sampel 200 orang diambil dengan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data bulan Oktober-Nopember 2016 di Poli Kesehatan Jiwa Rumah Sakit Jiwa dr Radjiman Wediodiningrat Lawang. Instrumen penelitiannya kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji statistik deskriptif dan Spearman Rho’ dengan alpha 0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan lamanya klien mengalami gangguan jiwa dengan stres keluarga dalam merawat klien gangguan jiwa di rumah, dengan nilai p 0.026 dan nilai correlation coefficient -158 artinya kekuatan hubungan sangat lemah berlawanan arah, yaitu semakin lama klien mengalami gangguan jiwa maka semakin rendah tingkat stres yang dialami keluarga. Disarankan perlu diantisipasi munculnya stres pada keluarga gangguan jiwa dengan cara deteksi dini kesehatan anggota keluarga keluarga, pendampingan dan peningkatan pengetahuan dalam merawat gangguan jiwa untuk keluarga agar keluarga berkurang stresnya dan mampu merawat klien dengan lebih baik..
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH, DURASI OPERASI DAN DOSIS ANESTESI INHALASI DENGAN SUHU TUBUH PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN GENERAL ANESTESIA DI RECOVERY ROOM RSUD BANGIL Heru Nurmansah; Dyah Widodo; Susi Milwati
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan Terapan (E-Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v7i2.1847

Abstract

Postoperative patients with general anesthesia inclined to experience a decrease in body temperature, this study purpose to determine the relationship of body mass index, duration of surgery, and doses of inhalation anesthesia with body temperature in postoperative patients with general anesthesia in the Recovery Room of Bangil Regional Hospital. Correlation research design, a sample of 51 respondents using purposive sampling. The research instruments were observation sheets of body mass index, duration of surgery, dose of inhalation anesthesia and postoperative body temperature. Data were processed using SPSS 25. Pearson Test data analysis, body mass index (p is 0,000), duration of surgery (p is 0,000), and dose of inhalation anesthesia (p is 0.003). Body mass index correlation strength is strong (0.675), the duration of surgery correlation strength is sufficient (minus 0.407), and the dose of inhalation anesthesia correlation strength is sufficient (minus 0.560). It was concluded that body mass index, duration of surgery and dose of inhalation anesthesia were related to postoperative body temperature with general anesthesia in the recovery room at Bangil District Hospital, meaning the greater the body mass index make the higher the body temperature, the longer the operation and the higher the dose of inhalation anesthetics make the lower the body temperature. The closest correlation is body mass index. It is expected that in future studies can develop research by comparing differences in preoperative, intraoperative and postoperative temperatures. Keywords: Body Mass Index, Duration of Operation, Inhalation Anesthetic Dose, Body Temperature, Post Surgery, General Anesthesia
DETERMINAN FAKTOR STRES KELUARGA DALAM MERAWAT KLIEN GANGGUAN JIWA DI RUMAH Dyah Widodo; Ganif Djuwadi
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan Terapan (E-Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v6i2.1438

Abstract

Long-term mental disorder treatment, various problems of client behavior and negative views of the community about mental disorders can result in high-stress levels for a family. The general objective of the study analyzes the determinants of the most dominant factors related to family stress in caring for clients with mental disorders at home. The correlation research design includes a sample of 200 people living in East Java, all of whom live with a person suffering from a mental disorder. A consecutive sampling technique was used to create this sample. The data was collected in the Poly Mental Health unit of a Mental Hospital in dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang East Java - Indonesia. The research instrument used to collect the data was a questionnaire that had been tested for its validity and reliability. The Data analysis used descriptive and inferential statistical testing. The results of study obtained were as follows: 1. There was a very weak relationship between education and family stress caused by caring for home psychiatric clients, with p is 0.041 and r is 0.145; 2. There was a relationship between the duration of clients experiencing mental disorders and family stress caused by treating mental disorders at home. The p value is 0.026 and r is -0.158, meaning the strength of the relationship was very weak. i.e. the longer the client has had a mental disorder, the lower the stress level experienced by the family; meaning that the strength of the relationship is very weak in the opposite direction, ie the longer the client experiences a mental disorder the lower the stress level experienced by family; 3. Gender and age factors have nothing to do with family stress in caring for clients with mental disorders at home; 4. The most dominant factor related to family stress in caring for mental disorders clients at home is the length of time clients experience mental disorders. It is recommended that actions be taken to anticipate and deal with stress in families that have family members with mental disorders. Keywords: determinant factors, family stress, mental disorder care