Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Keluarga dalam Meningkatkan Adversity dan Spiritual Quotient Keluarga Pada Saat Pandemi di Rumah Sari, Citra Windani Mambang; Juniarti, Neti; Yani, Desy Indra; witdiawati, witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13044

Abstract

ABSTRAK  Tahun 2021 merupakan tahun ke 2 berlangsungnya pandemic covid-19 yang  menyebabkan semua orang menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah demi memutus mata rantai Covid19. Selain pembatasan aktivitas, adversity dan spiritual merupakan suatu hal yang penting pada saat pandemi sebagai ketahanan pada keluarga. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan keluarga dalam mengidentifikasi Adversity dan Spiritual Quotient anggota keluarganya serta mengembangkan strategi koping keluarga yang baik selama masa pandemi. Pengabdian ini merupakan rangkaian work-life balance yang dilaksanakan secara online dengan zoom meeting. Kegiatan ini dihadiri 208 orang yang terdiri dari peserta umum yang merupakan pekerja atau mahasiswa. Dari kuesioner wellnes yang disebarkan ke peserta hampir setengahnya dari peserta kurang merasa ceria, kurang merasa tenang dan santai, kurang merasa aktif, tidak bangun dengan perasaan segar dan istirahat, kehidupan sehari-hari tidak dipenuhi dengan hal-hal yang menarik dalam waktu dua minggu terakhir. Berdasarkan hal tersebut, keluarga dapat memahami dan mempraktekan secara langsung bagaimana menyiapkan mental keluarga terutama di masa pandemi. Hal ini juga dapat menjadi rekomendasi untuk perawat komunitas dalam merencanakan intervensi untuk keperawatan keluarga. Kata Kunci: Spiritual, Adversity, Keluarga, Pandemi, Wellnes, Worklife-Balance  ABSTRACT Year of 2021 is the 2nd year of the covid-19 pandemic which causes everyone to spend most of their time at home to break the Covid19 chain. In addition to activity restrictions, adversity and spirituality are important during a pandemic as resilience in families. This activity aims to increase family empowerment in identifying Adversity and Spiritual Quotient of their family members and developing good family coping strategies during the pandemic. This service is a series of work-life balance which is carried out online with zoom meetings. This activity was attended by 208 people consisting of general participants who are workers or students. From the wellness questionnaire distributed to participants, almost half of the participants did not feel cheerful, did not feel calm and relaxed, did not feel active, did not wake up feeling refreshed and rested, and their daily lives were not filled with interesting things in the last two weeks. Based on this, families can understand and practice directly how to mentally prepare families, especially during a pandemic. This can also be a recommendation for community nurses in planning interventions for family nursing. Keywords: Spirituality, Adversity, Family, Pandemic, Wellness, Work-Life Balance
Program Kitasuka (Kesehatan Gigi dan Kesehatan Anak Paud) sebagai Upaya Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rancaekek Haroen, Hartiah; Juniarti, Neti; Sari, Citra Windani Mambang; Witdiawati, Witdiawati; Mulya, Adelse Prima
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15133

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan di Indonesia. Salah satu pencegahan stunting adalah penerapan perilaku hidup bersih dan sehat termasuk di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Anak PAUD memiliki peran penting dalam membentuk perkembangan anak sejak dini. Melalui edukasi dan demonstrasi aktivitas kebersihan cuci tangan dan sikat gigi, anak-anak PAUD diharapkan mampu memahami dan mengaplikasikan langkah-langkah penting dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Hasil pengabdian dapat diidentifikasi bahwa terdapat peningkatan sebanyak 68% pada skor pre-test dan post-test. Perilaku hidup sehat dan bersih pada anak sekolah sangatlah penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal. Perilaku hidup sehat dan bersih pada anak sekolah sangatlah penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal. Kata Kunci: Kitasuka, Perilaku Hidup Bersih, Stunting  ABSTRACT Stunting is a problem in Indonesia. One of the prevention of stunting is the implementation of clean and healthy living behaviors including in the Early Childhood Education (PAUD) environment. PAUD children have an important role in shaping children's development from an early age. Through education and demonstration of hand washing and tooth brushing hygiene activities, PAUD children are expected to be able to understand and apply important steps in maintaining personal and environmental hygiene. The results of the service can be identified that there is an increase of 68% in the pre-test and post-test scores. Healthy and clean living behavior in school children is very important to support their optimal growth and development. Healthy and clean living behavior in school children is very important to support their optimal growth and development. Keywords: Kitasuka, Hygiene Behavior, Stunting
HUBUNGAN SLEEP HYGIENE DAN KUALITAS TIDUR PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI KELURAHAN BABAKAN SARI Utami, Gina Utami; Juniarti, Neti; Sari, Citra Windani Mambang
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v10i2.869

Abstract

Sleep disturbances are a common comorbidity among individuals with diabetes mellitus and can negatively impact blood glucose regulation and overall quality of life. This study aims to examine the relationship between sleep hygiene and sleep quality among patients with diabetes mellitus in Kelurahan Babakan Sari. A correlational quantitative design with a cross-sectional approach was applied. A total of 75 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) and Sleep Hygiene Index (SHI) instruments. The findings revealed that most respondents had a moderate level of sleep hygiene (50.7%) and poor sleep quality (92%). Pearson correlation analysis indicated a significant positive relationship between sleep hygiene and sleep quality (r = 0.620, p < 0.001). These results suggest that sleep hygiene plays a vital role in determining sleep quality among individuals with diabetes. Therefore, educational interventions promoting healthy sleep habits should be integrated into community-based diabetes management programs.