Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA Decita Putri Hendriani; Ernawati Ernawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22264

Abstract

Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada balita adalah diare, hingga saat ini penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti di Indonesia, karena sering timbul dalam bentuk Kejadian Luar Biasa (KLB) dan disertai dengan kematian yang tinggi. Faktor ibu berperan sangat penting dalam kejadian diare pada balita karena ibu adalah sosok yang paling dekat dengan balita. Sikap ibu dan pengetahuan tentang penyakit diare berpengaruh pada perilaku ibu dan masalah kesehatan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk melihat tingkat pengetahuan, kejadian diare dan hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang diare dengan kejadaian diare pada balita di Posyandu Kelurahan Tanggulun. Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dan dilaksanakan dengan desain Cross Sectional secara non-random sampling dengan purposive sampling. Hasil penelitian pada 206 responden didapatkan 62,1% (128) mempunyai pengetahuan baik mengenai diare, 59,7% (123) tidak mengalami diare, diperoleh p-value 0,006 dengan PRR 1,823. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu tentang diare dengan kejadian diare pada balita, dengan 1,823 kali pengetahuan ibu berisiko mempengaruhi kejadian diare.
The Relationship Between Family Involvement and Satisfaction Level of The Family of Critical Care Patients in The Sumber Waras Hospital Indah Purnama Sari; Mochamat Helmi; Wiyarni Pambudi; Ernawati Ernawati
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 1 No. 12 (2023): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v1i12.115

Abstract

The average trend of intensive care unit (ICU) patients increases every day across the globe, including in Indonesia. Patients and their families have various needs during intensive care in the ICU. Based on these needs, we classify them into care, hope, information, participation, and assurance. In order to fulfill these needs, support and involvement of family members are needed. If the needs are fulfilled, this will have an effect on the satisfaction of family members. Therefore, this study aims to investigate the relationship between family involvement and family satisfaction of critical patients in Intensive Care Unit of Sumber Waras Hospital, West Jakarta. Descriptive and analytic research design with a quantitative approach is used in this study. Samples were collected using a consecutive sampling method and a questionnaire was used as a data collection instrument. Pearson Chi-Square correlation test was performed to determine the relationship among variables. This study showed the average scores of family involvement and family satisfaction were 4.0-4.3 out of 5 on a Likert scale. From 49 respondents, 29 respondents had a higher level of involvement in information and 34 respondents had a higher level of satisfaction in assurance. Family involvement in care, hope, information, participation, and assurance had a significant positive association with family satisfaction, with the effect exerted at 42%, 56%, 51%, 49%, and 49%, respectively. From this study, we can conclude that the patient’s family members had a moderately to very high level of involvement and satisfaction. There is a significant positive association between family involvement and family satisfaction in the Sumber Waras Hospital, West Jakarta.
LAPORAN KASUS: KUNJUNGAN GEA DENGAN GIZI KURANG PADA AN. CS MELALUI PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA DI SINDANG JAYA Evelin Maharani Widjaja; Amirah Dea Putri Zahirah; Desi Natalia; Ernawati Ernawati
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v11i1.233

