Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Islamic Education

Implementasi Pembiasaan Shalat Sunnah Dhuha dalam Pembentukan Karakter Sikap Disiplin Siswa SMP Kartika XIX-I Siliwangi Bandung Yuli Seliana; Hakim, Arif; Mujahid Rasyid
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10547

Abstract

Abstract. This research is focused on the application of Dhuha Prayer as a habit to shape student character, especially in the aspects of discipline and worship in the school environment. Discipline is considered key in achieving the goals of the school's Code of Conduct, with awareness of school rules as an important foundation for achieving maximum potential in the teaching process. The concept of discipline involves establishing students' exercise and self-control by teaching appropriate behavior. Dhuha prayer is considered a significant component in learner growth, ensuring regular habits of worship. The main goal is to form individuals with strong beliefs, piety, and noble behavior in the future. The research method used is qualitative with a case study approach, involving a comprehensive analysis of individuals. The results showed that the habituation of Dhuha Prayer at Kartika Junior High School succeeded in shaping the character of students, seen from their discipline in maintaining prayer and interacting with teachers. Nevertheless, there is a weakness in the aspect of responsibility, especially related to the habit of leaving class during free time and gathering in the canteen before the time. This limitation is due to the lack of affirmation and supervision from the picket teacher. This study provides insight into the important role of Dhuha Prayer in shaping students' character, while highlighting the need for a more active role from the school authorities in controlling students' habits. Abstrak. Penelitian ini difokuskan pada penerapan shalat dhuha sebagai kebiasaan untuk membentuk karakter siswa, terutama dalam aspek disiplin dan beribadah di lingkungan sekolah. Kedisiplinan dianggap kunci dalam mencapai tujuan Tata Tertib sekolah, dengan kesadaran terhadap aturan sekolah sebagai landasan penting untuk mencapai potensi maksimal dalam proses pengajaran. Konsep disiplin melibatkan pembentukan latihan dan kendali diri siswa dengan mengajarkan perilaku yang sesuai. shalat dhuha dianggap sebagai komponen signifikan dalam pertumbuhan peserta didik, memastikan kebiasaan beribadah yang teratur. Tujuan utamanya adalah membentuk individu dengan keyakinan kuat, takwa, dan perilaku luhur di masa depan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan koonfirmasi analisis komprehensif terhadap individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan shalat dhuha di SMP Kartika berhasil membentuk karakter siswa, terlihat dari kedisiplinan mereka dalam menjaga shalat dan berinteraksi dengan guru. Meskipun demikian, terdapat kelemahan dalam aspek tanggung jawab, khususnya terkait kebiasaan keluar kelas saat jam kosong dan berkumpul di kantin sebelum waktunya. Keterbatasan ini disebabkan oleh kurangnya penegasan dan pengawasan dari guru piket. Studi ini memberikan wawasan tentang peran penting shalat dhuha dalam membentuk karakter siswa, sambil menyoroti perlunya peran lebih aktif dari pihak sekolah dalam mengontrol kebiasaan siswa.
Pengaruh Kesiapan Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Salah Satu SMPN Kota Bandung Rally Negara, Iqbal Mulky; Saepudin, Aep; Hakim, Arif
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12220

Abstract

Abstract. The learning process that occurs in a person is an important thing in education. Through learning, a person can get to know his environment and be able to adapt and adjust to the times. the general phenomenon that emerges shows that the learning achievement of Class VIII students is still low. The low learning achievement of students is reflected in the value of Islamic Religious Education subjects that are not in line with expectations. From here it is clear that learning readiness is an important activity in the effort of growth and development. The approach used in this research is a quantitative approach. This method is also called confirmative method, because this method is suitable for proof/confirmation. This method is called a quantitative method because the research data is in the form of numbers and analysis using statistics. Thus quantitative methods can be interpreted as research methods based on the philosophy of positivism, used to research on certain populations or samples, data collection using research instruments, quantitative data analysis, with the aim of testing predetermined hypotheses.From this t test it is known that t count t table, namely, 2.231 2.02 and the significance value is 0.031 0.05, which means that Ho is accepted and Ha is rejected. So it can be concluded that there is a significant effect of learning readiness (Variable X) on student learning achievement (Variable Y).For future researchers who are sustainable about student readiness, they must be more careful about what factors can make students so ready or not ready to face learning. Abstrak. Proses belajar yang terjadi pada seseorang merupakan suatu hal yang penting dalam pendidikan. Melalui belajar, seseorang dapat mengenal lingkungannya dan mampu beradaptasi serta menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. fenomena umum yang muncul menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa SMPN masih rendah. Rendahnya prestasi belajar siswa tercermin dari nilai mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang belum sesuai dengan harapan. Gambaran capaian prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di salah satu SMPN kota Bandung dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif. Metode ini juga disebut metode konfirmatif, karena metode ini cocok digunakan untuk pembuktian/konfirmasi. Metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistic. Dengan demikian metode kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.Dari uji t ini diketahui bahwa t hitung t tabel yakni, 2,231 2,02 dan nilai signifikansinya 0,031 0,05, yang mana ini bermakna bahwa Ho diterima dan Ha ditolak. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa ada pengaruh secara signifikan kesiapan belajar (Variabel X) terhadap prestasi belajar siswa (Variabel Y).Untuk para peneliti selanjutnya yang berkesinambungan tentang kesiapan siswa harus lebih teliti faktor apa saja yang dapat membuat siswa bisa begitu siap atau tidak siap nya menghadapi pembelajaran.