Abstract

Abstrak Gastroenteritis akut (GEA) adalah radang lambung, usus kecil, atau usus besar yang ditandai dengan kombinasi sakit perut, kram, mual, muntah, dan diare yang berlangsung <14 hari. Gizi kurang merupakan kondisi seseorang yang memiliki nutrisi di bawah angka rata-rata. Menurut laporan Food and Agriculture Organization (FAO), jumlah penduduk yang menderita kekurangan gizi di dunia mencapai 768 juta orang pada 2020, naik 18,1% dari tahun sebelumnya sebesar 650,3 juta orang. Kasus gizi kurang pada anak di Puskesmas Sindang Jaya sejak Januari – Juni 2023 dilaporkan sebanyak 74 kasus dengan rentang usia 0 – 12 tahun berdasarkan pengukuran di kurva pertumbuhan. An. CS menderita GEA dengan gizi kurang yang menyebabkan tumbuh kembang tidak optimal. An. CS laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas Sindang Jaya dengan keluhan BAB cair dan tubuh yang lebih kecil dibandingkan teman seusianya. Orang tua pasien kurang mengetahui penanganan gizi yang tepat untuk An. CS. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik, pasien didiagnosis GEA dengan gizi kurang. Dilakukan pendekatan kedokteran keluarga dengan menggunakan Mandala of Health untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah An. CS. Setelah dilakukan pendekatan kedokteran keluarga dengan menggunakan Mandala of Health selama 4 minggu, berat badan pasien sudah meningkat dari 23 kg menjadi 25 kg. Pasien sudah menerapkan gizi sehat dan seimbang, menjaga personal hygiene, dan konsumsi obat cacing setiap 6 bulan. Pendekatan kedokteran keluarga mampu menyelesaikan masalah GEA, memperbaiki pola makan dan perilaku kesehatan serta meningkatkan berat badan pasien. Pasien sudah menerapkan pola makan gizi sehat dan seimbang, menjaga personal hygiene, dan konsumsi obat cacing setiap 6 bulan. Diharapkan dengan mengikuti semua intervensi yang diberikan, maka pasien dapat mencapai berat badan dan tinggi yang sesuai dengan usia sehingga tumbuh kembangnya optimal. Abstract A Case Report of AGE with Underweight on Child Cs Using A Family Medicine Approach in Sindang Jaya Acute gastroenteritis (AGE) is inflammation of the stomach, small intestine or large intestine which is characterized by a combination of abdominal pain, cramps, nausea, vomiting and diarrhea that lasts < 14 days. Malnutrition is a condition of someone who has nutrition below the average rate. According to a report by the Food and Agriculture Organization (FAO), the number of people suffering from malnutrition in the world will reach 768 million people in 2020, an increase of 18.1% from the previous year of 650.3 million people. Cases of malnutrition in children at the Sindang Jaya Health Center from January to June 2023 were reported as many as 74 cases with an age range of 0-12 years based on measurements on the growth curve. Child CS who suffers from AGE with malnutrition can cause the child's growth and development to be suboptimal. Child CS, a 10 years old boy, came to the Sindang Jaya Health Center with complaints of loose stools and a smaller body than his peers. The patient's parents do not know about proper nutritional management for Child CS. Based on the history and physical examination, the patient was diagnosed with GEA and malnutrition. This study used family medicine approach using the Mandala of Health to identify and solve the problem. After taking a family medicine approach using the Mandala of Health for 4 weeks, the patient's weight had increased from 23 kg to 25 kg. The patient have been implement healthy and balanced nutrition, maintain personal hygiene, and take worm medicine every 6 months. The family medicine approach is able to solve AGE problems, improve patient’s eating pattern and health behavior and increase the patient’s body weight. The patient already implement healthy and balanced nutrition, maintain personal hygiene, and take worm medicine every 6 months. It is hoped that by following all the interventions provided, patients can achieve weight and height appropriate for their age so that their growth and development is optimal.
Kegiatan Penapisan Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu terhadap Penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2 pada Populasi Lanjut Usia di Panti Werda Hana Ernawati Ernawati; Marendra Shinery Kartolo; Fladys Jashinta Mashadi; Yovian Timothy Satyo; Junius Kurniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/pengabmas.v6i2.498

Abstract

Insulin and glucagon, hormones secreted by the pancreas, regulate blood glucose, the main source of energy for cells. Insulin facilitates glucose uptake and glycogen synthesis, whereas glucagon increases blood glucose by stimulating glycogenolysis and gluconeogenesis in the fasting state. An increase in blood glucose above normal over a long period of time can cause diabetes mellitus. The prevalence of type 2 diabetes among the elderly in Indonesia is 6.2%, with a projected increase to 12 million cases by 2030. The causes include genetic factors, aging, unhealthy eating patterns, a lack of movement, and comorbidities such as obesity and hypertension. This activity uses the PDCA (Plan-Do-Check-Action) method, which aims to carry out blood glucose checks as an early detection of type 2 diabetes mellitus. The Hana Nursing Home in South Tangerang hosted this activity, which involved 61 participants. The results of the blood glucose examination showed that 15 people (24.58%) had diabetes and 33 people (54.1%) had pre-diabetes. Early detection and effective management are essential to prevent complications and maintain functional status.
PROGRAM INTERVENSI PENCEGAHAN PENINGKATAN KASUS HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINDANG JAYA Laurensia Laurensia; Edwin Destra; Hayuningrat Odyssey Saint; Muhammad Abdu Quraisy Syihab; Ernawati Ernawati
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2: Mei 2022
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v2i2.1472

Abstract

Introduction: Hypertension in Southeast Asia had 39.9% of incidence rate in 2020. In Indonesia, there was an increase in hypertension from 2013 to 2018. In Tangerang Regency in 2018 the number of people with hypertension was recorded as much as 274,792 residents. Objective: To reduce the incidence of hypertension in the working area of ​​the Sindang Jaya Health Center. Methods: The study used an assessment with pre-test and post-test. The intervention was carried out in the form of counseling to increase public knowledge in the Sindang Jaya Health Center Work Area. The sample in this study was selected by non-random consecutive sampling. The independent variable in this study is the intervention carried out to increase public knowledge. The dependent variable in this study is the change in knowledge of the intervention carried out. Results: 40 counseling participants experienced an increase in knowledge after the intervention in 14 selected aspects as an indication of knowledge. Conclusion: The intervention in the form of counseling succeeded in increasing public knowledge about hypertension. It is hoped that there will be changes in people's attitudes and behavior in preventing the increase in new cases of hypertension in the community.
Program Intervensi Dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Keteraturan Berobat Pasien Skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Sindang Jaya Tania Glennasius; Ernawati Ernawati
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i12.12528

Abstract

ABSTRAK Skizofrenia merupakan kondisi mental yang ditandai perubahan pemikiran, perasaan, dan perilaku yang menyebabkan individu mengalami pemisahan dari realitas. Kasus skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Sindang Jaya cukup tinggi dan tingkat keteraturan berobat yang masih rendah. Upaya intervensi yang tepat dan konsisten dapat meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga sehingga kepatuhan berobat meningkat. Penyuluhan yang dilakukan mengenai skizofrenia dan pengelolaannya dengan pendekatan Plan Do Check and Action (PDCA) cycle pada 25 masyarakat. Tujuan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang tanda dan gejala, penyebab, serta cara mengatasinya. Penyuluhan tentang skizofrenia juga berperan penting dalam mengurangi stigma yang seringkali terkait dengan kondisi ini. Hasilnya dari 25 peserta, 22 orang (88%) mengalami peningkatan pengetahuan terkait skizofrenia. Maka dari itu pemberian informasi yang akurat, dapat membuat masyarakat lebih memahami serta berempati bahwa skizofrenia adalah kondisi medis yang memerlukan perawatan dan dukungan. Pemahaman yang lebih baik tentang skizofrenia, mendorong masyarakat berperan aktif dalam mendukung individu dengan kondisi ini. Masyarakat dapat membantu mendeteksi tanda-tanda awal skizofrenia pada diri sendiri atau orang lain, serta mengajak individu tersebut untuk mencari bantuan profesional. Dukungan sosial dari masyarakat sangat bermanfaat bagi individu dengan skizofrenia mengatasi tantangan yang dihadapi sehari-hari. Penyuluhan tentang skizofrenia menjadi dasar penting dalam mengurangi stigma, meningkatkan pemahaman, menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi individu dengan skizofrenia, dan meningkatkan keteraturan berobat sehingga penderita skizofrenia dapat menjalani fungsi sehari-harinya dengan optimal. Kata Kunci: Pengetahuan, Penyuluhan, Skizofrenia  ABSTRACT Schizophrenia is a mental condition characterized by changes in thinking, emotions, and behavior that result in individuals experiencing a disconnection from reality. The incidence of schizophrenia cases in the Sindang Jaya Primary Health Care Area is quite high, with a low level of treatment adherence. Appropriate and consistent intervention efforts can enhance the knowledge of patients and their families, thus improving treatment compliance. Education on schizophrenia and its management using the Plan-Do-Check-Act (PDCA) cycle approach was provided to 25 community members. The objective of this activity was to increase awareness and knowledge among the community about the signs and symptoms, causes, and management of schizophrenia. Education about schizophrenia also plays a crucial role in reducing the stigma often associated with this condition. Out of the 25 participants, 22 individuals (88%) showed an improvement in their knowledge of schizophrenia. Therefore, the provision of accurate information can help the community better understand and empathize with the fact that schizophrenia is a medical condition that requires treatment and support. A better understanding of schizophrenia encourages active community involvement in supporting individuals with this condition. The community can assist in identifying early signs of schizophrenia in themselves or others and encourage affected individuals to seek professional help. Social support from the community is highly beneficial for individuals with schizophrenia in addressing the challenges they face in their daily lives. Education about schizophrenia serves as a critical foundation for reducing stigma, enhancing understanding, creating a more inclusive environment for individuals with schizophrenia, and improving treatment adherence, thereby enabling individuals with schizophrenia to optimize their daily functioning. Keywords: Destigmatization, Public Health, Knowledge, Education, Schizophrenia.
Faktor Risiko Kejadian Hemoroid pada Pekerja Usia Produktif Felisitas Sinta Widowati; Ernawati Ernawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 04 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i04.2092

Abstract

Hemoroid merupakan salah satu penyakit rektum yang disebabkan oleh pembesaran serta inflamasi vena pada dubur yang bersumber dari hemorrhoidal plexus. Insiden penyakit hemoroid pada pekerja di Indonesia masih tinggi dengan berbagai faktor risikonya. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan berbagai faktor risiko dengan kejadian hemoroid pada pekerja usia produktif di perusahaan pra beton Indonesia. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasional analitik dengan desain studi cross-sectional. Pengambilan data dengan pengisian kuesioner yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa jumlah pekerja yang mengalami hemoroid sebanyak 30 responden (21,89%) dari 137 pekerja. Berdasarkan uji statistik, didapatkan tiga faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hemoroid yaitu konstipasi (nilai p = 0,000), keturunan (nilai p = 0,002), dan pola buang air besar (nilai p = 0,002). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan yaitu konsumsi serat, usia, lama duduk, hubungan seks, pemasukan cairan, dan aktivitas fisik, nilai p > 0,05. Konsumsi serat, usia, lama duduk, pemasukan cairan, dan aktivitas fisik menunjukkan risiko >1 kali untuk terjadinya hemoroid. Konstipasi, keturunan, dan hubungan seks menunjukkan risiko >3 kali untuk terjadinya hemoroid. Pola buang air besar menunjukkan risiko >4 kali untuk terjadinya hemoroid. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah kejadian hemoroid di Perusahaan Pra Beton Indonesia dipengaruhi oleh konstipasi, keturunan, dan pola buang air besar.
Deteksi Dini Gangguan Gizi Melalui Pengukuran Status Gizi di Sekolah Dasar Negeri Caringin Nunggal, Ciherang Ernawati Ernawati; Edwin Destra; Junius Kurniawan; Syilvia Cendy Enike; Anthon Eka Prayoga Khoto; Kresna Bambang Fajarivaldi; Andini Ghina Syarifah
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v4i2.3021

Abstract

Nutritional status is an important determinant of overall health and well-being, having a major influence on growth, development, and overall health outcomes. The prevalence of stunting, wasting, and underweight among children in low- and middle-income countries around the world decreased by 29.1%, 6.3%, and 13.7% respectively between 2006 and 2018. For this investigation, PDCA (Plan-Do-Check-Action Method) is used. A total of 165 people participated in a community outreach initiative conducted in March 2024 at an elementary school located in West Java, Indonesia. Early detection of nutritional status is carried out by taking anthropometric measurements. Nutrition during childhood and adolescence is critical for optimal development, growth, and long-term health. Rapid assessment of nutritional status will facilitate timely interventions aimed at preventing disease and reducing premature mortality
Waspada Anemia pada Lansia dengan Pemeriksaan Hemoglobin dan Hematokrit di Panti Werdha Hana Ernawati Ernawati; Alexander Halim Santoso; Axsel Harsono; Anak Agung Ngurah Putrayoga Amertha
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v5i1.6174

Abstract

Anemia is a common hematological condition characterized by decreased hemoglobin levels or red blood cell counts, which affects the blood's capacity to transport oxygen throughout the body. In the elderly, anemia has a significant impact on health, such as decreased physical function, increased risk of falls, cognitive impairment, and increased health care costs. The global prevalence of anemia in the elderly is quite high, ranging from 5–10% at the age of 65–70 years and increasing to 15–25% at the age of over 80 years. The Community Service Program (PKM) at Panti Werdha Hana aims to increase awareness of the elderly regarding the importance of early detection of anemia. This activity uses the Plan-Do-Check-Act (PDCA) method, where hemoglobin and hematocrit levels are measured, and educational materials are provided regarding anemia and its risk factors. Respondents who have hemoglobin levels below normal are advised to seek further medical consultation. The results showed that 34 people (44.74%) had anemia and 42 people (55.26%) had normal hemoglobin levels. Early detection of anemia through hemoglobin and hematocrit examination is an important step in reducing the risk of more severe complications, so that it can improve the quality of life of the elderly.. Keywords: Anemia, Early Detection, Hemoglobin, Hematocrit
Pendampingan Terpadu Pencegahan dan Penanganan Stunting pada Anak dengan Riwayat Bronkopneumonia dan Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Tangerang Dodo Nugroho; Ernawati Ernawati; Stephanie Amadea; Marisca Clarissa Virgie; Meta Angelia Buntardi
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/9k948t63

Abstract

Stunting atau kerdil merupakan kondisi kegagalan pertumbuhan yang dialami anak berusia di bawah lima tahun. Stunting dapat dikategorikan apabila tinggi badan anak lebih rendah dari minus dua standar deviasi kurva pertumbuhan World Health Organization (WHO). Kekurangan gizi kronis serta infeksi yang terjadi secara berulang, terutama pada masa pertumbuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sangat berpotensi menyebabkan stunting. Studi kasus dilakukan pada anak perempuan berusia 4 tahun 3 bulan dengan pola asuh dan asupan nutrisi yang kurang baik. Satu bulan sebelumnya pasien terdiagnosis bronkopneumonia dan anemia dengan hemoglobin 10.5 g/dL dan rontgen thorax menunjukkan gambaran bronkopneumonia. Pasien didiagnosis banding dengan TB paru, namun hasil test mantouxnya negatif. Hasil pemeriksaan antropometri menunjukkan pasien stunting dengan berat badan 9,9 kg dan panjang badan 89 cm. Pendekatan kedokteran keluarga yang holistik menggunakan Mandala of Health mampu mengidentifikasi penyebab masalah stunting pada pasien ini. Penyebab yang ditemukan adalah kurangnya pengetahuan orangtua terkait pola asuh sehingga asupan nutrisi yang diberikan tidak sesuai baik secara jumlah maupun jenisnya, kurangnya kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggal, serta buruknya sirkulasi udara dalam rumah. Intervensi yang dilakukan berupa penerapan pola makan sehat dengan menu yang bervariasi, terapi PMT susu, suplementasi vitamin, sirup zat besi, kebersihan diri, perbaikan lingkungan tempat tinggal, serta edukasi terkait pemantauan tumbuh kembang secara berkala. Setelah intervensi, keluarga pasien memahami pola asuh yang baik dengan memberikan asupan nutrisi sesuai anjuran sehingga terjadi kenaikan berat badan pada pasien.
Co-Authors Ade Anjalita Santi Dewi Alexander Halim Santoso Alexander Halim Santoso Alicia Sarijuwita Alya Dwiana Alyn Kristiani Amirah Dea Putri Zahirah Anak Agung Ngurah Putrayoga Amertha Andini Ghina Syarifah Andri Wanananda Andriana KD Andruw Tantri S T Angel Sharon Suros Anggita Tamaro Anthon Eka Prayoga Khoto Arianto Salim Axsel Harsono Bryan Anna Wijaya Budi Kidarsa Darren Gosal Darren Gosal Dean Ascha Wijaya Decita Putri Hendriani Desi Natalia Dodo Nugroho Edwin Destra Edwin Destra Eko Kristanto Kunta Adjie Elsa Mathica Naibaho Evelin Maharani Widjaja Felisitas Sinta Widowati Fernando Nathaniel Fladys Jashinta Mashadi Geoffrey Christian Lo Giovanno Sebastian Yogie Giovanno Sebastian Yogie Hans Sugiarto Haryanto, Imam Hayuningrat Odyssey Saint Hayuningrat Odyssey Saint Hendsun Hendsun Heratio Adiwiguna Indah Purnama Sari Inggerit Inggerit Jasmine Syabania Noviantri Jimmy Chua Jonathan Hadi Warsito Joshua Kurniawan Joshua Kurniawan Joshua Kurniawan Junius Kurniawan Kintana Muarabagja Kresna Bambang Fajarivaldi Krisma Kristiana Kurnia Elsa Oktaviana Laurensia Laurensia Linda Kertanegara Lysandro Tommy Lay Marendra Shinery Kartolo Marisca Clarissa Virgie Meta Angelia Buntardi Minarni Eka Dewi Mochamat Helmi Muhammad Abdu Quraisy Syihab Muliyaman Muliyaman Nicholas Setia Normalisa Aulia Olivia Charissa Olivia Larissa Pambudi, Wiyarni Ravenska Theodora Rebekah Malik Refael Alfa Budiman Ririn Utami Hably Ronald Wilmar Antonius Saputri Dwilistanti Stanislas Kotska Marvel Mayello Teguh Stephanie Amadea Sukmawati Tansil Tan Sukmawati Tansil Tan Susy Olivia Lontoh Syilvia Cendy Enike Tania Glennasius Thasya Rohmayanti Tri Mulyati Valentino Gilbert Lumintang Wawan Kurnia Wilda Najmi Hentihu William Gilbert Satyanegara William Gilbert Satyanegara William Gilbert Setyanegara William Gilbert Setyanegara Yoanita Widjaja Yohanes Firmansyah Yohanes Firmansyah Yohanes Firmansyah Yohanes Firmansyah Yovian Timothy Satyo